Bagaimana kepemimpinan Tim Cook - Sosok Dibalik Strategi Terbaru Apple ?


Tim Cook, merupakan salah satu sosok yang berpengaruh dibalik kokohnya raksasa teknologi Apple. Sebelum menggantikan posisi Steve Jobs sebagai CEO Apple yang meninggal pada tahun 2011 dikarenakan terserang penyakit kanker, ia menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer) di perusahaan Apple pada tahun 2007 hingga 2011. Ia bergabung dengan Apple pada tahun 1998 sebelum adanya iMac, iPod, ataupun iPhone dan ketika Apple berada pada penurunan keuntungan bukannya peningkatan keuntungan dan ia ditunjuk langsung oleh Steve Jobs untuk menjadi Senior Vice President for Worldwide Operation. Lalu ketika ia bergabung dengan Apple, Apple mengalami sedikit peningkatan, Cook dapat membuat seluruh pekerjaan dan penjualan mendunia, termasuk aktivitas penjualan, servis, dan support. Dan kurang dari setahun di Apple, Tim Cook melaporkan mendapatkan keuntungan, dibandingkan dengan sebelumnya pada tahun 1997 Apple melaporkan kerugian sebesar $1 miliar.

Ketika menjabat sebagai CEO Apple Tim Cook sadar bahwa ia kurang inovatif dibandingkan dengan Steve Jobs. Cook dinilai tidak memiliki kemampuan dalam mendesain produk – produk baru Apple layaknya Steve Jobs. Namun karena sebelumnya Cook memiliki pengalaman menjabat sebagai Chief Operasional (COO) maka ia memiliki keunggulan dalam hal tersebut yaitu dalam hal operasi Apple sebagai produsen gadget kelas dunia. Kemampuan mengatur operasi perusahaan itulah yang ia gunakan agar Apple bisa sukses dan dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama lagi. Dan dalam hal mendesain produk – produk baru Apple Cook mempercayakan kepada Jony Ive dan Craig Federighi yang sampai saat ini menjabat sebagai Apple Senior Vice President of Software Engineering. Dan juga pada tingkat jajaran eksekutif, Cook memiliki cara yang berbeda dibandingkan dengan Steve Jobs, ketika Steve Jobs seringkali menggabungkan jajaran atas Apple saat pengembangan sistem operasi iPhone maka Tim Cook lebih suka menata ulang manajemen eksekutif Apple di tahun 2012 dengan alasan kolaborasi.

Salah satu strategi umum Apple ialah selalu duluan melakukan inovasi dibandingkan dengan kompetitornya. Strategi tersebut diterapkan kembali oleh Tim Cook ketika memimpin perusahaannya. Contohnya saja pada tahun 2013 Apple meluncurkan iPhone pertama yang menggunakan sensor sidik jari. Tidak lama kemudian vendor pembuat Handphone pun mengikuti inovasi tersebut dengan menambahkan fitur yang sama. Tidak hanya itu, banyak sekali inovasi yang telah diciptakan oleh Apple selama kepemimpinan Tim Cook ini, contohnya saja ditahun yang sama Apple menluncurkan fitur perekaman kamera dalam gerak lambat di iPhone terbarunya tersebut dan juga fitur Apple Pay yang bekerjasama dengan American Express, Mastercard, dan Visa.

Dalam melakukan perang dengan Android (Google) dan Samsung, Tim Cook berusaha menggencarkan pemasaran menggandeng berbagai operator telekomunikasi. Tim Cook menilai dengan adanya kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi disetiap negara tersebut dapat mendatangkan berbagai macam keuntungan seperti meraup pangsa pasar yang tinggi serta dapat mempermudah pemasaran di negara yang memiliki peraturan yang menyulitkan Apple tersebut. Dan juga Cook terus mengembangkan Software Apple agar lebih elit dan semakin aman agar pengguna Apple merasa dispesialkan, bahkan Apple sempat meluncurkan aplikasi yang membantu user baru Apple untuk memindahkan data mereka dari Android ke iOS dan juga Cook sempat menyatakan bahwa Android itu penuh dengan malware ketika peluncuran iOS 8 dulu.

Sementara pada sektor penjualan, Tim Cook melakukan banyak pergerakan yang lebih agresif seperti pembeli dapat melakukan tukar tambah iPhone seri lama dengan iPhone seri terbaru Apple, dan juga Cook memfokuskan penjualan pada negara berkembang Tiongkok dan India. Di Tiongkok Apple membawa produk barunya pada masa itu yaitu iPhone 6 dan iPhone 6+ dengan menggandeng operator besar Tiongkok seperti China Mobile, China Telecom dan China Unicom. Sementara di pasar India menggandeng operator besar yaitu Airtel dan Aircel dalam peluncuran produknya dan Apple melakukan strategi penjualan iPhone 4 8GB yang dapat dibeli dengan bebas pajak, diskon iPhone bagi pelajar, serta memberikan berbagai macam diskon sepanjang tahun 2014 lalu.


Sumber


https://www.apple.com/newsroom/2013/12/22China-Mobile-Apple-Bring-iPhone-to-China-Mobiles-4G-3G-Networks-on-January-17-2014/
http://tekno.kompas.com/read/2014/10/06/19490057/Wajah.Apple.Setelah.3.Tahun.Ditinggal.Steve.Jobs

Saat menyebut merek Apple, orang akan langsung teringat pada Steve Jobs. Sang pendiri raksasa elektronik itu memang sangat dekat dengan brand yang kemudian menjadi idola banyak orang. Pasca kematiannya, Apple Inc dinakhodai oleh Tim Cook yang agak “pemalu” untuk menjadi sorotan publik. Meski begitu, bukan berarti pria kelahiran Robertsdale 1 november 52 tahun lalu itu tidak punya “rahasia” kepemimpinan.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Tim Cook mengambil pekerjaan sebagai CEO Apple, membuat banyak orang bertanya-tanya apakah dia bisa mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan oleh teman dan mentornya, Steve Jobs.

Enam tahun kemudian, Apple adalah perusahaan yang paling berharga di dunia, dan produk seperti iPhone terus menguasai pasar, membuat Cook terlihat cukup bagus.

Tapi saat pertama kali diumumkan untuk peran tersebut, dia adalah tanda tanya besar. Dia adalah orang yang pendiam yang telah lama tinggal di latar belakang Apple, sementara Jobs melakukan peluncuran produk dan tur pers yang besar.


Berikut merupakan strategi kepemimpinan yang bisa dipelajari dari Tim Cook:

1.Pentingnya kepemimpinan yang beragam
Keberagaman dalam sebuah organisasi tidak selalu menjadi titik lemah. Malah sebaliknya, karyawan yang berbeda latar belakang dan keahlian dapat menjadi kekuatan yang menopang sebuah organisasi. “Kita menginginkan ide yang beragam dan gaya yang berbeda. Setiap orang harus
menjadi dirinya sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain,” ujarnya.

2. Transparansi adalah kunci
Tim Cook melihat bahwa transparansi adalah kunci untuk dalam menjalankan bisnis. Ia membuka pintu Apple lebar-lebar agar orang tahu standar yang diterapkan, terutama mengenai partner manufakturnya, Foxconn. “Transparansi tanggung jawab kami terhadap supplier adalah contoh bahwa semakin transparan maka semakin banyak perbedaan yang bisa kita buat.”

3. Bacalah email konsumen
Feedback dari konsumen adalah hal yang sangat penting untuk menjalankan bisnis dengan baik. Meskipun ada di posisi puncak dalam perusahaan, Tim Cook selalu menyempatkan diri untuk berkeliling mengunjungi toko-toko yang dimiliki Apple. “Banyak hal yang saya pelajari saat berkunjung ke toko-toko. Saya juga menerima banyak email, tapi akan berbeda jika anda berbicara sambil bertatap muka dengan konsumen,” kata Tim Cook.

4. Anda “hanya bisa melakukan sedikit hal hebat”
Pepatah yang mengatakan lebih baik menjadi ikan besar di kolam yang kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar nampaknya berlaku bagi Cook. “Kami hanya memiliki empat iPod, dua iPhone, dua iPad, dan beberapa Mac, itu saja!” Fokuslah pada apa yang terbaik dari diri anda.

5. Tetap tenang dan berimanlah.
Ketika para analis mengatakan perusahaan tersebut telah kehilangan inovasi mojo dan sahamnya telah kehilangan $ 200 miliar dari tutup pasar dari puncaknya, Cook tidak pernah panik. Dia malah menerapkan program buyback saham terbesar dalam sejarah, kenaikan dividen dan pemecahan saham
7: 1. Dan dalam peluncuran iPhone 8 minggu ini, Apple Watch dan Apple Pay kita melihat hasil kesabaran dan kepercayaan timnya.

6. Akui jika anda salah
“Saya pikir banyak CEO dan top executive yang memiliki pikiran kolot untuk menolak atau tidak berani mengatakan bahwa mereka salah. Mungkin hal yang kurang diapresiasi dari Steve adalah keberaniannya untuk mengubah pikiran, padahal itu adalah bakat!”

Satu hal yang jelas, Tim Cook kini harus berubah dari sosok “cli belakang layar” menjadi sosok yang tampil ke depan. Secara relatif, Cook kurang terkenal di luar perusahaan. la memang terkadang bisa menjadi sosok yang sangat private. Walau demikian, Cook perlahan mulai memperlihatkan personality dan gayanya sendiri. la mulai mendefinisikan gaya kepemimpinan Apple sesuai image-nya sendiri.

Sumber :


CEO Apple yang bernama lengkap Timothy Donald Cook ini lahir di Mobile, Alabama, pada 1 November 1960. la pertama kali bergabung dengan Apple pada Maret 1998, menjabat senior vice president. Selain menangani operasional perusahaan Apple di seluruh dunia, ia juga menjabat executive vice president untuk operasional dan penjualan. Setelah itu ia menjabat chief operating officer (C00), sampai akhirnya menduduki posisi CEO Apple pada 24 Agustus 2011. la menggantikan Steve Jobs sebagai CEO setelah Jobs memulai cuti medisnya sekitar Januari 2011.

Cook tumbuh dewasa di dekat Robertsdale, didampingi sang ayah, yang berprofesi sebagai pekerja di galangan kapal, dan ibunya yang bekerja di bidang farmasi. Cook lulus dari sekolah Robertsdale dan mendapatkan gelar Teknik Industri dari Auburn University pada tahun 1982. Setelah itu gelar Master of Business Administration (MBA) didapatnya dari Duke University’s Fuqua School of Business pada tahun 1988.

Sebelum menapakkan kaki di Apple, Cook menghabiskan 12 tahun bekerja di perusahaan bisnis komputer IBM, sampai akhirnya menduduki posisi direktur untuk daerah Amerika Utara. Setelah itu ia menjabat COO untuk divisi reseller komputer Intelligent Electronics. la juga sempat menjadi VP di perusahaan Compaq selama enam bulan.

Satu hal yang jelas, Tim Cook kini harus berubah dari sosok “cli belakang layar” menjadi sosok yang tampil ke depan. Secara relatif, Cook kurang terkenal di luar perusahaan. la memang terkadang bisa menjadi sosok yang sangat private. Walau demikian, Cook perlahan mulai memperlihatkan personality dan gayanya sendiri. la mulai mendefinisikan gaya kepemimpinan Apple sesuai image-nya sendiri.

Dalam merefleksikan pandangan personalnya, Cook juga mencoba memperluas merek Apple dengan memanfaatkan Twitter dan fasilitas lain untuk ikut berpartisipasi memberikan dukungan kepada isu-isu lingkungan. la juga menekankan penggunaan produk-produk yang berkesinambungan dan ramah lingkungan. Sejak awal jabatannya, Cook mencoba mengimbangi langkah perusahaan lain dengan membuat program yang bisa mewadahi aktivitas sosial karyawan dan segala kontribusi yang bisa diberikan karyawan.

Jonathan Ive, Kepala Desain Apple dan pengikut setia Steve Jobs, mengatakan Tim Cook tidak mengabaikan misi utama perusahaan Apple, yaitu “inovasi”. Apple tetap bisa mempunyai inovasi dan segalanya diusahakan berjalan dan mengalir sama, yaitu menciptakan banyak hal baru yang menarik. Perusahaan harus mempunyai perasaan yang sama seperti layaknya seorang pelanggan yang sedang menikmati iPhone atau iPad-nya.

Jika seorang Steve Jobs bisa dikatakan “maniak desain”, Tim Cook lebih suka mengamati dan mempertimbangkan dengan tenang. Cook berusaha mencerna segala sesuatu lebih hati-hati seiring waktu, karena ia sadar betapa penting faktor desain dan inovasi yang diusung oleh pendahulunya, Jobs.

Cook lebih tertarik untuk meneliti implikasi yang lebih luas akan produk iWatch tersebut, misalnya bisa digunakan untuk memonitor detak jantung dan organ vital lain untuk faktor kesehatan dan mengurangi kunjungan ke dokter. Cook juga mencoba lebih sering melihat keluar perusahaan Apple untuk mencari bakat-bakat baru yang lebih berpengalaman.

Diawal sepeninggalan Steve Jobs, banyak orang yang tidak mampu memprediksi kelangsungan Apple. Banyak orang yang berkata, bahwa Apple tanpa Steve Jobs seperti bukan lagi Apple. Namun ketika Tim Cook mengambil alih sebagai CEO Apple, Cendekiawan Technologi, John Dvorak memiliki pandangan terhadap Cook. Ia berkata bahwa kini Apple memiliki dasar yang kuat sebagai sebuah perusahaan teknologi di muka bumi. Steve Jobs meninggalkan budaya yang unik bagi perusahaan saat itu hingga kini.

Sumber :
http://probisnis.com/tim-cook-memimpin-apple-dengan-gaya-sendiri/

Steve Jobs vs Tim Cook: Siapa yang Lebih Baik Sebagai CEO Apple?
image
Salah satu penerus Steve Jobs, akan di ulas dalam artikel ini, yaitu Tim Cook. Tim Cook, memiliki nama lengkap Timothy Donald Cook, lahir di Kota Alabama, pada tanggal 1 November 1960. Tim Cook merupakan putra dari pasangan Donald dan Geraldine. Ayahnya bekerja sebagai pekerja galangan kapal, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Masa kecilnya dihabiskan bersama dengan keluarganya di Robertsdale, Alabama. Cook pernah mengenyam pendidikan di, Auburn University dengan berkonsentrasi di bidang S1 Tehnik Industri. Kemudian Cook melanjutkan jenjang S2 dengan berkonsentrasi pada Bisnis Administrasi di Fuqua School of Business, Duke University.

Tim Cook memiliki karir yang sangat baik. Cook pernah bekerja sama dengan berbagai perusahaan-perusahaan besar di dunia. Tahun 1998, Cook bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang penjualan komputer bekas. Cook pernah menjabat sebagai kepala kantor cabang IBM yang terdapat di North American Fulfillment. Karir Cook memang terus meningkat dan prestasinya dalam dunia bisnis memang tidak diragukan lagi. Hal itu terlihat dari pengalamannya bekerja dalam perusahaan-perusahaan besar.

Tim Cook kemudian bergabung dengan perusahaan yang bernama Compaq. Perusahaan itu bergerak dalam bidang computer. Tentu Anda mengetahui aneka macam computer dari Compaq. Di perusahaan itu, Cook berada dalam posisi Wakil Direktur. Tentu itu merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Karir Cook di perusahaan Compaq bukan tanpa alasan. Pihak perusahaan melihat kemampuan dan juga pengalaman yang dimiliki oleh Cook. Hanya dapat bertahan selama 6 bulan di perusahaan Compaq, Cook memutuskan untuk pindah ke Apple.

Tapi keputusan Cook untuk bergabung dengan Apple bukanlah hal yang mudah. Dia mulai bekerja untuk Apple di awal tahun 1998, sebelum perusahaan tersebut mengembangkan iMac, iPod, iPhone, atau iPad, dan ketika melihat penurunan keuntungan, bukan pertumbuhan laba. Menurut Cook, sebelum menerima pekerjaannya di Apple, dia benar-benar tidak melakukan pekerjaan itu, dan diberi tahu bahwa masa depan perusahaan tampak sangat suram.

Pada bulan Agustus 2011, Cook diangkat menjadi CEO Apple yang baru, mengambil alih posisi mantan CEO dan pendiri Apple, Steve Jobs, yang meninggal pada bulan Oktober 2011 setelah bertahun-tahun mengidap kanker. Selain menjabat sebagai CEO, Cook duduk di dewan direksi perusahaan.


Steve Jobs vs Tim Cook
Kedua pemimpin memiliki ideologi mereka sendiri untuk inovasi produk, strategi pemasaran dan kepuasan pelanggan. Sebagai fanboys Apple, kami selalu memendam sudut lembut untuk Steve; Namun, kita tidak ingin memberikan apapun perlakuan yang tidak adil kepada Bapak Masak. Kami memberikan analisis mendalam tentang perdebatan tentang apa yang harus pemimpin pasar untuk mengatakan tentang perbandingan ini. Infographic ini juga berguna untuk menghapus keraguan.


Inovasi produk
Steve Jobs percaya dalam menciptakan “Insanely Besar Produk” di Apple. Dia akan menaruh hati dan jiwa ke dalam pembuatan produk apapun. Jika seorang karyawan sedang berlibur Natal, ia akan memanggilnya kembali untuk membuat perubahan yang diperlukan dalam semalam. Dia tidak akan peduli tentang kerusakan psikologis karyawan. Dengan demikian, karyawan akan menjadi sekadar fasilitator dalam mengembangkan produk karena tujuan Steve adalah untuk menciptakan produk pembunuh atau layanan bagi konsumen di seluruh dunia.


Tim Cook, di sisi lain, adalah lebih khawatir tentang segala sesuatu di perusahaan. Dia memahami kebutuhan karyawan yang bekerja untuk Apple dan menunjukkan lebih tanggung jawab sosial dengan meningkatkan budaya kerja. manajemen perubahan ini telah mempengaruhi strategi inovasi Apple, yang memberontak di bawah pimpinan Steve Jobs, yang marah tentang inovasi dan pengembangan produk. Masak gagal menunjukkan kegilaan itu; bukan pendekatan lembut membuat perusahaan konvensional. Industri ahli melihat bahwa di bawah kepemimpinan Cook, Apple mulai untuk meningkatkan lini produk yang ada bukannya merilis produk revolusioner seperti iPod, iPhone, dan iPad.


Sebagai CEO
Menurut seorang karyawan Apple , Steve Jobs adalah “perang CEO”. Ketika Jobs kembali ke Apple, perusahaan ini melewati fase buruk. Dan mungkin karena itu, Jobs menunjukkan keberanian dan agresi yang luar biasa untuk membawa Apel naik dari rawa. sikap agresif dihargai, tapi sekarang perusahaan yang telah mencapai reputasi sebagai nomor satu di dunia dalam teknologi komunikasi, orang yang kritis terhadap agresi yang sama, yang harus melunak sekarang.
Cook, di sisi lain, tampak tenang dan tenang, dan sikap ini telah bergeser perusahaan untuk lembut. Wakabayashi adalah penting ketika ia mengatakan bahwa Steve hanya tertarik dalam mengembangkan produk yang besar dan dalam mengejar keunggulan, ia absen bunga karyawan karena mereka fasilitator hanya untuk memenuhi tujuan Steve. Sementara Cook lebih khawatir tentang segala sesuatu yang terjadi di perusahaan.


Ketajaman Pemasaran
Sebelum Cook, Apple di kekacauan keuangan dan operasional yang lengkap. Meskipun kita harus menerima desain kepemimpinan dan jenius produk visioner Steve Jobs ‘, kualitas dikompromikan, ketersediaan produk sangat mengerikan dan biaya kehabisan kontrol. Apple pemain di industri yang stabil. Dengan masuknya Cook, segalanya berubah.
Masak menjadi agen perubahan dalam pemasaran & pemotongan biaya strategi. Dengan pengalamannya di IBM, di mana ia dipercepat manajemen rantai pasokan, Masak memperkenalkan beberapa perubahan drastis dalam pemasaran terpadu, desain produk dan manufaktur di Apple. Idenya adalah untuk menawarkan “solusi sederhana untuk masalah kompleks” dan untuk membuatnya mungkin, ia meluncurkan kampanye pemasaran besar, prestasi rekayasa kolosal dan metode penghematan biaya.


DAFTAR PUSTAKA

biography.com, 2017. Tim Cook. Tersedia di https://www.biography.com/people/tim-cook-20967297 [Diakses 12 September 2017]
Wikipedia.org, 2017. Tim Cook. Tersedia di https://en.wikipedia.org/wiki/Tim_Cook [Diakses 12 September 2017]