© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah pengertian dari Aglomerasi?

Apakah yang dimaksud aglomerasi atau Agglomeration pada dunia politik?

Aglomerasi adalah konsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan karena penghematan akibat lokasi yang berdekatan (economies of proximity) yang diasosiasikan dengan kluster spasial dari perusahaan, para pekerja dan konsumen (Kuncoro, 2002). Keuntungan-keuntungan dari konsentrasi spasial sebagai akibat dari ekonomi skala (scale economies) disebut dengan ekonomi aglomerasi (agglomeration economies), (Mills dan Hamilton, 1989). Hal ini diasosiasikan dengan kluster spasial dari perusahaan, para pekerja, dan konsumen. Perspektif klasik memercayai bahwa aglomerasi merupakan suatu bentuk spasial dan diasosiasikan dengan konsep penghematan melalui konsep eksternalitas untuk mengestimasi besarnya skala ekonomis. Para ahli ekonomi perkotaan mendefenisikan kota sebagai hasil dari produksi aglomerasi secara spasial.

Aglomerasi yang menghasilkan klusterkluster akan meningkatkan arus urbanisasi. Hal ini dipengaruhi banyaknya pasokan tenaga kerja di satu sisi. Sementara, lapangan kerja yang tersedia tidak memadai dan persebarannya tidak merata diseluruh daerah di sisi lain. Terkonsentrasinya suatu kegiatan ekonomi di suatu daerah akan menyebabkan daerah itu mengalami perkembangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah disekitarnya. Apabila pengaruh tersebut menyebar ke beberapa kota di sekitarnya, maka akan menghasilkan fenomena kota yang berbeda wilayah administrasinya menjadi sama dalam corak dan fungsi wilayahnya. Jika diproses dan direncanakan lebih lanjut, hal ini akan menghasilkan sebuah kota yang lebih besar lagi yang merupakan gabungan dari beberapa kota yang disebut megapolitan (Kim, 1999).

Penghitungan variabel aglomerasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • proporsi penduduk
  • proporsi produksi.

Penelitian Widarjono (1999) yang menggunakan proporsi penduduk menunjukkan terdapat hubungan kausalitas antara pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Suryaningrum (2000) menyatakan aglomerasi sebagai proporsi jumlah penduduk perkotaan (urban area) terhadap jumlah penduduk di provinsi tersebut. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Bonet dalam Sigalingging (2008), ukuran aglomerasi menggunakan dua pendekatan, yaitu aglomerasi penduduk di mana proporsi jumlah penduduk perkotaan dalam suatu provinsi terhadap jumlah penduduk provinsi tersebut, atau menggunakan konsep aglomerasi produksi yang diukur menggunakan proporsi PDRB sub daerah/ wilayah terhadap PDRB daerah tersebut.

Montgomery mendefinisikan aglomerasi sebagai penghematan akibat adanya lokasi yang berdekatan (economies of proximity) yang diasosiasikan dengan pengelompokan perusahaan, tenaga kerja, dan konsumen secara spasial untuk meminimisasi biaya-biaya seperti biaya transportasi, informasi dan komunikasi (Montgomery, 1988).

Aglomerasi adalah konsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan karena
penghematan akibat lokasi yang berdekatan (economies of proximity) yang diasosiasikan
dengan kluster spasial dari perusahaan, para pekerja dan konsumen (Kuncoro, 2002).
Keuntungan-keuntungan dari konsentrasi spasial sebagai akibat dari ekonomi skala (scale
economies) disebut dengan ekonomi aglomerasi (agglomeration economies), (Mills dan
Hamilton, 1989).

Sementara Markusen menyatakan bahwa aglomerasi merupakan suatu lokasi yang “tidak mudah berubah” akibat adanya penghematan eksternal yang terbuka bagi semua perusahaan yang letaknya berdekatan dengan perusahaan lain dan penyedia jasa- jasa, dan bukan akibat kalkulasi perusahaan atau para pekerja. secara individual (Kuncoro, 2002). Selanjutnya dengan mengacu pada beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa aglomerasi merupakan konsentrasi dari aktifitas ekonomi dan penduduk secara spasial yang muncul karena adanya penghematan yang diperoleh akibat lokasi yang berdekatan.

Ringkasan

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/31920/Chapter%20II.pdf?sequence=3&isAllowed=y
http://digilib.unila.ac.id/14071/14/BAB%20II.pdf