Apakah Komposit-Fiberglass sebagai material Badan Kapal sudah baik?

image
Gambar 1 Kapal Ikan
Sumber: https://inameq.com/maritime-news/

Kapal merupakan alat transportasi yang sering digunakan oleh nelayan maupun masyarakat umum untuk melakukan aktifitas yang sedang ditujunya. Salah satu kapal yang sering digunakan adalah Kapal ikan kapasitas 30 GT Type Purse Seine yang berbahan komposit-fiberglass atau komposit berpenguat seratkaca dimana sering digunakan nelayan untuk menangkap ikan.

Komposit berpenguat seratkaca merupakan komposit dengan pengisi/ filler nya seratkaca dan matriksnya polimer plastik seperti polyester dan nilon. Komposit berpenguat seratkca ini tersusun dari komponen penguat yang berupa seratkaca kontinu (panjang) atau diskontinu (pendek). Seratkaca ini memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Salah satu contoh dari komposit berpenguat seratkaca adalah komposit serat kaca-E dan yang banyak digunakan adalah tipe E-glass.

E-glass merupakan material keramik kaca yang melalui proses manufaktur penarikan pada temperatur yang tinggi. Komposisi kimia dari kaca-E ini adalah oksida silikon, oksida kalsium, oksida aluminum dan oksida boron. Kelebihan serat kaca ini antara lain: Mudah dalam pembentukan serat dari kondisi lelehan, teknik manufaktur komposit yang mudah dan ekonomis, kekuatan yang tinggi, tahan terhadap tahan korosi lingkungan (inert).

Karakteristik permukaan dari seratkaca merupakan faktor yang penting. Karena cacat pada permukaan seratkaca dapat menurunkan kekuatan tariknya. Cacat permukaannya ada dua macam yaitu rubbing dan abrading oleh material luar yang keras. Rubbing merupakan penempelan deposit pada permukaan oleh material luar, sedangkan abrading merupakan pelepasan pada permukaan oleh material luar. Seperti yang diketahui, permukaan kaca yang terkena atmosfir normal pada waktu yang singkat dapat mengalami penurunan kekuatan di lapisan permukaan akibat dari penetrasi oksigen yang merusak kekuatan ikatan kaca. Maka dari itu, umumnya seratkaca memiliki lapisan pelindung dipermukaannya yang fungsinya adalah sebagai pelindung kerusakan permukaan, interaksi permukaan dengan lingkungan luar, meningkatkan ikatan dengan matriks.

Kelemahan dari komposit-fiberglass adalah ketahanan temperaturnya rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari rawannya terjadi kebakaran kapal pada saat nelayan melaut. Maka dari itu, perlu diberikan penyempurnaan tahan api agar keselamatan kapal terjamin dengan baik.

Penilitian untuk membuat material badan kapal tahan api dari komposit sudah banyak dilakukan, contohnya penelitian yang dilakukan dengan membandingkan hasil dari laminasi beberapa resin. Dan juga penambahan aditif flame retardant yang memberi dampak pada perbaikan sifat bakar dimana sampel dengan flame retardant memiliki laju bakar yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena resin akan bereaksi membentuk ikatan silang dan laju bakar akan terhambat. Namun dari hasil dari penelitian material tersebut belum diklasifikasikan sebagai material yang tahan api dan perlu penelitian lebih lanjut dengan penambahan aditif.

Refensi:

  • Buku oleh (Book by) William D Callister, Materials Science and Engineering An Introduction, seventh edition, John Wiley and Sons, United States of America, 2007
  • Siregar, Adella Hotnyda, Budiman Adi Setyawan, Amir Marasabessy. 2016. KOMPOSIT FIBER REINFORCED PLASTIC SEBAGAI MATERIAL BODI KAPAL BERBASIS FIBERGLASS TAHAN API. BINA TEKNIKA . Volume 12 no (2): 261-266.