Apakah golongan darah mempengaruhi Kepribadian?

darah

Golongan darah tiap individu tidak sama. Perbedaan golongan darah dikelompokkan dalam tipe A, B, AB, atau O. Status rhesus (Rh) darah pun dibagi menjadi negatif (-) dan positif (+).

Kepribadian dan karakter manusia itu kan ada banyak. Gimana bisa karakter yang beragam itu dikotak-kotakkan pada hanya 4 tipe golongan, Katanya golongan darah AB itu jenius dan suka menghasilkan ide cemerlang. Tapi, kita tau banyak orang yang jenius tapi tidak bergolongan darah AB. Selain itu, sifat orang itu dinamis, bisa berubah seiring berjalannya waktu, bisa jadi karena proses pendewasaan atau kejadian tertentu dalam hidup. Katanya, golongan darah O tidak bisa tepat waktu. Misalnya ada si Otong bergolongan darah O, suka sekali telat. Tapi karena kemudian dia masuk dunia kerja dan nyadar kalo lelet itu bisa mempengaruhi karir, dia pun belajar untuk tepat waktu dan akhirnya bisa jadi pribadi yang disiplin. Kini, kategorisasi kepribadian berdasarkan golongan darah sudah cukup mengakar di kebudayaan Jepang. Bahkan, masyarakat Jepang sudah punya istilah sendiri untuk hal ini, yaitu ketsueki-gata. Survey pada 2008 menunjukkan 75% masyarakat Jepang memercayai konsep ini.

Walaupun sekarang sudah banyak pengembangannya pada detil interaksi kehidupan sehari-hari, sebagai gambaran aja, berikut deskripsi umum kepribadian berdasarkan golongan darah yang banyak dipercaya orang Jepang.

Golongan Darah O: Samurai yang Berkemauan Keras (30% populasi Jepang)
Golongan darah O berusaha untuk menjadi pahlawan pada setiap situasi. O adalah pemimpin yang alami dan selalu berusaha menyenangkan hati orang lain. Mereka sangat kompetitif dan pekerja keras.

Golongan Darah A: Pekerja Ideal yang Berperilaku Baik (40% populasi Jepang)
Golongan darah A merupakan role model sempurna karena mereka selalu berusaha untuk sukses, kebaikan, dan bersikap sopan. Meskipun A bisa gampang stres dan mencemaskan banyak hal, A akan mencoba untuk tetap bersama-sama dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa demi ketertiban dan demi orang yang mereka cintai selama situasi krisis.

Golongan Darah AB: Seniman Sensitif (10% populasi Jepang)
AB begitu unik layaknya variety show di televisi. Mereka terkenal dengan kepribadian gandanya, kadang malu2 kadang supel, kadang rasional kadang irasional, kadang tenang kadang gila. AB adalah bola energi yang tak terduga.

Golongan Darah B: Pedagang Bersahaja dan Rebel (20% populasi Jepang)
Golongan darah B adalah pemberontak yang tidak bisa dijinakkan (makanya mungkin kurang cocok kerja di perusahaan, lebih baik kerja sendiri sebagai pedagang). Punya semangat dan fokus yang tinggi, B sangat ambisius yang punya impian besar. Meskipun mereka bisa kasar, keras kepala, dan sulit untuk bergaul, B selalu menjadi dirinya sendiri tidak peduli apa yang dikatakan dunia.

Referensi

https://www.zenius.net/blog/8786/sifat-karakter-golongan-darah

Ketika para ilmuwan Austria untuk pertama kalinya menemukan empat golongan darah yang berbeda, itu merupakan penelitian inovatif yang kemudian tidak terhitung banyaknya menyelamatkan nyawa manusia dengan cara mencegah terjadinya penerimaan transfusi darah yang tidak cocok. Namun kemudian, penelitian mengungkapkan bahwa berbagai golongan darah didistribusikan secara tidak proporsional ke seluruh dunia dan hal ini mendorong beberapa peneliti rasis, imperialis untuk menerbitkan laporan non-statik mengenai teori kepribadian golongan darah.

Konon di Jepang mempelajari karakter individu berdasarkan golongan darah sudah terjadi dari tahun 1933 satu karya penelitian terkenal dilakukan oleh ilmuwan Jepang Furukawa . Konsep yang berkaitan golongan darah seseorang dengan kepribadiannya berasal dari budaya Jepang, yang merupakan kepercayaan bahwa golongan darah seseorang memiliki pengaruh yang nyata pada tipe kepribadiannya, disposisi umum dan hubungan dengan orang lain. Meskipun tanpa dasar tertentu dalam teori ilmiah, dan diberhentikan oleh anggota komunitas ilmiah, kepercayaan umum berlangganan paling sepenuh hati untuk konsep ini.

Hubungan antara golongan darah dan kepribadian dipelajari dan dibawa ke kehidupan oleh Mashiko Nomi, seorang wartawan Jepang, pada 1970-an. Minat Nomi itu dipicu oleh sebuah makalah yang diterbitkan oleh Takeji Furukawa, seorang profesor, dalam jurnal Penelitian Psychological, bernama ― The Studi Temperamen Through Blood Type .‖

Mereka melihat kepribadian dari sisi golongan darah seperti halnya di negara lain yang melihat kepribadian dari Horoskop –ramalan bintang. Ilmuwan di Yonsei University pernah mengumumkan mereka baru saja menyelesaikan program riset kepribadian berdasarkan golongan darah. Berdasarkan 50 riset bermotifkan golongan darah dari mahasiswa lokal dan asing, mereka menambahkan laporan yang isinya sama dengan budaya populer yang sudah lebih dulu diketahui umum.

Menurutnya golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Menurut buku yang ditulis oleh Tosshitaka Nomi seorang berkebangsaan Jepang dari bukunya yang berjudul ―Touch My Heart‖ yang di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia: Mengenal Kepribadian Anak Menurut Golongan Darah. Buku Tosshitaka yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari buku-bukunya yang sangat diminati oleh para pembacanya, di antaranya; You Are Your Blood Type, Blood Type: A Guide for the Body and Soul, Understanding Compatibility from Blood Types . Buku-buku yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia tersebut sekarang banyak diseminarkan di universitas di indonesia (Wulandari,2013).