Bagaimana dengan Politik Intra Kampus?

Dewasa ini, semakin meningkat eksistensi politik kampus di Indonesia. Jelaskan tentang apa saja yang anda ketahui mengenai politik kampus

Politik kampus adalah sebuah sistem politik yang meniru sistem politik dalam bernegara yang sesungguhnya, atau juga dapat disebut sebagai politik praktis. Politik kampus adalah manifestasi dari gerakan mahasiswa. Berwujudpemerintahan mahasiswa. Kampus sebagai tempat lahirnya generasi intelektual masa depan, berpengaruh besar terhadap pembangunan manusia yang berkualitas dan kompeten dibidangnya. Selain itu, kampus juga merupakan tempat pertaruhan ideologi dan kaderisasi, sehingga adanya gerakpolitik di kampus adalah sebuah keniscayaan. Karena hal ini berkenaan dengan ideologisasi dan pendidikanpolitik.

Politik kampus kerap disalahpahami sebagai ujud politisasi kampus (politikpraktis), padahal dalam realitasnyapolitik kampus adalah lawan sekaligus oposisi dari politik praktis. Tak jarang kesalahpahaman inilah berdampak kultural bagi sebagian besar mahasiswa dalam memandang politik kampus. Dinilai sebagai gerakan pragmatis yang bergerak hanya untuk mendapatkanposisi-posisi strategis tertentu dilingkungan kampus. Di satu pihak, kelompok gerakan disebut pragmatis; dilain pihak, kelompok “pencela” disebut apatis-apolitis. Pada akhirnya tidak ada titik temu sinergi antar keduanya.

Kampus adalah ruang industripemikiran, sekaligus tempat yang paling teruji untuk mengukur kompetensipolitik, begitulah yang pernah diungkapkan Anis Matta. Sehingga tidak heran, terjadi pertaruhan ideologi dan usaha hagemonik – meminjam istilah Gramsci – sebagai upaya untuk memperebutkan pengaruh politik sekaligus pembentuk stereotype gerakan mahasiswa yang diinginkan oleh kelompok tertentu.

Bagi organisasi gerakan, seperti KAMMI, HMI, PMII misalnya. Politik kampus adalah salah satu entitas yang mesti diperjuangkan. Tentunya, bukan berarti berkonotasi negatif dan sarat kepentingan. Melainkan sebagai usaha untuk menghidupkan kultur gerakan mahasiswa dan membangun kesadaran atas kondisi yang melanda negeri ini.

Menduduki posisi sebagai presiden atau gubernur mahasiswa dengan struktur-struktur didalamnya misalnya, secara tidak langsung turut membantu usahaperbaikan masyarakat kampus agar lebih respon dan mampu bergerak dalam memberikan solusi. Di waktu yang sama juga membelajarkan hakekat berpolitik bagi mahasiswa, baik tentang kepemimpinan, keorganisasian, strategi dan taktik, hingga kebijakan kampus.

(Sumber: https://www.kompasiana.com/ahmadrisani/memaknai-politik-kampus_552a144af17e615556d623aa)