© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Gejala Awal yang Muncul Saat Baru Terinfeksi HIV?

image
Gejala awal infeksi HIV terbilang ringan dan mudah diabaikan. Tetapi, meski terkadang tak menampakkan gejala yang nyata, orang yang terinfeksi HIV memiliki potensi menularkannya kepada orang lain. Itulah satu dari banyak faktor mengapa penting untuk mengenali gejala awal infeksi HIV. Bagaimana Gejala Awal yang Muncul Saat Baru Terinfeksi HIV?

Yang dimaksud dengan gejala awal HIV adalah gejala-gejala yang biasa muncul pada sekitar enam bulan awal sejak terpapar, termasuk kumpulan gejala akut yang menyerupai penyakit flu atau yang biasa disebut acute retroviral syndrome (ARS). Beberapa kondisi di bawah ini adalah gejala-gejala awal yang mungkin muncul saat seseorang terkena penyakit mengerikan ini.

Demam

Salah satu gejala acute retroviral syndrome (ARS) yang pertama kali muncul biasanya berupa demam ringan dengan suhu tubuh mencapai 38,9 derajat Celcius. Gejala awal ini sendiri biasanya datang tidak sendirian karena dapat dibarengi beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

Kelelahan

Sistem kekebalan tubuh akan memberikan respon inflamasi terhadap infeksi HIV. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami rasa lelah dan lesu.

Nyeri pada Kelenjar Getah Bening dan Otot

Nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala awal HIV. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi. Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri. Selain itu, sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala awal HIV dapat meliputi nyeri pada sendi dan otot.

Gejala-gejala Lainnya

Sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan munculnya ruam di kulit adalah beberapa gejala lain yang patut diwaspadai. Salah satu gejala awal yang khas pada penderita HIV adalah adanya luka terbuka atau borok di daerah mulut. Gejala ini sendiri biasanya hilang setelah beberapa minggu mendiami mulut.

Gejala-gejala di atas belum tentu menjadi kepastian bahwa seseorang terinfeksi HIV. Sebaliknya, ada sebagian orang yang meski telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun namun tetap tidak merasakan gejala-gejala awal seperti di atas. Meski tidak muncul gejala, penderita tetap dapat menularkan virus HIV pada orang lain.

Yang terbaik dilakukan saat timbul rasa was-was terkena HIV adalah melakukan tes di rumah sakit. Jika hasil tes tersebut ternyata positif, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter demi mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat.

Bagi siapa pun yang telah merasakan gejala awal HIV dan hasil tesnya positif, selain mencari tahu pengobatan yang tepat, ketahui pula bagaimana cara mencegah penyebaran virus ini kepada orang lain. Ketahuilah langkah-langkah penting apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi agen penyebar HIV.

Kita hanya dapat mengetahui bahwa orang tersebut terinfeksi HIV dari pemeriksaan laboratorium antibodi HIV serum. Sesudah jangka waktu tertentu, yang bervariasi dari orang ke orang, virus memperbanyak diri secara cepat dan diikuti dengan perusakan sel limfosit T CD4 dan sel kekebalan lainnya sehingga terjadilah gejala berkurangnya daya tahan tubuh yang progresif. Progresivitas tergantung pada beberapa faktor seperti: usia kurang dari 5 tahun atau di atas 40 tahun, infeksi lainnya, dan faktor genetik (Permenkes No. 51/2013).

Gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala mayor (umum terjadi) dan gejala minor (tidak umum terjadi) (Noviana, 2013) :

  1. Gejala Mayor
    • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan.
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan.
  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan.
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis.
  • Demensia/HIV ensefalopati.
  1. Gejala Minor
  • Batuk menetap lebih dari 1 bulan.
  • Dermatitis generalisata.
  • Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang.
  • Herpes simpleks kronis progresif.
  • Limfadenopati generalisata.
  • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita.
  • Retinitis virus sitomegalo.
  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan.