Bagaimana biografi Kevin Systrom - Siang Marketer, Malam Programmer?

Pembuat instagram adalah marketer yang tidak pernah belajar programming.

Kevin Systrom, sang CEO dari Instagram, aplikasi berbagi foto yang sedang populer sekarang, adalah salah satu dari pria suskes di Silicon Valley diantara generasi kita. Instagram yang akhirnya dibeli Mark Zuckerberg (CEO Facebook) seharga $1 juta dollar tersebut adalah buah tangan Systrom yang tidak pernah menjalani pendidikan teknik.

Systrom sendiri belajar programming secara otodidak di malam hari sementara pada siang hari dia bekerja di bagian marketing di perusahaan aplikasi Nextstop yang akhirnya dibeli Facebook tahun 2010 lalu. Menurut Systrom, project kecil yang ia kembangkan termasuk menggabungkan elemen dari Foursquare dengan Mafia Wars.

Kevin yang juga adalah pengguna aktif di Quora menceritakan pengalamannya:

“Cerita dimulai disaat saya bekerja di Nextstop. Sementara saya bekerja di bagian marketing, saya juga sedikit demi sedikit mulai belajar teknis-teknisnya pada malam hari dari ide-ide sederhana yang membantu saya belajar programming (saya tidak punya gelar formal CS ataupun pelatihan).

Salah satu ide-ide sederhana itu adalah mengkombinasi elemen dari foursquare (check-in) dengan elemen dari Mafia Wars (karenanya disebut Burbn). Saya sadar saya bisa membuat prototype ide itu dengan HTML 5 dan memperlihatkannya ke teman-teman saya. Teman-teman saya akhirnya menggunakan prototype itu tanpa ada elemen branding ataupun desain sama sekali. Saya menghabiskan berminggu-minggu untuk menyempurnakan prototype itu demi teman-teman saya.

Suatu hari di pesta teman-teman Hunch, saya bertemu orang-orang yang mulai membuat Burbn menjadi nyata. Di pesta itu, ada dua orang dari Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz. Saya memperlihatkan prototip buatan saya, dan mereka akhirnya mengajak untuk membicarakannya lebih lanjut sambil ngopi. Setelah rapat pertama, saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan saya, mencoba untuk bekerja sendiri dan berharap Burbn bisa menjadi sebuah perusahaan. Setelah dua minggu meninggalkan pekerjaan saya, saya dibayar $500 ribu dollar dari Baseline dan Andreessen Horowitz, dan akhirnya bisa saya bisa mencari tim.”

Banyak dari programmer otodidak bisa belajar dan tumbuh berkembang terus berkat situs seperti Codecademy dan lainnya.

Kesuksesan instagram akan menginspirasi para programmer muda untuk belajar lebih jauh meski secara otodidak, dan Systrom adalah salah satu inspirasi mereka untuk bisa sukses di era generasi baru pengusaha berkembang.

Referensi

Saintia

2 Likes

Biografi Kevin Systrom

Di era saat ini dimana perkembangan smartphone yang semakin maju dimana salah satu yang paling digandrungi oleh tiap orang dalam smartphone adalah aplikasi jejaring sosial. salah satunya adalah Instagram, yang bisa dikatakan sebagai “Bintang Baru” karena sejak awal peluncurannya, penggunanya membludak dengan cepat dan membuatnya semakin populer dibanding jejaring sosial lain, karena kepopulerannya inilah yang kemudian menarik minat facebook sehingga mengakuisisi atau membeli Instagram ini dengan nilai atau harga yang sangat fantantis sehingga menjadikan pendiri instagram menjadi kaya raya dan menjadi milyarder baru di dunia.

Kevin Systrom lahir pada tanggal 30 Desember 1983 dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Holliston di HMassacahusetts, Amerika Serikat. Ia merupakan anak dari Douglas Systrom yang berkerja sebagai kepala sumber daya manusia dan Diane yang merupakan seorang marketing eksekutif. Kevin Systrom menamatkan sekolah menengah umumnya di Middlesex School di Concord, Massachusetts kemudian setelah lulus SMA, Kevin Systrom kemudian masuk ke Stanford University mengambil jurusan Management Science and Engineering dan kemudian lulus pada tahun 2006. Pada saat di Stanford, Kevin Systrom pernah bekerja paruh waktu di perusahaan startup, bernama Odeo. Di kemudian hari Odeo semakin berkembang dan dikenal sebagai penyedia layanan mikroblogging, Twitter. Setelah Lulus dari Stanford, Kevin Systrom kemudian bergabung dengan Google dengan posisi sebagai manajer pemasaran produk. Ia bekerja pada produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs, dan Spreadsheets.

Tak lama kemudian dia meninggalkan Google untuk bergabung dengan Nextstop, sebuah startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google. Walau kerjanya fokus pada pemasaran, tak jarang dia membantu membuat ide-ide dalam bentuk pemrograman. Setelah bekerja di Twitter dan Google dan beberapa startup lainnya, ia mulai membangun perusahaan sendiri yang menciptakan aplikasi disebut Burbn yang kemudian menjadi cikal bakal dari Instagram. Pada awalnya Burbn, Inc. sendiri memiliki fokus yang terlalu banyak di dalam HTML5 mobile, namun kedua CEO, Kevin Systrom dan juga Mike Krieger, memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja.

Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide yang bagus, pada akhirnya mereka membuat sebuah versi pertama dari Burbn, namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna. Versi Burbn yang sudah final, adalah aplikasi yang sudah dapat digunakan di dalam iPhone, yang dimana isinya terlalu banyak dengan fitur-fitur yang memungkinkan orang check-in lokasi, membuat rencana, mendapatkan poin untuk bergaul dengan teman-teman, dll. Namun ketika ingin merombak Burbn, mereka melihat bahwa Facebook membuat aplikasi check-in seperti Sulit bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-fitur yang ada, dan memulai lagi dari awal, namun akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram.

Akhirnya agar tidak bentrok dengan layanan Facebook, mereka menciptakan Instagram. Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Jadi bisa di artikan bahwa Instagram adalah aplikasi berbagi foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat.

Oleh karena itulah Instagram berasal dari instan-telegram. Sebulan setelah peluncuran, Instagram mampu merangkul 1 juta pengguna. Setahun kemudian, Instagram mencapai lebih dari 10 juta pengguna. Dan pada tahun 2012, Instagram sukses memikat pesaingnya Facebook. Instagram akhirnya sepakat untuk menerima tawaran akuisisi dari Facebook dengan nilai USD 1 miliar. Pembelian terbesar dalam sejarah Facebook.

Dari pembelian tersebut kemudian menjadikan Kevin Systrom dan juga Mike Krieger yang merupakan pendiri instagram menjadi Milyarder baru secara mendadak. Instagram dari hari ke hari terus bertambah penggunanya. Instagram tidak hanya dapat digunakan untuk berbagi foto saja, melainkan dapat juga menyunting foto-foto yang memiliki 16 efek yang dapat digunakan untuk menyunting foto.

Dengan aplikasi Instagram, foto-foto dapat diunggah melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, foursquare, flickr, dan juga posterous. Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan di dalam berbagai macam gadget seperti iPhone, android dan lain lain tersebut. Penggunaan kamera melalui Instagram juga dapat langsung menggunakan efek-efek yang ada, untuk mengatur pewarnaan dari foto yang dikehendaki oleh sang pengguna. Ada juga efek kamera tilt-shift yang fungsinya adalah untuk memfokuskan sebuah foto pada satu titik tertentu. Setelah foto diambil melalui kamera di dalam Instagram, foto tersebut pun juga dapat diputar arahnya sesuai dengan keinginan para pengguna.

Instagram buatan Kevin Systrom dan Mike Krieger dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 3.1.2 atau yang terbaru dan Android apapun dengan sistem operasi 2.2 (Froyo) atau yang terbaru, dan juga sudah bisa digunakan oleh pengguna Windows Phone namun sayang untuk perangkat Blackberry belum support aplikasi ini. Meskipun begitu ada kelemahan pada Instagram yaitu memiliki keterbatasan ukuran untuk foto , tapi mungkin dengan berjalan nya waktu pasti kelemahan itu bisa di atasi

1 Like

KEVIN SYSTROM

image

Bidang : IT & Software Entrepreneurs
Kewarganegaraan : Amerika
Almamater : Universitas Stanford
Tempat, tanggal lahir : Holliston, 30 Desember, 1983
Umur : 33 Tahun
Pekerjaan : Co-Founder & CEO of Instagram
Nama Istri : Katelyn Systrom
Penghasilan : US$1.5 billion (2017)
Website : http://www.systrom.com/

Masa Kecil & Awal Hidup
Kevin lahir dari kedua orang tua yang bernama Diane (Pels) dan Douglas Systrom pada tanggal 30 Desember 1983 di Holliston, Massachusetts. Dia mendapat pendidikan dari ‘Middlesex School’ yang berada di Concord, Massachusetts. Selama masa sekolah dia belajar tentang pemrograman komputer. Sebagai seorang anak, ia memainkan video game yang disebut ‘Doom 2’, yang selanjutnya mengembangkan minatnya dalam pemrograman. Dia menempuh gelar Bachelor of Science dalam bidang sains manajemen dan teknik, dari ‘Stanford University’. Sementara di universitas, dia dikaitkan dengan ‘Sigma Nu’. Program Mayfield Fellows 'dimana siswa diberi pengetahuan dan pelatihan terperinci dalam kewirausahaan teknologi tinggi. Keikutsertaannya dalam program persekutuan memberinya kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan yang disebut ‘Odeo’ sebagai magang. ‘Odeo’ adalah perusahaan yang sama yang mengembangkan situs jejaring sosial ‘Twitter’.

KARIR
Pada tahun 2006, kevin menyelesaikan wisuda dan bekerja di layanan internet ‘Google’ sebagai manajer pemasaran produk asosiasi dan fungsi Google Calendar, Gmail, Spreadsheets, Documents dan berbagai produk perusahaan lainnya. Selama dua tahun bekerja di ‘Google’, kevin awalnya bekerja dengan produk seperti Google Reader dan Gmail. Tahun berikutnya, dia bergabung dengan ‘Corporate Development Team’ perusahaan. Beberapa orang yang pernah bekerja dengan ‘Google’ seperti Adrian Graham, Charles Lin dan Carl Sjogreen berkolaborasi untuk membentuk usaha baru bernama ‘Nextstop’. Kevin meninggalkan ‘Google’ dan menjadi anggota asosiasi pada usaha baru tersebut.

Startup ini dikembangkan untuk merekomendasikan destinasi ke orang-orang dan membantu mereka menjelajahi tempat-tempat dengan bantuan ‘Nextstop’. Perusahaan ini disusul oleh situs jejaring sosial ‘Facebook’ pada 25 September 2010. Programmer yang luar biasa ini menganggap bahwa check-in lokasi dapat digabungkan dengan permainan sosial yang lazim, dan pada pemikiran ini dia menyiapkan sebuah prototip. Dia berbagi idenya dengan pendiri perusahaan investasi modal Andreessen Horowitz ‘dan’ Baseline Ventures '.

Pertemuannya dengan para pendiri itu tampak berbuah dan dia meninggalkan perusahaan ‘Nextstop’ untuk mengembangkan idenya lebih jauh. Perusahaan investasi Andreessen Horowitz dan ‘Baseline Ventures’ memberinya dana awal sebesar $ 500.000. Akhirnya, perusahaan ‘Burbn’ dikembangkan oleh Systrom dan Mike Kriegerin di San Francisco. ‘Burbn’ memiliki banyak fitur seperti memposting gambar, berbagi lokasi, membuat check-in masa depan, dan bahkan mengumpulkan poin berdasarkan aktivitas mereka di ‘Burbn’. Namun, para pendiri segera menyadari bahwa aplikasi dengan fitur luar biasa tidak user friendly. Pengembang ‘Burbn’ memutuskan untuk mengubah fitur aplikasi dan membuatnya lebih user friendly dengan hanya berkonsentrasi pada satu fitur, yaitu berbagi dan posting gambar. Dengan demikian, mengantar aplikasi baru yang disebut ‘Instagram’ dan dalam waktu satu bulan peluncurannya, aplikasi tersebut memiliki sekitar 1 juta pengguna.

Kevin adalah co-founder dan CEO aplikasi populer yang disebut ‘Instagram’, dan ditugaskan dengan merancang aplikasi. Pemrogram yang terkenal ini terlibat dalam pengembangan platform berbagi foto sehari-hari. Menurut survei dan perkiraan baru-baru ini, dengan lebih dari 300 juta pengguna, ‘Instagram’ bernilai 33 miliar pada tahun 2014. Instagram, yang merupakan aplikasi berbasis telepon, diturunkan namanya dari kata Instant 'dan' telegram '. Aplikasi ini terintegrasi ke kamera dan galeri perangkat dan seseorang dapat mengedit gambar mereka dengan bantuan template dan pengaturan *built-in* dan mengeposkannya di berbagai platform media sosial lainnya termasuk Facebook, Twitter, dll. Popularitas aplikasinya sangat besar sehingga pada bulan April 2012, situs jejaring sosial 'Facebook' mengakuisisi perusahaan seharga 1 miliar. Kevin, rupanya memperoleh $ 400 juta karena sahamnya di ‘Instagram’. Kevin memegang jabatan CEO ‘Instagram’ sementara Krieger adalah kepala teknis perusahaan.

Dalam sebuah wawancara dengan Forbes dia menyatakan bahwa "Instagram adalah bentuk komunikasi yang merupakan mode ideal untuk berbagi foto, status dan update dengan orang lain. Ini juga membuat Anda terhubung dengan situs web sosial lainnya seperti Twitter, Facebook, dll. Kevin dan Krieger “Siapa saja bisa membangun situs berbagi foto sosial,” kata Systrom. "Dan sebenarnya banyak orang punya. Komunitas kami adalah aset terbesar kami, jadi kami perlu melindungi itu dan memastikan orang bahagia. Kami menyadari bahwa tidak seorang pun di bumi ini yang memiliki sentuhan emas, dan kami berusaha untuk tetap rendah hati. "Itu, dan tetaplah sederhana.

PENGHARGAAN

  • Pada tahun 2012, Kevin mendapatkan anugerah penghargaan ‘Founder of the Year’ di ‘6th Annual Crunchies Awards’.

  • Kevin mendapatkan ‘Webby Breakout Award’ bersama co-founder ‘Instagram’ di tahun 2012.

  • Dia telah menjadi penerima ‘CFDA Social Media Award’ pada tahun 2015.

Lima pelajaran untuk Startup dari Kevin Systrom, co-founder Instagram

  1. (Passion) Pelajaran yang sering dilewatkan dalam cerita kesuksesan Instagram sebagai sebuah aplikasi adalah fakta bahwa Kevin Systrom selaku co-founder memiliki passion dalam bidang fotografi.Sebagai orang yang memberikan ide tersebut, passion Kevin membuat dia terobsesi terhadap setiap detil dibalik desain aplikasi tersebut, sesuatu yang sulit ditiru oleh seseorang yang hanya ingin membuat ‘the next big thing’.
  2. (Network) Memang benar bahwa Instagram adalah aplikasi yang sederhana, mudah digunakan, dan elegan, tapi perlu diingat bahwa bagian besar dari kesuksesan Instagram datang dari network berkualitas tinggi yang dimiliki Kevin di Silicon Valley saat berada di Stanford.
  3. (Skill) Walaupun Systrom mungkin tidak akan mendapat penghargaan dalam bidang programming, sangat penting untuk dicatat bahwa dia tidak hanya tertarik pada bidang marketing sebuah produk, tapi juga proses koding dan desainnya. Walaupun dia tidak mendapat pelatihan formal dalam keahlian teknik, dia bisa belajar untuk membuat program pada malam hari untuk menjalankan ide-idenya.
  4. (Focus) Setelah melihat perkembangan pesat pada aplikasi ini oleh pengguna iPhone, Instagram memilih untuk fokus pada penggunanya di iPhone pada tahun-tahun awal. Faktanya, karena fokus dan dedikasinya pada experience pengguna iPhone, Apple tidak memiliki pilihan lain selain memilihnya sebagai iPhone App of the year pada tahun 2010. Pelajarannya disini adalah tetap berfokus untuk membangun sebuah komunitas pengguna yang memiliki passion pada produknya, lalu mendengarkan kebutuhan mereka dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan mereka.
  5. (Stay lean) Kecenderungan yang ada pada para pendiri startup adalah setelah mendapat dana yang cukup, mereka harus segera merekrut agar bisa bertumbuh besar dan mendapat lebih banyak market. Walaupun begitu, kadang kebalikannya bisa menjadi strategi yang lebih baik. Dengan merekrut karyawan yang luar biasa dan tetap berfokus untuk membuat produk yang luar biasa, jumlah staff yang banyak bisa mengganggu atau bahkan berubah menjadi liabilitas. Kebanyakan startup yang bagus memiliki jumlah karyawan sedikit pada awalnya dan cekatan.
Referensi

(https://www.thefamouspeople.com/profiles/kevin-systrom-6222.php)
(https://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Systrom)
(http://fortune.com/2014/10/10/how-kevin-systrom-got-started/)
(http://biogtown.com/instagram-founder-kevin-systrom-biography-personal-life-wedding-wiki/)
(https://startupbisnis.com/lima-pelajaran-untuk-startup-dari-kevin-systrom-co-founder-instagram/)

CEO of Instagram: ( Kevin Systrom )

image

Kevin Systromlahir pada tanggal 30 Desember 1983 dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Holliston di HMassacahusetts, Amerika Serikat. Ia menyelesaikan sekolah menengah umumnya di Middlesex School di Concord, Massachusetts. Pada tahun 2006, Kevin Systrom lulus dari Universitas Stanford, sebagai sarjana di bidang management science and engineering. Lalu tergabung sebagai anggota Sigma Nufraternity.

Kesempatan untuk memulai startup pertama kali, ketika Kevin terpilih satu dari dua belas partisipan dalam acara Mayfield Fellows Program di Universitas Stanford. Saat itu Kevin berkesempatan untuk magang di Odeo yang kemudian menjadi Twitter. Kevin sempat bekerja di beberapa industri teknologi besar, seperti Twitter dan Google. Pada saat bekerja di Google dengan posisi sebagai manajer pemasaran produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs, dan Spreadsheets.

Tak lama setelah meninggalkan Google, lalu dia bergabung dengan Nextstop, sebuah startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google yang bernama burbn . Systrom awalnya terpikir untuk menggabungkan fitur lokasi check in dengan permainan sosial. Systrom membuat sebuah prototipe yang kemudian menjadi Burbn. Ide tersebut dipresentasikan ke Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz saat ia mendatangi sebuah pertemuan walaupun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna.

Versi Burbn yang sudah final, adalah aplikasi yang sudah dapat digunakan di dalam iPhone, yang dimana isinya terlalu banyak dengan fitur-fitur yang memungkinkan orang check-in lokasi, membuat rencana, mendapatkan poin untuk bergaul dengan teman-teman, dll. Namun ketika ingin merombak Burbn, mereka melihat bahwa Facebook membuat aplikasi check-in seperti Foursquare.

Pada satu titik, Kevin Systrom dan Mike Krieger berfikir Burbn memiliki terlalu banyak fitur, padahal pengguna tidak mau aplikasi yang terlalu rumit. Akhirnya mereka fokus pada photo sharing. Lalu Systrom memiliki inspirasi melalui teman perempuan nya yang tidak mau ngepost foto, karena keliatan jelek. Sedangkan temannya dengan menggunakan filter dan efek-efek fotonya menjadi terlihat bagus.

Pengembangan Burbn menjadi Instagram. Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Jadi bisa di artikan bahwa Instagram adalah aplikasi berbagi foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Sebulan setelah ia launching aplikasinya ( Instagram ), jumlah pengguna tumbuh sebesar 1 juta pengguna. Setelah 1 tahun berjalan Instagram memiliki pengguna lebih dari 10 juta orang.

Lalu pada April 2012, Instagram dibeli oleh Facebook dengan harga US$ 1 Milliar dalam bentuk uang tunai dan saham. Alasan Facebook memilih Instagram karena memiliki platform berbagi gambar yang lebih baik. Pembelian tersebut termasuk dengan 13 orang karyawan Instagram. Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Instagram akan dikembangkan sendiri, jadi tidak akan dilebur dengan Facebook.

Dengan aplikasi Instagram, foto-foto dapat diunggah melalui jejaring sosial seperti facebook,twitter,dll. Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan di dalam berbagai macam gadget seperti iPhone, android dan lain lain tersebut. Penggunaan kamera melalui Instagram juga dapat langsung menggunakan efek-efek yang ada dalam Instagram, untuk mengatur pewarnaan dari foto yang diinginkan oleh pengguna. Ada juga efek kamera tilt-shift yang fungsinya adalah untuk memfokuskan sebuah foto pada satu titik tertentu. Setelah foto diambil melalui kamera di dalam Instagram, foto tersebut pun juga dapat diputar arahnya sesuai dengan keinginan para pengguna.

Banyak fitur-fitur baru setelah aplikasi Instagram di update seperti fitur Stories Instagram yang memungkinkan kita mengirim dan menyunting video maupun foto dan akan terhapus dalam waktu yang bisa kita tentukan. Instagram mengetahui bahwa remaja yang mayoritas pengguna Instagram menyukai hal-hal yang cepat dan akurat. kemudian fitur stiker yang bisa menampilkan lokasi, waktu, kondisi cuaca, serta emoji di atas foto atau video yang diunggah. dengan adanya fitur baru Instagram. membuatnya semakin populer.

Beberapa strategi sukses bagi Kevin Systrom yaitu :

  1. Menjadi seorang entrepreneur perlu pengalaman. Salah satu cara mendapatkan pengalaman adalah belajar ke perusahaan yang terbaik dibidangnya. Contoh jika ingin tahu mengenai industri teknologi, belajar dengan Google.

  2. Entrepreneur harus tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres. Ketika Systrom menyadari bahwa terlalu banyak fitur dalam burbn dan hal itu menjadi masalah.

  3. Tidak ada yang tahu mana yang benar, yang kita tahu adalah hanya lakukan riset dan coba. Ketika memutuskan fokus pada photo sharing tidak ada kepastiaan bahwa itu adalah jalan yang benar. Tetapi tidak ada kata lain, selain coba.

  4. Inovasi tiada henti adalah salah satu kesuksesan Instagram. Awalnya dibuat untuk photo sharing, saat ini Instagram bisa digunakan untuk berbagi video.

Referensi

http://www.sepositif.com/2017/01/kisah-sukses-dari-pendiri-instagram-kevin-systrom.html
https://www.finansialku.com/kisah-sukses-kevin-systrom-pendiri-instagram/