Apa yang menyebabkan seseorang dapat salah jurusan?

Memilih jurusan kuliah merupakan hal yang sangat krusial karena akan turut menentukan masa depanmu. Namun terkadang hal tersebut baru dirasakan sebagian orang ketika memasuki pertengahan kuliah. Saat kamu merasa jurusan yang kamu jalani tidak sesuai dengan passion atau keinginan kamu, kamu cenderung untuk bermalas-malasan dan tidak mempunyai semangatg untuk belajar. Hal in sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi nilai dan produktivitas kerja kamu selama berkuliah. Ini juga dapat menganggu karier kamu apabila sudah bekerja nanti. Lalu apa saja yang dapat menyebabkan seseorang salah jurusan?

Menurut pandangan saya pribadi, yang menyebabkan seseorang merasa salah jurusan adalah karena terlalu fokus pada gaji pekerjaan yang akan di dapatkan saat mereka bekerja nantinya, karena dapat menjamin kehidupan atau kebutuhan di masa mendatang. Salah satu contohnya adalah jurusan Teknik Perminyakan. Masyarakat selalu terpaku dengan mindset bahwa ‘orang yang dari lulusan teknik perminyakan maka nantinya akan bekerja di perusahaan besar dan memiliki gaji puluhan juta perbulannya’, tentu jika mendegar hal tersebut membuat kita tertarik bukan. Dan ketika seseorang menanamkan mindset seperti itu dan masuk ke jurusan yang sebenarnya tidak dia inginkan, maka bisa saja dia merasa sangat tidak nyaman dan cenderung bermalas-malasan dalam masa perkuliahan. Inilah yang membuat banyak orang merasa bahwa mereka berada di jurusan yang salah karena minat atau passion mereka bukan di bidang tersebut. Jadi, sebelum memilih jurusan kuliah yang ingin ditekuni dan dijalankan dengan baik, alanglah baiknya berfikir dengan matang dan lakukan banyak research mengenai jurusan yang akan kalian ambil ya! :slight_smile:

ada banyak alasan mengapa seseorang merasa salah jurusan, dan menurut ku alasan yang paling kuat mengapa seseorang bisa salah jurusan karena jurusan yang dia ambil adalah jurusan yang diinginkan oleh orang tuanya. ketika seorang anak ingin masuk ke jurusan A dan itu tidak sesuai dengan keinginan orang tua, maka orang tua akan menyuruh atau meminta sang anak masuk ke jurusan B sesuai dengan keinginan orang tua, dan alhasil anak akan terbebani.

Menurut saya, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang merasa salah jurusan:

  1. Tuntutan dari orang tua. Banyak dari anak yang mendaftar ke jurusan tertentu karena merupakan keinginan orang tuanya dan bukan keinginannya sendiri. Sehingga ia merasa tertekan karena hal tersebut bukanlah jurusan yang ia impikan.
  2. Terlalu berekspektasi pada jurusan tersebut. Misalnya, seseorang memilih jurusan A karena ingin menghindari matematika padahal matematika itu digunakan hampir di seluruh jurusan, atau seseorang memilih jurusan B karena prospek kerja yang bagus dengan karir yang stabil, atau memilih jurusan yang terlihat keren bagi orang lain.
  3. Pasrah. Biasanya hal ini terjadi pada individu yang berprinsip “yang penting lolos” padahal jurusan tersebut bukanlah keinginannya. Ia memilih jurusan tersebut karena dirasa memiliki peluang lolos lebih tinggi dibanding jurusan lain.
2 Likes

Menurut saya dan pengalaman teman-teman lainnya, orang bisa merasa salah jurusan karena:

  1. Pilihan orangtua
    Alasan ini termasuk alasan yang sulit dibantah sebab diharuskan memilih jurusan keinginan orangtua. Sehingga orang-orang dengan alasan ini ada yang tertekan menjalani kuliahnya. Namun, ada juga yang akhirnya terpaksa terbiasa.

  2. Ekspetasi diri sendiri.
    Biasanya setelah mencari banyak informasi tentang jurusan itu, orang akan berekspetasi tinggi dengan jurusannya. Namun, setelah dijalani banyak yang menurutnya belok dari ekspetasi sebelumnya, entah dari segi sistem perkuliahan, tingkat kesulitan materi jurusan, maupun lingkungan pertemanan atau kampus.

  3. Ekspetasi sosial.
    Biasanya mengambil jurusan tertentu karena jurusan tersebut dipandang tinggi, alumnus dengan pekerjaan keren, dan masa depan terjamin, menurutnya dan menurut masyarakat. Contohnya bidang kedokteran, hukum, teknik, ataupun ekonomi. Karena itu orang berekspetasi tinggi dengan jurusannya. Padahal tiap jurusan memiliki kesulitan dan kekurangannya sendiri di mana hal tersebut difilter lagi menurut masing-masing orang. Sehingga banyak dari mereka yang merasa ingin menyerah dengan jurusan itu.

  4. Yang penting kuliah/lolos.
    Prinsip ini memang kesalahan dari diri sendiri. Karena sulit mendapat jurusan yang diinginkan, orang biasanya mengesampingkan jurusan plan B-nya dengan alasan yang penting lolos atau yang penting bisa kuliah di tahun tersebut sehingga tidak telat kuliah.

  5. Kampus-oriented.
    Ada beberapa orang yang lebih fokus dan mengagung-agungkan nama kampusnya. Biasanya karena kampus yang dipilih merupakan kampus top 3 maupun ternam sehingga ia menggampangkan jurusan yang dipilih alih-alih akan bahagia di kampus ternama apapun jurusannya. Padahal jurusan sangat penting karena itu yang akan menjadi tanggung jawab sehari-hari mahasiswa juga.

  6. Ikut-ikutan teman.
    Nyatanya, banyak banget yang pilih jurusan karena ikut-ikutan temen. Biasanya yang masih di bangku SMA atau baru banget lulus SMA. Contohnya, pemilihan jurusan pada saat SNMPTN, ikut-ikutan teman agar bisa tetap satu kampus dengan temannya. Begitupula pada saat SBMPTN, biasanya karena mereka masih labil dan belum matang memikirkan masa depannya.

1 Like

Perasaan yang disebut ‘salah memilih jurusan’ ini terus menerus berubah ubah sepanjang bertambahnya usia. misalnya saja pada saat awal masuk, berapa persen dari mahasiswa yang berhasil masuk ke jurusan yang diinginkan? sangat sedikit. Saat memasuki ruang kelas untuk pertama kalinya dengan jurusan yang bukan kamu inginkan, bagaimana perasaanmu? tentu tidak tertarik. Seiring berjalan nya waktu, mayoritas bisa menjalani dan akhirnya tertarik lantas sisanya? merasa salah jurusan. Tidak ada yang pernah salah. Manusia yang cerdas adalah mereka yang bisa beradaptasi. deal with it.

Menurut saya ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang ‘salah jurusan’. Salah jurusan sendiri berarti ketika kita berkuliah di jurusan yang tidak kita ingini/ harapkan, terlepas dari sesuai atau tidaknya dengan minat dan bakat. Kunci dari istilah ‘salah jurusan’ adalah keinginan.

Nah, kalau begitu, kita juga bisa dicap “salah jurusan” oleh orang lain, misalnya orang tua. Sebenarnya kita memang sudah cocok dengan jurusan itu tapi orang tua tidak, maka mereka akan menganggap itu sebagai salah jurusan karena tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Mungkin yang paling sering terjadi adalah karena termakan omongan orang lain. Banyak stereotip di masyarakat yang lebih memfavoritkan jurusan-jurusan tertentu karena dipercaya kelask lebih mudah rejeki. Misalnya seperti yang disebutkan kak @adeliaanf , teknik perminyakan. Ada lagi seperti kedokteran, jurusan-jurusan yang bisa jadi PNS, dll. Mereka terlalu percaya dengan omongan “masuk jurusan X aja, biar jadi orang kaya. Lihat, si pak A masuk jurusan itu sekarang sukses”.

Kemudian bisa juga karena ikut-ikutan teman. Temannya masuk jurusan mana, dia juga ikutan supaya bisa terus bersama-sama, padahal jurusan itu bukan minatnya. Entah orang semacam ini punya rasa kesetiakawanan yang tinggi atau memang tidak tahu sama sekali soal perkuliahan.

Dan yang terakhir, bisa saja karena mengikuti kemauan orang tua. Terkait dengan poin pertama, ada beberapa jurusan yang difavoritkan mungkin karena bergengsi dan “banyak duitnya”. Orang tua yang seperti ini tidak mau mengikuti arah minat anaknya dan lebih memilih memaksakan kehendaknya sendiri.

Menurut saya penyebab seseorang merasa salah jurusan, yaitu:

  1. Pemilihan jurusan didasari atas keinginan orang lain seperti orang tua
  2. Kurang research sebelum memasuki dunia perkuliahan
  3. Terlalu berfokus pada prospek kerja dibandingan dengan mengenali jurusan yang diminati, memang ini tidak sepenuhnya salah, tapi bagi saya jika hanya berfokus pada prospek dengan mengesampingkan faktor lain juga kurang tepat.
  4. Berorientasi pada nama kampus saja, bukan pada jurusan yang diinginkan.

Menurut survey yang dilakukan pada tahun 2020 menyatakan bahwa terapat 87% mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Ini akan berakibat ke mahasiswa yang tidak bisa secara optimal untuk menyelesaikan pendidikan tersebut. Penyebab salah jurusan ini salah satunya disebabkan oleh faktor lingkungan yaitu orang tua. Karena, orang tua selalu memaksakan keinginannya agar anak memilih jurusan sesuai dengan keinginan dari orang tua bukan dari keinginannya sendiri/anak. Padahal, anak tersebut tidak memiliki kemampuan/bakat dalam jurusan yang diinginkan oleh orang tua tersebut. Sehingga, membuat anak terjebak dalam kondisi salah jurusan

Referensi

Syahrul, Ramadhan, Muhammad. 2020. 87 Persen Mahasiswa Mengaku Salah Jurusan. Diakses pada tanggal 20 September 2021 pada link https://www.google.co.id/amp/s/m.medcom.id/amp/GNl4DB2N-87-persen-mahasiswa-mengaku-salah-jurusan

Saya rasa yang menyebabkan seseorang salah jurusan bisa jadi karena orang itu ikut temannya karena semua temannya ambil jurusan itu, atau bisa saja dari orangtua yang meminta untuk mengambil jurusan yang orang tua mau, biasanya untuk melanjutkan usaha keluarganya. Faktor lain bisa saja karena orang itu mengambil jurusan yang dibilang prospek kerjanya tinggi atau sedang banyak dicari dan dibutuhkan, tanpa mempertimbangkan kemampuan dia di bidang itu dan passionnya. Sehingga jika menemui hambatan dan kesusahan saat dia tidak memiliki skill yang dibutuhkan untuk menghadapi masalah itu akan sulit, dan akhirnya akan berpikir bahwa ia salah jurusan.

Ada cukup banyak faktor yang dapat membuat seseorang salah mengambil jurusan, dan tidak mengambil apa yang sebenarnya mereka minati. Yaitu,

  1. Penyebab utama merasa salah jurusan yang pertama adalah tidak tahu minat. Karena sejak awal tidak tahu apa yang disukai, tentu tidak mengherankan kalau kemudian akhirnya salah jurusan. Sampai saat ini saya selalu yakin bahwa minat merupakan salah satu kompas paling efektif untuk menentukan pilihan jurusan di perkuliahan. Karena minat adalah sumber rasa semangat untuk mempelajari hal-hal baru. Maka dari itu, buat kalian yang masih SMA atau SMP, jangan pernah bosan untuk mencoba hal-hal baru.

  2. Tak kenal, maka salah jurusan. Begitulah kira-kira gambaran paling pas mengenai pentingnya mengenal jurusan sebelum menentukan pilihan. Karena pilihan jurusan di perkuliahan itu ada banyak sekali. Ada ratusan, atau bahkan mungkin ribuan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengenal seluk beluk jurusan yang kita minati. Paling tidak, kita harus tahu apa saja yang akan dipelajari. Karena salah satu penyebab lahirnya ‘merasa salah jurusan’ adalah karena tidak sesuainya eskpektasi dengan kenyataan.

  3. Dan salah satu penyebab merasa salah jurusan yang paling umum juga adalah komunikasi yang tidak jalan. Masalah komunikasi ini seringkali dialami oleh para calon mahasiswa yang memilih jurusan karena terpaksa. Biasanya alasannya adalah karena ingin membahagiakan orang tua. Makanya tidak jarang banyak yang kemudian mengorbankan minat dan impian pribadi demi impian orang tua. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan membahagiakan orang tua. Masalahnya, seringkali yang terjadi adalah karena dari awal menjalaninya dengan terpaksa, akhirnya yang terjadi orang tua bukan malah bahagia, tapi sedih melihat anaknya tidak kunjung menyelesaikan kuliahnya. Maka dari itu, penting untuk membuka komunikasi dengan orang tua sejak dini.

Mungkin itulah sebagian kecil mengapa seseorang bisa salah mengambil jurusan.

Personal, dari pengalaman yang teman-teman saya alami di sekitar saya, salahsatu alasan paling umum seseorang merasa dirinya salah jurusan adalah karena, ia kuliah ingin mencari kerja, bukan mencari ilmu.

Untuk kalangan sesama mahasiswa seperti saya tentu kita mengetahui bahwa dalam dunia akademia kampus, saat kita kuliah kita benar-benar mengupas sedalam-dalamnya topik jurusan kita, begitu dalam hingga beberap[a komponen terlalu detail jika hanya harus diterapkan dalam kegiatan kerja sehari-hari. Dan hal seperti skripsi adalah suatu kegiatan yang mengharuskan kita memberikan kembali ke dalam perkembangan bidang ilmu tersebut.

Seseorang yang motivasinya ‘ah kuliah ini ah biar kerjanya ini’ mungkin akan tidak tertarik mendalami secara mendalam setiap jengkal detil keilmuannya dan akan merasa terbebani jika harus sibuk berenang-renang di topik ilmu tersebut, sementara ia hanya ingin bekerja.

Hal seperti ini sebenarnya sudah ada seperti SMK dan D3 yang lebih fokus ke penerapan praktikal, bukan S1 yang mendalami dan memiliki ekspetasi mahasiswanya cukup mampu hingga ia bahkan menyumbang perkembangan ilmu itu sendiri.

Banyak salah jurusan disebabkan mereka yang tidak mengetahui apa arti sebenarnya gelar sarjana, ekspetasi, tanggung jawab, dan apa yang ia akan dapat.

menurut saya penyebab seseorang salah jurusan karena:

  • Permintaan Orang Tua
    karena masih ada yang memilih jurusan karena permintaan orang tua bukan dari keinginan mereka sendiri.
  • Ikut-Ikutan Teman
    biasanya mereka yang ikut-ikutan teman karena takut tidak akan punya teman nantinya.
  • Kurang Memahami Minat Dan Bakatnya
    karena bingung dan belum tau minat dan bakatnya, biasanya mereka akan memilih jurusan secara asal-asalan
  1. paksaan orang tua
  2. hanya ikut-ikutan teman
  3. tidak adanya passion dalam jurusan tersebut
  4. tidak memiliki arah
  5. tidak memahami minat dan bakatnya

Penyebab salah jurusan:

  1. Tidak Tahu Minat
    Penyebab utama merasa salah jurusan yang pertama adalah tidak tahu minat. Karena sejak awal tidak tahu apa yang disukai, tentu tidak mengherankan kalau kemudian akhirnya salah jurusan.
  2. Kurang Tahu Bakat yang Dimiliki
    Selain minat, bakat merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan jurusan. Salah satu pertanyaan yang wajib dijawab sebelum memilih jurusan adalah “apakah jurusan yang kita pilih bisa mengembangkan bakat yang kita miliki?”. Maka dari itu, penting untuk mengasah bakat sejak di bangku sekolah. Secara umum, mengetahui bakat itu lebih sulit daripada mengetahui minat. Karena bakat butuh waktu untuk berkembang. Oleh karenannya kita butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa benar-benar paham apa bakat yang kita miliki.
  3. Tidak Ada Tujuan yang Jelas
    Selain minat dan bakat, salah satu hal lain yang perlu diperhatikan ketika mendaftar kuliah dan memilih jurusan adalah tujuan. Pastikan tujuan yang kalian miliki itu jelas dan berjangka panjang. Jangan hanya berpikir yang penting masuk dulu. Karena sebagian besar masalah perkuliahan itu dimulai dari tidak adanya rencana dan target yang jelas mau ngapain di perkuliahan.

Jurusan dalam perkuliahan adalah suatu keilmuan yang kita pilih untuk kita perdalam yang nantinya ilmu tersebut bisa kita aplikasikan kedunia pekerjaan. Menjawab topik tersebut, penyebab banyaknya mahasiswa yang salah jurusan yaitu :

  1. Adanya pemikiran yang belum bisa terkontrol, semisalnya memilih jurusan karena ikut-ikutan teman. Nah jatuhnya malah menjadikan kita sendiri kesusahan. Sebab jurusan yang diambil teman kita belum tentu cocok dengan kemampuan kita.
  2. Merasa bosan dan tidak punya tujuan dari pemilihan jurusan tersebut sehingga tidak adanya sebuah pemikiran positif. Sehingga kita akan tetap stagnasi atau jalan ditempat dengan kesalahan sudah memilih jurusan yang salah.

Berdasarkan pengalaman dari orang-orang di sekitar saya yang merasa selama ini salah jurusan, mereka menyatakan hal tersebut bisa terjadi karena permintaan orang tua. Kebanyakan dari mereka memilih jurusan atas dasar permintaan orang tua, bukan berdasarkan minat dan bakat mereka sendiri. Tak sedikit pula orang-orang yang mengatakan bahwa mereka dipaksa oleh orang tua untuk masuk di jurusan tersebut. Paksaan tersebut dibumbui pula dengan dalih bahwa itu adalah jurusan terbaik untuk sang anak, hingga akhirnya orang tua mengambil keputusan secara sepihak. Hasilnya jelas, mereka akan ogah-ogahan dalam menjalankan pendidikannya. Tidak pernah serius dalam kuliahnya hingga akhirnya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pun jelek. Mereka hanya kuliah untuk mengejar gelar dan menuruti orang tua saja. Selain karena permintaan orang tua, ada juga yang salah jurusan karena mereka kurang memahami minat dan bakat yang dimiliki oleh dirinya sendiri.

diantara semua penjelasan diatas, kemungkinan lain adalah menganggap yakin bahwa bisa mengikuti semua matakuliah atau belum cukup observasi tentang prodi tapi sudah menganggap yakin bisa mengikuti semuanya.

“oh jadi prodi ini tentang ini toh, ah bisa ini mah”
nyatanya diluar ekspektasi dan nyerah dalam ambisi kerja sesuai jurusan, mencari plan lain ya yaitu tetap menyelesaikan studi tapi bekerja diluar studi.

menurut saya hal ini bisa terjadi karena tuntutan dari orang tua harus masuk jurusan tertentu, atau mungkin dari mahasiswa nya yang baru menemukan passion dia.