Bagaimana cara melatih Sense of Belonging?

Kesadaran Kepemilikan (Sense of Belonging) – seberapa termotivasi seseorang dengan perasaan bahwa ia adalah bagian dari tim.

2 Likes

Rasa kepemilikan adalah kebutuhan manusia, layaknya kebutuhan makan dan tempat tinggal. Kebutuhan untuk memiliki adalah scanning alam bawah sadar yang secara konstan terhadap lingkungan untuk menilai apakah kita atau mereka? Aman atau tidak aman? Secara naluriah kita menentukan apakah kita memilikinya atau tidak, orang-orang yang kita temui apakah teman atau musuh. Scanning konstan dari lingkungan ini dapat memicu salah satu dari dua daerah di otak: respon ancaman atau respon reward.

Respon ancaman akan menimbulkan hal yang tidak baik/negatif contohnya rasa memiliki ditempat kerja yang terkadang sering diabaikan, dampaknya seseorang tidak akan terlalu menikmati pekerjaannya dan akan menjadi kurang produktif, kemudian memicu respon ancaman, yang menimbulkan kecemasan, menghindari tugas dan perilaku tidak kooperatif.

Sebaliknya jika rasa memiliki ini ada pada setiap orang akan menciptakan budaya positif yang menghindari memicu respon ancaman dan akan mendorong respon award. Ketika seseorang sudah ada rasa memiliki terhadap sesuatu apapun itu, dia akan merasa lebih banyak pilihan untu memcahkan masalah, lebih termotivasi dan juga akan mepertahankan dengan baik sesuatu tersebut. Begitu pula untuk ditempat kerja seseorang akan memiliki kinerja yang lebih tinggi, dan akan termotivasi menmbantu kesuksessan suatu perusahaan.

Cara menciptakan rasa memiliki dalam sebuah organisasi :

  • Menciptakan hubungan emosional terhadap seluruh anggota, dan memiliki misi dan tujuan yang sama.
  • Mendorong hubungan sosial yang positif.
  • Memberi kesempatan yang sama untuk semua anggota.
  • Berkomunikasi secara terbuka.
  • Saling menghormati antar anggota.

Dengan cara-cara diatas, seseorang dapat mempunyai rasa memiliki terhadap suatu pekerjaan dalam organisasi sehingga akan dapat saling bekerja sama dengan baik untuk mensukseskan tujuan organisasi karena secara tidak langsung mereka akan merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang ia kerjakan dengan baik.

referensi : (http://switchandshift.com/why-belonging-is-key-in-todays-workplace)

2 Likes

Dikutip dari sebuah majalah online, self belonging atau rasa memiliki ditunjukkan dengan seseorang yang bersikap bersifat aktif. Hal ini wujudkan dalam bentuk inisiatif, keberanian mengambil tanggung jawab dan risiko, serta keinginan berbagi. Sense of belonging juga mengubah bentuk keterikatan orang dengan organisasi, dari sekadar yang bernuansa bisnis dan transaksional menjadi semacam keterikatan batin.

Menurut saya self belonging ditunjukkan dengan antusiasme seseorang terhadap apa yang dikerjakan serta inisiatif-inisiatif yang muncul dari diri seseorang. Dengan adanya self of belonging seseorang akan terikat hatinya untuk mencintai apa yang ia lakukan. Motivasi dalam bekerja dan kerjasama dalam tim akan kuat. Self of belonging juga ditandai loyalitas. Seseorang akan mampu menjaga kehormatan dari tim atau pekerjaan yang sedang ia lakukan.

Dalam dunia kerja atau organisasi, self belonging sangat diperlukan. Setiap anggota yang memiliki self belonging yang kuat inisiatifnya dalam melakukan perbaikan perusahaan, serta mengerahkan kemampuannya secara totalitas. Cara agar seseorang memiliki self belonging pada tim atau perusahaan adalah pemahaman setiap anggota tim dalam misi perusahaan atau organisasi.

Sebaik-baik apapun visi dan misi perusahaan, jika anggota tim tidak memahami apa tujuan ia bergerak, maka ruh dalam mengerjakan setiap pekerjaan akan hilang.

Dalam mem-breakdown visi-misi tim, pimpinan harus melakukannya dengan baik, karena pemahaman terhadap tujuan akan menggerakkan ruh tim untuk terus hidup dan bekerja secara ikhlas dan totalitas.

Berdialog dan memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat kepada anggota tim akan memberikan ruang bagi tim untuk berekspresi dan menciptakan gagasan-gagasan baru. Ada perasaan dihargai akan menimbulka inisiatif, bahkan mungkin seseorang akan “ketagihan” untuk menelurkan ide-ide.

Memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan didengarkan akan menjadikan pekerjaan atau perusahaan seperti rumahnya sendiri.

Selain itu, menciptakan kenyamanan dalam tim juga sangat berpengaruh dalam menciptakan sense of belonging.

1 Like

Karyawan adalah aset yang paling penting dalam sbeuah perusahaan. Apa yang karyawan katakan tentang organisasi tempat dia bekerja kepada orang lain,adalah sebagai kredibel sebagai apa yang pelanggan katakan. Menurut ahli HR, John Sullivan, biasanya karyawan tiga kali lebih mungkin untuk menceritakan hal buruk daripada yang baik. Namun, karyawan dapat menjadi cerminan positif dari organisasi Anda ketika mereka memiliki rasa kepemilikan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Rasa Kepemilikan (Sense of Belonging) :

  1. Membangun Perusahaan yang bersahabat
    Bangunlah hubungan kerja yang bersahabat bukan yang menegangkan. Dengan memiliki hubungan kerja yang bersahabat maka dapat membangun rasa persatuan dan kemitraan. Cara yang dapat dilakukan adalah sering melakukan rotate anggota project sehingga karyawan mengenal satu sama lain.

  2. Menyambut Karyawan Baru
    Ketika ada karyawan yang baru, selain mempelajari _job desk_nya tetapi juga akan mempelajari etika, norma dan budaya yang ada dalam perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan rasa kepemilikan, ada baiknya karyawan yang lama memberitahu etika dan hal- hal sosial yang perlu diketahui karyawan baru tersebut.

  3. Respect, Kepercayaan dan Saling Menghargai
    Bagi karyawan untuk merasakan rasa memiliki maka nilai-nilai pribadi mereka harus sinkron dengan nilai dan prinsip dari organisasi tersebut. Ketika nilai-nilai seseorang yang mirip dengan nilai-nilai organisasi, kata-kata dan tindakan mereka juga harus sejalan dengan apa yang orang lain harapkan dari mereka. Untuk menciptakan budaya kepercayaan dan hormat secara positif adalah dengan cara setiap individu, kelompok, atau departemen menampilkan nilai-nilai mereka melalui kata-kata dan tindakan mereka sehingga akan tumbuh rasa percaya dan respect antara satu dengan yang lain.

  4. Memiliki Visi yang sama
    Karyawan akan memiliki sense of belonging ketika mereka memiliki visi yang sama. Ketika visi mereka sudah sama, maka mereka akan melakukan misi dan program kerja mereka dengan senang hati dan saling membantu antara satu dengan yang lain.

  5. Share the Ownership
    Orang-orang akan memiliki sense of belonging ketikaa mereka diajak berkontribusi dan dihargai atas kontribusi mereka, mereka akan semangat untuk selalu terlibat. Di sisi lain, ketika karyawan tahu masukan mereka dihargai dan diharapkan, tingkat tanggung jawab dan komitmen secara alami akan meningkat.

  6. Tunjukkan apresiasi
    Setiap karyawan harus menunjukkan apresiasi antara satu dengan yang lain. Hal-hal kecil seperti mengatakan “tolong” dan “terima kasih” bisa sangat berarti. Memperlakukan orang lain seperti yang Anda ingin diperlakukan. Memberikan feedback yang positif secara terus-menerus dapat membuat perbedaan. Luangkan waktu untuk saling mengenal antar karyawan,

Sumber: http://www.herdwisdom.com/blog/create-a-sense-of-belonging-for-employees/

1 Like

Rasa Kepemilikan ( Sense Of Belonging )
Memiliki rasa kepemilikan adalah sebuah pengalaman umum. Rasa Kepemilikan berarti penerimaan sebagai anggota atau bagian dari sesuatu. Layaknya kata yang sederhana tetapi memililki konsep yang besar. Sebuah rasa Kepemilikan merupakan kebutuhan manusia, seperti kebutuhan untuk makanan dan tempat tinggal. Merasakan bahwa anda menjadi bagian dari sesuatu merupakan sesuatu yang paling penting dalam melihat nilai dalam kehidupan dan dalam menghadapi emosi intens. Beberapa menemukan rasa kepemilikan di sebuah gereja, beberapa dengan teman, beberapa dengan keluarga, dan beberapa di Twitter atau media sosial lainnya. Beberapa melihat diri mereka hanya terhubung dengan satu atau dua orang. Beberapa Lainnya berjuang untuk menemukan rasa kepemilikan sehingga rasa kesendirian mereka secara fisik menyakiti diri mereka sendiri.

Membangun Rasa Kepemilikan

Untuk membangun rasa kepemilikan membutuhkan usaha yang aktif dan praktek langsung kelapangan. Adapun beberapa cara yang di jelaskan oleh Karyn Hall, Ph.D. dalam artikel yang berujudul Create a Sense Of Belonging sebagai berikut :

  1. Mencari kemiripan anda dengan orang lain bukan berfokus pada perberbedaan anda dengan orang lain. Seseorang yang jauh lebih tua dari Anda? Mungkin mereka memiliki cerita indah dan Anda akan suka mendengarkan pengalaman mereka. Mungkin Anda dapat menghargai perbedaan dan dapat berkontribusi untuk kehidupan mereka dengan kekuatan jiwa muda Anda. Seseorang memiliki sistem kepercayaan yang berbeda dengan Anda? Mungkin Anda berdua menikmati perdebatan atau Anda berdua memiliki nilai kepercayaan tersendiri kepada tuhan. Berbagi perbedaan yang Anda miliki dan masih menerima perbedaan sehingga menciptakan perdamaian. Penerimaan tidak berarti sepakat.

  2. Menerima orang lain. Untuk menerima orang lain dengan pandangan yang tidak sama seperti anda mungkin mengharuskan anda membuka pikiran anda dengan gagasan bahwa ada nilai berbeda dalam pemikiran setiap orang. Salah satu cara terbaik untuk menerima pemikiran orang lain adalah melalui validasi. Validasi membangun rasa memiliki dan memperkuat hubungan. Validasi adalah bahasa penerimaan. Validasi adalah sebuah pengalaman internal seseorang yang dapat dimengerti dan membantu Anda tetap pada sisi yang sama dan memiliki rasa Sense Of Belonging bahkan ketika Anda tidak setuju.

  3. Cobalah mengatakan ya untuk menjadi bagian dari orang lain dan kemudian ikuti kegiatan apa pun yang ada. Jauhi diri anda dari penilaian Anda sendiri. Penilaian membangun dinding pemisah. Saat makan malam dan kesal karena Anda tidak suka makanan yang disajikan? Makanan bukanlah tujuan. Menghubungkan diri dengan orang lain jauh lebih penting daripada makanan atau Susana di restoran. Bertambahnya berat badan sehingga tidak ingin dilihat orang lain? Berhenti mengisolasi diri anda sampai Anda yakin Anda layak. tidak ada manusia yang sempurna. Beberapa orang berjuang untuk kesehatan mereka juga layaknya anda.

  4. Jika Anda secara emosional sensitif, ingat bahwa pada umumnya orang lain juga memiliki rasa emosional yang sama seperti Anda tetapi tidak se-intens yang anda miliki. ada banyak orang yang memiliki rasa emosional sensitif dan berjuang seperti yang Anda lakukan. Memiliki rasa emosional senstive tidak berarti Anda tidak termasuk di bagian manapun. Belajarlah untuk tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain.

  5. Dr. Gregory Walton mengembangkan intervensi yang mungkin terjadi pada anda dapat disebut dengan pelatihan kembali Attributional. Melalui intervensi ini, banyak dari mereka yang menyalahkan diri sendiri karena pengalaman menyakitkan, seperti “Aku cacat,” atau “Ini hanya saya,” untuk melihat bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa orang lain telah mengalami situasi yang sama.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Kepemilikan dalam Organisasi

David Cox menjelaskan bahwa sebuah penelitian menyatakan bahwa mengapa orang yang bergabung di Church dan kemudian menghilang begitu saja tanpa jejak, ternyata hal tersebut terjadi karena banyak anggota Church yang baru yang tidak dapat bersosialisasi dengan anggota yang lain. Atau lebih singkatnya, mereka merasa tidak dapat menumbuhkan rasa saling memiliki satu sama lain, sehingga mereka memilih untuk pergi meninggalkan organisasi tersebut.

Dalam bukunya yang berjudul “C-Change to be constantly innovating”, Mark Cress menyatakan bahwa sistem retensi karyawan yang memungkinkan mereka untuk merasa dianggap oleh perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik. Hal ini sangat penting dalam bisnis apapun, tidak hanya untuk meminimalkan perputaran karyawan saja, namun juga memaksimalkan makna dan tujuan mengapa mereka harus senang untuk bekerja di tempat kerja mereka.

Truett Cathy, seorang pendiri Chic-Fil-A, membagikan tips bagaimana perusahaannya dapat menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan sehingga dapat memuaskan dan mempertahankan karyawannya. Dia berbicara tentang beberapa metode, termasuk membayar karyawanna sedikit lebih tinggi dari standar industry, dalam rangka memperoleh dan meningkatkan karyawan yang berkualitas. Dia juga melatih karyawannya untuk saling menghormati satu sama lain, terlebih dengan pelanggan. Dia mengajarkan bagaimana merasa senang dalam menjalankan pekerjaannya. Bahkan dia juga memberikan penghargaan kepada karyawannya. Sehingga para karyawannya merasa nyaman dan senang, mereka merasa sebagai pemilik took tersebut dengan ini mereka akan bertahan dalam jangka watu yang panjang.

Jadi, sebagai manajer, supervisor, owner, CEO, eksekutif, atau pemimpin di tempat anda bekerja, apakah anda memiliki rencana untuk menjaga anggota tim atau karyawan anda? Apakah anda sudah menanamkan rasa senang dan rasa saling memiliki dalam diri mereka? Jika anda sudah melakukan hal tersebut, maka anda akan mendapatkan karyawan yang dengan setia bekerja dengan anda. Tapi jika belum, mulai sekarang rencanakan untuk membuat anggota atau karyawan anda merasa senang bekerja dengan anda. Panggil mereka dan biarkan mereka memberi tahu anda tentang apa yang mereka butuhkan. Anda harus dapat melayani anggota atau karyawan anda, karena mereka adalah rekan kerja anda.