Bagaimana cara membudidayakan tanaman lidah buaya?

Lidah buaya (Aloe vera) adalah spesies tumbuhan dengan daun berdaging tebal dari genus Aloe. Tumbuhan ini bersifat menahun, berasal dari Jazirah Arab, dan tanaman liarnya telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi-tropis, dan kering di berbagai belahan dunia. Tanaman lidah buaya banyak dibudidayakan untuk pertanian, pengobatan, dan tanaman hias, dan dapat juga ditanam di dalam pot.

Cara menanam lidah buaya dapat menggunakan beberapa metode diantaranya yaitu:

Metode 1: Menanam dari Daun
Metode penanaman ini memiliki resiko yaitu kemungkinan besar daun lidah buaya tidak dapat mengeluarkan akar sehingga tidak tumbuh. Hal tersebut dikarenakan daun lidah buaya memiliki kelembaban yang tinggi sehingga cenderung membusuk sebelum bisa mengeluarkan akar. Berikut metode penanaman dari daun:

  1. Penanaman lidah buaya dengan metode ini dimulai dengan memilih daun lidah buaya dengan panjang minimal 8 cm.

  2. Memotong daunnya di bagian pangkal menggunakan pisau yang tajam dan bersih untuk menghindari terjadinya infeksi. Pemotongan dilakukan dengan sudut mengarah ke bawah ke arah batang.

  3. Meletakkan daun tersebut di tempat yang hangat sampai terbentuk lapisan tipis pada potongan daun. Lapisan tipis tersebut berguna untuk mencegah infeksi ketika daun bersentuhan dengan tanah. Apabila lidah buaya terinfeksi maka tidak akan bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama.

  4. Menyiapkan pot yang memiliki lubang pembuangan di bagian dasarnya. Seperti halnya tanaman lain, lidah buaya menyukai air namun tidak suka dengan air yang menggenang. Air yang menggenang bisa membuat akarnya membusuk sehingga lidah buaya akan mati.

  5. Mengisi pot dengan campuran pasir dengan tanah pot serta dibasahi dengan air.

  6. Menancapkan bagian daun yang terpotong ke dalam tanah dengan bagian sepertiga bagian daun tertutup tanah. Namun sebelum menancapkan daunnya, lebih baik mencelupkan terlebih dahulu ke dalam cairan hormon pertumbuhan akar.

  7. Menempatkan tanaman di tempat yang cerah dan hangat. Selama 4 minggu pertama, tanaman harus benar-benar dijaga kelembaban tanahnya.

Metode 2: Menanam dari Anakan
Anakan adalah bagian dari tanaman utama yang biasanya berukuran lebih kecil dan memiliki warna yang lebih cerah serta memiliki rangkaian akar sendiri. Anakan yang bagus adalah yang berada di sekitar pangkal tanaman. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih anakan yaitu harus berukuran seperlima dari tanaman utama dan mempunyai minimal 4 daun dengan tinggi beberapa cm. Berikut metode penanaman dari anakan:

  1. Langkah pertama yaitu mengeluarkan tanaman dari dalam pot. Hal ini akan mempermudah untuk menemukan tempat melekatnya anakan pada tanaman utama.

  2. Membongkar atau memotong anakan dari tanaman utama dengan hati-hati agar akarnya tidak terputus.

  3. Menggunakan pot yang mempunyai lubang pembuangan di dasarnya. Seperti tanaman lain, lidah buaya juga menyukar air namun tidak suka dengan air yang menggenang. Apabila pot yang digunakan tidak mempunyai lubang pembuangan, maka tanahnya akan terus terendam air. Hal ini bisa membuat akarnya membusuk sehingga tanaman akan mati.

  4. Mengisi pot dengan media tanam campuran pasir dengan tanah 1:1. Sebaiknya pot diisi dengan kerikil terlebih dahulu, hal ini akan memperlancar aliran pembuangan air. Untuk kadar pH tanah harus berkisar 6 hingga 8. Apabila pH tanahnya kurang tinggi maka bisa ditambahkan dolomit.

  5. Membuat lubang kecil pada tanah dan memasukkan anakan lidah buaya ke dalamnya. Lubang yang dibuat harus cukup dalam untuk membenamkan akarnya hingga seperempat bagian tanaman (mulai dari ujung akar sampai ke atas).

  6. Menyiram tanaman sampai tanahnya basah namun tidak menggenang karena lidah buaya adalah tanaman gurun yang tidak memerlukan banyak air.

  7. Menempatkan tanaman di tempat yang cerah dan menyiram kembali tanaman lidah buaya satu minggu kemudian.

Referensi

https://id.wikihow.com/Menanam-Lidah-Buaya-dari-Daunnya

1 Like

Sebagian besar masyarakat yang ingin menanam lidah buaya pasti akan mencari anakan lidah buaya lalu menanamnya. Namun siapa sangka, ternyata lidah buaya dapat ditanam hanya dengan menggunakan daunnya. Bagi yang penasaran, berikut adalah beberapa penjelasan tentang cara menanam lidah buaya menggunakan daun lidah buaya1. Memilih Daun Lidah Buaya

Langkah pertama yang harus dilakukan seseorang dalam penanaman lidah buaya mengunakan daun lidah buaya adalah memilih daun lidah buaya. Carilah daun lidah buaya yang segar dan memiliki panjang minimal 8 cm. Hal tersebut dikarenakan, daun lidah buaya yang panjangnya lebih dari 8 cm adalah daun yang usianya sudah matang

  1. Memotong Daun Lidah Buaya

Jika sudah menemukan daun lidah buaya yang tepat, maka potonglah daun tersebut menggunakan pisau yang tajam dan bersih. Penggunaan pisau yang bersih ini bertujuan untuk menghindarkan daun lidah buaya dari infeksi. Pemotongan daun pada bagian pangkal ini sebaiknya dipotong dengan sudut yang mengarah ke bawah, ke arah batang

  1. Letakkan Daun Di Tempat Yang Hangat

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam penanaman lidah buaya menggunakan daun lidah buaya adalah meletakkan daun lidah buaya yang sudah dipotong di tempat yang hangat. Setelah itu, tunggulah sampai ada lapisan-lapisan tipis yang muncul pada bagian potongan daun. Perlu diketahui bahwa proses tersebut akan memakan waktu berhari-hari sampai sekitar 2 minggu.

Perlu diketahui bahwa lapisan tipis tersebut berfungsi untuk mencegah adanya infeksi daun saat bersentuhan langsung dengan tanah. Jika daun terkena infeksi, maka daun tersebut akan membusuk dan tidak dapat bertahan hidup.

  1. Menyiapkan pot

Cara menanam lidah buaya menggunakan daun lidah buaya yang selanjutnya adalah menyiapkan sebuah pot yang sudah dilubangi pada bagian dasarnya. Lubang pada pot tersebut berfungsi sebagai lubang pembuangan air yang sudah tidak digunakan oleh tanaman. Perlu diketahui bahwa lidah buaya sangat menyukai air, namun air yang tidak menggenang.

Jika pot tersebut tidak dilubangi, maka tanah dalam pot akan basah terus-menerus. Hal tersebut nantinya akan mengakibatkan akar lidah buaya membusuk dan tanaman lidah buaya tidak dapat bertahan hidup. Maka dari itu berilah beberapa lubang pada bagian dasar pot

  1. Mengisi Pot Dengan Tanah Yang Khusus Untuk Menanam Kaktus

Jika sudah menyiapkan pot maka isilah pot tersebut dengan tanah khusus untuk menanam kaktus. Setelah itu, basahilah tanah tersebut dengan sedikit air. Apabila tidak memiliki tanah khusus untuk menanam kaktus, maka buat saja sendiri tanah kaktus tersebut dengan cara mencampur satu bagian tanah pot dengan satu bagian pasir.

Dalam pengisian tanah ke dalam pot, sebaiknya pada bagian bawah pot diisi dengan kerikil terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk memperlancar pembuangan air. Dalam penanaman lidah buaya, kadar pH harus berkisar 6 sampai 8.

  1. Tancapkanlah Bagian Daun Yang Terpotong Ke Dalam Tanah

Dalam menancapkan daun lidah buaya, pastikan sepertiga bagian daun lidah buaya tertutup dengan tanah. Sebelum melakukan cara menanam lidah buaya yang satu ini, alangkah baiknya untuk mencelupkan potongan daun lidah buaya tersebut ke dalam hormon pertumbuhan akar. Jika tidak mempunyai hormon tersebut maka bisa juga menggunakan madu atau bubuk kayu manis.

  1. Letakkan Tanaman Tersebut Di Tempat Yang Cerah Dan Hangat

Dalam proses ini, seseorang harus terus merawat dan menjaga tanaman agar tetap lembap. Maka dari itu siramlah tanaman tersebut secara hati-hati selama kurang lebih 4 minggu. Setelah 4 minggu, maka tanaman tersebut akan mengering sedikit demi sedikit, namun jangan khawatir, karena itu adalah salah satu proses penumbuhan akar.

Perlu diketahui bahwa penanaman lidah buaya menggunakan anakan dari lidah buaya ini lebih mudah dilakukan dibanding menanam lidah buaya menggunakan daunnya. Anakan lidah buaya mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding dengan tanaman utama. Bagi yang ingin tahu cara menanam lidah buaya menggunakan anakan lidah buaya, berikut adalah penjelasannya 1. Mencari Anakan Lidah Buaya

Carilah anakan lidah buaya di sekitaran pangkal tanaman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan anakan yang baik untuk ditanam adalah anakan yang segar dan memiliki ukuran seperlima dari tanaman utamanya. Selain itu, pilihlah anakan lidah buaya yang memiliki jumlah daun minimal 4.

  1. Memisahkan Anakan Dari Tanaman Utama

Untuk memisahkan anakan dari tanaman utama, seseorang harus menggunakan pisau yang bersih dan tajam agar proses pemisahan berjalan mudah. Jika sudah dipisahkan maka biarkanlah beberapa hari agar luka potongan tersebut mengering. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah datangnya infeksi yang dapat menghambat pertumbuha
3. Menyiapkan Pot

Siapkanlah sebuah pot yang sudah ada lubang-lubang kecil pada bagian dasar pot. Jika pot belum berlubang maka buatlah lubang-lubang kecil agar pembuangan air berjalan lancar. Air dalam pot tidak boleh menggenang, karena hal itu dapat mengakibatkan akar menjadi busuk.
4. Mengisi Pot Dengan Tanah Khusus Untuk Menanam Kaktus

Cara menanam lidah buaya yang satu ini sama dengan cara yang sudah dijelaskan di atas tentang cara penanaman lidah buaya menggunakan daun lidah buaya.Pembuatan tanah kaktus juga sudah dijelaskan di atas yakni dengan cara mencampur satu bagian tanah dengan satu bagian pasir

  1. Menanam Anakan Lidah Buaya Ke Dalam Pot

Pertama-tama buatlah lubang kecil yang berada di tengah pot. Lubang yang dibuat harus cukup dalam karena untuk mengubur akar dan seperempat bagian anakan lidah buaya. Namun sebelum itu, alangkah baiknya untuk merendam akar anakan lidah buaya ke dalam hormon pertumbuhan terlebih dahulu. hal tersebut bertujuan agar pertumbuhan akar menjadi lebih cepat.

  1. Menyiram Tanaman

Siramlah anakan lidah buaya yang sudah ditanam secara rutin dan teratur namun jangan sampai air tergenang di pot. Perlu diketahui bahwa lidah buaya merupakan tanaman gurun, jadi lidah buaya tidak memerlukan banyak air. Jika air sampai menggenang di dalam pot, maka hal itu akan mengakibatkan akar cepat membusuk
7. Menempatkan Tanaman Di Tempat Yang Cerah

Salah satu cara menanam lidah buaya yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman adalah peletakan pot harus di tempat yang cukup cahaya. Jadi letakkan pot di tempat yang cerah dan cukup cahaya. Karena cahaya juga sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman.

Itu tadi merupakan beberapa cara menanam lidah buaya yang benar dan mudah. Jadi siapa saja bisa menanam lidah buaya tanpa harus repot-repot membelinya di toko bunga. Lidah buaya termasuk jenis tanaman yang sangat mudah pemeliharaanya, jadi jangan khawatir dalam merawat dan memelihara tanaman lidah buaya.

Sumber : https://www.romadecade.org/cara-menanam-lidah-buaya/#!

Tanaman lidah buaya begitu memasyarakat di Indonesia. Sebagai tanaman hias di pekarangan rumah, perawatan lidah buaya relative mudah. Cara menanamnya adalah dengan cara memisahkan tunas dari batang daun induknya. Penyiramannya tidak harus terus-menerus dilakukan karena air berlebihan justru tidak menguntungkan bagi tanaman lidah buaya. Tidak perlu pupuk, tidak perlu obat hama, dengan perawatan sederhana, lidah buaya sebagai tanaman hias akan tumbuh dan indah dilihat. Aloe Vera atau lidah buaya, jadam (Malaysia), salvila (Spanyol), lu hui (Cina), berasal dari Afrika Utara. Tanaman sukulen tanpa batang atau berbatang sangat pendek ini biasanya tumbuh hingga mencapai tinggi 80 – 100 cm. daun-daunnya tebal dan berdaging, berwarna hijau hingga hijau keabuan. Mirip dengan kaktus, daunnya tumbuh ke atas, kaku bagaikan lidah atau pedang yang tajam. Mungkin, itu sebabnya Aloe Vera di Indonesia dinamakan lidah buaya. Bunganya terdapat pada ujung daun yang tajam, berwarna kuning dengan kelopak berukuran 2 -3 cm.

Lingkungan Tumbuh
Agar tumbuh baik dan berproduksi, tanaman lidah buaya memerlukan lingkungan yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman akan dipilih agar lebih efisien dalam penggunaan teknologi serta menghindari kegagalan. Lidah buaya dapat ditanam pada jenis tanah podsolik latosol, andosol, dan regosol yang memiliki drainse yang baik, kandungan bahan organic tinggi, dan gembur. Pupuk organik diperlukan pada tanah-tanah yang rendah kandungan bahan organiknya. Kemasaman tanah (pH) yang diperlukan 5,5 – 6,0. Tanaman lidah buaya bisa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Untuk berproduksi secara optimal, tanaman lidah buaya menghendaki ketinggian 200 – 700 m dpl (di atas permukaan laut). Tanaman ini termasuk tanaman yang membutuhkan cahaya sinar matahari penuh (iklim panas) dengan kelembapan cukup tinggi, sekitar 16 – 30 derajat celcius, curah hujan berkisar 2.500 – 4.000 mm/tahun. Jika penanaman dilakukan di daerah yang terlalu teduh (kurang mendapat sinar), daunnya tidak berkembang (memanjang) dan mudah patah sehingga hasil yang diperoleh kurang menguntungkan.

Pembibitan
Tanaman lidah buaya diperbanyak secara vegetatif dengn cara memindahkan anaknya dari pohon induk yang telah berumur di atas 2 tahun. Bibit bisa juga diambil dari tanaman induk yang berusia 5 – 6 bulan. Anakan yang digunakan untuk bibit diusahakan yang sudah cukup besar, yaitu yang telah berusia 1 – 2 bulan, memiliki 1 – 2 daun dengan panjang 3 – 5 cm. Bibit diambil dengan cara mencongkel anakan, diusahakan supaya akarnya tidak terputus. Anakan dipisahkan dari induknya. Penjarangan anakan ini sangat penting dilakukan agar tanaman lidah buaya dapat tumbuh besar. Pembibitan dari anakan dapat dilakukan di bedengan atau di polibag.

  1. Pembibitan di bedengan
    Pembibitan dibedengan dimulai dengan membuat bedengan berukuran 1- 1,5 m x 10 m atau menurut kebutuhan dengan jarak tanam 10 cm x 10 cm. Bedengan harus benar-benar gembur agar pertumbuhan akar bibit tidak terganggu. Bibit yang terganggu perkembangan akarnya akibat tanah yang keras tidak akan tumbuh berembang. Sebelum ditanami bibit, bedengan ditaburi pupuk kandang sebanyak 20 – 40 kg (1-2 karung) per bedeng dan diaduk secara merata. Penaburan kapur juga dianjurkan untuk mengurangi serangan jamur. Penambahan urea sebanyak 7,5 kg per bedeng bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan bibit.

  2. Pembibitan di polibag
    Pembibutan dipolibag bisa dilakukan dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 atau 1: 2. Kemudian, tambahkan NPK 5 gram perpolibag setiap dua minggu. Setelah itu, polibag ditaruh ditempat yang cukup teduh yang terkena sinar matahari. Saat awal pembibitan merupakan tahap saat kebutuhan air harus diperhatikan. Bibit mungkin akan berwarna kemerah-merahan karena belum beradaptasi dengan lingkungan. Dengan pengairan yang cukup, seminggu setelah pembibitan, bibit akan menunjukkan pertumbuhan normal/ pulih dari stres lingkungan akibat pemisahan dari induk. Pengairan yang berlebihan harus dicegah karena bibit mudah busuk akibat serangan jamur pada keadaan lembap. Bibit yang terserang jamur sebaiknya dibuang agar tidak menular dan tanah di sekelilingnya dibuang.

Pengolahan Tanah dan Penanaman di Lahan
Tanah dibajak beberapa kali sampai gembur, kemudian dibuat saluran – saluran drainase dan bedengan. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 1 – 2 m, tinggi 30 – 40 cm, dan panjang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bibit ditanam dalam lubang tanam dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. lubang tanam sebaiknya diberi pupuk kandang sekitar 1,5 kg per lubang tanam atau sekitar 20 sampai 30 ton per hektar. Tanah yang pH nya rendah (masam) perlu diberi kapur sehingga mencapai pH 5,5 – 6,0. Bibit sudah siap ditanam di lapangan setelah berumur sekitar satu bulan (satu bulan setelah penangkaran). Pada waktu menanam, diusahakan agar tidak terjadi perlukaan dan daunnya tidak patah. Tanaman lidah buaya mulai kelihatan tumbuh baik 2 –3 minggu setelah tanam. Penyiraman diberikan sesuai dengan kebutuhan. Jarak tanam yang dipakai 80 cm x 80 cm atau 80 cm x 70 cm secara zig zag. Untuk tanaman lidah buaya ini, pupuk dasar yang digunakan adalah 10 gr urea, 8 gr SP-36, dan 9 gr KCl per lubang tanaman. Pemberian pupuk susulan dilakukan setiap 3 bulan sebanyak 10 gr urea dan 9 gr KCl.

Pemberian Mulsa
Mulsa diberikan bersamaan dengan penanaman, dengan tujuan menekan pertumbuhan gulma, memperbaiki kondisi fisik permukaan tanah, mengurangi derasnya aliran air permukaan, menjaga kestabilan suhu tanah, member kelembapan yang ideal, dan menekan pertumbuhan tunas baru. Mulsa yang diberikan bisa berasal dari seresah atau jerami padi yang kering, yang dihamparkan di sekitar lingkungan petanaman.

Referensi

Rostita dan Tim Redaksi Qanita. 2008. Sehat, Cantik, dan Penuh Vitalitas Berkat Lidah Buaya. Bandung : Qanita