Bagaimana cara menerapkan algoritma pada sebuah teknologi?

menurut anda bagaimana cara agar kita bisa menerapkan algoritma pada suatu teknologi agar manfaatnya bisa kita rasakan sepenuhnya

Algoritma memegang peranan penting pada kehidupan ini. Kita bisa membuat cara paling efektif untuk melakukan suatu hal. Dan juga algoritma bisa diterapkan mulai dari pemrosesan hal sederhana sampai hal yang rumit sekalipun. Jika algoritma diterapkan pada teknologi maka akan berpotensi menghasilkan output yang efisien serta minimal akan error sehingga teknologi bisa diterapkan dengan maksimal.

Dalam hal ini, saya mengambil contoh penerapannya pada bidang IT. Hal ini karena tingginya perkembangan IT saat ini bisa dikatakan jauh lebih cepat daripada bidang lainnya. Beberapa paparan yang bisa berikan yaitu:

  1. Program menjadi teratur
    Dengan menerapkan algoritma pada sebuah program IT akan memberikan efek positif. Hal ini dikarenakan algoritma merupakan langkah langkah logis yang harus dikerjakan sehingga program kita akan menjadi lebih teratur selama mengikuti algoritma yang telah kita rancang sebelumnya.

image

  1. Proteksi
    Dengan algoritma kita bisa memberikan proteksi lebih pada program yang kita buat. Kita hanya perlu menutup celah celah yang ada program kita, terutama pada informasi pribadi. Dengan algorittma kita bisa memeriksa bagian tersebut secara menyeluruh sehingga program kita akan terproteksi.

  1. Melindungi password
    Password merupakan hal yang penting bagi kita, karena dengan password kita bisa melindungi akun online milik kita. Namun pasti ada saja orang yang berniat buruk sehingga berusaha membobol password akun milik kita. Dengan menerapkan algoritma, kita bisa membuat password kita menjadi lebih aman. Salah satu caranya adalah merubah password tersebut secara berkala selama periode tertentu serta dalam pengubahannya kita perlu menerapkan algoritma.

Berdasarkan data diatas, algoritma bisa memberikan banyak manfaat pada bidang IT. Dan bukan hanya bidang IT juga, namun selama kita bisa mengolah algoritma dan menerapkannya maka masalah pada semua bidang bisa terminimalisir dan mungkin bahkan bisa terselesaikan dengan sempurna.

Sumber :

Algoritma sangat penting dalam kaitannya dengan pemrograman. Karena selain berguna untuk menyelesaikan masalah komputasi pengurutan data, algoritma juga dipakai untuk memecahkan masalah lain yang lebih kompleks. Banyak permasalahan di kehidupan sehari-hari yang dapat dipecahkan dengan algoritma.

Penerapan algoritma dalam sebuah teknologi sangatlah penting. Karena dengan algoritma yang baik kita dapat menghasilkan sebuah program yang lebih efisien dari segi waktu dan hasil yang ingin dicapai. Salah satu contoh penerapan algoritma dalam sebuah teknologi adalah pengidentifikasian DNA manusia yang dapat dibuat dengan algoritma.

Pengidentifikasian DNA manusia dapat dilakukan dengan menggunakan Algoritma Needleman-Wunsch. Algoritma Needleman-Wunsch merupakan perluasan algoritma pencocokan string pada teks atau barisan sebagai salah satu implementasi program dinamis. Algoritma ini merupakan salah satu algoritma yang digunakan untuk menentukan tingkat kesamaan atau kecocokan dua buah teks. Dalam bioinformatika, Algoritma Needleman-Wunsch digunakan sebagai metode untuk menjajarkan DNA. Penjajaran DNA merupakan hal yang sangat penting untuk penelitian di bidang Biologi, diantara penamfaatan penjajaran DNA adalah untuk melihat kemiripan sifat-sifat sepasang makhluk hidup.

Berikut Cara Kerja Algoritma Needleman-Wunsch

CGTGAATTCAT (urutan # 1)
GACTTAC (urutan # 2)

Panjang (dihitung dari nukleotida atau asam amino) dari urutan 1 dan urutan 2 masing-masing adalah 11 dan 7. Matriks awal dibuat dengan kolom A + 1 dan baris B + 1 (di mana A dan B sesuai dengan panjang urutan). Ditambahkan baris dan kolom ekstra, sehingga bisa sejajar dengan gap, pada awal matriks seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.

image
Gambar 1: Matriks awal

Setelah membuat matriks awal, skema penilaian harus diperkenalkan dan dapat didefinisikan pengguna dengan nilai spesifik. Skema penilaian dasar sederhana dapat diasumsikan sebagai, jika dua residu (nukleotida atau asam amino) pada posisi ke-i dan ke-j yang sama, skor yang cocok adalah 1 (S (i, j) = 1) atau jika dua residu pada posisi ke-i dan ke-j yang tidak sama, skor ketidakcocokan diasumsikan sebagai -1 (S (i, j) = -1). Nilai gap (w) diasumsikan sebagai -1.

Langkah 1 : Inisialisasi

Baris pertama dan kolom pertama dari matriks awalnya dapat diisi dengan 0. Jika nilai gap diasumsikan, nilai gap dapat ditambahkan ke baris sebelumnya dari baris atau kolom (Gambar 2).

image
Gambar 2: Inisialisasi matriks

Langkah 2 : Mengisi Matriks

Langkah kedua dan penting dari algoritma ini adalah pengisian matriks mulai dari sudut kiri atas matriks. Untuk mengetahui nilai maksimum masing-masing sel, perlu diketahui nilai disekitar (diagonal, kiri dan kanan) posisi saat ini. Dari nilai yang diasumsikan, tambahkan kecocokan atau ketidakcocokan (asumsi) skor ke nilai diagonal. Demikian pula menambah nilai gap ke nilai sekitarnya.

Dalam hal posisi matriks, penting untuk mengetahui [M (i-1, j-1) + S (i, j) , M (i, j-1) + w, M (i-1, j) + w]
Keseluruhan persamaan dapat ditunjukkan dengan cara berikut

image

Untuk mendapatkan nilai matriks posisi saat ini (posisi pertama M 1,1 ) rumus yang disebutkan di atas dapat digunakan. Residu pertama (nukleotida atau asam amino) dalam 2 urutan adalah ‘G’ dan ‘C’. Karena ketidakcocokan residu, skornya akan (S i, j = - 1) menjadi -1.

image = image
= image
= image

Skor yang diperoleh -1 ditempatkan pada posisi i, j (1,1) dari matriks penilaian. Demikian pula dengan menggunakan persamaan dan metode di atas, isi semua baris dan kolom yang tersisa. Tempatkan pointer belakang ke sel dari tempat skor maksimum diperoleh, yang merupakan pendahulu dari sel saat ini (Gambar 3).

image
Gambar 3: Matrix mengisi dengan back pointer

Langkah 3 : Menelusuri Kembali

Langkah terakhir dalam algoritma adalah menelusuri keselarasan terbaik. Dalam contoh yang disebutkan di atas, seseorang dapat melihat skor sudut kanan bawah sebagai -1. Hal penting yang perlu dicatat di sini adalah bahwa mungkin ada dua atau lebih keselarasan.

Sel saat ini dengan nilai -1 memiliki pendahulu langsung, di mana nilai maksimum yang diperoleh secara diagonal dan nilainya 0. Jika ada dua atau lebih nilai yang ada di belakang, menunjukkan bahwa ada dua atau lebih kemungkinan keselarasan.

Dengan melanjutkan jejak kembali langkah dengan metode yang didefinisikan di atas, seseorang akan mencapai ke baris ke-0, kolom ke-2 . Setelah langkah-langkah yang dijelaskan di atas, penyelarasan dua urutan sampel dapat ditemukan. Keselarasan terbaik dapat diidentifikasi dengan menggunakan skor penyelarasan maksimum (kecocokan = 5, mismatch = -1, gap = -2) yang dapat ditentukan pengguna (Gambar 4).

image
Gambar 4: Alignansi yang mungkin dengan dukungan jejak

Algoritma ini digunakan oleh sebuah kelompok riset The Human Genome Project yang telah mengidentifikasikan 100.000 gen pada DNA manusia. Mereka menyimpan informasinya dalam basis data agar dapat dianalisis di kemudian hari. Dengan menggunakan algoritma yang sangat rumit, para peneliti dapat memecahkan permasalahan di bidang kesehatan seperti penyakit kanker payudara, blood clotting, cystic fibrosis, liver, dan lainnya

sumber :
http://vlab.amrita.edu/?sub=3&brch=274&sim=1431&cnt=1

image
sumber: http://i0.wp.com/alvinputrau.student.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/sites/619/2015/07/programming-languages.png?resize=649%2C271

Kata Algoritma berasal dari kata Algorism yang berarti proses menghitung. Kata Algorism berasal dari nama penulis buku Arab terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khuwarizmi. Beliau terkenal sebagai Bapak Aljabar. Al Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Aljabar wal muqabala, yang artinya Buku Pemugaran dan Pengurangan.

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis peyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Algoritma adalah uruta logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.

Kata logis merupakan kata kunci dalam sebuah algoritma. Langkah-langkah di dalam algoritma harus logis, ini berarti hasil dari urutan langkah-langkah tersebut harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang tidak benar dapat memberikan hasil yang salah.

Pada dasarnya terdapat tiga buah struktur dasar yang menyusun suatu dasar algoritma. Ketiga struktur dasar tersebut adalah :

a. Sekuensial (runtutan)
Pada struktur sekuensial, langkah-langkah algoritma dikerjakan secara berurutan.
b. Seleksi
Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi (pengambilan kepurusan).
c. Pengulangan
Pengulangan menyatakan suatu tindakan atau langkah yang dijalankan beberapa kali.

Algoritma sangatlah membantu manusia untuk dapat melaksanakan segala hal. Terkadang tanpa disadari , manusia sebelum melakukan sesuatu menciptakan algoritma algoritma didalam pikirannya. Namun bagaimanakah penerapan algoritma pada sebuah teknologi? Berikut adalah algoritma dalam membuat sebuah handphone.

  1. Biasanya tim vendor akan melihat pasar dan melakukan survey. Mereka ndak enggan untuk beli handphone pesaing dan kemudian dipreteli untuk diliat jeroan serta teknologinya. Apalagi kalo pesaing ngeluarin handset baru yang teknologinya anyar. Nah, setelah mendapat masukan dari tim marketing maka tim desain akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan trend yang ada.

  2. Setelah tim desain menemukan ide dan konsep, maka mereka segera merancang bentuk handset atau handphone serta pembalut/kulit lapisan handphone dan fitur pengiring. Selain itu mereka juga menentukan tebal tipis yang sesuai dan ikon atau trade ponsel yang mau dibuat.

  3. Segera setelah sketsa gambar selesai dibuat maka dibuatlah ponsel-ponselan alias dummy (baca dami) alias mainan tapi ukuran sudah sesuai dengan aslinya.

  4. Hasil dummy tadi dipresentasikan kepada tim manajemen dan diuji tingkat ergonomisnya serta kesesuaian dengan pasar atau trend. Setelah itu jenis material/bahan pembuatan baru ditentukan, begitu juga dengan warna yang sesuai akan ditentukan.

  5. Lolos dari uji ergonomis maka proses produksi dimulai. Nah proses produksi ini yang menarik. Vendor ponsel seperti Nokia, Motorola dan SE tidak membuat penuh semua material atau bahan pembuatnya, so hanya chip-chip tertentu atau motherboard ponsel yang mereka buat. Sebagian bahan ada yang dibuat di luar negeri untuk menghemat biaya, antara lain Cina atau India. Mereka memesan produk bahan tertentu sesuai dengan syarat yang mereka ajukan ke pabrik, istilahnya ODM (Oroginal Design Manufacturer).

  6. Nah, untuk bagian yang sangat umum seperti baterai atau terkadang LCD mereka pesan secara borongan dari pabrikan OEM (Original Equipment Manufacture).

  7. Proses produksi yang dilakukan sendiri oleh pabrik vendor dilakukan oleh robot. Hasilnya pasti lebih rapi dan cepat khan. Masak kita mau nyolder sendiri satu persatu. Cuman kalau dah jadi ponsel manusianya tinggal ngrakit, masang segel dan casing plus ngepak alias masukin ke dos beserta batre, handsfree, buku, CD dan kabel data atau fitur yang lain tergantung vendornya.

  8. Setelah selesai maka bagian pemasaran akan menjual ke berbagai Negara alias diekspor melalui distributor yang telah ditunjuk di masing-masing Negara.

Daftar Pustaka



https://ponselkita.wordpress.com/2008/05/16/