Apakah perbedaan antara product life cycle management dengan product life cycle?

Manajemen produk atau dalam bahasa inggrisnya adalah product management adalah struktur organisasi dalam sebuah bisnis yang digunakan untuk mengelolah pengembangan, pemasaran, dan penjualan suatu produk selama siklus hidup produk. Manajemen produk sendiri mencakup serangkaian aktivitas yang luas dalam rangka memperoleh pasar bagi produk. Kemudian apakah yang dimaksud product life cycle management atau manajemen daur hidup produk? Apakah berbeda dengan product life cycle?

Product life cycle management atau PLM merupakan sebuah pendekatan sistematik untuk mengelolah perubahan secara beruntun mulai dari desain, pengembangan hingga fase akhir sebuah produk tidak digunakan kembali. Sedangkan product life cycle (PLC) adalah tahapan mengenai waktu sebuah produk masuk kedalam pasar hingga waktu produk tersebut harus ditarik. PLC mengambarkan perjalanan penjualan dan aliran keuntungan produk selama berada dipasaran. Tahap dalam PLM dan PLC juga berbeda.

Product life cycle management sendiri memiliki tiga tahap yaitu :

  • Beginning of life (BOL), mencakup mengenai pengembangan dan proses desain produk baru.

  • Middle of life (MOL), mencakup kolaborasi antara supplier, product information management (PIM) dan warranty management.

  • End of life (EOL), mencakup strategi agar produk dapat dihentikan, didaur ulang, atau dibuang.

Sedangkan pada product life cycle memiliki empat tahap yaitu :

  • Introduction
    Merupakan sebuah fase sebuah perusahaan merilis produk baru. Fase ini dapat memakan biaya paling mahal. Ukuran sebuah pasar produk pada saat tahap ini masih kecil dan penjualan masih rendah. Disisi lain perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk melakukan penelitian, pengembangan, pengujian konsumen, pemasaran, dan mencari sektor kompetitif dari produk tersebut. Dalam tahap ini biaya investasi perusahaan akan meningkat.

  • Growth
    Merupakan fase yang memiliki karateristik perkembangan penjualan dan keuntungan yang signifikan. Dalam tahap ini perusahaan sudah mampu menemukan skala penjualanya, margin keuntungan, sehingga secara keseluruhan keuntungan akan meningkat. Tahap ini juga memberikan peluang sebuah perusahaan lebih giat melakukan promosi.

  • Maturity
    Tahap ini akan menyebabkan sebuah produk perlu membangun dan bertujuan sehingga produksi dapat berlangsung sekaligus mempertahankan pasar yang telah dibangun. Tahap ke-tiga ini merupakan waktu yang paling kompetitif sehingga sebuah perusahaan harus bijak dalam berinvestasi. Perusahaan perlu mempertimbangkan modifikasi produk atau peningkatan proses sehingga mamu memperoleh keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

  • Decline
    Pada tahap ini produk akan mulai tenggelam. Konsumen mungkin sudah menemukan produk baru atau merasa jenuh dengan produk yang telah ada sekarang. Pada tahap ini pula perusahaan harus mempertimbangkan cara agar dapat memperoleh keuntungan salah satunya dengan mengganti metode produksi sehinga lebih murah dan dapat menjangkau pasar yang lebih murah.

Kemudian, sebuah applikasi perangkat lunak PLM dapat digunakan untuk mengelolah product life cyles. Dalam hal tersebut penggunakaan data warehouse sangat penting untuk memperoleh informasi. PLM dapat memberikan beberapa manfaat yaitu dapat memencahkan beberapa masalah perusahaan yang berkaitan dengan design dan development. Sebuah perusahaan yang mempertimbangkan product life cycle tepat apabila juga menerapkan PLM karena setiap produk dapat memilki life cycle yang berbeda pula. Dalam ahl tersebut setelah mengetahui perbedaanya, PLM dapat digunakan untuk mengelolah product life cyle.

Referensi

https://marketing-insider.eu/product-life-cycle-stages/
http://searcherp.techtarget.com/definition/product-lifecycle-management-PLM
http://productlifecyclestages.com/
https://www.tutor2u.net/business/reference/product-life-cycle