Bagaimana Cara Mengahadapi Pelajaran yang Tidak Disukai ?

Mengahadapi Pelajaran yang Tidak Disukai

Sebagai pelajar kita memiliki kewajiban untuk belajar dan menuntut ilmu. Pernahkah kalian para pelajar menemukan kesulitan dalam memahami suatu pelajaran? Apa yang kalian lakukan apabila menemukan salah satu mata pelajaran yang tidak kalian sukai itu? Apakah kalian akan belajar lebih keras lagi atau justru membenci atau semakin tidak menyukai mata pelajaran itu? Hal-hal inilah yang dialami hampir semua pelajar.

Bagaimana Cara Mengahadapi Pelajaran yang Tidak Disukai ?

Setiap mahasiswa pasti memiliki pelajaran yang tidak disukai ataupun pelajaran yang menurut kita sangat sulit untuk dimengerti. Kebanyakan mahasiswa justru menghindari hal tersebut. Padahal sebenarnya lebih baik bila kita mengatasinya terlebih dahulu.

Seperti contohnya waktu luang bisa kita gunakan untuk mengejar materi yang ketinggalan sehingga mendapat nilai yang bagus. Beberapa cara lainnya adalah :

1. Mengetahui Masalahnya

Jika kita bisa menyukai dan sukses di satu pelajaran, maka sebenarnya kita pasti bisa mempelajari dan sukses di pelajaran lainnya. Mungkin hanya saja cara belajar kita yang salah, sehingga kita beranggapan bahwa kita tidak bisa dan tidak menyukai pelajaran tersebut. Yang harus kita lakukan pertama adalah mengetahui sebab mengapa kita tidak menyukai pelajaran tersebut.

Secara umum, biasanya dikarenakan kita tidak mengerti konsep dasar dari pelajaran tersebut, sulit untuk menerima banyak informasi baru sekaligus, dan tidak dapat menerapkan pengetahuan kita di dalam suatu pekerjaan ataupun tugas. Dengan kita mengetahui permasalahannya kita bisa memulai untuk mencari solusinya.

2. Bicaralah dengan Dosen/Pengajar

Kita bisa meminta pendapat pengajar tentang progress kita, karena merekalah yang bisa memberitahu apa yang harus kita tingkatkan secara spesifik. Jika kita bertanya kepada pengajar, mereka bisa memberitahu tentang hal-hal yang sekalipun tidak pernah terfikirkan oleh kita.

Pengajar kita juga bisa membantu dengan memberika tugas tambahan, menyarankan kita untuk melakukan sesuatu, memberitahu refrensi buku yang bisa dipelajari, ataupun website yang bisa digunakan untuk belajar.

3. Memahami Konsep Dasar

Ada beberapa cara untuk memahami konsep dasar dengan mudah. Seperti contohnya kita bisa menjelaskan konsep tersebut kepada orang lain, karena jika kita hanya membaca ataupun mendengar penjelasan orang lain kita akan mudah terganggu ataupun mudah menyerah saat kita menemukan sesuatu yang sulit. Sedangkan jika kita menjelaskan suatu konsep kepada orang lain, hal tersebut memaksa kita untuk memproses suatu informasi dan membuat kita berfikir.

Selain itu yang bisa kita lakukan adalah mengulang semua dan memulainya dari awal. Mungkin hal tersebut akan membosankan dan akan mengambil banyak waktu, tetapi jika kita memulai dari awal dan memastikan bahwa kita memahami setiap langkah dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit maka pasti akan mempermudah pelajaran kedepannya.

4. Menentukan Cara Belajar yang Sesuai

Didalam beberapa bidang studi pasti ada bagian yang harus banyak kita hafal. Untuk mempermudah kita menghafal ada banyak cara-cara kreatif yang bisa kita lakukan. Beberapa contohnya antara lain adalah membuat hafalan dalam bentuk diagram ataupun gambar, merekam suara kita saat sedang menjelaskan suatu pelajaran lalu mendengarnya lagi, dan untuk beberapa orang mungkin menghafal sambil bergerak akan membantu mereka lebih mudah menghafal.

5. Mendapat Nilai Ujian yang Memuaskan

Seberapa banyak informasi yang kita ketahui dan seberapa lamapun kita belajar, jika kita tidak pernah mengerjakan latihan-latihan soal ujian maka kemungkinan besar akan sulit untuk kita menjawab soal-soal ujian. Rajin mengerjakan latihan-latihan soal ujian akan membantu kita terbiasa dengan soal-soal ujian dan jenis pertanyaan yang banyak muncul dalam ujian.

6. Mulailah dari Sekarang

Untuk menjadi lebih baik di pelajaran yang tidak kita sukai ataupun di pelajaran yang menurut kita sangat sulit untuk dimengerti tidak akan terjadi dalam sehari ataupun secara instan. Hal tersebut butuh perjuangan, dan perjuangan itu memakan waktu yang cukup lama. Tetapi hal tersebut akan menguntungkan bagi diri kita sendiri. Nantinya kita akan merasa bahwa pelajaran tersebut lebih mudah dan akhirnya mendapatkan nilai ujian yang memuaskan. Jadi lebih baik untuk memulai dari sekarang.

Sumber :
sumber : https://www.oxford-royale.co.uk/articles/nightmare-subjects.html

Kita pasti memiliki sesuatu hal yang tidak disukai namun harus tetap dijalani. Semua orang pasti mengalami itu, lalu bagaimana cara mengatasinya? Mari kita hadapi itu. Ada sesuatu yang anda benci. Terlepas dari kebencian itu, anda harus tetap melewati semuanya untuk maju terutama di sekolah atau perkuliahan.

Sebenarnya sama sekali tidak ada yang salah dengan hal itu. Sebenarnya, jika anda bisa membedakan mana hal yang anda sukai dan mana hal yang tidak anda sukai adalah pertanda baik. Ini mungkin terdengar aneh, banyak siswa ataupun mahasiswa membenci suatu hal secara membabi buta.

Sayangnya, membenci sesuatu akan menimbulkan berbagai masalah. Anda tidak bisa mempelajari topic yang anda benci semudah mempelajari topic yang anda sukai. Otak anda dirancang untuk mengingat hal-hal yang penting bagi anda, jika anda membenci sesuatu maka otak dengan otomatis tidak akan mudah untuk mengingat hal tersebut karena tanpa sadar anda mengganggap hal itu tidak penting. Jadi

apa yang harus dilakukan?

1. Belajarlah untuk menyukai topic yang anda benci walaupun diawali dengan berpura-pura

Kita pasti sering mendengar nasihat dari setiap gur atau dosen untuk mengingat atau mempelajari semua yang diajarkannya karena itu akan sangat berguna. Mereka akan mengatakan betapa hebatnya pokok bahasan tersebut dan mencoba meyakinkan bahwa itu penting secara logis. Itu sebenarnya bukan masalah serius yang kita alami.

Misalnya saja saya membenci matematika, dan itu adalah hal penting. Namun, sebagian besar pekerjaan di dunia ini menggunakan matematika, tapi tetap saja di alam bawah sadar saya membencinya. Logika bukanlah solusi untuk membenci sesuatu karena kemungkinan, keputusan anda untuk membencinya tidak masuk akal.

Mungkin cara termudah adalah dengan “berpura-pura” menyukai subjek tersebut. Dengan cara itu anda akan bisa menyukai subjek tersebut sedikit demi sedikit tanpa harus berpura-pura lagi.

2. Carilah alasan untuk anda menyukai subjek yang anda benci

Cintai subjek untuk apa yang ingin anda lakukan dengan hal tersebut. Misalnya saja saya membenci matematika, namun saya menyukai pemrograman. Saya tidak akan mungkin sukses dalam pemrograman tersebut jika saya tetap membenci matematika.

Jika anda menyukai subjek lain yang berkaitan dengan subjek yang anda benci, maka berusahalah menghilangkan kebencian itu, maka perlahan-lahan anda akan merasa bahwa subjek yang anda benci tersebut akan terasa menyenangkan karena anda menyukai subjek lain yang berkaitan dengan yang anda benci tersebut.

Sebenarnya sulit menemukan alasan relevan secara pribadi untuk menikmati subjek, tapi ini adalah salah satu alasan yang cukup kuat yang dapatanda coba.

3. Bereksperimen dengan mencari sumber lain.

Ini adalah salah satu ilihan yang cukup kuat untuk anda. Terkadang seorang siswa atau mahasiswa membenci suatu topic hanya karena cara guru atau dosen yang menjelaskan topic tersebut tidak menyenangkan. Jika anda bergantung pada pengajar saja, anda tidak akan dapat mengetahui cara belajar yang cocok dengan anda.

Jika anda tidak mencoba mempelajari dengan cara sendiri, tidak mengherankan jika anda tidak menyukai topic tersebut. Jika anda tidak menyukai suatu topic, carilah sumber lain yang dapat menjelaskan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dimengerti walaupun diluar lingkungan sekolah.

Misalnya, jika anda tidak menyukai kelas sejarah karena membosankan, anda bisa menemukan sumber sejarah yang bisa menjelaskan dengan cara yang jauh lebih menyenangkan seperti di internet, bahkan itu bukan satu-satunya jalan. Ada komik, novel grafis, lagu dan hal lain nya yang bisa menjadi sumber yang dipercaya. Belajar sejarah tidak hanya harus menjadi ceramah yang membosankan.

4. Meminimalisir dan prioritas

Bila anda benar memprioritaskan kelas anda, anda dapat menghilangkan sebagian besar tantangan yang anda hadapi dengan subjek yang anda benci. Alih-alih harus selalu berusaha keras, anda aan belajar utnuk melakukan sedikit usaha sambil tetap mendapat nilai yang menurut anda aman.

5. Rencana aksi

Prioritaskan segala sesuatau sebelum anda mencoba dan memecahkan subjek masalah yang anda benci. Dengan memprioritaskan kelas anda, anda akan mengetahui seberapastres yang harus anda selesaikan dalam memecahkan masalah ini.

Hilangkan dulu sementara subjek yang belum anda perlukan. Anda tidak perlu mencintai sebuah subjek jika anda memiliki sebuah subjek penting yang harus diselesaikan. Setelah memprioritaskan, cobalah untuk mencari batas minimum yang dapat anda kerjakan sambil tetap mengerjakan subjek tersebut sampai anda merasa puas dengan hasilnya.

Setelah itu anda perlu mencari sumber baru untuk menyelesaikan masalah kebencian anda terhadap suatu subjek. Anda ahrus berfikir bahwa apa yang anda hadapi leih baik dari pada yang dihadapi orang lain. Carilah sumber informasi yang menggunakan sesuatu yang anda sukai. Jika anda berusaha cukup keras, anda akan menemukan sumber itu. Sumbernya tidak harus berhubungan sempurna dengan subjek, hanya saja harus terkait erat.

Akhirnya, anda dapat menemukan alasan relevan secara pribadi untuk menikmati pelajaran ini. Ini bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sebenarnya hal itu tidak akan terjadi, anda tidak perlu mencarinya secara aktif, hanya saja ingatlah bawa anda menarinya. Jika anda memiliki ide baru, maka temukanlah jalan dari ide tersebut. Bagian terbaik dari itu adalah memungkinkan anda menjelajahi berbagai hal yang benar-benar anda nikmati.

Sumber : http://howtostudyfaster.blogspot.co.id/2014/12/how-to-study-subjects-you-hate.html

Kurikulum sekolah dirancang untuk mengajar siswa berbagai topik pelajaran.Hal itu untuk mempersiapkan mereka untuk kehidupan di luar sekolah. Sayangnya, pasti ada beberapa topik yang Anda sukai dan tidak Anda sukai.

Belajar mengatasi masalah tersebut adalah bagian penting dari pengembangan diri Anda. Anda dapat melakukan ini dengan mengubah kebiasaan belajar Anda dan menggunakan alat motivasi untuk mengubah pendekatan Anda terhadap mata pelajaran yang tidak Anda sukai.

Mengubah Pendekatan Anda ke Subjek yang Tidak Anda sukai


1. Kontekstualisasikan subjek.

Duduklah dan tanyakan pada diri Anda mengapa Anda tidak menyukai topik ini. Bila Anda dapat mengidentifikasi apa yang tidak Anda sukai dari suatu mata pelajaran, Anda dapat dengan mudah mengatasi masalah ini.
Tanyakan pada diri Anda mengapa Anda mengalami masalah dengan subjek atau kelas ini. Apakah karena Anda tidak mengerti konsep tertentu? Apakah Anda tidak menyukai instruktur atau teman sekelas Anda? Apakah kamu bosan?

2. Mengurangi kebosanan kelas.

Jika Anda bosan belajar di dalam kelas, cari cara lain untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang mata pelajaran yang tidak Anda sukai. Misalnya, mintalah Guru/Dosen literatur materi yang dapat Anda baca dan gunakan di luar kelas.

Cobalah belajar dengan seorang teman yang tertarik dan senang belajar tentang mata pelajaran yang tidak Anda sukai.

3. Kenali pentingnya mata pelajaran tersebut.

Kurikulum sekolah dirancang untuk mengajarkan cakupan topik yang luas, namun setiap mata pelajaran yang Anda pelajari penting dalam beberapa hal.
Ketika kita mengidentifikasi pentingnya suatu mata pelajaran, kita cenderung meluangkan waktu untuk mempelajari pokok bahasan dan konsepnya. Misalnya, jika Anda tidak menyukai bahasa Inggris, pahami bahwa mempelajari bahasa Inggris adalah cara yang bagus untuk memperbaiki keterampilan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

4. Carilah hal-hal yang Anda sukai dari pelajaran tersebut.

Dengan berfokus pada aspek positif dari suatu mata pelajaran, Anda dapat mengubah cara belajar Anda dan mulai mempelajari pejaran tersebut. Misalnya, jika Anda sedang belajar bahasa Inggris, cari buku dan surat kabar berbahasa Inggris untuk dibaca, dan tulis laporan tentang hal itu dengan topik yang Anda sukai, seperti sejarah atau seni.

Mulai Mempelajari Subjek yang Tidak Anda sukai


1. Buat rencana tindakan.

Seringkali, kita tidak menyukai subjek tertentu karena kita tidak tertarik untuk mempelajari pokok bahasan yang dibahas. Ketika kita mencoba mengatasi ketidaksukaan suatu mata pelajaran, kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa kita masih harus mempelajari hal tersebut
Rencana dan tindakan pada dasarnya adalah sebuah cara untuk memastikan bahwa Anda akan lulus dan menyelesaikan semua pekerjaan Anda. Sementara mengubah perasaan Anda tentang subjek mungkin memerlukan waktu, Anda harus terus mengikuti silabus kelas dan menyelesaikan apa yang telah Anda tetapkan.

2. Insentif dalam belajar.

Bila Anda memberi insentif melakukan tugas yang tidak Anda sukai, Anda memotivasi diri Anda untuk menyelesaikannya. Para ekonom berpendapat bahwa insentif yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak usaha dan tingkat kinerja yang lebih tinggi.

Insentif tidak perlu bersifat material atau moneter. Insentif intrinsik, atau insentif yang datang dari dalam diri, juga memotivasi. Contoh insentif intrinsik akan menjadi perasaan positif yang Anda dapatkan saat menerima nilai bagus yang mendorong Anda bekerja keras pada tugas berikutnya.

3. Kaitkan subjek dengan sesuatu yang Anda sukai.

Jika Anda memberi insentif kepada diri Anda untuk mempelajari topik ini, cobalah untuk menarik asosiasi positif dari subjek yang Anda tidak sukai dengan sesuatu yang Anda sukai. Suasana hati yang positif dapat membantu otak Anda berpikir lebih kreatif dan membantu kemampuan mengingat.

Bila Anda secara konsisten memberi insentif pada diri Anda dan memotivasi diri Anda untuk mempelajari topik yang tidak Anda sukai, Anda akan mulai mengasosiasikan subjek dengan hal-hal positif yang Anda sukai. Misalnya, jika Anda memperlakukan diri Anda dengan camilan favorit Anda setelah mempelajari subjek yang tidak Anda sukai, akhirnya Anda dapat mengasosiasikan belajar dengan perasaan senang yang Anda dapatkan saat memiliki makanan favorit Anda.

4. Kenali gaya belajar Anda.

Gaya belajar Anda mengacu pada cara Anda mempelajari hal-hal yang terbaik, dan Anda dapat menggunakan gaya Anda untuk mencoba berbagai metode belajar untuk mendapatkan hasil terbaik. Setelah Anda mengidentifikasi apa gaya belajar Anda, Anda dapat bereksperimen dengannya.

Ada sejumlah gaya belajar yang berbeda, dan orang dapat memiliki gaya belajar yang berbeda untuk mata pelajaran yang berbeda. Bekerja dengan instruktur atau konselor sekolah untuk mengidentifikasi gaya belajar Anda, jika Anda belum tahu gaya belajar Anda sebelumnya.