Bagaimana cara kita mencapai cita-cita ?

berpikir_positif

(Fifi Ok) #1

cita-cita

Setiap orang terlahir di bumi berasal dari cita-cita orang tua, kemudian anak-anak pun sering kali ditanya " cita-cita mu apa nak? " anak pun menjawab dengan polos serta daya imajinasinya" aku ingin jadi dokter, polisi, dlsbg"

Tapi semakin bertambah umur seringkali kita gamang dan bingung melangkah untuk menggapai cita -cita seperti muncul: rasa ragu, rasa takut, rasa kebingungan untuk menentukan langkah harus maju ataukah mundur ?


(Ayyara Yuan Nisaka) #2

Cita-cita selalu dinamis karena cita-cita sangatlah ditentukan oleh faktor lingkungan. Mengapa demikian ? Karena lingkungan merupakan kontributor terbesar terkait dengan pola pikir dan cara pandang seseorang.

Kualitas seseorang ditentukan oleh rata-rata dari teman-teman terdekatnya.

Oleh karena itu, banyak orang yang terlihat salah jalan didalam memilih cita-citanya, karena mereka tidak melihat kedalam dirinya, tetapi “merelakan” untuk dipengaruhi oleh lingkungannya. Saya pernah membaca, menurut Forbes, 92% orang-orang mengalami kegagalan dalam meraih cita-citanya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meraih cita-cita kita antara lain :

Tentukan cita-cita anda setinggi mungkin tetapi lakukan secara perlahan.

Sering kita dengar kalimat “gantungkan cita-cita anda setinginggi langit”, tetapi hal tersebut malah membuat kita merasa takut atau bahkan kecewa ketika gagal meraihnya.

Lakukan decompotition terhadap cita-cita utama anda, sehingga anda tidak merasa terbebani dengan cita-cita anda sendiri. Decompotition disini meaksudnya adalah memecah cita-cita anda menjadi target-target kecil yang bisa anda raih dengan resource yang anda miliki saat ini.

Misalnya, anda bercita-cita ingin menjadi Pimpinan perusahaan, maka buatlah peta bagaimana anda dapat mencapai posisi tersebut. Belajar bahasa Inggris, mendapatkan nilai bagus didalam perkuliahan, meningkatkan kemampuan soft skill dan lain sebagainya, akan menjadi target-target kecil anda untuk mencapai cita-cita besar anda.

Atau ketika anda ingin mempunyai penghasilan 100 juta perbulan, jangan langsung berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan uang sebesar itu, tetapi lakukan dengan membuat target untuk mendapatkan penghasilan 1 juta per bulan terlebih dahulu. Setelah tercapai, tingkatkan menjadi 2 juta per bulan, lalu 4 juta, 8 juta, 16 juta hingga mencapai 100 juta per bulan. Bisa jadi setelah anda berhasil mendapatkan 100 juta perbulan, maka cita-cita anda kan berbuah menjadi 1 Milyar per bulan.

Buat Cita-cita dan target-target kecil anda SMARTER

SMARTER disini merupakan kependekan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Evaluated dan Re-adjusted.

Mendapatkan nilai yang baik merupakan salah satu contoh target yang SMARTER, dimana target tersebut sudah menjadi target yang spesifik (specific) dan dapat diukur, yaitu dengan menargetkan untuk mendapatkan nilai A (measurebale). Selain itu, selama mempunyai keinginan yang kuat, maka target tersebut dapat dicapai oleh seluruh mahasiswa (achievable) dan relevan dengan tujuan besar anda (relevant). Nilai yang baik pun akan didapat di akhir semester (time bound), dan apabila anda mendapatkan nilai B+, maka anda dapat mengevaluasinya (evaluated) serta melakukan penyesuaian (re-adjusted) apabila memang kondisinya memaksa anda untuk melakukannya.

Lakukan untuk target-target kecil lainnya. Apabila ada salah satu syarat yang tidak terpenuhi, maka lakukan decompotition lagi, karena bisa jadi target anda masih terlalu besar untuk anda raih saat ini.

Jangan biarkan orang lain yang menentukan cita-cita anda

Seperti yang disampaikan diatas, lingkungan merupakan faktor yang signifikan dalam membentuk pola pikir dan cara pandang seseorang, tetapi, sejatinya, hanya anda yang mengenal diri anda sendiri. Tentunya setelah anda mencoba mengenali diri sendiri.

Beberapa hal yang membahayakan ketika orang lain yang menentukan cita-cita anda adalah :

  • Pertama, anda akan mengejar cita-cita yang bukan dari diri anda sendiri, sehingga “rasa memiliki” terhadap cita-cita tersebut menjadi kecil. Hal ini akan membuat anda mudah kehilangan motivasi untuk mengejar cita-cita tersebut.

  • Kedua, ketika orang lain yang menentukan cita-cita anda, bisa jadi cita-cita tersebut “lebih besar” dari kemampuan anda saat ini. Permasalahan akan muncul ketika anda gagal meraihnya, maka anda akan kehilangan rasa percaya diri terhadap diri sendiri. Kondisi itu yang sangat perlu untuk dihindari

Pahami mengapa cita-cita anda adalah hal yang penting bagi anda

Ketika anda memahami betapa pentingnya hal tersebut bagi diri anda, maka anda akan secara sukarela “mati-matian” mengejar cita-cita tersebut, tetapi kalau anda sendiri tidak paham, bukan hanya sekedar mengetahui, terkait dengan pentingnya cita-cita anda, maka anda akan merasa “masa bodoh” ketika cita-cita tersebut tidak dapat anda raih.

Semakin banyak yang anda pertaruhkan, maka semakin serius anda dalam memandang segala sesuatunya.