© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana cara untuk Mengurangi suatu Risiko didalam Organisasi dengan Pendekatan?

Organisasi terdiri atas beberapa orang yang berusaha untuk mencapai satu tujuan yang sama. Setiap kegiatan dalam suatu organisasi akan selalu melibatkan komunikasi. Komunikasi merupakan hal yang penting dalam organisasi untuk koordinasi.

Menurut Redi Panuju, “komunikasi adalah sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antarbagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi.”.

Komunikasi dapat membangun suatu hubungan diantara dua orang atau lebih untuk mendapatkan feedback secara langsung. Komunikasi tersebut sering disebut sebagai komunikasi interpersonal.

Lalu faktor apa sajakah yang membuat komunikasi interpersonal dapat mengurangi suatu risiko dalam organisasi?

Untuk menanggapi pertanyaan tersebut, sebelumnya kita harus mengetahui apa itu komunikasi interpersonal. Menurut Deddy Mulyana, “komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang yang bertatap muka, memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau non verbal.”. Berdasarkan definisi tersebut maka faktor komunikasi interpersonal mampu mengurangi risiko jika isi informasi yang disampaikan tersebut dapat tersampaikan dan diinformasikan secara baik ke orang lain, baik secara verbal maupun non-verbal.

Selain itu faktor lain menurut Joseph A. Devito (1997) yaitu komunikasi interpersonal dapat membantu menumbuhkan sikap keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan sikap kesetaraan antar personil dalam organisasi sehingga risiko dapat diminimalisir dengan adanya pesan / informasi yang tersampaikan dengan baik.

  • Keterbukaan
    Sikap terbuka untuk menerima kritik ataupun saran dari lawan bicaranya. Kedua belah pihak harus bersedia membuka diri dan memberikan informasi ataupun feedback dan bertanggungjawab terhadap isi informasi yang disampaikannya.

  • Empati
    Sikap empati ini adalah sikap dimana individu harus mampu memahami apa yang dirasakan oleh orang lain baik secara emosional ataupun intelektual sehingga pesan dalam berkomunikasi dapat tersampaikan dengan baik.

  • Sikap Mendukung
    Komunikasi yang terbuka dan empatik dapat berlangsung baik jika berada pada suasana yang mendukung. Sikap yang mendukung dapat menumbuhkan motivasi dan kegairahan kerja karyawan. Namun, sikap defensif / tidak mendukung dapat mengakibatkan komunikasi interpersonal menjadi tidak efektif karena orang yang defensif akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman saat berkomunikasi yang disebabkan oleh faktor ketakutan, kecemasan, dan harga diri rendah.

  • Sikap Positif
    Sikap positif dapat memberikan dorongan yang positif juga. Dorongan positif tersebut dapat berupa pujian atau penghargaan yang mendukung citra pribadi dan membuat diri merasa lebih baik.

  • Sikap Kesetaraan
    Sikap kesetaraan adalah pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak sama-sama bernilai dan berharga. Sikap kesetaraan ini mampu memperlakukan orang lain secara demokratis dan horizontal, sehingga orang-orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling menghargai dan menghormati perbedaan pandangan.

Dengan adanya komunikasi interpersonal ini maka risiko di organisasi dapat diminimalisir karena mampu membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah dalam organisasi, mengetahui lebih dalam tentang lingkungan organisasi, serta menciptakan dan memelihara hubungan yang baik antar pribadi manusia.