Bagaimana cara mengatasi trust issue?

Pernah denger istilah “ trust issue ?” Kita semua mungkin pernah disakiti sama orang lain. Dikhianati dan dibohongi oleh orang yang kita percaya banget. Dan ini bisa dilakuin sama siapapun, mungkin sama orang tua, pacar, sahabat, atau rekan kerja. Banyak lah dari kita yang mungkin pernah ngerasain kejadian yang bikin kita malah jadi susah percaya orang.

Pastinya sakit ketika rasanya udah percaya sama orang, malah dikhianati. Udah deal sama sesuatu, deal-nya berubah-ubah terus. Jadinya, kita yang udah menginvestasikan waktu dan tenaga malah dikecewain. Sampai akhirnya, kadang kita juga jadi capek dan memutuskan buat gak percaya lagi.

Simpelnya, trust issue itu nggak percayaan sama orang. Orang yang punya trust issue cenderung punya pandangan yang pesimistis terhadap manusia. Mereka selalu beranggapan bahwa orang punya niatan buruk sama dia. Meskipun pada realitanya, sebenarnya ya orang tuh nggak selalu punya niatan buruk.

Kenapa orang bisa trust issue ? biasanya, penderita trust issue itu punya pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya. Atau, bisa jadi trust issue- nya disebabkan oleh rasa takut dan trauma. khirnya mereka memilih langkah sederhana, yaitu langkah buat yaudah nggak usah percaya lagi aja sama orang untuk menghindari rasa sakit dan kekecewaan yang kerasa negatif banget buat dia.

Apakah temen-temen di sini ada saran untuk mengatasi trust issue ?

2 Likes

Aku sebagai orang yang pernah mengalami trust issue ini, cara aku meminimalisirnya itu pelan pelan banget dan emang butuh waktu lama banget. Ketika aku perlahan mulai mempercayai orang, aku belajar nggak naruh ekspektasi lebih terhadap orang tersebut. Mempelajari segala risiko yang akan terjadi dan menerima itu semua. Berat sih, tapi ya emang hidup seperti itu. Namanya manusia, tidak ada yang sempurna, kita sendiri pun bisa juga mengecewakan orang lain. Jadi kecewa itu pasti sih, dan kita harus siap menerima kekecewaan itu. Fokusnya bagaimana kita bisa merespon hal negatif itu menjadi hal positif untuk diri kita sendiri…

Kalaupun emang sekiranya dari diri kita sendiri tidak bisa mengatasinya, boleh kok mengunjungi psikolog untuk terapi. Dengan terapi itu membantu kita untuk bisa menumbuhkan rasa percaya pada orang lain, bisa mengidentifikasi dan menangani dengan benar.

Karena menurutku kepercayaan itu sangat penting ya, apalagi kita makhluk sosial. Kita tidak bisa bekerja sendiri dan bergantung kepada diri sendiri untuk mengurus segala hal. Intinya jangan takut untuk mencoba percaya lagi tetapi tetap harus selektif. JIka gagal, coba lagi, gagal, coba lagi. Semua memang butuh waktu kok. Waktu akan menyembuhkanmu!

Semangat! :smiling_face_with_three_hearts:

1 Like

Argumentasi saya terkait Bagaimana Cara Mengatasi Trust Issue?.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan; antara lain :

  1. Terima risiko yang timbul karena belajar memercayai lagi. Tidak ada yang sempurna, kita bias saja mengecewakan orang. Oleh karena itu, menempatkan kepercayaan pada seseorang tidak dapat disangkal akan menyebabkan dikecewakan di beberapa titik atau lainnya.

  2. Pelajari cara kerja kepercayaan. Kepercayaan tidak harus diberikan dengan bebas. Tidak apa-apa menunggu orang mendapatkannya sebelum memutuskan dapat meng lkan mereka.

  3. Ambil risiko emosional. harus melompat terlebih dahulu; biarkan diri menjadi rentan dan berisiko dikecewakan untuk menciptakan hubungan yang sehat lagi.

  4. Hadapi ketakutan dan perasaan negatif lainnya yang dibangun di sekitar kepercayaan. Sangat penting bagi untuk mengakui pada diri sendiri mengapa takut dan apa yang takuti, sehingga dapat mencoba untuk melanjutkan.

  5. Coba dan percaya lagi. Jika gagal dan kembali ke kecenderungan tidak percaya, coba lagi. Percaya lagi. Tetaplah menempatkan diri di luar sana.

1 Like

Benar banget kalau setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya susah buat percaya sama orang lain, karena beberapa faktor yang mungkin bisa aja berkaitan dengan pengalaman atau memori dalam diri nya yang tidak menyenangkan dan juga dapat berpengaruh ke psikologisnya. Karena itu muncul krisis kepercayaan terjadi sebab kita sulit atau sama sekali tidak percaya terhadap orang lain.

Hal terpenting untuk mengatasi trust issue adalah dengan menyadarinya dan juga bisa diminimalisir dengan cara komunikasi asertif atau gaya berkomunikasi yang lugas dan jujur dengan tetap menghargai perasaan orang lain atau dengan kata lain win-win solution. Memang tidak mudah untuk menjalaninya karena pasti masih ada ketakutan dalam diri, dan tidak bisa dihiraukan juga kalau pasti tetap ada kemungkinan kita akan berhadapan kembali dengan pengalaman yang menyakitkan lagi ya itu memang sebuah risiko. Tapi, ingatlah bahwa di antara orang yang menyakiti kita, pasti lebih banyak lagi orang-orang yang menyayangi kita bukan?

Aku pribadi pernah mengalami trust issue, bahkan kayanya sampai saat ini aku masih merasa seperti itu. Trust issue muncul ketika aku dikhianati oleh orang lain yang sejak awal aku percaya sehingga akhirnya menimbulkan rasa ga mudah untuk percaya lagi sama orang lain. Bahkan ya udah sulit banget.
Berdasarkan pengalaman aku, caraku untuk bisa percaya lagi sama orang lain itu dengan mengubah mindset aku dan menetapkan fikiran bahwa ga semua orang itu gabisa dipercaya. Ya, memang sulit untuk dilakuinnya dan butuh waktu yang lama. Tapi aku sadar kalau kita gabisa terus-terusan di fase itu, karena bukan hanya ngerugiin diri sendiri tapi juga orang lain. Dan yang lebih penting menurutku itu kita harus lebih hati-hati sama orang lain yang ingin masuk kedalam hidup kita.

Bagaimana cara mengatasi gejala emosional seperti trust issue?

Hal pertama yang harus diingat adalah tentu proses ini membutuhkan waktu yang panjang, jadi tidak perlu memaksa dirimu terlalu keras. Sering-seringlah meyakinkan dirimu bahwa tidak semua orang bermaksud menyakiti atau mengkhianatimu, masih banyak orang di luar sana (yang mungkin belum pernah kamu temui) yang bermaksud baik padamu. Selain itu, untuk meminimalisir munculnya trust issue dengan orang yang baru kamu temui, cobalah untuk tidak menaruh ekspektasi berlebihan pada orang tersebut karena biasanya yang menyebabkan trust issue adalah kepercayaan yang terlalu dalam kepada seseorang.

Referensi:

Learning How To Overcome Trust Issues | Everyday Health
10 Signs You Have Trust Issues and How to Begin Healing?

Aku pernah dengar sebuah ungkapan bahwa kepercayaan itu seperti secarik kertas. Saat kertas tersebut lecek atau sobek karena sesuatu, maka kertas tersebut gak akan bisa balik lagi seperti semula. Trust issue merupakan masalah serius yang sering dialamin orang-orang karena mungkin adanya pengalaman yang buruk di masa lampau. Menurutku, cara untuk mengatasi trust issue adalah terbuka dengan orang-orang baru, namun dengan catatan untuk melihat “track record” nya dengan setidaknya meminta “testimoni” pada kenalannya, kemudian juga yakinkan ke diri sendiri bahwa masih banyak orang diluar sana yang memiliki tabiat baik dan tidak memiliki tendensi untuk merusak kepercayaan, dan yang terpenting adalah jangan menaruh kepercayaan atau ekspektasi yang berlebihan kepada seseorang.

mendekatkan diri kepada tuhan, membaca buku sejarah karena dari zaman dulu udah ada orang yang baik dan jahat. jadi setiap orang tidak bisa disamaratakan. mengikuti circle yang positif dan membangun. ya susah sih sebenernya membangun kepercayaan diri untuk menjauhi trust issue. tapi ingat kalimat ini “wanita baik diperuntukkan pria yang baik. wanita yang buruk diperuntukkan pria yang buruk” jadi, mari kita menjadi sebaik-baiknya wanita :slight_smile:

Trust issue yang saya tahu bisa datang dari sebuah pengalaman buruk dimasa lalu. Bisa dari trauma masa kecil ataupun penghianatan yang disaksikan oleh mata kepala sendiri.
Untuk cara mengatasinya, saya pribadi selalu berpikir bahwa saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa, jika pada suatu saat orang yang saya percaya tersebut menyakiti saya, maka itu adalah salahnya. Salahnya yang tidak dapat melihat kesungguhan hati oranglain. Cara lain dengan berkomunikasi juga dapat digunakan, sehingga tidak aka nada yang namanya salah paham, disini penting untuk saling terbuka dan mengatakan segala yang mengganjal. Jikalau pada hari kedepannya, yang dikatakannya tidak sesuai dengan tindakannya, let them be. Manusia berubah. Mungkin ada satu dua hal yang luput dari pandanganmu sehingga membuatnya berubah dan tindakannya tidak lagi sesuai dengan perkataannya dahulu.

Saranku untuk mengatasi trust issue ini yaitu

  1. Tetap berbaik sangka kepada orang lain supaya hidup ini jadi tenang dan damai
  2. Jangan berkespetasi terlalu besar kepada orang lain karena semua orang berpeluang untuk melakukan kesalahan
  3. Sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna di dunia ini, sekali lagi kita sendiri juga pernah melakukan kesalahan.
  4. Memaafkan kesalahan orang lain walaupun sulit
  5. Jangan takut untuk membangun relasi karena dengan relasi yang banyak akan membuka berbagai sudut pandang sehingga pemikiran kita semakin bijak

aku pribadi pernah mengalami trust issue yang diakibatkan oleh pengalaman ku ketika menjalani sebuah hubungan dengan jangka waktu tahunan. bermula dari kebohongan yang dilakukan kepadaku membuat rasa percaya aku terhadap orang lain tentunya semakin menghilang seiring berjalannya waktu. Hilangnya kepercayaan tidak hanya berimbas pada pelaku kebohongan saja, melainkan juga orang lain di sekitar.
jujur saja, untuk mengembalikan rasa kepercayaan ini memakan waktu dan proses yang lumayan lama. tapi hal yang pertama kali aku lakukan adalah mencoba berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu. seperti, menegaskan pada diri sendiri bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. kita yang selalu jujur belum tentu akan mendapatkan perlakuan serupa dari orang lain. lalu yang selanjutnya mengubah mindset bahwa gak semua orang akan melakukan kebohongan di kehidupanmu, gak semua orang sama seperti orang yang sudah mengecewakanmu, masih ada orang baik yang akan memperlakukanmu dengan baik seperti apa yang kamu lakukan kepadanya. tapi bukan berarti kita harus jadi mudah percaya pada orang lain, melainkan hanya mencoba percaya pada orang baru dengan cara yang lebih hati-hati.

1 Like

Aku setuju karena aku pun pernah mengalaminya. Saat itu, aku menyakinkan diriku sendiri bahwa masih ada orang baik di luar sana. :slight_smile:

Susah banget untuk ngatasin trust issue apalagi kalo itu karena trauma kita di masa lalu. Menurut aku take your time aja, jangan paksa diri kita untuk ngilangin rasa itu karena semakin kita keras ke diri kita yang ada kita makin terluka. Time will heal, pasti akan ada saatnya kita bisa nerima dan ngatasin trust issue itu nanti.

Trust issue terjadi karena adanya masalah kepercayaan terhadap temen,keluarga atau orang yang kita sayang yang membuat kita kecewa dan marah bahkan membuat kita trauma dan selalu berhati-hati menceritakan apapun kepada seseorang.

Pengalaman yang tidak mengenakan seperti ini pasti sulit di terima oleh kita yang mengalami trust issues tapi seiring berjalannya waktu kita harus menerima masa lalu kita. Kalau kita tidak berubah dan stuck disitu aja kita ga bisa melawan realita yang ada.

Dalam sebuah hubungan “trust” atau kepercayaan merupakan fondasi yang utama. Jika kita menjalani hubungan tanpa adanya unsur kepercayaan, maka akan sulit untuk mempertahankan hubungan yang kita bangun. Namun tidak sedikit orang yang mengalami permasalahan dalam menjalin kepercayaan dalam hubungan, atau yang lebih kita kenal dengan istilah trust issue. Untuk mengatasinya, harus dimulai dengan solusi yang sederhana yakni komunikasi. Kita bisa komunikasikan akar masalah kepada partner kita dan temukan solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak. Selain itu, komitmen merupakan hal yang penting. Komitmen dibutuhkan untuk membangun hubungan dan menyelesaikan masalah ini, Dengan melakukan hal-hal sederhana itu, niscahya permasalahan trust issue yang dimiliki akan dapat diatasi tanpa halangan.

Aku sendiri juga pernah sih ngalamin trust issue ini, dimana orang yang aku percaya tiba-tiba langsung mengkhianati gitu, dan sakit hatinya tuh parang banget, dan aku nganggep kayak semua orang itu gak bisa dipercaya, dan cuma ada maksud tertentu doang dari mereka. Kita boleh mempercayai orang lain akan tetapi kita juga harus waspada artinya jangan ngelepasin kepercayaan itu 100%. atau gak minimal kita harus memahami karakteristik dari orang itu.
Dan untuk tips mengatasi trust issue ini dari aku adalah reflesikan pengalam buruk dan coba untuk belajar mengikhlaskan, dan belajar dari pengalaman.

Jujur, sampai sekarangpun aku masih mengalami trust issues, dan hal ini muncul pun juga karena orang-orang terdekatku. Di saat ada orang yang mendekat, langsung muncul di pikiranku, “pasti orang ini gak tulus.”, dan sebagainya, yang justru malah (sebenarnya) secara tidak langsung, menyakiti pikiranku sendiri. Aku pun juga sedang berjuang untuk bisa menerima orang-orang baru, dan menghindari mindset yang buruk tsb. Tentunya juga, tanpa berekspetasi yang lebih.

Ada beberapa cara untuk mengatasi trust issue seperti:

  1. Pertama, refleksikan pengalaman buruk dan belajar mengikhlaskannya
  2. Kedua, move on
  3. Terakhir, belajarlah dari pengalaman.

Susah kalau sudah masuk kondisi seperti ini. Apalagi seperti saya yang terbilang masih labil dan emosional.

Menurut saya, ada beberapa hal untuk mengatasi ini. Pertama, menggunakan sistem “analisator” ketika bertemu seseorang yang masih baru atau siapapun yang memang mencurigakan. Kadang kita memang harus berlagak seperti detektif agar tidak tenggelam dalam tipuan. Kedua, tidak mudah membeberkan rahasia yang tidak perlu diungkapkan. Bisa jadi, rahasia itu adalah titik lemahmu dan bisa membuatmu jadi objek tipuan Mungkin kedua itu bisa jadi patokan agar trust issue tidak makin parah.

Menurut pandangan saya untuk mengatasi trust issue adalah dengan memiliki banyak perspektif dalam memandang suatu hal. Tidak selalu yang kita yakini buruk maka akan berakhir buruk, begitupun sebaliknya. Kemudian agar tidak mengalami trust issue berkepanjangan adalah dengan berusaha sembuh dari trauma tersebut, dengan cara healing diri sendiri dan mengambil pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalaman tersebut, maka secara perlahan kita akan ikhlas dan trust issue tersebut akan mereda.