Bagaimana Cara Mendeteksi AMD?

Degenerasi makula menempati urutan 3 sebagai penyebab gangguan penglihatan dengan persentase kebutaan sebesar 8.7%. Tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, penting untuk mengenal fakta seputar kondisi ini secara mendalam.

Kemungkinan seseorang terkena penyakit ini terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu degenerasi makula sering disebut juga dengan AMD (Age Related-Macular Degeneration). Bagaimana Cara Mendeteksi AMD?

AMD tidak menunjukkan tanda jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, bagi orang yang berisiko terkena kondisi ini, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin retina mata sebagai upaya mencegah kerusakan mata lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut dapat meliput beberapa uji di bawah ini.

Uji Dilatasi Mata

Diteteskannya obat untuk melebarkan pupil. Cara ini akan membuat bagian belakang mata dapat terlihat jelas termasuk retina dan saraf-saraf optik.

Uji Ketajaman Visual

Bagan (dapat berupa deretan angka ataupun huruf) atau disebut juga dengan snellen eye chart untuk mengukur seberapa baik kamu melihat pada jarak tertentu

Flourescein Angiogram

Dokter mata akan menyuntikkan pewarna flourescent ke lengan pasien. Saat pewarna melewati pembuluh darah di mata, gambar akan diambil untuk mengecek apakah ada pembuluh yang bocor, yaitu salah satu tanda terjadinya AMD.

Tomografi Koherensi Optik atau disebut OCT

Pemeriksaan diagnostik ini dilakukan menggunakan cahaya near-infrared (gelombang infrared khusus) dengan resolusi tinggi.

Dokter akan membuat mata pasien berdilatasi dan meminta pasien menempatkan dagunya pada alat seperti keratometer untuk mengambil gambar pembuluh darah pada mata. Pemeriksaan ini menghasilkan gambaran detail lapis demi lapis jaringan retina.

Amsler Grid

Uji penglihatan bagian tengah dengan meminta pasien melihat pola garis lurus yang menyerupai bentuk kotak-kotak seperti papan catur.

Pasalnya, penderita AMD akan melihat garis lurus tampak bergelombang ataupun berpendapat ada garis yang hilang. Rangkaian pemeriksaan ini penting dilakukan sedini mungkin sehingga perkembangan AMD dapat diperlambat.