Bagaimana cara membuat kolam bioflok alami untuk ikan ?

Kolam bioflok

Kolam bioflok sangat menguntungkan bagi ikan karena koloni bakteri di dalamnya dapat dimakan ikan dan menjadi sumber protein tambahan. Bakteri tunggal memang tidak terlihat oleh mata ikan, namun apabila telah berkumpul, menggumpal, dan membentuk flok, bakteri akan nampak oleh ikan dan dapat dimakan.

Langkah-langkah pembuatan kolam bioflok secara alami adalah sebagai berikut.

  1. Persiapkan kolam yang akan dibuat bioflok.
    Apabila itu adalah kolam baru, perlu dilakukan penebaran tanah yang berasal dari dasar kolam ikan lain (kolam yang telah lama ada). Tanah yang ditambahkan kurang lebih 50 kg dalam setiap hektar kolam. Apabila kolam tersebut adalah kolam lama, tidak perlu dilakukan penebaran tanah lagi. Penebaran tanah bertujuan untuk menyediakan bakteri sumber bioflok yang berasal dari tanah kolam lain.

  2. Penambahan materi organik.
    Materi organik yang digunakan dapat berupa molase (limbah pengolahan tebu), sisa pakan, atau tepung dan gula. Tebarkan atau tuangkan secara merata namun tidak perlu terlalu banyak. Materi organik ini akan menjadi makanan awal bagi perkembangan bakteri sumber bioflok.

  3. Tambahkan pupuk yang mengandung nitrogen seperti pupuk urea.
    Pupuk dapat diberikan dengan jumlah 5 – 25 kg per hektar kolam. Pupuk tersebut akan menjadi sumber nitrogen yang digunakan bakteri untuk berkembang biak membentuk sel-sel baru. Nitrogen juga dapat berasal dari pupuk kandang, sangat baik apabila menggunakan kotoran kelelawar atau wallet (guano).

  4. Beberapa hari awal, air kolam akan berubah menjadi kehijauan karena ditumbuhi alga. Setelah itu, masukkanlah ikan ke dalam kolam tersebut. Ikan-ikan akan menghasilkan kotoran dengan kadar nitrogen yang tinggi yang akan mempercepat proses transisi dari air hijau menjadi kecoklatan. Air yang kecoklatan menandakan bakteri telah tumbuh pesat dan mengalahkan pertumbuhan alga. Pertumbuhan bakteri dapat terjadi dalam waktu singkat (sekitar 2 minggu) atau lebih dari 1 bulan tergantung dari kondisi lingkungan sekitar.

Sumber: https://tanikan.blogspot.co.id/2015/07/pembuatan-kolam-bioflok-alami.html

Proses pembuatan kolam bioflok membutuhkan trik tersendiri, berikut ini langkah-langkah yang mungkin bisa Anda coba :

Alat dan Bahan :

  • Terpal bundar yang berdiameter 3 meter
  • Pipa PVC untuk saluran air
  • Besi ulir ukuran 12 inci sebagai kerangka kolam
  • Semen, pasir, dan batu bata untuk cincin kolam

Cara Membuat :

  1. Tentukan posisi yang akan dijadikan sebagai tempat pembuatan kolam ikan lele. Usahakan tempat tersebut aman, bersih, memiliki akses yang mudah, serta dekat dengan saluran air bersih dan kotor.
  2. Buatlah kerangka kolam menggunakan besi ulir. Dalam praktek ini, kami memakai besi ulir yang panjangnya 120 cm. Besi-besi ini selanjutnya ditancapkan pada tanah membentuk pola lingkaran dengan diameter 3 m. Kemudian besi-besi ini saling disambung menggunakan las supaya lebih kuat.
  3. Setelah itu, Anda bisa memasang pipa sebagai saluran air. Jangan lupa Anda memerlukan saluran air bersih sebagai input dan saluran air kotor sebagai output. Usahakan letak kedua saluran ini saling berseberangan dan posisi saluran input lebih tinggi daripada saluran output.
  4. Kini waktunya untuk membangun cincin kolam dari pasangan batubata. Cincin ini berguna untuk menahan bagian dasar kolam agar saat diisi air bentuknya tidak berubah-ubah. Kalau perlu, lapisi pasangan batubata yang telah dibuat tadi memakai adukan plester supaya lebih kokoh.
  5. Setelah semuanya sudah terpasang dengan baik, Anda bisa memasang terpal. Hati-hati saat melakukan pemasangan ini karena tingkat risikonya cukup tinggi. Jika Anda kurang waspada dalam memasang terpal, bukan tidak mungkin terpal tersebut akan terkoyak atau kerangka yang dibuat bakal rubuh.
  6. Periksa terlebih dahulu hasil pekerjaan Anda. Setelah yakin bahwa sudah beres, berikutnya Anda bisa mengisi kolam ini dengan air.
  7. Langkah terakhir adalah Anda bisa memasang pompa udara yang bertugas untuk meniupkan oksigen ke dalam kolam. Proses aerasi ini sangat berguna dalam memicu pertumbuhan flok di dalam kolam. Flok inilah yang nantinya menjadi makanan tambahan bagi ikan lele yang dibudidayakan.

Sumber