Bagaimana Hewan Menggoda Pujaan Hatinya?


Tim National Geographic meneliti berbagai cara yang dilakukan hewan untuk menunjukkan ketertarikannya terhadap satu sama lain. Bagaimana mereka melakukannya?


Dengan suasana Hari Valentine yang terasa di seluruh penjuru dunia, kita tak bisa mengabaikan sebuah pertanyaan: “Apakah hewan-hewan juga mengedipkan mata kepada pujaan hatinya untuk menunjukkan ketertarikan?”

Jawabannya kebanyakan tidak. Akan tetapi, demi menjawab pertanyaan di Saturday’s Weird Animal Question of the Week, tim National Geographic meneliti berbagai cara yang dilakukan hewan untuk menunjukkan ketertarikannya terhadap satu sama lain.

Berdansa ala burung

Burung merupakan hewan yang paling diketahui dengan baik sebagai penggoda. Di antara mereka, burung merak, namdu dan cendrawasih biasanya yang paling mencuri perhatian Anda.

Sampai ketika Anda melihat burung Kuau Raja jantan, yang termasuk dalam famili Phasianidae. Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu sayap dan ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu sayapnya dibuka membentuk kipas, memamerkan “ratusan mata” di depan pasangannya. (Kami juga jatuh cinta padanya, jadi godaannya pasti juga bekerja pada manusia!).

Sayangnya, IUCN menyatakan bahwa burung ini terancam punah di habitat asli mereka, yakni di semenanjung Melayu.

Usaha gabungan

“Para lumba-lumba hidung botol jantan juga akan menebarkan pesona kepada para betina dengan membentuk formasi ‘gabungan dan kooperatif’” ujar Quincy Gibson, seorang ahli biologi di University of North Florida melalui surat elektronik.

Para pejantan akan berenang dan membelah permukaan dalam gerakan yang amat singkron, bahkan melompat di sekitar betina, yang mungkin merupakan upaya untuk membuatnya terkesan.

Jika mereka tak terkesan, lumba-lumba jantan akan mengeluarkan trik lain, um… menyemburkan air.

“Lumba-lumba merupakan hewan yang sangat taktil. Pejantan dan betina akan sering membelai dan menggosok teman dekat mereka menggunakan sirip punggung atau bagian tubuh lain untuk menunjukkan kasih sayang,” ujar Gibson.

Minuman dari Urin

Jerapah jantan akan mengeksplorasi pantat dan alat kelamin jerapah betina, jika si betina menyukainya (kedip-kedip!), secara sukarela, ia akan memproduksi urin yang akan diendus dan dicicipi pejantan, untuk melihat apakah si betina sedang dalam kondisi siap kawin.

“Pejantan tak mau menghabiskan waktu dan tenaga untuk merayu betina yang sudah hamil atau tidak siap kawin,” ujar Rachel Brand, seorang ahli ekologi perilaku independen di Namibia. Ia menambahkan bahwa banyak hewan lain yang melakukan hal serupa.

Kawin bisa menjadi “urusan yang cukup penting,” tambahnya.

“Seekor pejantan harus betumpu pada kaki belakangnya dan mengangkat kedua kaki depannya cukup tinggi dari tanah,” ujar Brand. Jika pejantan tengah berusaha “menaiki” betina tapi tiba-tiba betina itu berjalan pergi, ia bisa saja terjatuh!

Jadi dia akan tetap memeriksa apakah si betina tertarik padanya dengan menekan ringan pantat si betina dengan dadanya.

Tapi jerapah betina juga bisa mengulur-ulur waktu sampai pelamar yang lebih baik datang menghampirinya.

Merayu dengan makanan

“Serangga melakukan yang terbaik dengan keranjang hadiah”, kata Katy Prudic, seorang ahli entomologi di University of Arizona.

Serangga jantan sering membawakan si betina sekeranjang mangsa mati. Bagi serangga, itu setara dengan sekotak cokelat lezat!

Serangga jengking jantan mempertaruhkan hidupnya dengan mengambil serangga mati dari sarang laba-laba untuk diberikan kepada si betina sebagai hadiah perkawinan. Atau ia mungkin menawarkan gumpalan ludah berprotein yang dikemas sendiri, suplemen gizi yang bagus untuk membantu kekasihnya menghasilkan telur.