Bagaimana cara mengatasi trust issue?

Wahh ternyata banyak juga ya yang pernah mengalami trust issue. Pastinya sulit ya untuk kembali percaya kepada orang lain ketika diri sendiri sudah banyak disakiti. Nggakpapa kok pelan-pelan aja dulu… hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri dulu. Tenangkan diri dan pahami bahwa tida semua orang akan menyakiti diri kita, masih banyak orang diluar sana yang mungkin akan menyayangi kita. Kemudian selektif memilih teman dekat, pilih lah orang-orang yang jujur dan memiliki keperibadian yang baik. Lalu hal terpenting yang harus kita mengerti adalah perilaku kita kepada orang lain, dan perilaku orang lain ke kita adalah dua hal yang berbeda. Sebisa mungkin kita harus berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharapkan orang lain akan melakukan hal yang sama. Sehingga ketika mereka tidak berbuat baik maka itu bukanlah salah kita. Biarlah keburukannya menjadi urusan dia dengan Tuhannya.

Betul sekali kak. Jangan hanya kita mungkin berperilaku baik kepada orang lain maka orang tersebut akan melakukan hal yang sama. Kita tidak bisa memperkirakan apa yang akan mereka lakukan kepada kita karena hal tersebut berada di luar area yang kita kuasai. Kita tidak bisa mengatur dan menentukan perilaku dan tindakannya. Yang penting adalah kita fokus kepada diri sendiri untuk berperilaku yang baik kepada orang lain. Berikan kepercayaan kepada seseorang bedasarkan apa yang kita lihat padanya, kalaupun suatu hari nanti dia berkhianat maka jadikan sebagai pelajaran, bukan menjadi hal yang membuat kita akhirnya sulit untuk mempercayai orang lagi. Maka berprasangka baik dan buruk itu memang perlu namun harus ditempatkan pada kondisi yang tepat

Aku belum pernah bener-bener ngerasain ‘trust issue’ ini. Tapi mungkin aku akan coba beberapa hal untuk mengatasi itu kalau (amit-amit) kejadian denganku:

  1. Meyakinkan diri kalau ga semua manusia atau sesuatu itu bisa dipercaya, jadi mungkin aku lagi ‘sial’ aja ketemu salah satunya.
  2. Karena “ga semua”, berarti selalu ada yang masih bisa dipercaya. Jadi, ya coba aja untuk percaya lagi, pelan-pelan juga ga masalah.
  3. Karena udah tau kenyataan pahit itu nyata, siapin hati untuk berbagai risiko, termasuk kemungkinan pengalaman buruk terulang.
  4. Selanjutnya, karena memilih untuk tetap ‘membuka diri’, bukan berarti langsung percaya-percaya gitu aja. Penting untuk tetap waspada, pun jangan sampai berharap berlebihan, terlebih sama manusia kan ehehe. Jadi, kalau ga sesuai ekspektasi, ga akan terlalu kecewa lagi.
  5. Jangan sampai jauh dari Tuhan.
  6. Jangan lupa juga untuk tetap bersosialisasi dan perbanyak komunikasi dengan orang-orang sekitar.

Masalah kepercayaan atau yang lebih dikenal dengan istilah trust issue. Trust issue adalah situasi ketika seseorang mengalami rasa sulit percaya pada orang lain yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, seperti dikhianati, disakiti, dikecewakan, diabaikan, dan lain sebagainya. Masalah ini kerap terjadi atas pengalaman pribadi pada masa lalu yang sulit untuk dilupakan. Kejadian di masa lampau yang tidak menyenangkan, seperti dikhianati atau disakiti, membuat sebagian orang menjadi trauma sehingga terbentuklah krisis kepercayaan atau trust issue ini. Apabila kondisi trust issue sudah menguasai diri, biasanya hal ini akan tampak berbarengan dengan pikiran-pikiran yang negatif, seperti berspekulasi bahwa orang-orang di sekitar kita akan melukai, mencelakai, ataupun mengkhianati kita. Tindakan berlebihan tersebut merupakan salah satu sebab musabab lahirnya trust issue pada diri seseorang. Berikut merupakan beberapa cara guna mengatasi trust issue yang dialami.

  1. Mencobalah untuk berkomunikasi.

Mulailah berkomunikasi layaknya orang pada umumnya. Orang yang mengalami trust issue tentu tetap melakukan komunikasi, hanya saja ia melakukannya dengan memberi sedikit sekat pada orang lain. Namun, cobalah untuk melakukannya dengan santai dan jangan berpikir bahwa orang tersebut akan bertindak jahat pada kalian.

  1. Perlahan untuk terbuka dan bersikap jujur.

Kalian dapat menceritakan keluh kesah selama menghadapi trust issue bersama orang terdekat terlebih dahulu. Karena dengan begitu, perlahan kalian akan mendapatkan support system yang akan mendengarkan dan memberikan saran atas apa yang kalian keluhkan. Akan tetapi, kalian harus menceritakan itu secara jujur. Jangan semata-mata hanya untuk mengetes kepercayaan seseorang. Tidak masalah, apabila tidak mau terbuka secara langsung, tetapi cobalah sedikit demi sedikit karena lambat laun akan terbiasa.

  1. Belajar untuk percaya pada seseorang yang ada di sekitar.

Kalian harus yakin bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, serta memiliki kesalahan. Tidak ada yang luput dari kesalahan. Belajarlah untuk menerima dan percaya pada orang lain, minimal orang yang ada di sekitar kalian sendiri. Buanglah spekulasi bahwa orang tersebut akan mengecewakan, mengkhianati, atau menyakiti kita. Jangan sampai pikiran itu terus menguasai diri hingga masa tua kelak. Ingat bahwa semua orang memiliki kemungkinan untuk mengecewakan dan dikecewakan, begitu pun dengan kita sendiri. Maka dari itu, jangan heran dan jangan takut bilamana meletakkan rasa percaya pada seseorang tidak dapat terhindar dari perasaan dikecewakan.

  1. Belajar untuk memaafkan orang lain dan diri sendiri.

Saat dalam proses untuk memercayai kembali dan proses melupakan masa lampau akibat trust issue, ada satu yang penting yang terlewatkan, yakni memaafkan diri sendiri dan orang yang pernah terlibat. Manusia kerap sulit untuk keluar dari situasi dan kondisi yang kurang menenteramkan karena salah satunya belum memaafkan diri sendiri.

Memang tidak mudah untuk mengatasinya. tetapi mungkin kita bisa mulai mengatasinya dengan lebih membuka mata, hati, dan pikiran kita. dan mengubah mind-set kita menjadi, kalau tiap orang itu tidak selalu sama seperti itu kok. dan lebih lengkapnya menurut artikel Insan-Q, trust issue dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut:

  1. Terima risiko yang timbul karena belajar memercayai lagi. Tidak ada yang sempurna, kita bias saja mengecewakan orang. Oleh karena itu, menempatkan kepercayaan pada seseorang tidak dapat disangkal akan menyebabkan dikecewakan di beberapa titik atau lainnya.
  2. Pelajari cara kerja kepercayaan. Kepercayaan tidak harus diberikan dengan bebas. Tidak apa-apa menunggu orang mendapatkannya sebelum memutuskan dapat meng lkan mereka.
  3. Ambil risiko emosional. harus melompat terlebih dahulu; biarkan diri menjadi rentan dan berisiko dikecewakan untuk menciptakan hubungan yang sehat lagi.
  4. Hadapi ketakutan dan perasaan negatif lainnya yang dibangun di sekitar kepercayaan. Sangat penting bagi untuk mengakui pada diri sendiri mengapa takut dan apa yang takuti, sehingga dapat mencoba untuk melanjutkan.
  5. Coba dan percaya lagi. Jika gagal dan kembali ke kecenderungan tidak percaya, coba lagi. Percaya lagi. Tetaplah menempatkan diri di luar sana.
Sumber

https://insanq.co.id/artikel/psikologi-trust-issues-gejala-penyebab-dan-cara-mengatasinya/