Apakah Ebook lebih baik daripada buku?

  • Agree
  • Not Agree

0 voters

Seperti yang kita ketahui di zaman yang modern ini, teknologi berkembang semakin pesat dimana dengan teknologi tersebut tentu dapat mempermudah pekerjaan kita. Dan salah satunya dalam dunia pembelajaran juga sudah ada teknologi yang dapat mempermudah kita sebagai pembaca yang disebut dengan “Ebook”, dengan adanya Ebook ini dapat mempermudah kita untuk belajar.

Apakah anda setuju Ebook lebih baik daripada buku?

:negative_squared_cross_mark: Not Agree

Membaca memang memiliki banyak manfaat. Selain bisa menambah wawasan, juga memperbanyak kosa kata, mempertajam memori, meningkatkan analisis berpikir dan sebagainya. Meski punya dampak positif yang begitu besar, cara membaca pun tetap harus diperhatikan karena mempunyai dampak bagi kesehatan fisik dan mental. Di tengah perkembangan terknologi seperti sekarang ini, memang menurut beberapa orang kehadiran e-book sangat membantu. Anggapan mereka dengan e-book segalanya menjadi lebih praktis. Tapi bukan berarti buku cetak mulai dilupakan. Justru buku cetak memberi banyak kelebihan dibanding e-book.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang cenderung lebih antusias dan mudah memahami dari apa yang mereka baca di media cetak atau buku daripada e-book. Hal ini mungkin karena pengalaman yang didapat langsung menggunakan panca indera. Seperti sensasi tactile (Perasaan/dapat dirasakan) ketika buku di tangan, yang memberi lebih banyak kesan, pengalaman, daya imajinasi serta umpan balik dari apa yang pembaca pikirkan. Termasuk bahkan tekstur dan bau kertas.

Selain itu, juga ada 3 (tiga) alasan mengapa buku cocok atau menjadi pilihan yang lebih baik untuk pembaca daripada e-book.

1. E-book dapat mengurangi pemahaman bacaan
Dalam sebuah studi, peneliti West Chester University menemukan bahwa siswa yang membaca e-book memiliki pemahaman bacaan lebih rendah dibanding ketika mereka membaca melalui buku cetak tradisional. Mereka menemukan bahwa anak-anak kadang-kadang melewatkan plot atau peristiwa yang terkandung dalam e-book tersebut.

2. E-book dapat menganggu kesehatan
Sebuah studi baru-baru keluar dari Harvard University menemukan bahwa membaca e-book sebelum tidur dapat mengurangi produksi hormon penting dalam tidur yang dikenal sebagai melatonin. Akibatnya, banyak orang mengambil waktu lebih lama untuk tertidur, mengalami tidur yang kurang dalam atau nyenyak dan lebih lelah di pagi hari.

3. E-book melelahkan atau membosankan
Menatap layar menyala secara terus-terusan dapat melelahkan untuk mata dan otak. Sebuah studi 2005 dari Swedia menemukan bahwa membaca digital diperlukan beban kerja kognitif yang lebih tinggi dibandingkan membaca di atas kertas.

:ski: Bertolak belakang dengan e-book, dilansir boldsky (1/8) justru buku lah yang memiliki banyak kelebihan. Diantaranya bisa dijadikan hiasan seperti koleksi yang tertata rapi dirak buku, tidak merusak mata serta bisa disentuh dan dirasakan

Referensi
:soccer: https://www.linkedin.com/pulse/
:soccer: http://www.boldsky.com/
:soccer: http://mentalfloss.com/article/69380/5-reasons-physical-books-might-be-better-e-books
:soccer: http://www.medicaldaily.com/e-books-are-damaging-your-health-why-we-should-all-start-reading-paper-books-again-317212

:negative_squared_cross_mark: Not Agree

Meskipun di era digital dimana membaca tidak perlu lagi membeli buku fisik, esensi sebuah buku cetak sepertinya tidak bisa dilawan oleh e-Book dan e-Reader.

Mungkin membaca lewat smartphone atau tablet memang memudahkan juga menghemat waktu dan bawaan, akan tetapi kita belum bisa serta merta mengacuhkan prestis dari sebuah buku fisik karena membaca buku fisik memiliki manfaatnya masing masing. Berikut contohnya:

  1. Membaca dapat menambah ilmu dan kekuatan pikiran.
    Membaca buku akan membuat pembacanya semakin cerdas. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anne Cunningham dan Keith Stanovich dari University of California mengungkapkan bahwa anak-anak yang lebih banyak membaca buku memiliki kosakata yang lebih baik daripada acara televisi ataupun pidato orang dewasa termasuk percakapan antara lulusan universitas, teman-temannya bahkan orang tuanya.

  2. Membaca buku bisa merileks-kan pikiran dan membantu tidur lebih nyenyak
    Setelah lepas dari hari yang melelahkan, banyak orang yang mengisi waktunya dengan membaca buku bagus. Faktanya, sebuah penelitian oleh Universitas Sussex melaporkan bahwa membaca bisa mengurangi rasa stress sebanyak 68%. Sedangkan dengan membaca dari gadget akan berefek pada kualitas tidur pembaca karena gadget membuat pembaca untuk terjaga lebih lama.

  1. Membaca buku tidak perlu baterai
    Meskipun buku lebih berat daripada e-Book, salah satu hal klasik yang membuat buku fisik lebih unggul adalah buku tidak memerlukan daya berbentuk apapun untuk berfungsi. Meskipun listrik sedang mati, kita tidak perlu khawatir karena hanya butuh lilin dan penerangan yang cukup untuk kita bisa membaca.

Masih banyak alasan kenapa buku fisik lebih baik daripada e-Book. Akan tetapi, kita juga harus membuka mata pada teknologi karena tanpa bisa dipungkiri, e-Book juga banyak berguna pada aktivitas kita.

Semoga membantu :grinning:

Sumber: International Business Times

:white_check_mark: Agree

Buku selalu dicetak dengan kondisi atau cover yang bersampul dan kertas lebih halus. Namun baru-baru ini pembaca telah diperkenalkan ke cara yang berbeda yaitu adalah melalui E-book . sebuah E-book pada dasarnya adalah sebuah buku yang normal diterbitkan dalam bentuk digital yang memiliki kombinasi teks dan gambar yang mudah dibaca di komputer atau perangkat elektronik.

  1. Secara interaktivitas E-book lebih menarik dalam bentuk format digital dan olh karena itu banyak fungsi dalam bentuk pencarian , bookmark, catatan digital bahkan zoom dapat dilakukakan ppada E-book. Para pembaca akan lebih menghemat banyak waktu dan merasa lebih efisien ketika melakukan penelitian. Selain itu, beberapa E-book mengandung audio, video dan animasi untuk menyampaikan konten mereka secara lebih efektif.
  2. Daya tahan buku mudah sobek, dan halaman mudah kuning, dan setetes air dihalaman cukup untuk membuat bentuk kertas buku berkerut. Sedangkan E-book cukup dengan cara menyimpan pada perangkat penyimpanan seperti komputer atau perangkat elektronik.
  3. E-book sangat mudah didapatkan yaitu dengan di download dari situs internet dan dapat menghemat biaya bensin untuk pergi ketoko buku terdekat atau pesan online juga bisa menghemat uang pengiriman.
  4. Memang keuntungan dari E-book sangat jelas dan didorong oleh pembaca yang ingin mencoba teknologi baru.
  5. Ebook mengambil banyak ruang diisebuah perpustakaan besar, E-book bisa muat ribuat buku di komputer. Hal ini juga lebih efisien untuk berbagi informasi dengan keluarga dan rekan kerja.
  6. Anda dapat mencari teks E-book dan anda dapat membeli E-book dan mulai membacanya dalam beberapa menit, refrensi daalam dalam E-book dapat menghubungkan langsung ke informasi lain.

saya pribadi lebih setuju penggunaan E-book karena apa E-book cara penggunaannya lebih Efisien dan otomatis lebih menghemat biaya, aktivitas tidak terganggu dan tanggung jawab tetap terjalankan :slight_smile:

terimakasih semoga bermanfaat :wink:

Refrensi


http://successnet.org/cms/sales-and-marketing/top-ten-reasons-why-ebooks-are-better-than-printed-books
https://www.linkedin.com/pulse/why-print-books-better-than-ebooks-ways-improve-greg-krehbiel

:white_check_mark: Agree

Saya setuju bahwa ebook lebih baik daripada buku.
Pada dasarnya ebook dan buku biasa memiliki fungsi dan manfaat yang sama, hanya saja cara penggunaannya yang berbeda. Berikut adalah kelebihan-kelebihan dari penggunaan ebook :

1. Lebih mudah didapatkan
Dengan ebook, kita bisa lebih cepat dan mudah mendapatkan materi atau bacaan yang kita inginkan. Kita tidak perlu repot-repot pergi ke toko buku apabila kita kesulitan mencari waktu untuk bisa kesana, kita tidak perlu kelelahan mencari buku dengan keliling-keliling toko buku, dan juga tidak perlu mengantri untuk pembayaran.

2. Lebih praktis dan portabel
Dengan adanya ebook kita bisa menghemat tenaga dan waktu agar bisa lebih efisien, karna terkadang kita akan merasa susah dan kelelahan saat harus membawa buku pelajaran yang banyak dan tebal, dengan adanya ebook ini kita tidak perlu lagi kesusahan membawa buku yang banyak kemana-mana, di zaman yang canggih ini kita bisa membaca hanya dengan mendownload ebook di handphone atau menyimpan dan juga kita bisa membawanya didalam flashdisk.

3. Lebih murah
Selain mudah didapatkan ebook juga termasuk murah. Kita dapat mendownload buku dengan harga murah dibandingkan membeli buku yang mungkin perlu dengan pemesanan secara khusus, belum lagi termasuk biaya ongkos kirimnya. Bahkan ada juga kita bisa mendapatkannya tanpa perlu membayar dari beberapa situs yang menyediakan ebook gratis.

4. Ramah lingkungan
Ebook juga berperan baik untuk kita dan alam karna dengan adanya ebook kita jadi lebih menghemat penggunaan kertas yang dihasilkan dari pohon, kita tidak perlu lagi membuang-buang kertas yang mana hal tersebut dapat membantu dalam mengurangi penebangan pohon di dunia.

5. Pencarian informasi dapat dilakukan lebih cepat
Apabila mau mencari informasi tertentu dalam sebuah buku, kita dapat dengan mudah menemukannya menggunakan fitur find. Mencari sebuah buku ke buku yang lain dapat dilakukan dengan sekejap mata. Tentu saja ini lebih menghemat waktu kita.

Beberapa kelebihan lainnya yaitu :
Kita dapat membacanya hanya dengan satu tangan, ini lebih memudahkan kita dalam membaca, karna terkadang kita sedikit kesulitan memegang buku biasa yang ukurannya tebal.

Memang tidak baik membaca sambil berbaring tapi terkadang kita juga merasa kelelahan, sehingga membuat kita ingin membaca sambil baring atau dalam posisi yang miring setidaknya hanya untuk sebentar saja, dengan ebook kita bisa membaca dengan nyaman.

Banyak buku dengan keterbatasan bukanya sempit, terlebih lagi pada buku yang tebal sehingga disalah satu bagian buku akan melengkung kedalam, sehingga hal tersebut membuat kita sullit untuk membaca tulisannya sehubungan hal itu berpengaruh dengan kepuasan dan fokus bacaan. Terlebih lagi kasus seperti ini akan membuat kita membuka paksa jenis buku seperti itu yang menyebabkan dalam beberapa waktu buku akan cepat rusak. Hal ini tidak kita temukan di ebook.

Untuk font di ebook kita bisa mengaturnya, hal ini memudahkan kita apabila kita merasa kurang nyaman dengan font yang terlalu kecil, atau mungkin terlalu besar untuk kita. Jadi kita bisa lebih nyaman saat membacanya.

Kita masih bisa membaca dalam kegelapan, ini merupakan nilai plus dari ebook. Beberapa dari aplikasi ebook juga menyediakan pengaturan khusus untuk membaca dimalam hari sehingga mata kita tidak terlalu silau saat melihat layar. Memang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan tetapi disisi lain hal ini juga membantu kita.

Sekian pendapat saya mengenai kelebihan ebook dan mengapa ebook lebih baikdaripada buku ^^

Sumber Referensi :

http://snarkynomad.com/10-reasons-why-you-might-like-ebooks-better-than-paper/

http://successnet.org/cms/sales-and-marketing/top-ten-reasons-why-ebooks-are-better-than-printed-books

:white_check_mark: Agree

Menurut saya pribadi, saya tidak setuju jika posisi buku digantikan oleh e-book, adapun alasannya sebagai berikut;

  1. Buku cetak memliki halaman kertas yang baik dan lembut apabila tersentuh, sehingga, membaca buku cetak itu sendiri menjadi suatu kesenangan tersendiri secara fisik. Apabila menggunakan e-book, screen yang terdisplay akan membuat Lelah apabila kita membaca terlalu lama, sehingga secara fisik bukan merupakan suatu kesenangan fisik.

2. Buku cetak lebih baik dalam hal penyampaian informasi secara akurat. Penelitian oleh media Guardian pada tahun lalu menemukan bahwa Program E-book Kindle (program penjual e-book yang umumnya dipakai oleh masyarakat eropa dan amerika utara) tidak menyampaikan informasi akurat, setelah orang-orang yang membeli dan membaca buku di Kindle, mereka terkadang menemukan informasi misterius didalam sebuah novel dimana orang-orang tersebut merasa tidak percaya terhadap kenyataan yang ada dalam sebuah novel tersebut, sehingga orang-orang lebih memercayai novel berbentuk buku cetak dibanding novel.

3. Buku cetak yang anda punyai, tetap akan menjadi milik anda seumur hidup. Buku-buku yang ada didalam lingkungan kampus akan tetap dapat terbaca selama kurang lebih 50 tahun. Penggunaan e-book sendiri masih meragukan karena aksesibilitasnya yang akan pasti berbeda dengan e-book yang muncul dalam waktu 10 tahun yang akan datang. Karena e-book yang ada saat ini, belum tentu bisa terbaca dengan program e-book di masa yang akan datang tersebut.

4. Buku cetak merupakan salah satu pengingat fisik sebuah pengetahuan terhadap suatu perjalanan. Contohnya ketika anda melihat di rak-rak buku, terdapat buku Catcher in the Rye yang akan membuat anda mengingat masa-masa muda di SMA, buku Lonely Planet Greece yang mengingat-ingat anda akan indahnya kepulauan Yunani seperti yang didalam cerita tersebut. Sementara e-book, tetaplah e-book.

5. Buku cetak adalah sesuatu yang baik untuk dibagi. Tidak ada yang lebih terasa seru dibanding menceritakan buku yang mempunyai cerita yang menarik kepada teman-teman anda dan sekaligus menyarankan agar membacanya, dan memberinya pinjaman buku tersebut, sehingga akan terjalin pertemanan yang menarik diakibatkan oleh buku itu sendiri. Apabila e-book, sulit dalam hal ‘share’ kepada teman-teman anda mengingat adanya harga e-book yang harus dibayar apabila hendak meminjamkannya kepada orang lain, terlebih mengirim e-mail membutuhkan waktu yang lama pula.

6. Anda dapat menulis catatan atau menandai hal-hal yang penting di tepian halaman buku, serta dapat menggarisbawahi kata kunci yang terkait dengan hal-hal yang menurut anda penting. Meskipun e-book mempunyai fitur tersebut, namun tidak semua e-book dapat memakai fitur yang ada. Ada sesuatu yang penting ketika anda sedang menggarisbawahi sesuatu secara fisik (menulis dengan pensil) dengan gestur dan kemampuan kognitif anda, yang secara tidak langsung akan membuat kita merasa lebih baik dalam memahami dan mengingat hal penting tersebut.

7. Buku cetak mempunyai karakter tersendiri. Sehingga orang-orang akan tahu terhadap genre atau tipe buku yang anda sering baca. Sebuah bus apabila dipenuhi oleh orang-orang yang membaca buku, akan mencerminkan sikap pikiran penduduk di kota itu sendiri. Sementara bila bus dipenuhi oleh orang-orang yang membaca e-books, mereka lebih terlihat hanya sibuk meratapi perangkat elektroniknya masing-masing.

8. Buku cetak akan terasa lebih adil bagi para penulis atau penciptanya. Dalam beberapa tahun belakangan ini, isu merebak akan lemahnya hak cipta penulis di dalam e-book akibat penjualan buku yang tidak terkendali terlebih para penerbit buku untuk e-books memberi royalty kepada penulis e-books lebih sedikit daripada penulis buku biasa. Maka dari itu, untuk membantu mereka agar terus berkarya, belilah buku cetak hasil tulis-pemikirannya sendiri.

9. Buku cetak lebih baik untuk kesehatan anda. Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menemukan bahwa membaca e-book, light-emitting yang muncul saat e-book terdisplay mengganggu kemampuan anda untuk tidur, mengurangi tingkat kewaspadaan di esok harinya, dan mengganggu kesehatan anda secara keseluruhan.

10. Buku cetak tidak rentan dicuri. Ketika anda meninggalkan buku didalam mobil, cukup meyakinkan bahwa buku tersebut akan tetap berada di dalam mobil. Namun akan berbeda apabila anda meninggalkan ipad yang berisi e-book di dalam mobil. Sebagai kiasan, apabila buku terendam secara tidak disengaja di dalam bathtub, akan mudah dikeringkan dengan hairdryer.

Secara Psikis, buku mempunyai dampak positif sebagai berikut;

1. Buku bukan hanya terlihat secara visual, namun dapat terlihat secara fisikal.
Ketika anda hendak mengingat-ingat terhadap sebagian informasi yang diterima, orang-orang cenderung lebih sering mengecek atau membolak-balik informasi yang ada di buku.
Sama seperti hal diatas, sensasi secara fisik pun akan terasa seakan-akan informasi tersebut tertambat seperti jangkar memori.

“Apapun bentuk petunjuk atau isyarat dalam halaman sebuah buku, apapun sensasi yang terasa dari membaca buku, semua hal-hal kecil tersebut mampu membantu anda untuk menyatukan sesuatu yang besar secara bersama-sama” kata Marilyn Jager-Adams, seorang Psikolog pemikiran Kognitif dan Ahli Literasi di Brown University.

2. Buku dapat disesuaikan dengan kemauan sendiri
Garis bawah, sticky note, catatan-catatan kecil di tepian halaman buku merupakan salah satu cara dalam berinteraksi dengan buku. Dan juga cara-cara tersebut sangat gestural, dimana interaksi dalam bentuk gestural mempunyai hubungan yang kuat dan dalam dalam level pemahaman kognitif.

Sebagaimana pendapat Brandon Keim di laman Wired, penulisan didalam layar computer kurang taktis dalam pemahaman kognitifnya. Penulisan dengan keyboard di Kindle (program penjualan dan membaca sekaligus e-book store) tentu sensasinya sangat berbeda dengan rasa kinetis tangan sembari membolak-balikkan halaman sambal memegang dan menulis dengan bolpen. Beberapa peneliti kognitif berpikir bahwa penggunaan interaksi pen-on-paper disebut sebagai “pemahaman komprehensif yang baik” dimana ini tidak didapatkan bagi e-readers.

Kita pun perlu berpikir akan sifat-sifat asal sebuah pembelajaran. Para peneliti mengungkapkan sebuah studi dimana menggarisbawah atau mereview kembali point-point penting dari buku yang telah dibaca merupakan cara yang tidak berguna untuk pengulangan informasi jangka panjang. Cukup mempertanyakan diri anda seperti quiz tentang apa yang and baca. Mudah sekali argument-argument tersebut untuk dilakukan, sehingga secara besar, buku secara tidak langsung akan mengundang anda bagaimana mengingat-ingat kembali inferensi-inferensi atau objek yang telah and abaca ke dalam sebuah text. Hal ini membutuhkan waktu yang lama, seiring bagaimana aktifnya anda dalam membaca buku.

3. Buku mengirimkan Sebuah Sinyal pemikiran.
Hal ini didapat sebagai wujud bagaimana target-target pemahaman kognitif telah dicapai seiring bertumbuh-kembangnya manusia.

Penelitian tentang Pertumbuhan Badan (dari Majalah Discovery) menunjukkan bahwa informasi yang sama akan mengakibatkan efek yang berbeda-beda tergantung bagaimana orang-orang yang membaca buku tersebut mempunyai target pemikiran kognitif yang tentu berbeda pula. Kadangkala ada pembaca yang alur pemikirannya menginstruksikan sebuah teks kalimat agar diubah menjadi gambaran besar atau ada juga yang alur pemikirannya selalu mempelajari satu hal dalam waktu yang cukup lama untuk membuat inferensi yang lebih dalam, yang dimana kedua alur ini akan mengarahkan mereka untuk penyimpanan memori yang lebih baik dalam materi-materi yang sudah terbaca olehnya. Dan ketika para pembaca membuat sebuah penilaian terhadap seseorang terkait dengan yang ia baca, mereka justru tidak membaca dalam maksud menghafali semua isi teksnya, melainkan mengatur semua informasi-informasi yang ada dalam pemikirannya (setelah membaca teks) yang menghasilkan penilaian yang tidak sembarangan dan umumnya mampu mengingat informasi lebih dari itu.

Referensi :


http://www.businessinsider.co.id/you-remember-books-better-than-ebooks-2014-6/?r=US&IR=T#TrdebGuGmSeGuLhR.97