Apakah kejelasan, keberanian, dan kegagahan (Boldness) dalam kepemimpinan diperlukan?

image

“Leadership is not the work of a single person, rather it can be explained and defined as a “collaborative endeavor” among group members. Therefore, the essence of leadership is not the leader, but the relationship (Rost, 1993).

Menurut Rost, Kepemimpinan bukanlah pekerjaan yang ditanggung oleh seorang individu melainkan, sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersama.

Dari segi kebahasaan, Boldness diartikan sebagai kejelasan, keberanian dalam mengambil risiko, dan kegagahan. Aristoteles mengatakan bahwa,

“The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.”

Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan akan resiko yang timbul karena terkadang itu hanyalah ilusi belaka.

Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Berikut merupakan ciri-ciri khusus keberanian yang harus dimiliki seorang pemimpin :

  • berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak
  • mampu memotivasi orang lain
  • selalu tahu diri, rendah hati, dan mengisi jiwa serta pikiran dengan pengetahuan baru menuju ke arah yang benar
  • bertindak nyata
  • semangat
  • menciptakan kemajuan
  • siap menanggung resiko dan kreatif dalam menyelesaikan masalah
  • konsisten/istiqomah

Keberanian merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Keberanian bukanlah sifat bawaan dari lahir melainkan dapat dipelajari dari pengalaman hidup.

Seorang pemimpin harus berani membuat sesuatu yang baru dan berani keluar dari zona nyaman mereka.

Karena tanpa keluar dari zona nyaman, perusahaan yang mereka pimpin tentunya akan tetap begitu – begitu saja tanpa ada perubahan. Untuk menciptakan perubahan – perubahan, seorang pemimpin dituntut untuk bisa menciptakan ruang lingkup yang kreatif. Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya menyuruh pegawai untuk banyak membaca buku, berita, atau menonton film agar mereka memiliki pikiran yang terbuka sehingga memiliki ide-ide inovasi baru untuk memajukan perusahaan.

Seorang pemimpin juga harus bisa menyampaikan apa yang menjadi fokus mereka serta visi misi perusahaan dengan jelas agar para pegawainya lebih semangat untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan yang ingin diraih perusahaan. keberanian untuk bertekun pada jalan yang sedang diambil walaupun menghadapi resistensi yang kuat juga diperlukan karena dalam menjalani dunia bisnis, tentunya setiap perusahaan pernah mengalami masa kritis.

Masa kritis adalah saat dimana anda dan pegawai anda dihadapkan pada suatu permasalahan yang akan menentukan nasib perusahaan. Oleh karena itu, sebagai pemimpin anda harus bisa berpikir secara jernih dan menimbang – nimbang berbagai opsi yang tersedia.

Setiap keputusan yang anda ambil pasti ada konsekuensi dibaliknya. Meski begitu, sebagai seorang pemimpin anda tidak boleh gentar anda harus berani mengambil keputusan yang terbaik dan memiliki konsekuensi paling kecil.

Pemimpin juga harus berani menyatakan jika ia salah karena menjadi seorang pemimpin berarti sudah siap menanggung semua kesalahan pegawainya sebagai salah satu bentuk tanggung jawabnya.

Terlebih lagi, biasanya kesalahan hanya dituduhkan pada seorang individu saja dalam hal ini adalah pemimpinnya.

Referensi