Apakah Korban Toxic Relationship Mengalami Gangguan Stockholm Syndrome?

Akhir-akhir ini istilah Toxic Relationship menjadi perbincangan hangat di masyarakat khususnya generasi muda. Beberapa orang menjalani hubungan romansa yang penuh manipulatif dan tekanan. Istilah Toxic Relation digunakan untuk sebuah hubungan romansa baik itu pacaran atau pernikahan dimana salah satu pihak mendominasi pihak yang lain. Bentuk dominasi tersebut juga bermacam-macam, seperti verbal, emosional, finansial dan fisik. Anehnya para tokoh dalam hubungan ini seringkali tidak sadar dan tetap melanjutkan kebiasaan mereka.

Kondisi yang dialami oleh para korban toxic relationship ini diindikasikan sama dengan gangguan mental Sindrom Stockholm, yaitu gangguan dimana dalam sebuah hubungan terdapat salah satu pihak menerima kekerasan (abusive) dan para korban yang menerima kekerasan tersebut selalu menganggap para pelaku tersebut sebagai penyelamat dan selalu membenarkan semua tindakannya. Walaupun belum termasuk dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, sindrom ini sering dijadikan acuan oleh pekerja psikologi untuk mendiagnosis gejala kekacauan mental.

Bagaimanakah menueut kalian? Apakah para korban Toxic Relationship ini termasuk mengalami gangguan Stockholm Syndrome?

Summary

Memahami Fenomena Stockholm Syndrome - Alodokter.

https://suakaonline.com/mengenal-sindrom-stockholm-kondisi-kejiwaan-tersakiti-tetapi-menikmati/

1 Like