Bagaimana cara orang tua untuk mengenalkan anak kepada teknologi dengan benar?

Anak merupakan ‘aset’ penting bagi seluruh dunia. Untuk menjadikan anak menjadikan anak menjadi aset yang berharga dan memiliki nilai yang tinggi tentunya orang tua sebagai pendidik dan pembentuk karakter harus bisa mengarahkan anaknya menjadi anak yang unggul. Untuk menjadikan anak menjadi unggul tentunya orang tua harus bisa mengarahkan anaknya untuk bisa mengikuti teknologi yang perkembangannya sedang pesat-pesatnya. Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan untuk mengenalkan anak kepada teknologi agar anak tidak mendapatkan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Bagaimana cara orang tua untuk mengenalkan anak kepada teknologi dengan benar agar terhindar dari dampak-dampak buruk yang ditumbulkan?

Saat ini teknolgi merupakan suatu hal yang paling dekat dengan manusia. karena dengan adanya teknologi, seseorang dapat melakukan berbagai macam hal dengan cepat dan mudah. dengan semakin berkembangnya zaman teknologi juga akan semakin berkembang dengan berbagai macam permintaan dari manusia yang tak kunjung ada habisnya. dan dari tahun ke tahun pengguna teknologi juga berkembang mulai dari orang yang sudah tua hingga anak kecil.

Memperkenalkan teknologi kepada anak merupakan suatu hal yang baik, bahkan wajib menurut saya. itu semua agar anak tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman dan dapat bertahan dari perkebangan zaman yang begitu ekstrim.

Saya harap agar orang tua tetap memberikan anaknya kesempatan untuk mengembangkan kemampuanya dengan memanfaatkan teknologi. beberapa cara berikut mungkin akan membantu mengurangi kekhawatiran yang berlebih terhadap penggunaan teknologi oleh anaknya.

  1. Buat aturan penggunaan teknologi
    Dengan membuat aturan anak akan mengetahui batasan apa saja yang boleh ia lakukan dan apa yang tidak boleh ia lakukan sehingga anak lebih terkontrol dan tidak dapat mengelak karena sudah ada aturan yang harus ia patuhi.

  2. Luangkan waktu untuk menghabiskan waktu tanpa ada bantuan teknologi yang berlebih
    Dengan meluangkan waktu kita untuk bermain dengan anak akan membuat anak kita merasa lebih dekat dengan kita dari pada dengan handphone, laptop, atau teknologi yang lain. kebanyakan anak lebih membutuhkan teknologi(handphone) karena waktu yang dimiliki orang tuanya lebih sedikit daripada waktu yang ia punya dengan menggunakan handphonenya.

  3. Ajak anak bermain dengan permainan yang telah anda pilih dan mampu meningkatkan perkembangan otak
    Anak-anak tetaplah anak-anak, mereka lebih suka bermain dibandingkan melakukan hal yang lain. sehingga waktu bermain merupakan waktu yang membahagiakan baginya dan itu merupakan waktu yang sangat tepat untuk mendekatkan diri dengan anak dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu mempererat hubungan antara anak dan orang tua serta orang tuadapat mengontrol anak dengan lebih mudah karena anak tersebut merasa kasih sayang yang diberikan orang tua lebih berarti daripada teknologi yang ia butuhkan.

  4. Beri penjelasan mengenai dampak yang diakibatkan oleh penyalahgunaan teknologi
    Sembari menemani anak dalam menggunakan teknologi, sesekali kita edukasi anak kita tentang dampak penggunaan teknologi agar ia memiliki kendali dalam penggunaan teknologi.

  5. Explore apa saja yang anak anda cari di browser dan analisa apakah yang ia cari berbahaya atau tidak
    Hal ini harus dilakukan, karena kita tidak tahu apa yang mereka akses saat tidak kita awasi sehingga kita dapat mencegah sesuatu yang tidak kita harapkan.

  6. Sering konsultasi dengan pihak sekolah tentang perkembangan anak di sekolah
    Di sekolah anak kita pasti tidak dapat selalu kita awasi perkembangannya, sehingga kita membutuhkan bantuan dari pihak sekolah untuk mencari tahu perkembangan anak kita.

  7. Edukasi diri sendiri. dalam hal ini agar anda tetap mempu mengawasi anak dalam penggunaan teknologi yang selalu berkembang
    Perkembangan teknologi sangat pesat banyak teknologi baru yang bermunculan sehingga kita perlu mengikuti perkembangan teknologi tersebut karena anak kita akan lebih mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi daripada kita dan kita tidak dapat mengawasi apa yang anak kita lakukan karena kita tidak dapat menggunakan teknologi tersebut.

Untuk penjelasan lebih lanjut anda dapat menyaksikan video berikut

[sumber]
https://www.cdc.gov/media/subtopic/matte/pdf/cdcelectronicregression.pdf
https://www.healthychildren.org/English/family-life/Media/Pages/Tips-for-Parents-Digital-Age.aspx
http://www.telegraph.co.uk/women/family/screens-teens-survival-tips-parents-technology-battlefield/

Zaman terus berubah, teknologi sudah mulai sangat berkembang dengan pesatnya. Kita tidak bisa menolak dan menghalangi dari perkembangannya. Apapun perkembangannya harus selalu bisa kita ikuti. Bukan hanya kita, tetapi generasi-generasi yang akan datang saat ini juga harus dipersiapkan untuk menghadapinya. Orangtua yang dalam hal ini sebagai pendidik, pengarah, dan pembimbing anak dalam menghadapi perkembangan teknologi yang ada.

Untuk mempersiapkan anak dalam menghadapi persaingan global di era masa depan tentunya ada cara-cara yang harus diketahui oleh orangtua yang dalam hal ini sebagai pembentuk karakter anak di kehidupannya nanti. Orangtua tidak bisa mengenalkan teknologi ini secara sembarangan jika tidak ingin anaknya nanti mendapatkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi itu sendiri.

Kapan sebaiknya seorang anak mengenal teknologi? Banyak orangtua merasa bangga saat anaknya yang masih dibawah 2 tahun sudah bisa bermain gadget. Padahal sebenarnya itu adalah hal yang perlu dicemaskan. Para peneliti menyebutkan bahwa sangat tidak disarankan untuk mengenalkan teknologi seperti teknologi, seperti komputer misalnya. Karena anak yang masih berusia kurang dari 3 tahun masih mengembangkan fungsi tubuh mereka seperti, fungsi mata, tangan, kaki, dan anggota motorik lainnya.

Anak yang sudah bisa menyetel video di komputer, laptop, smartphone bukan berarti siap untuk menggunakan media elektronik. Anak harus mendapatkan pengawasan ketika menggunakan media-media tersebut.

Dilansir dari situs PBS Parents, seorang supervisor teknologi instruksional di Manatee County School District, Florida, Jeannie Galindo menyarankan agar penggunaan handphone atau tablet oleh anak pada lingkungan yang tidak diawasi sebaiknya baru dimulai saat anak sudah menginjak usia 11 atau 13 tahun.
Selain itu, batasi juga waktu anak bermain bersama gadget-nya. Galindo menyarankan untuk membatasi sebanyak 30 menit pada usia 2-5 tahun setiap kali anak duduk bersama gadget-nya, sedangkan untuk anak usia 6-7 tahun cukup 1 jam saja. Orangtua juga harus pintar-pintar dalam memilih konten dan aplikasi yang sesuai dengan rentang usia anaknya.

Satu hal lagi yang perlu diingat oleh orangtua yaitu, anak biasanya akan mencontoh perilaku orang yang lebih dewasa atau orangtuanya. Jadi orangtua perlu untuk memberikan contoh yang baik dalam memanfaatkan teknologi yang ada.

sumber: https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/kapan-seharusnya-mengenalkan-teknologi-pada-anak/

Seiring teknologi menjadi lebih mudah diakses dan terjangkau, semakin banyak keluarga yang menggunakannya. Menurut sebuah studi tahun 2013 oleh Common Sense Media, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk membantu keluarga menggunakan teknologi dengan bijaksana, 75 persen anak-anak di bawah usia 8 tahun memiliki akses ke tablet atau perangkat seluler, meningkat 25 persen hanya dalam waktu dua tahun. Dan jumlah itu bertambah setiap tahunnya.

Dari data diatas kita dapat melihat bahwa anak-anak telah menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.Yang menjadi pertanyaan ialah apakah anak-anak kita akan menjadi kecanduan oleh teknologi tersebut? Dan apakah pengaruh dari teknologi itu bagi perkembangan anak?.Bila teknologi itu berdampak positif bagi anak-anak maka hal tersebut dapat diterima,namun Bagaimana jika banyak hal negative yang akan berpengaruh pada anak-anak?.
Pertama, pahami bahwa teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan atau mereplikasi manfaat dari interaksi social.Bgaiamnapun anak-anak membutuhkan kehangatan yang ada di keluarganya. Karena itu orang tua juga harus meluangkan waktuya untuk berinteraksi dengan anaknya.Menurut Asosiasi Nasional untuk Pendidikan Anak Muda (NAEYC), tampilan teknologi pasif memiliki sedikit nilai untuk bayi dan balita; American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar orang tua membatasi atau menghilangkan penggunaan teknologi sama sekali untuk anak usia dua dan ke bawah. Pada usia ini, permainan yang tradisional dan interaksi manusia memiliki nilai pendidikan yang lebih banyak.

Namun jika anda mengizinkan teknologi seperti tablet balita, gunakan “konteks hubungan manusia”,saran NAEYC seperti halnya gambar-gambar binatang,tumbuhan dan foto keluarga.Dengan begitu teknologi yang digunakan oleh anak usia balita dapat disesuaikan dengan usianyaAnak-anak prasekolah secara alami tertarik pada teknologi. Tapi sebelum mereka mulai belajar dengan teknologi, mereka perlu mempelajari dasar-dasarnya. Biarkan anak Anda menjelajahi perangkat seluler murah yang tersimpan dalam bingkai yang kasar. Tunjukkan cara menggesek dan menyentuh layar. Nantinya, anak Anda bisa belajar cara menggunakan mouse atau keyboard.

Ingat, teknologi hanya satu alat di toolbox orang tua. Gunakan untuk mendukung dan meningkatkan aktivitas lainnya, seperti bermain permainan papan, membaca bersama, atau menjelajahi alam. Anak-anak umumnya menemukan teknologi yang terlibat, namun kebutuhan mereka untuk belajar langsung tidak berubah. Beyond Screen Time: Membesarkan Anak di Era Digital Dengarkan ahli digital Devorah Heitner, PhD dan pendiri Raising Digital Natives, diskusikan tantangan membesarkan anak-anak di dunia digital pertama, kualitas versus kuantitas waktu layar, dan bagaimana Anda dapat meniru penggunaan yang bertanggung jawab yang membuat anak Anda berusia seumur hidup. keberhasilan.

Sumber : https://www.brighthorizons.com/family-resources/e-family-news/children-and-technology-education-learning-at-home
https://prezi.com/ivg3vxw7ovuc/negative-effects-of-technology-on-childrens-brain-development-education-and-social-growth/