Bagaimana caranya menghindari diri dari Prasangka Buruk?

Prasangka (prejudice) adalah sikap yang biasanya negatif terhadap anggota-anggota suatu kelompok yang hanya didasari keanggotaan mereka pada kelompok tersebut.

Bagaimana caranya menghindari diri dari Prasangka Buruk?

FREEDOM FROM PREJUDICE - Kebebasan dari Prasangka

Kita ambil dua point penting , “ kebebasan “ dan “ Prasangka “ disini artinya adalah kebebasan dari membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut . Prasangka , istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelummemiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. Selanjutnya prasangka juga diterapkan pada bidang lain selain ras.Pengertiannya sekarang menjadi sikap yang tidak masuk akal yang tidakterpengaruh oleh alasan rasional .

Prasangka diklarifikasikan menjadi tiga kategori , yaitu :

  1. Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar
  2. Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
  3. Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak .

Cara sederhana untuk menghindari prasangka buruk adalah :

  • Tanyakan pada diri sendiri tentang seberapa banyak yang Anda tahu terhadap prasangka kepada seseorang atau kelompok, juga tentang darimana Anda mendapatkan informasi tersebut?

  • Cobalah untuk memahami diri Anda sendiri tentang kecenderungan mengapa Anda merasa dan bertindak seperti yang Anda lakukan? Memahami diri sendiri akan membantu Anda untuk lebih jauh menghindari prasangka.

  • Cari tahu sebanyak mungkin tentang perihal seseorang atau kelompok sebelum Anda membentuk opini, karena seringnya ide-ide yang belum dipahami (belum jelas) terbentuk dari asumsi yang tidak akurat.

  • Keraguan akan memberi manfaat kepada orang lain. Jika Anda mendengar sesuatu tentang perihal individu atau kelompok, carilah fakta-fakta kebenarannya dari orang lain atau anggota kelompok secara langsung daripada hanya mengandalkan informasi dari sumber lain yang tidak bisa dipercaya. Seringkali informasi ditransfer dari satu pihak kepada pihak lain, hal tersebut juga tergantung pada siapa Anda berbicara.

  • Kita harus memiliki sikap objektif, berpikiran terbuka (open mind) dan jangan cepat untuk memberikan penilaian.

  • Cobalah untuk mengenal lebih dekat terhadap seseorang atau kelompok. Anda mungkin akan mendapat surprise karena menemukan teman yang baru.

  • Perbedaan akan membuat hidup lebih menarik dan tidak membosankan, maka kita harus belajar untuk menerima dan toleran terhadap perbedaan seseorang atau kelompok lain.

  • Memperlakukan orang lain dengan rasa hormat (respect) tidak hanya melihat kesamaan, dari cerminan karakter orang lain yang berbeda-beda.

  • Hindarilah dalam mencoba untuk mengubah seseorang. Belajarlah untuk memiliki perspektif yang berbeda dan Anda mungkin hanya membuat perbedaan dalam cara Anda memperlakukan orang lain.

  • Dan yang paling penting dalam setiap melakukan segala aktivitas adalah Berfikir Positif, Jangan lupa untuk selalu berfikir positif, jika kita selalu berpikiran positif maka kita akan selalu dapat melihat kebaikan orang lain sehingga menghindarkan kita dari prasangka buruk. Dengan selalu melihat kebaikan orang lain, kita pun akan berteman dengan orang-orang yang baik pula .

Oleh Sebab itu Kebebasan dari Berprasangka itu sangat penting , karena jika kita selalu berprasangka buruk kepada orang itu sangat tidak baik baik dari segi sosial dan agama , marilah
berpikir positif dan selalu menebarkan senyuman dimanapun kita berada , walaupun banyak kesalahan dan keburukan menimpa kita , tetaplah tersenyum dan bebas dari prasangka prasangka buruk yang tidak ada guna nya .

Referensi :

2 Likes

Prasangak buruk terhadap orang lain membuat diri sendiri menjadi tidak nyaman, kita selalu memiliki prasangak buruk kepada orang lain padahal hal tersebut belum tentu benar adanya, nah bagaimana cara menghindari kebiasaan seperti ini?

1. Ingat-ingatlah fakta kebaikannya di masa lalu

Cobalah Anda ingat-ingat lagi kebaikannya di masa lalu, pasti Anda.

Kalau misalnya Anda suka berpikiran negatif terhadap seseorang, hanya karena dia bicaranya agak keras, bukan berarti dia benci dengan Anda. Bisa jadi justru itu bukti pedulinya dengan Anda, makanya dia mengingatkan Anda bila Anda salah.

Ingatlah, dulu dia pernah sedih saat Anda sedang sakit dan kesulitan. Kemudian dia berusaha membantu Anda. Dia keluarkan uangnya, dia korbankan waktunya, demi Anda.

Anda ingatlah kebaikannya di masa lalu, maka tidak akan ada tempat bagi pikiran negatif untuk menghinggap.

Kalau dulu pernah bisa begitu, kenapa sekarang tidak?

2. Kurangi interaksi dengan orang-orang berpikiran buruk; si tukang gosip, tukang ghibah, tukang cari-cari kesalahan tapi nggak solutif

Tidak menutup kemungkinan, sebetulnya awal mula kenapa Anda suka berpikir negatif, itu karena tertular orang-orang sekitar Anda yang juga suka berpikiran negatif.

Misalnya, mereka suka menggosip aib orang lain, banyak mengeluh tapi tak punya solusi, dan sebagainya.

Kalau memang di sekitar Anda ada orang seperti itu, ada baiknya mulai Anda kurangi berinteraksi dengan mereka.

Meski bukan berarti jadi tidak berhubungan sama sekali. Tentu Anda perlu pula mengajak mereka agar menjadi lebih baik. Namun, kalau seandainya Anda belum kuat, ada baiknya Anda melatih diri Anda dulu. Kalau sudah kuat, barulah Anda pengaruhi mereka.

3. Klarifikasi, jangan berprasangka

Sebetulnya alternatif dari berprasangka buruk bukan hanya berprasangka baik. Alternatif lainnya, yaitu mengklarifikasi. mengapa berprasangka-berprasangka, kalau bisa dapat info fakta dengan cara mengklarifikasi? Selama memungkinkan, klarifikasilah.

Apa hal yang Anda khawatirkan darinya? Tanyakan saja langsung. Jangan mengarang-ngarang. Berprasangka buruk itu namanya mengarang, bahkan berprasangka baik pun itu juga namanya mengarang.

Tentunya apabila pembicaraannya agak sensitif, Anda harus pandai-pandai berbicara.

4. Khawatir orang lain benci pada Anda? Ada yang memang harus dikhawatirkan, ada yang memang tidak harus dikhawatirkan

Terkadang kita suka khawatir bahwa orang lain suka menghina kita dari belakang. Nah, kalau seperti itu, ada kalanya Anda harus cuekin saja, ada kalanya juga Anda harus peduli. Maka dari itu, Anda harus cari tahu dulu:

  • Kalau sebelumnya Anda pernah melakukan hal buruk, sehingga mereka tidak suka pada Anda, maka Anda memang harus khawatir. Anda harus meminta maaf dan memperbaikinya.

  • Kalau pasti sebelumnya Anda tidak ada buat salah apa-apa, namun ntah kenapa mereka tidak senang dengan Anda, barangkali boleh Anda acuhkan saja. Tidak usah dikhawatirkan apapun hinaan mereka terhadap Anda.

5. Renungkan dulu, apa kepentingannya mikirin hal tersebut?

Sebelum Anda sibuk berpikiran negatif yang macem-macem, Anda harus berpikir dulu apa kepentingannya mikirin hal tersebut?

  • Apakah kalau nggak ngurusin hal tersebut, cita-cita dan tujuan Anda jadi terganggu?
  • Apakah kalau ngurusin hal tersebut, Anda dapat banyak pahala?
  • Apakah Anda siap memberi solusi terhadap masalah tersebut?

Kalau memang di situ ada kepentingan, maka uruslah. Kalau nggak, bisa Anda tunda dulu, atau nggak usah diurus sama sekali. Mending ngurus yang lain. Kewajiban Anda yang lain masih banyak kan?

6. Yang namanya dosa, yah jangan dilakukan. Konsekuensinya siksa di Neraka looh…

Bila tidak ada kepentingan kita berpikiran negatif dan berburuk sangka pada orang lain, maka itu haram hukumnya. Berdosa. Kalau begitu, jangan kita lakukan.

Maka dari itu, senantiasa ingatlah pada Allah.

7. Bayangkan apabila dia meninggal, masih mau berprasangka buruk padanya?

Terkadang kasus su’udzon itu bukan pada orang yang kurang dikenal atau bahkan yang tak dikenal, malah justru su’udzon ini terjangkit pada orang-orang yang selama ini lumayan dekat hubungannya. Seperti misalnya:

  • Suami dan istri
  • Orang tua dan anak
  • Mertua dan menantu
  • Tetangga
  • Sahabat
  • Saudara
  • Rekan kerja
  • Seperjuangan
  • Dan sebagainya…

Nah, tidak jarang juga, kadang ada rasa menyesal telah berbuat buruk kepada orang-orang tersebut, muncul pada saat orang tersebut telah tiada. Anehnya, rasa menyesal itu tak muncul saat orang tersebut masih hidup.

Cobalah bayangkan apabila dia meninggal, masihkah Anda mau berprasangka buruk padanya?

Apalagi meninggal itu yah pasti. Tidak usah dibayangkan-bayangkan, pasti akan terjadi.

Jangan sampai kita ikut menyesal belakangan juga. lebih baik diantisipasi dari sekarang.

3 Likes

Beberapa Cara Sederhana Untuk Menghindari Prasangka

Prasangka atau Prejudice didefinisikan sebagai pendapat yang tidak menguntungkan atau perasaan yang terbentuk sebelumnya tanpa pengetahuan, pemikiran, atau alasan yang benar/jelas. Meskipun prasangka sebagian besar diarahkan pada kelompok ras atau agama, prasangka juga dapat diarahkan pada individu atau kelompok apapun alasannya.

Kita harus berhati-hati terhadap prasangka, karena sebagian besar didasarkan pada alasan yang tidak masuk akal, dan bisa sangat menyakitkan ditujukan terhadap seseorang atau kelompok. Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menghindari prasangka:

  • Tanyakan pada diri sendiri tentang seberapa banyak yang Anda tahu terhadap prasangka kepada seseorang atau kelompok, juga tentang darimana Anda mendapatkan informasi tersebut?

  • Cobalah untuk memahami diri Anda sendiri tentang kecenderungan mengapa Anda merasa dan bertindak seperti yang Anda lakukan? Memahami diri sendiri akan membantu Anda untuk lebih jauh menghindari prasangka.

  • Cari tahu sebanyak mungkin tentang perihal seseorang atau kelompok sebelum Anda membentuk opini, karena seringnya ide-ide yang belum dipahami (belum jelas) terbentuk dari asumsi yang tidak akurat.

  • Keraguan akan memberi manfaat kepada orang lain. Jika Anda mendengar sesuatu tentang perihal individu atau kelompok, carilah fakta-fakta kebenarannya dari orang lain atau anggota kelompok secara langsung daripada hanya mengandalkan informasi dari sumber lain yang tidak bisa dipercaya. Seringkali informasi ditransfer dari satu pihak kepada pihak lain, hal tersebut juga tergantung pada siapa Anda berbicara.

  • Memiliki sikap objektif, berpikiran terbuka (open mind) dan jangan cepat untuk memberikan penilaian.

  • Cobalah untuk mengenal lebih dekat terhadap seseorang atau kelompok. Anda mungkin akan mendapat surprise karena menemukan teman yang baru.

  • Perbedaan akan membuat hidup lebih menarik dan tidak membosankan, maka kita harus belajar untuk menerima dan toleran terhadap perbedaan seseorang atau kelompok lain.

  • Memperlakukan orang lain dengan rasa hormat (respect) tidak hanya melihat kesamaan, dari cerminan karakter orang lain yang berbeda-beda.

  • Hindarilah dalam mencoba untuk mengubah seseorang. Belajarlah untuk memiliki perspektif yang berbeda dan Anda mungkin hanya membuat perbedaan dalam cara Anda memperlakukan orang lain.

Mari kita belajar untuk selalu menghilangkan prasangka buruk yang mungkin terjadi karena dugaan-dugaan terhadap seseorang atau kelompok, sebelum mengetahui hal sebenarnya. Keep positive thinking always, that is better.

1 Like

Sejatinya prasangka buruk tidak di perbolehkan terhadap orang lain. Hal i ini memcicu fikiran negatif terhadap orang lain. yang bisa membuat orang tersebut tidak percaya. Namun ada beberapa cara dalam menghindari prasangka buruk yang bisa bermanfaat diantarannya

  • Jangan Pernah berfikir untuk mengubah seseorang. Seseorang mememiliki sifat masing masing dengan segala kekurangan dan kelebihanya. Hal yang terjadi ketika pendapat sesoerang di anggap negatif adalah tanyakan langsung maksud dan tujuan agar tidak timbul salah paham

  • Perlakukan seseorang dengan sopan dan hormati segala pendapat yang ada. Hal itu mencerminakan bahwa anda mempunyai rasa respect yang tinggi.

  • Menjadi orang yang open mind, membuka wawasan seluas luasnya dari pembicaraan dan pikiran orang lain. yang nantinya bisa melatih pola pikir dari berbagai sudu yang ada.

  • Cari Fakta yang sebenarnya ketika anda mendengarkan omongan negatif dari seseorang atau dari sekelompok. Fitnah merupakan sesuatu yang bisa membunuh karakter seseorang.

  • Postive Thinking, perasangka baik kepada seseorang dapat membuat anda lebih percaya dalam segala sehingga anda tidak ragu dalam memberikan dia amanah atau kepercayaan.

Referensi : https://www.na.org/?ID=bulletins-bull28

Pernahkah kita merasakan ketika kita dihadapakan dengan seseorang dan seketika timbul rasa benci tanpa sebab terhadap orang tersebut? Atau pernahkah kita merusak suatu hubungan baik dengan seseorang dikarenakan terjadinya miskomunikasi? Hal-hal tersebut ternyata memang sering dirasakan bagi beberapa orang di dunia ini. Untuk memahami lebih jauh bagaimana prasangka itu muncul dan bagaimana solusi untuk membebaskan kita dari hal tersebut akan dibahas dengan mengacu pada salah satu artikel speakingtree yang saya baca.

Injustice
Ketidaksadaran seseorang ketika sedang mendengarkan opini orang lain akan berujung pada berbagai macam konflik. Contohnya seperti ketika ada seseorang berbicara buruk terhadap orang lain berdasarkan apa yang dia sukai dan dia tidak sukai, dan jika kita menerima informasi itu tanpa mencaritahu kebenarannya, maka kita akan menyimpan rasa benci terhadap orang yang dibicarakan tersebut. Dan ketika kita sudah berprasangka, kita secara tidak sadar akan menilai segala sesuatu mengenai orang tersebut berdasarkan prasangka yang telah terbentuk itu tadi.

Dari situlah biasanya kita memperlakukan orang tersebut secara tidak adil. Kita cendereung memberikan penilaian buruk kepada seseorang yang hanya didasari oleh rumor yang beredar. Seharusnya kita memberi kesempatan kepada orang tersebut untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi terlebih dahulu sebelum kita menilai orang tersebut.

Incorrect Conclusions
Kesalahan lainnya ialah kita cenderung membuat anggapan yang sifatnya permanen hanya berdasarkan suatu peristiwa saja. Contoh sederhananya ialah ketika seseorang memberikan informasi kepada kita, dan ternyata informasi yang dia berikan itu salah. Dari situ kita akan beranggapan bahwa orang tersebut telah berbohong. Dan jika sekali orang telah berbohong, maka kita akan menyimpulkan orang tersebut merupakan pembohong selamanya. Contoh lainnya ialah ketika salah seorang dari sebuah komunitas melakukan kejahatan, maka kita akan menilai komunitas itu hanya terdiri dari kumpulan orang-orang jahat.

Secara tidak sadar, kita mempercayai bahwa kesimpulan yang telah kita buat merupakan suatu kebenaran dan memaksakan orang lain untuk mempercayainya juga. Padahal seharusnya kita tidak boleh menyimpulkan dengan cara seperti itu, karena apa dilakukan seseorang pada suatu waktu, belum tentu sama dengan suatu waktu yang lainnya atau belum tentu sama dengan apa yang dikerjakan orang yang ada di sekitarnya.

Do Not Cling
Suatu prasangka terbentuk jika suatu peristiwa terjadi, dan memang tidak enak jika kita memilih untuk mempertahankan prasangka tersebut. Menerima apa yang akan datang dan membiarkan sesuatu yang berlalu merupakan cara kita berkembang secara spiritual.

Jika energi kita dihabiskan hanya untuk mengingat hal-hal yang buruk, maka kita tidak akan bisa hidup dengan tenang. Sikap menyambut terhadap sesuatu yang baru dan mengucapkan selamat tinggal terhadap sesuatu yang lama itu memang diperlukan.

Prasangka merupakan sikap yang tidak mendasar dan biasanya bersifat negatif. Prasangka juga dapat mempengaruhi tentang bagaimana cara seseorang bersikap dan berperilaku. Jadi, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi prasangka, terutama prasangka buruk yang dapat merugikan orang lain bahkan diri sendiri.

Melatih diri untuk lebih berempati kepada anggota kelompok atau orang lain merupakan salah satu metode untuk mengurangi prasangka buruk. Dengan melakukan pencitraan terhadap diri sendiri pada situasi tersebut, memungkinkan orang lain untuk berpikiran bahwa mereka akan memiliki reaksi dan memperoleh pengertian dari tindakan orang lain.

Teknik lain yang digunakan untuk mengurangi prasangka buruk antara lain:

  • Melewati hukum dan peraturan yang memerlukan keadilan dan memberikan perlakuan yang sama terhadap semua anggota
  • Memperoleh bantuan publik dan kesadaraan untuk menghindari prasangka sebagai norma sosial
  • Membuat orang sadar akan tidak tetapnya kepercayaan
  • Meningkatkan hubungan dengan anggota dari grup sosial

referensi : https://www.verywell.com/what-is-prejudice-2795476

10 cara untuk melawan prasangka buruk. prasangka buruk adalah hal hal yang harus dihindari agar komunikasi antar keduabelah pihak bisa berjalan secara lancar, berikut saya cantumkan tips untuk melawan prasangka buruk:

  1. Ketahui asal usul anda dan berbagi cerita dengan orang lain

  2. Merayakan Liburan bersama keluarga ,gunakan kesempatan tersebut untuk mendorong bercerita dan berbagi pengalaman pribadi lintas generasi

  3. Undang teman dari latar belakang yang berbeda dari anda untuk mengalami sukacita tradisi dan adat istiadat yang ada

  4. Jadilah orang yang sadar akan Bahasa ,hindari komentar stereotype dan menantang yang dibuat oleh orang lain.

  5. hindari berbicara mengenai lulucan yang menjurus kepada penginaan pada orang atau kelompok.

  6. Jadilah orang yang serba tahu ,berikan informasi sebanyak dan seakurat mungkin untuk menolak stereotip.Diskusikan dengan keluarga mengenai dampak dan sikap perilaku yang merugikan

  7. Berliburan dilingkungan sekitar dengan komunitas di sekitar anda untuk menambah wawasan mengenai perbedaan ,misalnya kemusesum untuk mengetahu seni dan budaya yang berbeda

  8. Kunjungi lokasi yang penting terkait dengan perjunagan untuk hak asasi manusia,perpustakaan umum dan situs sejarah

  9. Lakukan penelitian kepada keluarga anda dan mencari tahu keterlibatan keluarga anda dalam perjuangan untuk hak asasi manusia atau pengalaman imigrasi .

  10. Baca buku terkait pemahaman tentang budaya yang berbeda dari penulis yang memiliki latarbelakang yang berbeda

The Strategies for Reducing Prejudice

oleh Rodolfo Mendoza-Denton dari greatergood

Berprasangka buruk merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Berprasangka buruk memiliki kaitan erat dengan stigma negatif yang muncul di tengah masyarakat, seperti contohnya isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang sedang heboh di Indonesia belakangan ini.

Berikut adalah cara-cara untuk mengurangi berprasangka buruk terhadap golongan atau orang lain:

1. Travel
Dengan bepergian ke daerah lain yang berbeda kultur dengan anda, secara tidak langsung akan membuka pikiran anda dan membuat anda lebih memahami kebiasaan orang-orang diluar kultur anda sehingga membuat anda menjadi orang yang lebih toleran terhadap perbedaan.

2. Take a course on prejudice
Dengan mengambil studi tentang prejudice anda akan lebih mudah memahami perbedaan yang ada antar golongan sehingga anda dapat menerima dan mentolerir kebiasaan yang mungkin aneh dan janggal bagi anda selama ini.

3. Value Egalitarianism
Anda harus memahami bahwa semua orang dilahirkan sama dan berhak untuk memiliki kesempatan yang sama dalam hidup. Tidak ada orang yang sejak dilahirkan telah menjadi seorang rasis dan bigot,

4. Make a cross-race friend
Berteman dengan orang yang berbeda ras atau suku akan membuat anda mendapat perspektif baru dalam hidup anda sehingga anda dapat melihat dunia lebih luas dan anda pun akan menjadi seseorang yang memiliki pemikiran terbuka dan luas.