© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Cara Menjadi Wanita Yang Sholeha?

wanita

Wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Majunya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas wanita di suatu bangsa tersebut. Dari segala perhiasan dunia, wanita sholeha adalah yang paling utama. Bagaimana cara menjadi wanita yang sholeha?

Wanita adalah makhluk yang paling dilindungi dalam agama Islam. Posisi wanita dalam Islam sangat ditinggikan dan dimuliakan, terlebih lagi jika sang wanita selalu menunjukkan bahwa dirinya selalu berusaha menjadi orang yang sholehah. Segala keistimewaan termasuk pahala dan surga telah dijanjikan kepada wanita sholehah. Wanita adlah makhluk yang diistimewakan oleh Allah, berikut merupakan keistimewaan wanita dalam islam, yaitu :

  • Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
  • Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.
  • Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
  • Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.
  • Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

Syarat unuk menjadi seorang wanita yang sholehah tidak banyak atau menyulitkan. Seorang wanita hanya perlu melakukan dua hal untuk menjadi wanita yang sholeha, yaitu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan taat kepada suaminya. Apabila kedua hal itu dapat dilakukan dengan ikhlas oleh seorang wanita, maka ia sudah bisa disebut sebagai wanita yang sholeha. Pada kenyataannya, agar bisa menjadi wanita yang sholeha ada banyak aspek yang perlu diperbaiki dalam perilaku seorang wanita. Hal itu terutama dalam perilaku kesehariannya yang mencerminkan ketaatannya kepada Allah, Rasul dan suami. Taat kepada suami juga merupakan salah satu kewajiban wanita setelah menikah. Lalu, apakah yang harus dilakukan agar menjadi wanita yang sholeha? Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda dalam membentuk pribadi wanita sholeha bagi diri sendiri:

  1. Menjaga Ibadahnya
    Seorang wanita yang sholeha tahu tujuan hidup dalam Islam adalah untuk beribadah kepada Allah, dengan begitu dia juga akan menjaga kekhusyukannya dalam beribadah terutama untuk menjalankan shalat lima waktu, berpuasa, memperdalam Al qur’an dan Hadits, dan sebagainya. Dengan menjaga ketaatan kepada Allah dengan beribadah, kadar keimanan seorang wanita akan terangkat sehingga ia mampu menjadi seorang wanita yang sholeha.

  2. Menutup aurat
    Aurat bagi wanita Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah, telapak serta punggung dan jari tangan dan kaki. Sesuai ajaran dalam Al qur’an, wanita muslim harus menutup auratnya dengan baik dari pandangan laki – laki yang bukan muhrimnya. Dengan selalu menjaga aurat, maka laki – laki muslim juga akan mencari cara memikat hati wanita sholeha yang benar serta cara mendekati wanita muslimah dengan sukses karena mereka menghormati wanita yang sholeha.

  3. Selalu bersyukur
    Wanita yang sholeha akan selalu bersyukur akan apapun yang diperolehnya dalam hidup. Karena itu jika ingin merintis jalan menjadi wanita sholeha, usahakanlah untuk selalu bersyukur dalam menjalani hidup. Apapun yang terjadi dalam hidup Anda, syukuri dan nikmatilah sebagai pelajaran hidup yang diberikan Allah. Bersyuur bukan hanya pada pengalaman hidup ang menyenangkan saja. Pengalaman hidup yang kurang menyenangkan juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita, dan dapat menjadi cara menghindari sifat takabur serta cara menghilangkan sifat sombong dan cara menghilangkan sifat angkuh sebagai seorang wanita.

  4. Murah hati
    Menjadi wanita yang murah hati dan senang bersedekah juga merupakan salah satu jalan untuk membentuk pribadi wanita Sholeha pada diri Anda. Bersikap murah hati dapat didasarkan pada rasa empati yang besar kepada orang lain yang lebih membutuhkan daripada diri kita. Jika selama ini Anda kurang bersedekah, cobalah berbagai cara menjadi pribadi yang baik dan benar agar menjadi sholeha, salah satunya dengan membiasakan diri bersedekah.

  5. Menjaga diri
    Selalu berusaha menjaga diri dengan baik terutama dalam pergaulan dengan lawan jenis merupakan salah satu cara untuk menjadi wanita sholeha. Menjaga diri dengan menghindari untuk berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, dapat menjadi cara menghindari fitnah serta cara menghindari perilaku fitnah terhadap diri Anda.

  6. Menjaga pandangan mata
    Wanita yang sholeha selalu tahu cara menjaga pandangan mata kepada lawan jenis yang bukan muhrimnya. Usahakanlah untuk menjaga pandangan mata Anda terhadap lawan jenis, karena sebenarnya memandang lawan jenis itu dapat menimbulkan berbagai macam pikiran yang mengarah ke perbuatan zina, walaupun hanya zina secara pandangan. Dengan menjaga pandangan, Anda juga dapat mendapatkan cara menjaga hati sebelum menikah.

  7. Memelihara kewajiban kepada suami
    Jika Anda telah menikah, selalu usahakan untuk memelihara kewajiban Anda terhadap suami. Bentuknya bisa banyak, seperti menyiapkan makanan, pakaian suami, menaati kata-kata suami, tidak cemberut kepada suami, dan banyak lagi yang lainnya. Memelihara kewajiban kepada suami adalah cara untuk menjadi wanita yang baik.

  8. Pintar bergaul
    Bergaul juga bagian dari ibadah, karena itu cobalah untuk memperluas pergaulan Anda. Dengan pergaulan yang luas orang akan menerima keberadaan kita. Apabila memiliki banak kenalan, Anda dapat bergaul dengan semua orang dan turut menyebarkan nilai – nilai agama Islam dalam keseharian. Jika Anda bukan seorang yang pintar bergaul, maka lakukan cara merubah kepribadian agar menjadi orang yang mudah berbaur. Karena pergaulan juga sangat penting untuk mempelajari agama lebih dalam supaya menjadi seorang wanita sholeha.

  9. Teguh pendirian
    Untuk menjadi seorang wanita yang sholeha, Anda harus memiliki pendirian yang teguh dan tidak mudah terpengaruh kepada hal yang menjauhi ajaran agama. Jangan sampai ketika Anda sudah memantapkan hati untuk lebih dalam lagi mempelajari agama, namun datangnya godaan dari lingkungan lama membuat Anda mengurungkan niat tersebut.

  10. Menjaga tutur kata
    Seorang wanita yang sholeha akan selalu menjaga tutur kata serta perbuatannya agar tetap sesuai dengan ajaran Allah. Ingatlah untuk selalu menjaga setiap ucapan yang keluar dari mulut Anda agar tetap penuh kesantunan serta kesopanan sesuai dengan ajaran Qur’an dan Hadits. Wanita sholeha tahu cara menjaga perasaan orang lain dengan tidak bergosip, menjelekkan orang lain, ataupun berkata kasar dan menyakitkan hati orang lain.

  11. Menjaga kehormatan keluarga
    Ketika belum menikah, seorang wanita sholeha mempunyai kewajiban untuk tahu cara menghormati orang tuanya. Ketika sudah menikah dan kewajiban tersebut beralih kepada suami, Anda tetap harus mengetahui apa saja kewajiban anak perempuan terhadap orang tua setelah menikah. Jika ingin menjadi seorang wanita sholeha, maka kewajiban terhadap orang tua pun tidak boleh terlupakan.

Wanita yang sholeha adalah seorang wanita yang hebat karena bisa menyeimbangkan antara ketaatannya kepada Allah dan Rasul dengan ketaatan terhadap suaminya. Konon di balik seorang pria yang sukses ada seorang wanita yang hebat. Karena itulah untuk menjadi seorang wanita yang sholeha harus mempunyai pikiran yang kuat agar bisa menjadi tiang yang menopang kehidupan bersama suami dan kehidupan beragama serta kehidupan berkeluarganya dengan kokoh.

Referensi

https://filyaumiljannah.wordpress.com/2015/02/07/membina-diri-menjadi-wanita-solehah/

Q.S An Nisa’ ayat 34, “Maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” menyebutkan ciri-ciri wanita shalihah adalah sebagai berikut :

1. Taat kepada Allah

Taat kepada Allah berarti patuh dan tunduk kepada semua aturan Allah dalam menjalani kehidupan ini, termasuk aturan hidup bersuami istri. Ciri ini merupakan pangkal atau induk dari ciri-ciri yang lain. Taat kepada Allah secara spesifik dapat diartikan mematuhi atau menjalankan perintah Allah kaitannya dengan ibadah agama. Seorang wanita dikatakan shalihah diantaranya bisa menjaga hubungannya dengan Al Khaliq yakni melaksanakan kewajibannya seperti sholat, puasa, zakat, dan sebagainya. Sabda Rasulullah SAW :

"Apabila seorang perempuan sembahyang lima waktunya, puasa sebulan Ramadhannya, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya, niscaya dikatakan kepadanya: “Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.”

2. Taat kepada suami

Taat kepada suami maksudnya mendahulukan segala perintahnya daripada keperluan diri sendiri atau lainnya. Namun perlu diperhatikan bahwa taat kepada suami bukanlah taat yang buta akan agama. Taat berart menurut perintah yang benar dan baik serta tidak berlawanan dengan perintah agama. Apabila suami memberikan suatu hal yang bertentangan dengan agama, maka tidak wajib bagi istri untuk memenuhinya bahkan ia harus menghindari perintah tersebut.

3. Menjaga Kehormatan

Menjaga kehormatan ada beberapa macam, yaitu menjaga kehormatan diri sendiri ketika suami tidak ada di rumah, menjaga diri dari segala noda dan kecemaran termasuk memelihara harta suami. Inti dari menjaga kehormatan terletak pada kesadaran seorang wanita akan harga dirinya sebagai manusia yang dalam kontek ini sebagai istri. Sadar akan harga diri berarti pula meninggalkan hal-hal yang tidak patut dilakukan, misalnya tidak menutup aurat sebagaimana mestinya.

4. Bersifat amanah atau dapat dipercaya

Wanita yang shalihah tentunya menjauhi sifat khianat. Apabila suaminya sedang tidak berada di sisinya, ia tetap menjalankan kewajibannya dengan baik yakni menjaga diri dan harta suaminya walaupun sepi dari pengawasan suami. Juga dapat menjaga rahasia-rahasia kehidupan rumah tangga antara ia dan suaminya. Sikap memelihara yang ada pada dirinya tidak pernah luntur baik dalam keadaan suaminya hadir atau tidak. Dalam menjalankan tugasnya, ia semata-mata hanyalah mencari ridho Allah.