Apa yang terjadi ketika kita terlalu banyak makan makanan manis?

Makanan manis

Makanan manis merupakan makanan favorit segala umur, tetapi sangat berbahaya apabila kita mengkonsumsinya secara berlebihan. Apa yang terjadi ketika kita terlalu banyak makan makanan manis?

Berikut adalah efek yang ditimbulkan jika kita terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, mulai dari 15 menit pertama, hingga setelah melewati 45 menit.

15 Menit Pertama
Dalam waktu 0-15 menit, gula yang ada di dalam makanan manis akan bercampur dengan bakteri di mulut. bakteri dan gula yang bercampur itu akan membentuk asam yang bisa mengikis enamel gigi.

30 Menit Berikutnya
Pada 15-30 menit kemudian, gula akan melewati lambung dan sampai di usus kecil. Di sana, gula akan dipecah dan di alirkan ke dalam darah. Saat itu, pankreas akan melepaskan zat insulin dan mengubah gula menjadi energi.
Di sisi lain, tubuh menafsirkan lonjakan gula yang tinggi sebagai akibat dari stres sehingga keluarlah hormon kortisol dan epinefrin. Hal ini menyebabkan denyut jantung meningkat, diikuti naiknya tekanan darah, dan membuat tubuh gampang berkeringat.

40 Menit Berikutnya
Saat kita makan terlalu banyak gula, kita akan merasakan sakit kepala, lesu, hingga mengantuk di menit ke 30 – 40. Efek ini hanya akan dirasakan oleh orang-orang tertentu. Jadi, tidak semua orang merasakan efek ini, meski telah makan gula dalam jumlah banyak. Supaya kamu tidak merasakan hal itu, batasi jumlah gula yang akan dimakan.

sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2015/10/21/175700323/Banyak.Makan.Manis.Ini.Efeknya.pada.Tubuh.Sejam.Kemudian

Dampak yang ditimbulkan saat terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis


  1. Tidak bisa berhenti makan
    Leptin merupakan protein yang dibuat dalam sel-sel lemak, beredar dalam aliran darah, dan diedarkan ke otak. Leptin adalah suatu hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang. Sebuah studi menemukan bahwa kadar gula yang berlebihan dalam tubuh Anda akan meningkatkan risiko resistensi leptin. Akibatnya, Anda tidak akan berhenti untuk makan karena otak Anda tidak akan merasa kenyang meskipun Anda sudah makan banyak. Resistensi leptin inilah yang akan membuat Anda terus makan yang dapat berakibat pada meningkatnya risiko obesitas.

  2. Meningkatkan risiko diabetes dan obesitas
    Robert Lustig, seorang pediatrik neuroendokrinologis, menyatakan bahwa terlalu banyak konsumsi makanan manis akan menumpuk lemak perut yang berbahaya dan membuat otak Anda selalu berpikir bahwa Anda sedang lapar. Akibatnya, timbunan lemak di bagian perut dapat menjadi tanda kesehatan yang buruk, seperti masalah peradangan dan tekanan darah tinggi. Selain itu, studi yang dilakukan oleh John L. Sievenpiper et.al menyatakan bahwa kalori dalam gula jauh lebih berbahaya. Menambahkan gula dalam makanan dan minuman akan memberikan dampak yang lebih membahayakan. Fruktosa dikaitkan dengan memburuknya tingkat insulin dalam tubuh dan menyebabkan toleransi glukosa, yang merupakan faktor penentu kondisi pradiabetes.

  3. Merusak jantung
    Tidak hanya dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan, terlalu banyak makanan manis juga dapat mengembangkan penyakit jantung koroner. Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (2013) menemukan bahwa molekul pada gula yaitu glukosa 6-fosfat- dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang dapat berujung pada gagal jantung. Selain itu, studi yang diterbikan dalam JAMA: Internal Medicine juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gula 17-21% dari total kalori akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gula 8% dari total kalori.

  4. Dimensia
    Studi pada tahun 2015 di Oregon State University mengkonfirmasi bahwa makanan kaya gula dapat secara langsung mempengaruhi kemapuan otak Anda untuk mempertahankan ingatan jangka pendek dan jangka panjang.

    Studi tersebut juga menemukan bahwa setelah hanya empat minggu menjalani diet tinggi lemak dan gula tinggi. “Kelemahan fleksibilitas kognitif dalam penelitian ini cukup kuat,” jelas Kathy Magnusson, salah satu peneliti tersebut.

    Selain itu, penelitian di Inggris pada 2017 juga mengkonfirmasi teori ini dengan membuktikan bahwa titik kritis antara gula darah tinggi dan perkembangan demensia.

    Demensia merupakan suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemuduran. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

    “Kelebihan gula dapat sebabkan diabetes dan obesitas, namun hubungan potensial dengan penyakit demensia ini adalah alasan lain mengapa kita harus mengendalikan asupan gula dalam makanan sehari-hari,” kata Dr. Omor Kassar kepada Telegraph.

Referensi :

https://food.detik.com/info-sehat/d-3678639/ini-10-hal-yang-akan-anda-alami-jika-sering-konsumsi-makanan-manis-2
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/efek-buruk-terlalu-banyak-makanan-manis/

1 Like