Apakah yang dimaksud dengan penelitian?

Kegunaan penelitian atau biasa disebut sebagai manfaat penelitian merupakan dampak dari tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah penelitian. Kegunaan penelitian adalah penggunaan hasil penelitian yang berupa informasi,model/ alat/ teori/ konsep/ faktor-faktor yang berpengaruh, evaluasi, dan peramalan kejadian yang dapat digunakan oleh:

  • lembaga atau instansi dan program untuk perencanaan, pengambilan keputusan/ perumusan kebijakan : disekolah, perguruan tinggi, PT, dan lain-lain.
  • masyarakat umum : guru, siswa, orang tua, masyarakat, pekerja, dan lain-lain.
  • masyarakat industri : para konsumen, produsen, masyarakat, dan lain-lain.
  • pengembangan ilmu pengetahuan, dan lain-lain

Pada intinya, kegunaan penelitian menguraikan seberapa jauh kebergunaandan kontribusi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Kegunaan penelitian/ penulisan dapat diuraikan secara terpisah. Maksudnya, kegunaan penelitian tersebut dapat diperinci lagi kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penelitian yang diteliti.

Kegunaan penelitian dapat dibedakan menjadi kepentingan praktis dan kepentingan teoritis. Kepentingan-kepentingan ini meliputi kepentingan bidang keilmuan, atau kepentingan bidang profesi peneliti, instansi/organisasi, atau kelompok tertentu dan kepentingan terhadap lainnya tergantung penelitian yang dilakukan tujuannya bagaimana. Karena seperti yang dijelaskan kegunaan penelitian merupakan damapak dari pencapaian.

Tujuan penelitian, yaitu seberapa jauh mana hasil yang dapat dicapai atau didapat dari tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Pada penelitian itu sendiri, kegunaan penelitian juga masuk kedalam bahasan lain yaitu masuk kedalam karakteristik yang harus ada dalam penelitian, selain pada pokok intinya kegunaan penelitian yang masuk kedalam desain penelitian.

Dalam karakteristik penelitian dijelaskan bahwa penelitian memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan aktivitas pada umumnya. Karena itu dalam membuat proposal maupun laporan penelitian, peneliti hendaknya memperhatikankarakteristik yang terkandung di dalamnya, karakteristik-karakteristik tersebut antara lain :

  1. Penelitian harus Sistematis
    Proposal maupun laporan penelitian merupakan suatu aktivitas yang terstruktur, mengandung unsur-unsur yang merupakan butir-butir pemikiran dan aktivitas. Unsur-unsur tersebut harus diungkapkan secara runtun dan dilakukan secara bertahap, dipaparkan secara berurutan, sehingga terlihat dan terasa jelasalur pikirannya dan mudah dipahami oleh pembaca (transferable).

  2. Penelitian harus Logis dan Rasional
    Penelitian harus logis artinya penelitian tersebut memiliki alur pikir yang benar dalam arti adanya kesesuaian antara instrumen, prosedur penelitian yang digunakan dengan hasil penelitian yang diperoleh, sehingga memiliki alur pikir yang benar dan bisa dinalar. Setiap pilihan dan keputusan harus logis dan rasional. Proposal atau laporan penelitian harus mengandung penjelasan yang logis ataualas an yang kuat dalam menetapkan pilihan, langkah, dan prosedur penelitian.

  3. Penelitian harus Empirik
    Proposal atau laporan penelitian harus mengungkapkan atau berkenaan dengan dunia nyata yakni dunia yang dapat diobservasi dengan indra, sehingga setiap orang dapat merasakannya. konsep-konsep atau istilah-istilah penelitian harus sudah secara tegas diaplikasikan ke dunia penelitian, jangan masih bersifat umum atau mengambang.

  4. Penelitian Bersifat Redukatif
    Aktivitas penelitian harus dapat mereduksi (mengurangi) bahkan menghilangkan keraguan menjadi kepastian, dari ketidaktahuan atau ketidakjelasan suatu objek pengamatan menjadi jelas. Hal ini dikarenakan aktivitas penelitian yang sistematis untuk memperoleh data sehingga mampu memberi pernyataan yang logis dan rasional yang lebih condong kepada kegunaan penelitian pada desain penelitian yaitu yangmerupakan damapak dari pencapaian tujuan pnelitian.

Menurut W. Gulo (2005 : 21-22), manfaat atau kegunaan penelitian, yaitu :

a.Manfaat / kegunaan teoritis
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verifikatif. Keraguan terhadap suatu teori muncul jika teori yang bersangkutan tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak atau mengukuhkan atau merevisi teori yang bersangkutan. Demikianlah teori berkembang terus melalui penelitian, dan dengan demikian ilmu pengetahuan berkembang terus tanpa batas. Itulah sebabnya penelitian ditempatkan sebagai darma kedua pada tridarma perguruan tinggi sebagai lembaga yang mengelola ilmu pengetahuan. Manfaat teoritis ini pada intinya adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan baik secara konsep maupun teori sebagai hasil dari kegiatan penelitian.

b.Manfaat / kegunaan praktis
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan ataupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral dalam organisasi mereka.kedua manfaat penelitian tersebut merupakan syarat dilakukannya suatu penelitian sebagaimana dinyatakan dalam rancangan (desain) penelitian. Manfaat praktis ini pada umumnya lebih mengkhususkan kegunaan penelitian ini tertuju kepada siapa secara rinci.

source :
http://www.userfocus.co.uk/articles/dataloggingtools.html
Usman, Husaini dan Setiady Akbar, Purnomo. 2009. Metodologi Penelitian Sosial . Jakarta : Bumi Aksara.

Pengertian Penelitian

Pengertian penelitian selalu berbeda menurut pendapat beberapa ahli. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh adanya faktor yang melatarbelakangi seorang peneliti di samping juga faktor pengalaman yang telah dimiliki dalam hidup seorang peneliti. Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yoseph & Yoseph dalam Sukardi, 2016:3). Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.

Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebelumnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adalah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil klaning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru (Sukardi, 2016:3-4).

Dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol, dan mendasar pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada.

Tujuan Penelitian

Menurut Sukardi (2016:4) ada beberapa tujuan penelitian yang hendak dicapai dapat dilihat di antaranya termasuk pada keterangan berikut ini:

  1. Memperoleh Informasi Baru

Penelitian biasanya akan berhubungan dengan informasi atau data yang masih baru jika dilihat dari aspek si peneliti. Walaupun mungkin saja suatu data atau fakta tesebut telah ada dan berada di suatu tempat dalam waktu lama. Apabila fakta tersebut baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh seorang peneliti pada saat itu maka dapat dikatakan bahwa data peneliti tersebut dikatakan data baru. Contoh data yang sering ditemui pada kondisi tersebut adalah hasil studi para siswa, hasil produksi suatu perusahaan, persepsi masyarakat terhadap sebuah kebijakan pemerintah dan isu yang berkembang dan sebagainya, adalah merupakan data yang baru jika mereka disusun dan dicari oleh peneliti.

  1. Mengembangkan dan Menjelaskan

Fungsi kedua ini penting dan bermanfaat secara signifikan ketika para peneliti berusaha memecahkan permasalahan dengan tidak menginginnkan terjadinya pengulangan kerja atau penggunaan tenaga yang sia-sia. Mereka perlu menggali dari variasi sumber-sumber pengetahuan yang relevan agar dapat menerangkan pentingnya permasalahan yang hendak dipecahkan. Dengan melakukan pengembangan dan usaha menjelaskan melalui teori yang didukung fakta-fakta penunjang yang ada, peneliti akan dapat sampai pada pemberian pernyataan sementara yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.

  1. Menerangkan, Memprediksi, dan Mengontrol Suatu Ubahan

Ubahan yang di dalam istilah penelitian disebut variable adalah symbol yang digunakan untuk mentransfer gejala ke dalam data penelitian. Seorang peneliti perlu mengetahui variable yang disebut variable bebas atau independent variable dan variable tergantung atau sering pula disebut dependent variable, sehingga ia dapat mengetahui secara pasti pengaruh variable suatu terhadap variable yang lainnya. Tujuan penelitian yang ketiga ini penting dalam aspek akademika karena dengan memiliki kemampuan yang mencakup menerangkan, memprediksi, dan mengontrol sesuatu, dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut adalah orang ahli atau umaroh yang memiliki kelebihan apabila dibandingkan dengan orang awam.

Sifat Penelitian Pendidikan

Kegiatan penelitian dipandang sebagai metode ilmiah, karakteristik atau sifat metodologi penelitian pendidikan sama dengan bidang-bidang lainnya. Menurut Tuckman, Nunan, McMillan & Scumacher (Sukardi, 2011:9) sifat metodologi penelitian pendidikan adalah sebagai berikut.

  1. Bertujuan

Penelitian mutlak memiliki tujuan yang dapat memberikan arah dan target yang hendak dicapai. Tujuan ini dapat dipakai sebagai tolak ukur dan penilaian ketercapaian hasil penelitian.

  1. Sistematis

Penelitian merupakan proses terstruktur, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang tepat untuk melaksanakannya. Pelaksanaan penelitian yang baik dilakukan secara terencana dan sistematis. Langkah-langkah dalam proses penelitian akan bergantung pada pendekatan atau metode yang digunakan dalam sebuah penelitian.

  1. Objektif

Sebuah penelitian harus didasarkan data-data yang objektif. Karena objektivitas mengacu pada kualtas data yang dihasilkan oleh prosedur yang dapat mengontrol subjektifitas peneliti.

  1. Logis

Penelitian dilakukan melalui langkah-langkah yang sistematis, yaitu dengan urutan proses berpikir yang logis, artinya adanya kesesuaian antara instrumen, prosedur penelitian dan hasil penelitian. Dengan demikian, simpulan dan generalisasi akan mudah dicek kembali oleh peneliti maupun pihak lain.

  1. Empiris

Penelitian berkenaan dengan dunia empiris atau nyata yang dapat diindera oleh pancaindera manusia yang bersifat objektif. Penelitian harus didasarkan atas kejadian nyata.

  1. Reduktif

Bila sebuah penelitian menggunakan prosedur yang analitis untuk mendapatkan data, sebenarnya peneliti telah mereduksi berbagai keraguan tentang suatu fenomena atau masalah. Hal ini dikarenakan aktivitas penelitian yang sistematis untuk memperoleh data sehingga mampu memberi pernyataan yang logis dan rasional.

  1. Replicable dan Transmitable

Suatu penelitian kuantitatif pada umumnya dapat diulangi oleh peneliti lain untuk dicek kebenarannya. Agar dapat diulang dengan mudah maka laporan penelitian harus dibuat secara sistematis dan jelas, mulai dari kejelasan variabel, populasi, sampel, instrumen, uji hipotesis, analisis hasil sampai pada simpulan dan saran.

Penelitian juga harus bersifat transmitable, artinya penelitian harus mampu memecahkan masalah-masalah, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan (Sugiono dalam Syamsuddin, 2011:11).

  1. Penjelasan Singkat

Penelitian berusaha menjelaskan hubungan yang ada terhadap fenomena-fenomena tertentu yang dapat mengurangi realitas yang kompleks menjadi penjelasan yang sederhana (McMillan & Scumacher dalam Syamsuddin, 2011:11).

  1. Simpulan Bersyarat

Hasil penelitian pendidikan, khususnya pendidikan bahasa merupakan simpulan yang bersyarat atau tidak mutlak. Kesalahpahaman yang sering muncul, yaitu bahwa hasil penelitian adalah mutlak dan simpulannya bersih dari kekeliruan.

Sikap Ilmiah

Menurut Sukardi (2011:11) penelitian pendidikan yang tepat dihasilkan oleh peneliti yang bersikap ilmiah. Sikap adalah manifestasi operasionalisasi jiwa. Oleh karena sikap selalu ditujukan pada sesuatu maka sikap ilmiah itu merupakan operasionalisasi dari sifat ilmiah yang dimiliki oleh seorang peneliti. Jiwa ilmiah peneliti dapat diketahui melalui tujuh macam sikap ilmiah sebagai berikut.

  1. Sikap Ingin Tahu

Seseorang yang bersikap ilmiah itu selalu bertanya-tanya mengenai berbagai hal yang dihadapinya. Peneliti selalu tertarik akan hal-hal baru yang belum ada pada penelitian sebelumnya.

  1. Sikap Kritis

Peneliti yang bersikap kritis tidak puas dengan jawaban tunggal. Hal tersebut dipengaruhi oleh sikap ingin tahu, karena sikap ingin tahu tersebut, peneliti akan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelumnya peneliti menuliskan pendapatnya.

  1. Sikap Terbuka

Orang yang bersikap ilmiah itu selalu bersikap terbuka terhadap keterangan maupun argumentasi orang lain. Peneliti tidak boleh emotif dalam menanggapi kritik, sangkalan bahkan celaan terhadap pendapatnya.

  1. Sikap Objektif

Bersikap objektif itu adalah menyisihkan perasaan pribadi. Peneliti harus bersikap objektif atau tidak dikuasai oleh perasaannya sendiri dan tidak dipengaruhi oleh prasangka.

  1. Sikap Rela Menghargai Karya Orang Lain

Peneliti yang bersikap ilmiah memiliki jiwa yang besar untuk menghargai karya orang lain. Peneliti harus menyertakan sumber atas ide atau gagasan peneliti lain yang telah ia kutip.

  1. Sikap Berani Mempertahankan Kebenaran

Peneliti yang bersikap ilmiah harus berani mempertahankan kebenaran dan mempertahankannya. Kebenaran itu mungkin berupa fakta atas hasil penelitiannya sendiri atau hasil penelitian orang lain.

  1. Sikap Menjangkau ke Depan

Peneliti yang bersikap ilmiah mempunyai pandangan yang jauh ke depan atau bersifat futuristik. Peneliti yang baik seharusnya mampu membuat hipotesis dan membuktikannya, serta dapat menyusun sebuah teori.

Prosedur Penelitian

Proses penelitian menurut McMillan & Scumacher (Syamsuddin & Vismaia: 2011:18-19) dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut :

  1. Pemilihan Masalah Secara Umum. Masalah akan menentukan bagian-bagian atau objek yang akan diteliti.
  2. Peninjauan Masalah. Literatur yang paling penting adalah hasil penelitian terdahulu serta teori yang relevan dengan permasalahan penelitian.
  3. Penemuan masalah khusus, pertanyaan penelitian, atas hipotesis. Seorang peneliti akan dapat menemukan pendekatan kuantitatif atau kualitatif bila ia telah menemukan batasan masalah yang akan diteliti dan merumuskannya dalam pertanyaan penelitian serta hipotesis.
  4. Penentuan rancangan penelitian dan metodologi. Penelitian akan menentukan rancangan dan metodologi penelitiannya berdasarkan data yang terkumpul, bagaimana subjek penelitian dipilih, dan bagaimana data akan diolah.
  5. Pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui cara dan alat yang disahkan melalui uji kesahihan dan keajegan.
  6. Analisis data dan penyajian hasil. Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif data analisis melalui perangkat statistic dan disajikan secara ringkas melalui label statistic atau diagram. Adapun penelitian dengan pendekatan kualitatif dianalisis melalui ketentuan penganalisisan atau parameter tertentu dan disajikan melalui suatu pecandraan dalam uraian yang lengkap.
  7. Penafsiran temuan dan pemberian simpulan atau ringkasan. Bentuk laporan yang dibuat harus terbaca agar hasil temuannya dapat di pahami oleh pembaca dan pengguna penelitian.

Macam-Macam Bentuk Penelitian

Menurut Sukardi (2016:13), penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut termasuk aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.

  1. Klasifikasi bentuk penelitian dari aspek tujuan, pertama yang hendak dibahas dalam subtema ini adalah penelitian dari aspek tujuan (Gay dalam Sukardi: 2016:13). Ada dua macam tujuan, yaitu penelitian dasar dan penelitian lanjut.
    • Penelitian dasar. Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia maupun masyarakat. Penelitian yang demikian itu banyak dilakukan oleh Negara-negara maju yang memang dana pendidikan maupun dana penelitian tidak menjadi problem. Contoh : penelitian di bidang kedokteran untuk menemukan spesies baru, mereka para peneliti menggunakan bioteknologi melakukan cloning dari binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Para ahli geologi kelautan berusaha menggunakan kapal selam khusus melakukan eksplorasi masuk ke dalam lautan untuk mengetahui dan menggambarkan kehidupan laut dalam. Hasil penelitian mungkin belum dimanfaatkan saat ini, tetapi mungkin sangat berguna untuk kehidupan yang lebih baik dalam abad teknologi dan informasi masa yang akan datang.
    • Penelitian terapan. Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat sekitarnya. Tujuan para peneliti yang utama adalah pemecahan masalah dan hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok maupun keperluan industry atau pengusaha dan ukan untuk wawasan keilmuwan. Penelitian terapan ini pada umumnya, setting yang digunakan juga persoalan di sekitar manfaatnya untuk manusia. Contoh : penelitian terapan ini di anatranya survey konsumen yang dilakukan oleh sebuah took dan supermarket, penelitian tindakan tentang alat-alat teknologi pertanian dan alat produksi dalam suatu perusahaan. Penelitian pendidikan yang berkaitan dengan bagaimana meningkatkan keinginan belajar siswa, implementasi kurikulum, peningkatan kualitas dll.
  2. Klasifikasi penelitian menurut aspek metode. Pengelompokan bentuk penelitian yang sering pula dilakukan oleh para peneliti adalah klasifikasi bentuk penelitian menurut aspek metode yang digunakan. Contoh bentuk penelitian dilihat dari segi metode dapat dilihat dibawah ini:
    • Penelitian deskriptif, pada penelitian deskriptif ini para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atau dasar data yang diperoleh dari lapangan.
    • Penelitian Sejarah. Penelitian sejarah ini juga dilihat sepintas sama dengan penelitian deskriptif. Keduanya sama-sama menggunakan penggambaran secara komprehensif tentang objek atas subjek penelitian. Penelitian sejarah lebih memfokuskan pencarian data dengan metode wawancara pada pelaku sejarah, misalnya para pimpinan yang terlibat dan tokoh-tokoh masuarakat yang mengalami dan menggunakan sumber-sumber lain termasuk objek peninggalan kejadian, prasasti dll.
  3. Klasifikasi penelitian menurut bidang garapan. Variasi bentuk penelitian juga dapat dilihat dari objek yang diteliti, tergantung dari keahlihan dan bidang yang hendak digunakan sebagai aspek pembeda.
    • Penelitian Kependidikan. Bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan. Baik yang mencankup internal pendidikan termasukkomponen guru, siswa, kurikulum system pengajaran, manjamenen pendidikan dll.