Bagaimana biografi Lei Jun : Pendiri dan CEO Xiaomi ?

ckgsb

Biografi, Lei Jun (雷军)

Pekerjaan

Founder and CEO, Xiaomi

Afiliasi lainnya

  • Chinese social gaming company YY
  • Founder, Chairman and CEO of Xiaomi printing Inc
  • Executive Director of Kingsoft
  • Chairman of UCWeb Inc.
  • Founder of Amazon China
  • Chairman of YY.com
  • Chairman of Great Wall Club

Tempat dan Tanggal Lahir

Xiantao, China ,16 Desember 1969

Kewarganegaraan

China

Pendidikan

Bachelor of Science in Engineering, Wuhan University

Total Kekayaan

$8.4 Billion Dollar - 109,2 Trilliun Rupiah (2016)

Peringkat berdasarkan Forbes

  • 22 Richest In Tech (2016)
  • 107 Richest In The World (2016)
  • 5 Richest in China (2016)

Riwayat Hidup


Pria kelahiran Xiantao, China pada tanggal 16 Desember 1969. Sejak kecil merupakan penggemar teknologi. Setelah lulus dari sekolah Mianyang pada tahun 1987, Lei Jun melanjutkan studinya di Wuhan University. Ia berhasil menyelesaikan studinya dan meraih gelar “Bachelor of Science” dalam bidang Teknik.

Riwayat Karir


  • Ditahun 1992, Lei Jun menjadi bagian tim pendiri Kingsoft
  • Ditahun 1998, Lei Jun menjadi CEO di Kingsoft
  • Ditahun 2008, Lei Jun menjadi Ketua UCWeb
  • Ditahun 2010, Lei Jun mendirikan Xiaomi Tech
  • Ditahun 2011, ia kembali ke Kingsoft sebagai Chairman of the Board
  • Kini Lei menjabat sebagai Chairman dan CEO Xiaomi.

Ditahun keempat sejak Xiaomi didirikan, perusahaan elektronik tersebut berhasil menggeser Blackberry dan Microsoft dan telah menempati posisi tiga besar sebagai perusahaan pembuat smartphone tersukses dibawah samsung dan apple.

Quotes


The most important thing is to focus, focus, focus. - Lei Jun

Things get much easier if one jumps on the bandwagon of existing trends.- Lei Jun

We make every effort to bring the newest and most innovative technology to our enthusiastic customers, drawing on the best in the industry.- Lei Jun

Do what you want to do. Do what you like to do.- Lei Jun

“Even a pig can fly if it stands at the center of a whirlwind,”- Lei Jun

The Internet represents an advanced way of thinking.- Lei Jun

Referensi


1 Like

Lei Jun dikenal sebagai ‘Steve Jobs’ dari China. Lei Jun dilahirkan pada tanggal 16 Desember 1969 di Xiantao, Hubei, China.Sejak kecil ia merupakan seorang anak yang gemar teknologi hingga remaja. Setelah lulus dari sekolah Mianyang pada tahun 1987, Lei Jun Kemudian ingin melanjutkan studinya ke universitas. Ia kemudian mencoba mendaftar dan diterima di Wuhan University. Dari univeristas itu pula ia kemudian berhasil menyelesaikan studinya dan meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang Teknik.

Setelah lulus dari universitas, Lei Jun kemudian membantu pengembangkan penemuan perangkat lunak Kingsoft pada tahun 1992, ia kemudian menjadi kepala eksekutif pada tahun 1998 di Kingsoft dan membawa perusahaan sukses dalam penawaran saham perdana atau IPO (initial Public Offering) di bursa saham Hong Kong.

Sementara di Kingsoft, Lei Jun sangat berperan dalam pembentukan Joyo.com, sebuah toko buku dan situs online e-commerce yang kemudian dijual ke Jeff Bezos yang merupakan pendiri Amazon.com sebesar 75 juta Dollar pada tahun 2004. Ditahun itu juga, Lei Jun menjadi Inverstor terkemuka di China, dengan invertasinya di pengecer pakaian online merk Vancl dan juga video sosial berbasis jaringan YY, yang sahamnya diperdagangkan di AS yang kemudian meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun lalu menurut Forbes.

Kemudian pada tanggal 20 Desember 2007, dengan alasan kesehatan, Lei Jun kemudian mengundurkan diri sebagai Presiden dan CEO Kingsoft, kemudian pada tanggal 16 Desember 2008, Lei Jun menjadi Ketua UCWeb dan pada tanggal 6 April 2010,Lei Jun mendirikan Xiaomi Tech bersama mantan eksekutif Google Lin Bin. Dengan tujuan membuat smartphone berkualitas tinggi serta strategi penjualan handphone dibawah harga pasar pada umumnya yaitu setengah harga dari perangkat sejenis seperti samsung dan apple dan hanya mengandalkan penjual lewat online tanpa membuka toko retail, Xiaomi berhasil menggeser Blackberry dan Microsoft.

Xiaomi berhasil menempati posisi tiga besar sebagai perusahaan pembuat smartphone tersukses dibawah Samsung dan Apple. Tahun 2014, Xiaomi memimpin pada kuartal kedua peringkat smartphone dengan pangsa pasar 14 persen di China menurut perusahaan riset Canalys, diikuti oleh Samsung, Lenovo, dan Yulong, masing-masing dengan 12 persen.

Pada 2013, Xiaomi bernilai lebih dari US $ 10 miliar, setara dengan Lenovo, sebuah perusahaan teknologi dengan karyawan 10 kali lipat lebih banyak karyawan yang didirikan 26 tahun sebelumnya. Xiaomi sejauh berjuang untuk mencapai sukses besar di luar Cina. Xiaomi mempekerjakan mantan eksekutif Google Hugo Barra, yang disebut oleh Lei Jun sebagai orang asing pertama di perusahaannya yang bertugas mengawasi ekspansi internasional perusahaan Xiaomi.

Lei Jun sendiri dikenal sebagai ‘Steve Jobs’ dari China karena gebrakannya dalam dunia teknologi dan mengubah wajah china dalam bidang industri dan teknologi. Lei Jun menikah dan memiliki dua orang anak dan tinggal di Beijing, China. Kekayaan bersih Lei Jun sendiri yang diperkirakan 8,8 miliar dolar AS menurut Majalah Forbes. Menjadikan ia salah satu orang terkaya di China dan masuk dalam daftar orang terkaya di Dunia.

sumber


CEO smartphone Xiaomi terbesar ke-empat di China,Lei Jun melakukan banyak perubahan serta inovasi berbasis dunia.Kelebihan yang dimiliki oleh Xiaomi sendiri adalah memiliki harga yang sangat murah tetapi setara dengan Samsung dan Apple. Lei jun mengembangkan Xiaomi mulai dari nol dan berhasil menguasai pasar perangkat lunak. "Tujuan Lei Jun adalah mengubah Xiaomi menjadi merek nasional di China, mempengaruhi semua industri China dan menguntungkan semua orang di dunia.Sejak hari pertama mendirikan Xiaomi, tujuan Lei Jun adalah membuat perusahaan global.

Pernyataan dari Lei “Perjalanan kita adalah lautan bintang” Ini menandakan bahwa Apa yang mereka pikirkan bukan hanya hal kecil dan kecil.”

Kemudian Lei menurunkan biaya perangkat rata-rata lebih cepat daripada pembuat lainnya, menurut peneliti pasar Kantar (lihat grafik, kanan) dan melakukannya dengan model distribusi Web: Xiaomi memotong setidaknya 10% dari harga ponsel dengan hanya menjual secara online,dan memotong margin pengecer dan perantara.

Visi dari Xiaomi adalah “inovasi untuk semua orang”

dan jika kita tidak menikmati proses ini, bagaimana kita bisa membuat pengguna menikmati inovasi yang kita bawa ke mereka? Daripada mengejar keuntungan, Lei Jun percaya bahwa ada masa depan yang lebih baik bagi kita saat kita berfokus pada pengalaman produk. Daripada banyak lapisan saluran distribusi yang menambah biaya produk, Lei percaya bahwa produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau akan memenangkan hati banyak orang. Ini adalah jalan yang menantang di depan, dan kita harus mengatasi kesulitan saat kita menuju impian kita.

"Strategi Xiaomi berdasarkan apa yang disampaikan oleh Lei adalah memiliki smartphone sebagai pusat semua perangkat yang terhubung di masa depan. “Smartphone akan bertanggung jawab untuk menghubungkan semua perangkat dan berfungsi sebagai pusat penyimpanan data dan display untuk benda-benda ini.” Lei mengatakan bahwa Xiaomi akan terus fokus untuk membuat smartphone, tablet, kotak set-up dan router TV, dan mengandalkan mitra luar untuk saling menginvestasikan perangkat yang terhubung.

Beberapa strategi penjualan Xiaomi sendiri yaitu dengan:

  1. Menetapkan harga ponsel hampir sama dengan harga biaya tanpa mengorbankan kualitas dan kerja
  2. Menjual model smartphone hingga 18 bulan untuk mendapatkan kembali keuntungannya
  3. Menggunakan media online secara eksklusif untuk menjual produknya
  4. Xiaomi menawarkan penjualan flash ketersediaan terbatas yang memastikan bahwa pasokan tidak pernah melewati permintaan,dan membuat pasar tetap ramai sepanjang masa
  5. Xiaomi memberikan teknik pemasaran tradisional atau periklanan tradisional dan bergantung terutama pada layanan jejaring sosial bersama dengan pelanggannya sendiri untuk membantu mengiklankan produknya
  6. Memastikan dan mendengarkan umpan balik pelanggan mereka dengan cermat. Salah satu tekniknya adalah manajer produk perusahaan memasukkan banyak waktu ke forum pengguna perusahaan, untuk memeriksa saran dan setelah sebuah saran diambil, segera dipindahkan ke insinyur.Fitur kemudian berpotensi beralih dari konsep belaka ke produk pengiriman dalam rentang waktu seminggu, setelah itu dikirim setiap minggu di batch ponsel baru. Xiaomi menyebut proses ini “Design as you Build”!
  7. Menggunakan penjualan flash untuk mengelola stok mereka, menghasilkan hype dari produk dan perusahaan mereka, dan meningkatkan permintaan mereka
  8. Xiaomi juga mengakuisisi dan menginvestasikan sebagian besar uang hasil usaha mereka

Baru ber usia 5 tahun Xiaomi telah berkembang menjadi produsen smartphone terbesar ke-4 di dunia, yang sekarang juga merancang, mengembangkan, dan menjual smartphone, aplikasi mobile, dan elektronik konsumen terkait.Beberapa produk Xiaomi sendiri adalah :
termasuk seri Mi, Seri Redmi, MIUI (sistem operasi), MiWiFi (router jaringan), MiTV (jalur TV Cerdas), MiBox (set-top box), MiCloud (layanan penyimpanan awan), MiTalk (layanan pesan ), MiPower Bank (baterai eksternal), Mi Band (fitness monitor & sleep tracker), dan banyak Smart Home Products lainnya.

Referensi:

[1] http://www.ibtimes.co.in/xiaomi-ceo-lei-jun-named-forbes-asias-businessman-2014-616073
[2] https://asia.nikkei.com/Business/Companies/Connected-smart-homes-are-the-future
[3] https://www.forbes.com/sites/russellflannery/2014/12/03/the-disruptor/#25efea903948
[4] http://www.yosuccess.com/success-stories/lei-jun-xiaomi-mobile/

Lei Jun terlahir pada tanggal 16 Desember 1969 di Xiantao, China yang merupakan wilayah penghasil pertanian dan padi (xiaomi dalam Bahasa China). Di awal karirnya dia bekerja di perusahaan Kingsoft, perusahaan teknologi software di China sebagai teknisi. Setelah berjalannya waktu beliau pun diangkat menjadi kepala eksekutif dan membuat perusahaan tersebut sukses di Hong Kong.

Tepatnya pada 2007 Lei memilih berhenti di perusahaannya yang membesarkan namanya karena alasan kesehatan. 3 tahun kemudian dia bersama co-founder lainnya mendirikan Xiaomi dengan modal 533 milyar. Tahun 2011, Lei Jun merilis Smartphone pertama Xiaomi dengan dibanderol harga $250 (Rp,3,3 Juta) yang diberi nama M1. Dengan harga sedemikian rupa Xiaomi tidak kalah dengan produk yang harganya mencapai 2 kali lipat. Terbukti Xiaomi mendapat 300ribu pre order hanya dalam waktu singkat yaitu 34 jam.
Berikut adalah prinsip atau startegi yang membuat Xiaomi berhasil;

1. Ambil moment yang tepat! Waktu adalah kuncinya

Lei mengambil lompatan berani yang strategis dan percaya diri, memasuki pasar yang jenuh dengan raksasa teknologi pembuat smartphone dan merilis Xiaomi’s Handset pertama (Mi1, Agustus 2011) pada zaman teknologi raksasa iPhone terbaru Apple (4S, Oktober 2011). Namun, dibandingkan dengan iPhone, yang kurang serbaguna tapi tetap dicintai, Mi1 dengan berani dikirim keluar dengan MIUI sendiri, yang juga mendukung Android dan ROM pihak ke-3 lainnya. Dan terbukti berhasil di pre order yang pertama.

2. Suistainability, User Experience akan mengalahkan apapun

Ketika Anda berada di jalan menuju kesuksesan, mudah bagi banyak orang untuk membuat perbandingan antara diri Anda dan pesaing Anda. Xiaomi, termasuk di antara nama-nama besar seperti Apple dan Samsung, tidak diragukan lagi mengalami hal ini juga. Namun, alih-alih berjuang untuk mempertahankan kesan orang lain tentang apa yang seharusnya mereka lakukan, Lei tetap membumi, dan menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi internal dan eksternal. Kami mulai dari nol. Sekarang semua orang menantang kita, dan kita merasa memiliki sesuatu untuk dipegang dan kita perlu memenangkan setiap pertempuran. Saya tidak berpikir inilah yang saya inginkan.

3. Anda tidak perlu selalu mengikuti apa yang dilakukan orang

Banyak handphone di masa kini yang menggunakan fitur waterproof. Namun xiaomi berani beda untuk tidak mengikuti trend yang ada. Karena menurutnya, fitur waterproof tidak akan berarti apa-apa atau bertahan lama apabila ada keretakan atau part dari handphone yang rusak akibat pemakaian penggunanya.

4. Setiap kelompok orang mempunyai kebutuhannya masing-masing

Mungkin karena hal ini, alih-alih menciptakan eksklusivitas pada produk mereka, MIUI mereka, ROM Android yang dipasarkan oleh smartphone dan laptop mereka, dan tampaknya telah mendapatkan pengakuan penggemar Android di seluruh dunia.

Sebenarnya, Lei juga mengungkapkan keinginan agar Xiaomi akhirnya beroperasi di berbagai OS yang mungkin termasuk Windows Phones. Sebagai perbandingan yang tak terelakkan untuk sistem yang tidak begitu fleksibel, Lei membedakan Xiaomi dari Apple dalam sebuah wawancara:
“Keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda, Sistem Xiaomi dapat diubah oleh siapa saja, ribuan perancang dapat menciptakan semua fungsi dan solusinya.”

5. Simpan biaya bisnis, gunakan keuntungan untuk melakukan inovasi yang lebih lagi

Ketika tiba-tiba menghemat biaya bisnis, strategi Lei adalah tidak melakukan apa-apa pada iklan menjual di web untuk menghindari pemotongan pajak dan mengandalkan pelanggan setia untuk menyebarkan berita di media sosial. Toko fisik juga dijaga seminimal mungkin, dan terlepas dari popularitas mereka di Singapura ingat ketika 5.000 unit Catatan RedMi tersambar oleh Singapura dalam 42 detik pada tahun 2014?). Baru awal bulan ini mereka membuka gerai pertama. Apapun, flagship Singapura lebih dari sebuah showcase dibandingkan dengan outlet penuh - pasti menandakan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan penjualan mereka di dunia online.

6. Pemasaran yang baik, akan menuju jalan yang panjang

Mengikuti pengeluaran rendah mereka untuk iklan 3,2% dari pengeluaran mereka versus Samsung 8% dan mengandalkan kata dari mulut ke mulut, Xiaomi juga mengambil pendekatan pemasaran produk yang unik namun efektif. Sebenarnya, ini telah mengilhami begitu banyak loyalitas sehingga Business Insider telah menyatakan bahwa Xiaomi bisa menjadi perusahaan telepon seluler Android pertama yang memiliki penggemar fanatik seperti Apple. Penggemar Xiaomi dikenal hanya sebagai ‘Mi-fans’, dan merayakan ‘Mi-fan Day’ setiap tahun pada tanggal 6 April, di mana perusahaan tersebut juga mengadakan kampanye pemasaran khusus dan mengumumkan produk baru.

7. Selalu dengarkan customer anda

Dengarkan apapun yang customer utarakan karena Xiaomi tidak akan menjadi apa-apa jika tidak ada user Xiaomi. Keluhan atau kritikan customer dapat dijadikan suatu acuan untuk berbenah pada produk selanjutnya yang akan dibuat. Contohnya pada Nokia: Nokia terlalu nyaman dengan predikat sebagai penguasa pada jamannya sehingga tidak menyiapkan perencanaan yang panjang dan terlambat menyadari perkembangan operasi system. Dan kurangnya mendengarkan saran dan kritikan dari customer. Akhirnya Nokia pun bangkrut tanpa ada kejelasan.

8. Jadilah diri sendiri

Lei terinspirasi oleh buku Fire In The Valley, pada awal hari-harinya bekerja di industry teknology untuk mengikuti jejak Jobs. Meskipun demikian, dia menolak untuk disebut ‘Steve Jobs of China’, yang oleh banyak media membuatnya diklaim. "Saya telah mengatakan pada banyak kesempatan berbeda bahwa jika saya dipanggil ‘Steve Jobs of China’ sebagai anak berusia 20 tahun, saya akan merasa sangat terhormat. Sebagai seorang 40 tahun, bagaimanapun, saya tidak ingin dianggap kedua untuk siapa pun.

Do what you want to do. Do what you like to do.” – Lei Jun

Referensi :

[1] http://www.sepositif.com/2017/02/kisah-sukses-pendiri-xiaomi-tech-lei-jun.html
[2] http://strategidanbisnis.com/artikel/4319/lei-jun
[3] https://vulcanpost.com/591831/lei-jun-founder-of-xiaomi-lessons-learnt/

leijun

Di era globalisasi ini, perusahaan dituntut untuk menyusun kembali taktik bisnis dan strategi dalam menghadapi persaingan bisnis, salah satunya adalah Xiaomi. Xiaomi adalah perusahaan elektronik swasta milik pribadi dari China. Lei Jun, CEO Xiaomi merupakan salah satu pengusaha yang berasal dari China. Perusahaan yang berdiri pada 6 April 2010 merupakan produsen smartphone terbesar ketiga di dunia yang bersaing dengan Apple dan Samsung yang berdedikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna dari segala aspek. Perusahaan yang memiliki slogan “Just for fans” ini dipimpin oleh para penggemarnya yang disebut “Mi Fans” Perusahaan ini mendapat modal dari perusahaan milik pemerintah Singapura yaitu Temasek Holdings, perusahaan pengembang Qualcomm, China IDG Modal Qiming dan Venture Partners. Produk ini disebut sebagai Apple China karena pada awalnya Lei Jun menerapkan strategi pemasaran yang mirip dengan strategi pemasaran Apple. Pada tahun 2011, sejak peluncuran produk pertamanya, Xiaomi semakin berkembang pesat.

Sistem manajemen rantai pasok yang baik merupakan salah satu kunci kesuksesan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Sejak didirikannya usaha tersebut, Lei Jun fokus untuk membangun dan memelihara rantai pasokan yang berkualitas tinggi. Persepsi perusahaan smartphone di China menganggap bahwa mereka hanya mampu untuk membuat produk tiruan Apple. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan daya tarik di pasar smartphone China, Xiaomi harus memastikan bahwa produknya dapat melampaui harapan tersebut. Strategi pemasaran Xiaomi hanya dilakukan secara online dengan menjual handphone dengan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau untuk memangkas biaya pemasaran.

Namun ditengah perjalanan bisnis xiaomi, Xiaomi mengubah sistem pemasarannya dengan membangun toko fisik atau offline untuk menjual produk-produk Xiaomi.

Wang Xiang, Senior Vice President Xiaomi berkata,”Toko fisik sangat penting untuk memungkinkan pengguna untuk mencoba dan memperoleh timbal balik dari fans kami. Kami harus memiliki toko online dan offline untuk menjadi perusahaan dan smartphone yang paling berpengaruh. Kami menginginkan pengalaman pengguna dan eksklusivitas.”

Produk-produk yang telah dihasilkan Xiaomi adalah ponsel, Mi Pad, MIUI, Mi WiFi, Mi TV, Mi Box, Mi Cloud, Mi Talk, Mi Power Bank, Mi Band, pengamat tekanan darah, Mi Air Purifier, dan Yi Action Camera.

Saat ini, menambah penjualan melalui toko offline, mengembangkan sistem kecerdasan buatan dan mendorong pertumbuhan distribusi merupakan fokus Xiaomi. Selain itu, Xiaomi mulai membuka bank atau layanan keuangan berbasis internet.

“Kami memiliki sistem yang nilainya sama dengan Costco. Kami ingin pengguna menikmati produk yang lebih baik dengan harga terjangkau.” Kata Lei Jun.

Menyeimbangkan biaya perangkat berkualitas merupakan dedikasi perusahaan yang menjadi salah satu kunci terbesar kesuksesan Xiaomi. Di China, smartphone premium Xiaomi dijual dengan harga 25% lebih rendah daripada Samsung dan iPhone yang memiliki hardware yang sebanding.

Selain itu, salah satu strategi Xiaomi lainnya adalah mengajak selebritas yang ternama menjadi brand ambassador untuk meningkatkan penjualan mengingat banyaknya penggemar.

Strategi Xiaomi yang dapat kita pelajari diantaranya adalah :

  • Berbeda dan kompetitif
    Harus ada sesuatu yang unik yang menjadi ciri khas produk kita yang dapat menjadi nilai tambahan dari produk kompetitor.
  • Touch your customer
    Setiap pemilik memiliki keunikan masing-masing yang dapat di_custom_ pada fitur tampilan yang menjadi salah satu keunggulan Xiaomi.
  • Memperkuat pemasaran online
    Memasarkan produk secara efisien dan efektif dengan memanfaatkan internet dan media sosial.

SUMBER :

Kegemarannya dalam teknologi sejak kecil mungkin membuat Lei Jun bisa seperti sekarang. Pria kelahiran 16 Desember 1969 ini adalah CEO dari Xiaomi Inc, perusahaan smartphone yang mampu bertengger sebagai peringkat 3 terbesar di dunia, dibawah samsung dan apple, dan berhasil menyalip microsoft serta blackberry.

Sejak kecil Lei memang suka dengan dunia teknologi. Pria yang tinggal di wilayah penghasil produk tekstil, pertanian dan padi kecil ini melanjutkan studi ke Wuhan University setelah lulus dari sekolah Mianyang. Di Universitas Wuhan, Lei membaca buku tentang kisah Steve Jobs yang membuat Lei terpacu untuk membangun kerjaan teknologi baru. Setelah lulus pada tahun 1991, Lei memulai karir dengan menjadi teknisi kingsoft. Lei ditunujuk menjadi CEO kingsoft setelah ia berhasil dalam penawaran saham perdana di bursa saham Hong Kong. Kingsoft, Lei jun sangat berperan dalam pembentukan Joyo.com, sebuah toko buku dan situs online e-commerce yang kemudian dijual ke Jeff Bezos yang merupakan pendiri Amazon.com sebesar 75 juta Dollar pada Ditahun itu juga, Lei Jun menjadi Inverstor terkemuka di China, dengan invertasinya di pengecer pakaian online merk Vancl dan juga video sosial berbasis jaringan YY, yang sahamnya diperdagangkan di AS yang kemudian meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun lalu menurut Forbes.Namun karena alasan kesehatan, Lei mengundurkan diri pada tahun 2007.

Pada tahun 2008, bersama 7 co-Founder dan mantan eksekutif Google Lin Bin, Lei memberanikan diri membangun perusahaannya yang bernama Xiaomi. Dengan modal 553 miliar rupiah dan berhasil meluncurkan smartphone pertama Xiaomi pada tahun 2011 dengan harga 3,3 juta. Dengan harga terjangkau dan spesifikasi yang menyaingi samsung, peluncuran pertamanya mendapat sambutan 300 ribu pre order hanya dalam waktu 34 jam.

Karena respon yang baik membuat Xiaomi memulai ekspansi Global dari Hongkong dan India, kemudian ke Asia Tenggara. Dalam menjalankan bisnisnya, Lei menerapkan strategi bisnis dimana yang pertama adalah mampu memanfaatkan momen dengan waktu yang tepat. Lei melihat pasar yang kian jenuh dengan ponsel dari perusahaan raksasa, lalu ia dengan nekat meluncurkan handphone xiaomi pertama dimana belum lama iphone 4s diluncurkan. Namun dengan keberaniannya itu mampu membuat handphone pertama itu laris.

Selanjutnya Lei menganggap bahwa User Experience penting untuk meninggalkan kesan baik ke user terhadap produk kita dalam persaingan dengan kompetitor. Pengalaman dalam mengelola dan berinvestasi di perusahaan membuat Lei menyadari bahwa pentingnya pertumbuhan yang cepat dalam jangka panjang itu lebih penting. Jadi mempertahankan pengalaman dari user serta berimprovisasi suseuai dengan permintaan user diyakini Lei dapat menjadi strategi dalam menjalankan perusahaan Xiaomi.

Lei juga beranggapan bahwa tidak semua yang orang lakukan harus kita ikuti atau tirukan. Seperti contohnya trend handphone tahan air yang menjadi sorotan. Lei beranggapan bahwa penerapan teknologi ini dapat membuat harga naik hingga 30 persen, yang tentu saja bertentangan dengan prinsip “handphone murah” oleh xiaomi. Oleh karena itu xiaomi tidak menerapkan teknologi tersebut ke produknya.

Straategi pemasaran tentu menjadi sesuatu yang penting dalam perusahaan. Peran user dalam merespon pemasaran sangatlah penting. Xiaomi memilih cara pemasaran yang unik namun efektif, dimana pada tanggal 6 April, xiaomi mengadakan kampanye pemasaran yang dikenal sebagai Mi-fan Day dan mengumumkan produk baru bagi para pengguna terlebih bagi penggemar xiaomi yang dikenal sebagai Mi-fans. Intinya strategi seperti itu dilakukan untuk menjaga interaksi user terhadap gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh xiaomi

Lei juga selalu mendengarkan customernya. Karena tanpa customer xiaomi tidak akan menjadi apa-apa. Mendengar keluhan dari customer.

Lei juga akan mendorong distribusi penjualan offline, karena selama ini selalu berjualan online dan membuat pemasukannya berkurang.