Apakah Phobia dapat Disembuhkan?

image

Phobia adalah ketakutan yang terus-menerus, berlebihan, tidak realistis terhadap suatu objek, orang, hewan, aktivitas, atau situasi. Kondisi ini adalah salah satu jenis gangguan kecemasan.
Banyak sekali jenis-jenis phobia yang berakibat meresahkan bagi beberapa orang. Lalu, apakah phobia dapat disembuhkan?

Jenis phobia sendiri sebenarnya dibagai menjadi dua, yaitu Simple dan Complex Phobia. Untuk Simple Phobia sendiri ketakutannya disebabkan oleh objek/situasi/hewan tertentu seperti Acrophobia (ketinggian), Claustrophobia (ruang sempit), Ophidiophobia (ular) dll. Sementara untuk Phobia Kompleks, efek yang ditimbulkan bisa lebih parah karena timbulnya phobia tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal sebagai contoh Agoraphobia atau rasa takut terhadap tempat tebuka. Terdengar cukup sederhana memang, namun phobia ini sebenarnya lebih kompleks dari itu. Lebih tepatnya agoraphobia adalah rasa takut terhadap situasi di mana jika terjadi masalah, penderita merasa akan mengalami kesulitan dalam melarikan diri atau meminta pertolongan. Mereka yang mengidap agoraphobia biasanya menghindari bepergian dengan kendaraan umum, mengunjungi tempat ramai seperti tempat perbelanjaan, bahkan takut meninggalkan rumah. Contoh lain dari phobia kompleks adalah Social Phobia.

Penyebab phobia sendiri bisa berasal dari berbagai hal, diantarnya:

  1. Diakibatkan oleh trauma atau kejadian tertentu di masalalu
  2. Bisa jadi diakibatkan atas sebuah reaksi yang dipelajari dari orang lain seperti saudara/orang tua pada masa kecilnya yang menyebabkan dia tidak bisa lepas dari itu
  3. Faktor Genetik

Hampir semua phobia sebenarnya bisa disembuhkan. Untuk Simple Phobia bisa disembuhkan dengan Gradual Exposure. Penyembuhan ini dilakukan dengan merubah sudut pandang seseorang akan suatu objek agar tercipta impresi yang baik. Untuk Complex Phobia, lebih disarankan mendatangi psikiater agar diberi obat berupa antidepressan, beta blockers atau obat lain yang tentunya sesuai dengan resep.

Referensi:
Overview - Phobias - NHS
https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/mengenal-fobia-phobia-bukan-sekadar-takut-biasa/

Phobia dapat disembuhkan dengan psikoterapi yakni upaya pengobatan masalah kesehatan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku. Pada kasus fobia, berikut teknik psikoterapi yang banyak dilakukan:

  • Exposure therapy. Dilakukan untuk membantu mengubah sudut pandang pengidap fobia terhadap sesuatu yang ditakutinya. Pengidap fobia dihadapkan dengan situasi tertentu agar belajar mengatasi rasa takut yang muncul secara bertahap. Misalnya pada kasus fobia durian, pengidap diminta melihat gambar durian, membayangkan aroma, dan seolah mengonsumsinya. Jika dirasa mampu mengatasi rasa takut pada “bayangan durian”, terapi ditingkatkan dengan meminta pengidap melihat durian dalam jarak dekat dan mencium aromanya. Hal ini dilakukan hingga pengidap bisa mengendalikan rasa takutnya.
  • Cognitive behavioral therapy (CBT), menggabungkan exposure therapy dengan jenis terapi lainnya. CBT dilakukan untuk membantu pengidap fobia mengatasi rasa takut terhadap objek atau situasi tertentu. Terapi jenis ini lebih berfokus pada upaya pengendalian pikiran dan perasaan pengidap fobia, sehingga ia lebih mengatasi rasa takutnya.

Selain itu, phobia juga dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat. Misalnya obat beta-blocker dan antidepresan. Beta-blocker bekerja dengan menghalangi adrenalin yang menstimulasi kerja tubuh saat menghadapi objek atau situasi yang ditakuti, ditandai dengan peningkatan tekanan darah, jantung berdetak cepat, suara bergetar, dan lemas karena panik. Obat jenis ini efektif dalam mengurangi gejala fobia. Antidepresan berfungsi mengendalikan hormon serotonin dalam tubuh. Hormon ini berperan dalam pencegahan depresi dan pengelolaan suasana hati yang positif.

Summary

Halodoc

Fobia kelihatannya sepele. Namun jika fobia mulai mengganggu kegiatan hidup sehari-hari, penderita kelainan ini sebaiknya cepat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Pasalnya, fobia bisa saja mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari. Dampak fobia yang tidak segera ditangani untuk kesehatan fisik juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Penderita fobia selalu berdebar-debar, tangan berkeringat dan gemetaran. Penyebab fobia belum diketahui secara pasti. Pada kebanyakan kasus, fobia muncul karena perubahan fungsi otak dan trauma pada masa lalu seperti terjebak lift, jatuh dari ketinggian, atau digigit anjing. Seseorang berisiko mengidap fobia jika dibesarkan oleh orangtua dengan.

Fobia tentunya dapat disembuhkan yaitu dengan dua cara yaitu Psikoterapi dan Konsumsi Obat- obatan, selain itu khusus untuk psikoterapi sendiri bisa dilakukan dengan exposure therapy dengan mengubah sudut pandang fobia terhadap sesuatu yang ia takuti, selain itu bisa juga dengan Cognitive behavioral therapy (CBT), menggabungkan exposure therapy dengan jenis terapi lainnya. CBT dilakukan untuk membantu pengidap fobia mengatasi rasa takut terhadap objek atau situasi tertentu.

Phobia bukan rasa takut biasa yang muncul dan hilang. Lebih dari itu, fobia membuat pengidapnya takut dan cemas berlebihan hingga timbul gejala fisik yang mengganggu, seperti sesak napas, pusing, mual, jantung berdetak cepat, tubuh gemetar, hingga pingsan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena pada kasus yang parah, phobia membuat pengidapnya menarik diri dari aktivitas sosial.

Phobia bisa disembuhkan dengan beberapa cara seperti :

  1. Psikoterapi - adalah upaya pengobatan masalah kesehatan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku.
  2. Konsumsi obat - misalnya obat beta-blocker dan antidepresan. Antidepresan berfungsi mengendalikan hormon serotonin dalam tubuh. Hormon ini berperan dalam pencegahan depresi dan pengelolaan suasana hati yang positif.
  3. Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau psikolog mengenai hal yang membuat Anda cemas atau trauma.
  4. Mengubah pola pikir menjadi lebih positif dan melihat sesuatu yang ditakuti selama ini secara lebih objektif.