Bagaimana caranya melakukan evaluasi terhadap modal investasi yang sudah dikeluarkan ?

modal

(Shinta Amanda) #1

Setelah perusahaan mengeluarkan dananya untuk melakukan investasi pada sebuah pabrik, bagaimana caranya melakukan evaluasi terhadap modal investasi yang sudah dikeluarkan tersebut ?


(Annisa Maulida Zahro) #2

Untuk mengevaluasi ekonomi pabrik, ada beberapa komponen yang perlu dihitung meliputi: harga peralatan proses, modal tetap, total modal, ongkos produksi total dan total penjualan. Dari data-data tersebut dapat dievaluasi ekonomi pabrik tersebut meliputi:

  • Jumlah modal yang diperlukan Fixed Capital Investment, Working Capital Investment, Total Capital Investment (FCI, WCI dan TCI)
  • Pengambilan modal atau Rate of Return (ROR, IRR)
  • Waktu pengembalian modal atau Pay Out Period (POT)

Selain ketiga komponen evaluasi tersebut dapat pula dicari Break Event Point (BEP) untuk mengetahui kapasitas kerja pabrik yang paling minimal agar pabrik tersebut tidak mengalami kerugian…

1. Evaluasi dengan cara linear

Dalam menghitung modal ada suatu pedoman yang dapat digunakan untuk mengetahui kelayakan modal tersebut dengan cara membandingkan antara modal tetap atau Fixed Capital Investment dan total modal atau Total Capital Investment (TCI) dengan harga peralatan, yang terlihat pada Tabel dibawah ini. Sedangkan komponen biaya fixed capital investment atau modal tetap dapat juga dinyatakan dengan persentase terhadap fixed capital investment (FCI) seperti yang terlihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel Persentase komponen biaya fixed capital investment
image

Selain dengan cara menghitung setiap komponen biaya fixed capital investment dapat diperkirakan dengan cara berikut:

  • Jika diketahui kapasitas pabrik, FCI dapat diperkirakan menggunakan persamaan berikut
    image

  • Jika diketahui pengadaan alat, FCI dapat diperkirakan menggunakan persamaaan berikut,
    image

Untuk menghitung Total Production Cost dapat digunakan pedoman berikut:

  • Manufacturing Cost

    • Direct production cost : berkisar 60% dari Total Production Cost
    • Fixed charges : 10 – 20% dari Total Production Cost
    • Plant Overhead Cost : 50 – 70% dari ongkos (buruh + supervise + pemeliharaan)
  • General Expenses
    Besarnya : 4 – 32% dari Total Production Cost

  • Biaya tidak terduga
    Besarnya : 1 – 5% dari Total Production Cost

Sedangkan untuk menghitung total production cost berdasarkan penggolongan pembiayaan dapat dinyatakan dengan:

  • Pengeluaran tetap (FC) yang terdiri dari: depressiasi, pajak kekayaan, asuransi, ongkos-ongkos sewa

  • Ongkos-ongkos variable (VC) yang terdiri dari: bahan baku, pengepakan, utilitas, pengapalan, royalties

  • Ongkos-ongkos semi variable (SVC) yang terdiri dari: buruh pabrik langsung, plant over head cost, pengawasan pabrik, general expenses, laboratorium, pemeliharaan dan perbaikan, plant supplies.

Contoh Soal

Suatu hasil perancangan pabrik Amyl Acetate, yaitu pabrik tipe fluid-fluid, peralatan prosesnya dibuat diluar negeri, akan dievaluasi ekonominya untuk menentukan apakah pabrik tersebut layak didirikan atau tidak. Kapasitas produksi pabrik sebesar 100.000.000,- unit container @ 5 kg per tahun dengan harga Rp. 3.250,- per unit. Dari hasil perhitungan didapatkan harga peralatan sebesar Rp. 50.000.000.000,-, biaya bahan baku untuk 1 tahun sebesar Rp. 50.000.000.000,- buruh langsung 50 orang/ shift yang bekerja 8 jam per-shit, dan 3 shift per-hari dengan ongkos buruh Rp.10.000,- per-man-hour. Biaya utilitas untuk 1 tahun sebesar Rp. 11.000.000.000,-. Umur pabrik diperkirakan selama 10 tahun. Pajak pendapatan menggunakan sistim ordinary income tax sebesar 30% untuk penghasilan pendapatan sampai Rp. 10.000.000.000,- dan selebihnya menggunakan surtax sebesar 20%. Bunga pinjaman dari bank sebesar 12% per- tahun.

Dari data-data tersebut, perkirakan berapakah:
a. Total Capital Investment (TCI)
b. Return on Investment (ROI)
c. Pay Out Time (POT)
d. Break Even Point (BEP)

Penyelesaian

a. Total Capital Investment

Total Capital Investment adalah jumlah Fixed Capital Investment dan Working Capital Investment dapat diperkirakan seperti yang terlihat pada Tabel berikut.

Tabel Perkiraan Total Capital Investment berdasarkan komponen biaya
image
image

Modal yang digunakan:

60% modal sendiri = 60% x FCI = Rp. 172.436.866.700,-
40% modal pinjaman = 40% x FCI = Rp. 114.957.911.100,-

b. Return on Investment

Return on Investment atau Rate of return adalah laju pengembalian modal yang dapat dihitung dari laba bersih per tahun dibagi modal, seperti yang terlihat pada persamaan berikut

Rate of return = x 100% , dimana laba bersih = total penjualan – total produksi – pajak penghasilan.

Total Production Cost (TPC)

Ongkos produksi total = Biaya produksi langsung + Biaya operasi + Biaya umum

1. Total production cost per-unit produk pabrik
total production cost per-unit produk pabrik dihitung berdasarkan komponen biayanya adalah sebagai berikut:

  • Manufacturing cost, yang terdiri dari:

    • Direct production cost, (satuan uang dalam Rp.)
      image

    • Fixed Charges, (Rp.)
      image

    • Plant over-head cost, (Rp.)
      image

Total biaya manufacturing cost
= Rp. (1354,50 + 0,01TPC + 359,25 + 478,90)
= Rp. (2192,65 + 0,01 TPC)

  • General Expenses, (Rp.)

    image
    image

Total Production Cost (TPC) = Manufacturing cost + General expenses TPC
= Rp. 2.192,65 + 0,01TPC + Rp. 305,65
0,99 TPC = Rp. 2.498,30
TPC = Rp. 2.523,55

2. Gross earning

image

c. Waktu Pengembalian Modal (Pay Out Time)

Sebelum pajak:

image

Sesudah pajak:

image

d. Titik Impas (Break Event Point)

image

BEP dapat dihitung menggunakan persamaan berikut,

image

sehingga,

image

Titik BEP terjadi pada kapasitas produksi
= 52,11% x 100.000.000 unit per tahun
= 52.110.000 unit per tahun

Evaluasi dengan cara Cash flow

Evaluasi ekonomi pabrik dapat juga dilakukan dengan cara cash flow. Beberapa komponen biaya yang perlu diketahui untuk membuat cash flow, antara lain: umur pabrik, juumlah modal sendiri dan modal pinjaman, bunga pinjaman bank, inflasi, kapasitas produksi pada tahun pertama; kedua dan selanjutnya, depressiasi, semi variable cost dan variable cost, pajak pendapatan dan pengambilan pinjaman. Dari data-data tersebut dapat dibuat tabel cash flow yang terdiri dari:

  • Bagian pertama membuat tahun pembangunan dan kapasitas operasi pabrik

  • Bagian kedua membuat modal investasi yang terdiri dari kolom-kolom: modal sendiri, inflasi dan jumlah modal sendiri, modal pinjaman, bunga dan jumlah modal pinjaman saat pabrik beroperasi

  • Bagian ketiga membuat biaya operasi, depressiasi, bunga pinjaman dan penjualan

  • Bagian keempat yang memuat cash flow yang terdiri dari: laba kotor, pajak dan laba bersih, cash flow, pengembalian pinjaman dan net cah flow

Dari tabel tersebut dapat dicari :

  • Internal Rate of Return (IRR), yaitu cara untuk menghitung tingkat suku bangsa dimana hasil penjumlahnya akan menghasilkan nilai yang sama dengan investasi. Dengan cara trial and error, dihitung Total Discounted Cash flow pada umur pabrik yang besarnya sama dengan fixed capital investment, dimana harga discounted cash flow dihitung menggunakan persamaan seperti yang terlihat pada persamaan berikut.

    image

    Pada tahun terakhir perlu ditambahkan Working Capital Investment, karena pada tahun terakhir working capital hasil perhitungan kemudian ditabelkan seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini. Apabila tidak mendapatkan harga yang pas maka harga I dihitung dengan interpolasi.

    Tabel Perhitungan IRR menggunakan Discounted Cash Flow
    image

  • Pay Out Time (POT) dapat dicari dengan cara komulatif cash flow. Hasil perhitungan kemudian ditabelkan seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini. Apabila tidak mendapatkan harga yang pas maka harga I dihitung dengan interpolasi.

    Tabel Perhitungan POT menggunakan Comulative Cash Flow
    image

  • Break Event Point (BEP) dapat dicari dengan cara imterpolasi Cash flow pada produksi nol dengan produksi pad 60 % seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini. Perlu diperhatikan pada kapasitas produksi tersebut ongkos semi variabeldapat berbeda sedangkan ongkos produksi variabel dan penjualan pada kapasitas tersebut.

    Tabel Perhitungan BEP menggunakan Comulative Cash Flow
    image

Sumber : Ni Ketut Sari, Ekonomi Teknik