© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah bagus bila terjadi Komunikasi Diagonal dalam sebuah Organisasi?

image

Komunikasi diagonal terjadi diantara 2 individu yang berada pada posisi berbeda dan dalam divisi/bidang yang berbeda dalam sebuah organisasi dan konten yang didiskusikan adalah sesuatu formal yang menyangkut organisasi itu sendiri.

1 Like

Ya, karena komunikasi diagonal memiliki manfaat yang positif. Komunikasi diagonal jarang terjadi dalam sebuah perusahaan, namun dalam pelaksanaannya memiliki beberapa dampak yang positif untuk suatu perusahaan ataupun karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komunikasi diagonal dilakukan apabila terjadi sesuatu dan diharuskan untuk melewati suatu struktur dalam berkomunikasi. Dampak positif yang ditimbulkan dalam komunikasi diagonal diantaranya :

  1. Informasi yang dibutuhkan dari pimpinan atau staf dapat tersampaikan dengan baik. Dalam sebuah perusahaan, didalamnya pasti terdapat desas–desus, dan dalam hal ini komunikasi diagonal dapat terjadi, seperti contoh, seorang pimpinan yang akan mengklarifikasi atau menanyakan mengenai desas–desus pada staf nya secara langsung karena jika dilakukan sesuai struktur organisasi yang ada, maka informasi tersebut dapat terjadi kesalah pahaman atau membutuhkan waktu yang lama, oleh karena itu pimpinan tersebut perlu mempertanyakannya secara langsung.

  2. Diperlukan dalam kepentingan penelitian atau pengerjaan proyek untuk mencapai tujuan organisasi. Tak sedikit staf yang membuat suatu proyek untuk perusahaannya, dan untuk mendapatkan beberapa informasi yang dibutuhkan diperlukan untuk menanyakannya langsung pada pimpinan atas dimana hal tersebut melewati struktur komunikasi yang ada.

  3. Dapat meningkatkan hubungan antar pimpinan atas dan stafnya. Di kalangan staf banyak yang menganggap bahwa pimpinan atas merupakan seseorang yang “bossy” sehingga, mereka tidak memiliki hubungan yang baik bahkan tidak saling mengenal. Namun, setelah melakukan komunikasi diagonal, akhirnya mereka mengenal pimpinan atasnya dan mematahkan anggapannya bahwa biasanya seorang pimpinan atas memiliki sifat yang “bossy”, selain itu, seorang pimpinan pun dapat mengetahui secara langsung keadaan para stafnya.

  4. Staf dapat menyampaikan keluhannya secara langsung pada pimpinan atas, sehingga dapat memberikan saran yang baik untuk kepentingan perusahaan secara langsung.