© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah Gender mempengaruhi Cara Seseorang dalam Berkomunikasi?

Dalam penelitian komunikasi bahasa, sering sekali para peneliti melakukan penelitian yang melibatkan studi perbandingan antara laki-laki dan perempuan.
Apakah perbedaan gender mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang?

Komunikasi yang terjadi antara pria dan wanita memiliki cara penyampaian yang berbeda. Pria cenderung menyampaikan pendapat dan inti permasalahan secara langsung, sedangkan wanita cenderung untuk berbasa-basi terlebih dahulu sebelum menyampaikan inti dari permasalahannya.

Hal ini sejalan dengan pendapat Allan dan Barbara Pease dalam bukunya “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read The Maps” dan buku “Why Women Cry”.

Ada beberapa teory yang mengatakan bahwa terdapat perbedaan komunikasi antara pria dan wanita (Sangra, 2015).

  1. Deficit Theory : Two Culture oleh Maltz dan Borker.

    Teori ini mendeskripsikan mengenai perbedaan komunikasi antara pria dan wanita. Teori ini mulanya, berasumsi tentang gaya berbicara wanita yang dianggap “berbeda dan kurang cerdas” dibandingkan dengan pria. Beberapa hal yang melatarbelakangi asumsi tersebut diantaranya yaitu : (1) adanya Inferioritas Intelektual Wanita. (2) Wanita bersosialisasi dan berperilaku dengan cara yang kurang kuat sehingga mengadopsi gaya bahasa yang sesuai dengan statusnya (Hartley, 1999).

  2. Genderlect Styles Theory oleh Deborah Tannen. Secara garis besar, teori ini membahas tentang cara efektif berkomunikasi antar gender yang didalamnya terdapat proses saling menghargai dan toleransi. Tannen juga berpendapat bahwa antara pria dan wanita terdapat jarak yang disebabkan oleh perbedaan budaya antara pria dan wanita. Pembicaraan wanita cenderung berfokus pada koneksitas, sedangkan pria berfokus pada pelayanan status dan kemandiriannya.

  3. Man Are From Mars Vs Woman Are From Venus oleh John Gray. Perbedaan cara berkomunikasi antara pria dan wanita menurut John Gray terletak pada rasa kesadaran terhadap diri sendiri. Kesadaran diri pada pria diartikan lewat kemampuan dalam menerima hasil, sedangkan bagi wanita diartikan lewat perasaan dan kualitas hubungannya.