Bagaimana cara penetasan telur Ikan Koi ?

ikan koi

Sering ketika proses pemijahan sudah sukses, banyak telur ikan koi yang tidak menetas. Bagaimana cara penetasan telur Ikan Koi agar tingkat menetasnya besar ?

Penting untuk diperhatikan, bahwa agar telur dapat menetas dengan baik, telur harus selalu terendam dalam air. Sehingga volume air dalam kolam penetasan ini haruslah dijaga tetap stabil.

Pastikan kakaban dapat terendam secara keseluruhan di dalam air. Kita bisa menggunakan gedebog (kulit batang) pisang untuk menjaga kakaban tetap tenggelam.

Caranya, potong gedebog pisang berukuran sekitar 40 cm, lalu letakkan di atas rangkaian kakaban. Gunakan bambu sebagai alasnya, dan ratakan kedua sisi gedebog agar stabil di atas permukaan air.

Pada suhu normal, telur dapat menetas sesuai waktu idealnya, sekitar 2 sampai 3 hari.

Jika suhu terlalu dingin, penetasan memerlukan waktu lebih lama. Sedangkan pada suhu yang relatif lebih tinggi, telur-telur dapat rusak, mati, atau membusuk.

Jika seluruh telur sudah menetas, kakaban bisa dipindahkan. Pastikan tidak ada bibit ikan yang sudah menetas tersebut terbawa kakaban. Goyang-goyangkan kakaban sebelum diangkat.

Kakaban yang telah digunakan dapat dipakai kembali pada pemijahan berikutnya. Cuci bersih dan keringkan untuk dipakai di kemudian hari. Benih ikan koi yang berusia di bawah 1 minggu masih sangat kecil. Karena itu, banyak orang menetaskan ikan koi di dalam hapa, sehingga mudah dihimpun dan tidak mudah terhanyut.

Ikan koi yang baru menetas masih membawa kuning telur sebagai persediaan makanannya. Ini adalah makan utama dan pertama bagi ikan koi yang baru menetas. Kuning telur untuk makanan ini akan cukup untuk 3 sampai 5 hari kedepan.

Ikan koi yang baru menetas juga belum memiliki alat pencernaan yang sempurna. Benih ikan koi seperti ini disebut burayak.

sumber
http://www.ikankoi.org/teknik-pemijahan-dan-penetasan-telur-ikan-koi/