© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah yang dimaksud dengan Arkeologi?

Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi).

Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari sisa-sisa peninggalan budaya masa lalu untuk mengungkapkan kehidupan masyarakat pendukung kebudayaan serta berusaha untuk merekonstruksi tingkah laku masyarakat tersebut dan bagaimana perubahan kebudayaan didalam masyarakat tersebut. (Binford, 1971)

Arkeologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari kebudayaan masa lalu melalui peninggalan-peninggalannya

Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari masa lampau dengan tujuan untuk merekonstruksi kehidupan manusia dengan segala aspeknya. Dengan demikian arkeologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian kepada hal ikhwal perbuatan manusia di masa lalu, yang dapat disusun kembali melalui hasil-hasil budayanya yang sampai kepada kita.

Menyusun kembali sejarah kehidupan manusia masa lampau memerlukan data, baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang diantaranya adalah tinggalan arkeologi (purbakala) (Setiawan, 1996).

Bentuk-bentuk tinggalan arkeologi dapat dibedakan sebagai berikut: artefak, fitur, ekofak, dan situs.

  • Artefak adalah semua benda yang jelas memperlihatkan hasil garapan tangan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di masa lalu, seperti: arca, pecahan tembikar, dan prasasti.

  • Fitur adalah artefak yang tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tempat kedudukannya, seperti: fondasi, candi, saluran irigasi, dan kolam.

  • Ekofak adalah benda dari unsur lingkungan hidup yang berperan dalam kehidupan masyarakat masa lalu, yang terdiri dari tanah, air, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

  • Situs merupakan bidang tanah yang mengandung tinggalan arkeologi dan pernah dijadikan tempat kegiatan masyarakat masa lalu (Setiawan, 1996).

Tinggalan-tinggalan arkeologi apabila dilihat dari fungsinya ada yang bersifat sakral yaitu mempunyai fungsi keagamaan atau mempunyai fungsi ekonomis seperti candi, pura, gereja, dan masjid. Sedangkan, fungsi profan atau semi sakral berarti memiliki fungsi bagi kehidupan sosial sehari-hari seperti bangunan rumah adat dan istana raja.

Tinggalan arkeologi yang termasuk benda-benda bergerak maupun tidak bergerak apabila dilihat dari bahan pembuatannya, ada yang terbuat dari batu, tulang, logam, kulit, dan kertas, sehingga dalam periodisasi kebudayaan sering timbul pembagian zaman yang disebut dengan kebudayaan batu, logam, ataupun kebudayaan tulang.

Tinggalan arkeologi tidak hanya menyajikan sejarah seni, namun dapat juga memberikan petunjuk tentang adanya hubungan politik, agama, perdagangan, dan lainnya. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil kebudayaan manusia yang berupa benda-benda perwujudan nyata dari berbagai aktivitas dan ide-ide (gagasan) pada masa lampau.