© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana caranya meningkatkan pertumbuhan startup (growth hacking)?

Growth hacking adalah tentang bagaimana caranya kamu melakukan akuisisi dengan lebih efektif dalam berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan dana,” Growth hacking adalah sains dari akuisisi,
Samuel Chan, CEO Hypergrowth

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan startup, menurut Samuel Chan, CEO Hypergrowth, yang ditulis oleh Prahariezka Arfienda Satrianti, di website Techinasia.

Inovasi dalam keterbatasan


Selain pemasaran, hal-hal teknis lain seperti membangun engagement, membuat aplikasi berjalan dengan baik, juga termasuk bagian growth hacking.

Startup biasanya memiliki berbagai keterbatasan dalam segi dana, waktu, maupun sumber daya manusia. Memikirkan pemasaran dan hal teknis bisa menjadi cukup berat. Tidak jarang, hal tersebut membuat startup takut berkompetisi, apalagi dengan startup lain yang sudah lebih besar.

Namun, Samuel mendorong startup agar tidak perlu takut dengan keterbatasan. Keterbatasan justru menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya inovasi.

Menurut Samuel, growth hacking memberikan kamu kebebasan untuk berekspresi dan melakukan hal-hal yang tidak biasa, dibandingkan dengan pemasaran digital ataupun strategi pemasaran konvensional pada umumnya.

“Ada pola teratur yang terlihat pada berbagai startup yang mengaplikasikan growth hacking dan berhasil. Perhatikan apa yang mereka lakukan, pelajari, dan coba aplikasikan apakah metode yang mereka lakukan cocok untuk startup kamu,” ujar Samuel.

Jangan ketinggalan zaman


Permasalahan yang kamu temukan hari ini tentunya sangat berbeda apa yang kamu temukan lima tahun yang lalu. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan tool yang berbeda juga untuk menyelesaikan permasalahan di era yang berbeda.

“Lakukan strategi pemasaran dengan gaya tahun 2017. Jangan lakukan sesuatu yang sudah lewat di tahun 2012,” tambah Samuel.

Kalau strategi, cara dan tool yang kamu gunakan masih sama saja dengan lima tahun yang lalu, mungkin sudah saatnya kamu perlu mengevaluasi proses tersebut. Samuel memberikan contoh fitur baru pada chatbot Hypergrowth yang ingin dia perkenalkan ke pengguna.

“Lima tahun yang lalu, kalau ada fitur baru, mungkin kami akan mengumumkannya melalui newsletter, tapi kini kami bisa memanfaatkan bot itu sendiri. Tidak usah kirim email, atur saja supaya bot yang ‘bicara’ pada pengguna dan memberi tahu mereka fitur apa saja yang bisa mereka gunakan,” cerita Samuel.

Ciptakan pasar terbatas


Saat ini marak startup yang bersifat two-sided market. Artinya, startup tersebut perlu melayani dan memberikan manfaat untuk dua kelompok pengguna yang berbeda.

Beberapa contohnya adalah Uber, AirBnB, dan Tinder. Jika Uber perlu mencari pengemudi dan penumpang, maka AirBnB perlu melayani penyewa dan orang yang mau menyewakan tempat tinggalnya. Sementara itu, Tinder menghubungkan pria lajang yang mencari wanita, dan sebaliknya.

“Membangun suplai dan kebutuhan untuk two-sided market ini memiliki tantangan tersendiri. Cara memulainya adalah dengan menciptakan pasar dalam cakupan area yang terbatas dan terkonsentrasi.” saran Samuel.

Uber pada mulanya hanya fokus melayani area San Fransisco. Facebook memulai jaringannya hanya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, baru kemudian mulai merambah ke kampus-kampus lainnya.

Keduanya sama-sama mulai dari area yang terbatas. Ternyata, dengan cara tersebut, mereka bisa mendapatkan aktivitas dan volume pasar yang sangat besar.

Dengan membatasi jangkauan pasar, kamu juga bisa melakukan riset dan mempelajari bagaimana respons orang terhadap produk atau layanan yang kamu tawarkan. Secara tidak langsung, kamu juga membangun loyalitas pengguna terhadap produk kamu.

“Tidak perlu satu juta orang yang hanya menyukai (produk) kamu. Tapi, kamu buat ratusan orang benar-benar mencintai produk kamu dan bersedia memberikan masukan positif tentang produk kamu,” ujar Samuel.

Buat produk menjual dirinya sendiri


Growth hacking tidak selamanya tentang distribusi pasar atau produk. Tapi, bagaimana caranya membuat sebuah produk dapat mendistribusikan dirinya sendiri.

Samuel mencontohkan Dropbox. Layanan tersebut menawarkan kuota penyimpanan ekstra apabila kita mengajak orang lain untuk menggunakan Dropbox. Pengguna baru juga bisa mendapatkan kuota penyimpanan ekstra tersebut secara gratis.

Cara tersebut ternyata cukup sederhana tapi efektif. Dalam kurun waktu lima belas bulan, Dropbox yang awalnya hanya memiliki 100.000 pengguna mengalami peningkatan sebesar empat puluh kali lipat, menjadi sekitar 4 juta pengguna.

Saat melakukan pemasaran dalam startup, ada dua hal yang perlu kamu pikirkan selain branding. Yaitu:

  • Berapa orang yang saat ini sudah menggunakan produk, layanan atau aplikasi kamu?
  • Kalau saat ini ada sekian orang yang sudah membayar atau menggunakan produk tersebut, bagaimana caranya untuk meningkatkan jumlah yang sudah ada?

Tidak usah memasang target terlalu tinggi. Pasanglah target yang masuk akal dan bisa kamu capai dalam periode tertentu. Jadikan itu target utama kamu, dan berikan usaha terbaik untuk mencapainya.

Tentukan ukuran yang tepat


Bagi sebuah startup, perlu untuk menentukan aspek yang akan dihitung atau diukur dengan tepat. Sangat berbahaya bagi startup apabila mengukur hal yang salah. Karena, hal tersebut akan berakibat pada dana, kesehatan keuangan, moral, dan segalanya dalam startup.

Samuel mencontohkan, sering kali sebuah perusahaan, terutama yang memilliki aplikasi atau game, lebih fokus menghitung jumlah pemasangan atau instal. Tapi, walaupun jumlah instalnya besar, perusahaan tersebut tidak juga berkembang.

Ternyata, walaupun jumlah instalnya banyak, tidak banyak jumlah uang yang dihasilkan. Jadi sebaiknya, hitunglah jumlah pengguna yang membayar untuk produk atau layanan aplikasi tersebut.

“Hitung hal yang sangat berpengaruh dan yang benar. Jangan sampai kamu membuang waktu dengan mengoptimalkan sesuatu yang salah.”


Adakah cara-cara lainnya dalam meningkatkan perumbuhan usaha kita ?

Growth Hacking adalah salah satu metode yang sangat baik untuk menentukan pertumbuhan sebuah perusahaan (startup), metode ini juga sangat membantu dalam hal menentukan pasar yang akan dituju oleh sebuah perusahaan.

Tetapi sebelum melakukan growth hacking ada baiknya kita analisis produk kita terlebih dahulu. Saya pernah membaca sebuah artikel yang membahas tentang bagaimana growth hacking ini dapat berjalan secara maksimal.

Sebelum kita berbicara tentang growth hacking sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal ini:

“Membuat sesuatu yang diinginkan oleh orang (pasar)” - Paul Graham

Sebelum kita memiliki seorang growth hacker dalam sebuah tim, ada baiknya menganalisis dengan sebaik-baiknya apakah produk yang dihasilkan oleh startup kita benar-benar diperlukan oleh pasar? apakah dengan produk ini dapat membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan mereka? hal ini sangat amat perlu dianalisis oleh sebuah Startup.

Untuk mengetahui apakah produk kita memang dibutuhkan oleh pasar, tidak perlu memiliki sangat banyak user. jika kita hanya memiliki 1.000 user pertama tetapi mereka benar-benar care terhadap produk kita, itu akan jauh lebih baik daripada kita memiliki 10.000 user tetapi mereka tidak benar-benar perduli atau membutuhkan produk yang kita tawarkan.

Untuk menganalisis hal ini, diperlukan user yang benar-benar asli. Maksudnya adalah, jika kita mengujinya kepada user yang masih memiliki hubungan kerabat dengan kita misalkan teman, saudara, atau kolega saja, maka hasilnya tidak akan maksimal, kita perlu user yang benar-benar real agar mendapat masukan dan tanggapan yang sebenar-benarnya dari user.

Lalu permasalahan kedua muncul, banyak orang bertanya, bagaimana cara mendapatkan user yang benar-benar real padahal kita belum melakukan marketing?

Jawabannay simpel. Lakukanlah PR (Public Relation) Datanglah ke sebuah komunitas atau perkumpulan orang yang menjadi targat pasar kita, ikuti kegiatan yang mereka lakukan, bangun sosialisasi yang baik bersama mereka sambil kita perkenalkan produk kita kepada mereka (marketing).

Cara ini sangat efektif untuk mendapatkan user / customer dimana mereka dapat memberikan masukan kepada produk yang kita buat sebelum memasarkannya lebih jauh dan membayar seorang Growth Hacker untuk pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang.

Hal diatas menjadi sangat penting dilakukan oleh perusahaan startup, karena sudah sering saya melihat banyak perusahaan startup yang tumbuh dengan produk yang tidak benar-benar diinginkan oleh pasar. Untuk Startup seperti ini sangat sering mereka complain kepada seorang growth hacker dan berkata (dia tidak bekerja dengan baik).

Bagi startup yang produknya tidak dibutuhkan pasar, mereka tidak perlu melakukan metode Growth Hacking, karena pasar tidak membutuhkan mereka.

Setelah kita melakukan hal diatas, bari kita berbicara tentang bagaimana menumbuhkan pasar dan memberikan yang terbaik dari kita kepada pasar.

1 Like

Betul sekali, ketika ingin membuat sebuah produk, baik masih dalam tahap prototype atau perancangan ataupun produk tersebut sudah jadi dan siap untuk terjuh ke pasar, sangat penting untuk menganalisis pasarnya terlebih dahulu.

Setelah data-data yang kita butuhkan sudah dirasa cukup, maka lakukanlah proses pengambilan keputusan untuk apakah produk tersebut akan di Launching atau tidak. Tentunya proses ini berdasarkan data yang telah dianalisis sebelumnya.

Nah setelah tahapan analisi pasar ini telah dilakukan, dan produk siap untuk di Launching, baru kita memulai untuk melakukan metode Growth Hacking.

Growth hacking is a process of rapid experimentation across marketing channels and product development to identify the most effective, efficient ways to grow a business. Growth hacking refers to a set of both conventional and unconventional marketing experiments that lead to growth of a business.

Sumber: Wikipedia

Singkatnya, Growth hacking membantu para pegiat bisnis untuk menumbuhkan pangsa pasar dengan lebih luas dan tertarget ketika beriklan tentang produk yang ditawarkan ke pasar.

Metode Growth Hacking membantu anda dalam mendapatkan user / customer melalui Sosial Media

  • Facebook memiliki 1.65 Miliar pengguna aktif setiap bulannya,
  • Instagram Memiliki sekitar 500 juta pengguna,
  • Linkedin memiliki sekitar 400 juta pengguna,
  • Twitter memiliki sekitar 310 juta pengguna,
  • Pinterest memiliki sekitar 100 juta pengguna.

jadi tidak diragukan lagi, pengguna ideal kamu ada di sosial media. Nah jika melihat jumlah user di sosial media tersebut, saya pikir tidak begitu sulit untuk mendapatkan 10.000 pengguna pertama melalui sosial media.

Angka tersebut (10.000 user) mungkin terlihat kecil jika kita bandingkan dengan banyaknya pengguna aktif di beberapa sosial media tersebut, tetapi disinilah tantangan besarnya.

Anda sangat memerlukan beberapa komponen dibawah ini:

  1. Kreatifitas
  2. Talenta
  3. Agresi

Dan ketiga komponen tersebut hanya dapat dilakukan oleh seorang expert di bidang Growth Hacking yang biasa disebut Growth Hacker. Lalu apa yang dilakukan oleh seorang Growth Hacker untuk mendapatkan user memalui sosial media?

  1. Seorang Growth Hacker akan mengidentifikasi tujuan dari bisnis yang kamu lakukan.
    Saya meyakini bahwa, pasti kamu mengetahui bagaimana pengguna yang kamu inginkan, tetapi seorang growth hacker akan membuat goal atau tujuan kamu langsung ke point yang dibutuhkan dalam melakukan pemasaran, yaitu membuat campaign di sosial media.

  2. Seorang Growth Hacker akan mengatur tujuan pemasaran.
    Kamu tidak bisa hanya mengatakan “Saya ingin 10.000 user di enam bulan kedepan”. Seorang growth hacker akan membuat tujuan menggunakan pendekata yang SMART yang artinya, spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dan tepat waktu.

    Seorang growth hacker memiliki specific number tertentu untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam bulan pertama, kedua,ketiga hingga enam bulan kedepan.

  3. Seorang Growth Hacker akan mengidentifikasi customer ideal bagi bisnis atau startup anda.
    Kamu pasti tidak hanya menginginkan sebanyak-banyaknya pengguna, tetapi yang kamu butuhkan adalah pengguna dengan jumlah yang besar dan benar-benar memiliki ketertarikan dengan produk yang kamu tawarkan.

    Seorang growth hacker akan membantumu dalam menciptakan personal pembeli (customer) yang cocok dengan produkmu.

    Sebagai contoh growth hacker akan mengetahui target penggunamu mulai dari umur, pekerjaan, pendapatan, ketertarikan, permasalahan mereka, kebiasaan, yang disukai, yang tidak disukai, motivasi, dan objek dari pengguna mu. Maka dengan mengetahui hal2 tersebut, makan akan lebih memudahkan dalam menjangkau pengguna di sosial media.

  4. Seorang Growth Hacker akan menganalisis kompetisi atau saingan mu di Sosial Media.
    Growth hacker akan membandingkan dan me list kompetitor mu, mencari tau profil sosial medianya dan menganalisis strategi pertumbuhannya. Mereka juga akan memberikan perhatian lebih terhadap konten yang diposting dan mencari tau konteksnya, dan juga mencari tau konten seperti apa yang menarik banyak pengguna.

  5. Seorang Growth Hacker akan membuat Content Strategy yang akan menambah pengunjung atau pengguna mu.
    Dalam kampanye di sosial media, kamu membutuhkan strategi dalam membuat konten, ini tidak hanya membantu menumbuhkan pengguna saja, tetapi juga menambahkan transaksi untuk bisnismu melalui sosial media.

    Dengan adanya data-data yang dihasilkan tadi, kamu dapat dengan sangat yakin dalam membuat keputusan hal apa yang harus ditingkatkan atau dilakukan pada sosial media mu.

  6. Seorang Growth Hacker akan membuat alokasi anggaran dana yang dibutuhkan dan mencari SDM yang tepat bagi bisnismu.
    Ketika akan memulai menggunakan metode Growth Hacking bisnis mu di Sosial media, tentu kamu harus menyiapkan dana yang cukup.

    Kebanyakan startup mengatur anggaran mereka terlebih dahulu, lalu mencari cara (taktik) yang pas dengan anggaran yang mereka miliki. Tetapi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh seorang Growth Hacker, mereka membuat strategy terlebih dahulu, lalu menganggarkan dana yang tepat untuk menjalankan strategi yang sudah ditetapkan. Itulah mengapa startup sangat membutuhkan keberadaan dari seorang Growth Hacking untuk mengurus sosial media yang mereka miliki, karena seorang growth hacking sangat fokus dalam melakukan satu hal, yaitu pertumbuhan / perkembangan.

Semoga tidak bosan membaca tulisan saya, dan semoga bermanfaat, silahkan bagi teman2 yang lain jika ingin menambahkan pendapatnya.