Apa yang membedakan antara Prototype dan Minimum Viable Product (MVP)?

prototipe dan mvp

MVP dibuat untuk meningkatkan efisiensi biaya pengembangan aplikasi. Hal itu dikarenakan fitur di dalam produk MVP sangat minimum sehingga untuk pengembangan dan maintenance-nya tidak membutuhkan banyak tenaga desainer aplikasi. Adapun, tujuan akhir dari pembuatan MVP ialah menghasilkan aplikasi yang dicintai oleh pengguna dan mendatangkan nilai bisnis bagi perusahaan.

Sebelum membuat sebuah produk, tahap awalnya adalah membuat replika atau contoh dasar dari produk tersebut dengan dikembangkan tahap demi tahap dan dibentuk dengan proses yang lebih baik. Biasanya replika sebuah produk tersebut dinamakan prototype, yaitu model sederhana berbentuk software yang berfungsi bagi user untuk memiliki gambaran dasar tentang program atau produk serta melakukan pengujian awal. Prototype memberikan fasilitas bagi developer dan user untuk saling berinteraksi selama proses pembuatannya, sehingga developer dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan di buat.

Sedangkan MVP adalah versi dari sebuah produk baru yang memungkinkan sebuah kelompok atau sebuah tim untuk dapat mengumpulkan pembelajaran yang tervalidasi mengenai user secara maksimum dengan sedikit mungkin usaha. Biasanya MVP adalah fitur-fitur terbatas yang diperuntukkan agar mendapatkan validasi dan pembelajaran bagi pengguna.

mvp4

Prototype dibuat untuk menguji segala kemungkinan yang bisa saja terjadi terhadap produk dan bisa digunakan untuk menjadi “bahan” ketika melakukan presentasi kepada calon investor,.

MPV dibuat untuk membantu proses validasi agar lebih mudah dan sudah dibuat/diproduksi dalam bentuk yang bisa disebarluaskan kepada beberapa user.

(Sumber : http://startupborneo.blogspot.co.id/2016/06/perbedaan-prototype-dan-minimum-viable.html#.WtSlNIhuY2x )

Minimum Viable Product dengan prototype adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini perbedaan dari keduanya.

  • Prototype adalah contoh awal, model, atau pelepasan produk yang dibangun untuk menguji konsep atau proses dan bertindak sebagai hal yang harus direplikasi atau dipelajari. Sedangkan MVP adalah teknik pengembangan dimana produk baru dikembangkan dengan fitur yang cukup untuk memenuhi pengguna awal.

  • Prototype tentang menguji konsep atau proses, sedangkan MVP lebih kepada teknik untuk mengirimkan produk dengan fitur yang cukup untuk memenuhi pengguna awal.

  • Dari segi tujuan, prototype dibuat untuk menguji segala kemungkinan yang bisa saja terjadi terhadap produk dan bisa digunakan untuk menjadi “bahan” ketika melakukan presentasi kepada calon investor, sedangkan MPV ditujukan untuk membantu proses validasi agar lebih mudah dan sudah dibuat dalam bentuk yang bisa disebarluaskan kepada beberapa user.

  • Prototype dibangun untuk menguji apakah pasar tertarik dengan produk kita, sedangkan MVP dibangun untuk menguji kecocokan produk dengan tagret pasar kita.

Referensi