Apa yang kamu ketahui tentang drilling riser atau riser pengeboran?

i?drilling riser

Dalam industri minyak dan gas bumi, peranan riser system sangatlah vital
baik untuk laut dangkal maupun laut dalam. Apa yang kamu ketahui tentang drilling riser?

Riser adalah pipa pengalir yang menghubungkan antara floater (benda terapung) di permukaan laut dengan sumur ( well head) di dasar laut (Yong Bai,”Subsea Pipeline and Riser ”, 2005). Dalam Technip Glossary, Riser adalah sebuah pipa yang dibangun dan digunakan untuk mengalirkan minyak atau gas dari dasar laut ke fasilitas di permukaan laut atau untuk mengalirkan cairan injeksi dari fasilitas di permukaan laut ke sumur ( well head) di dasar laut.

Dari pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa definisi riser adalah sebuah pipa yang menghubungkan antara fasilitas di dasar laut dengan fasilitas di permukaan laut yang berfungsi untuk mengalirkan fluida baik dari permukaan laut ke dasar laut atau sebaliknya.

Dalam API RP 2RD 2006, fungsi riser adalah penghantar ( conduits ) fluida antara peralatan di dasar laut dan permukaan laut. Riser sistem adalah penghubung antara struktur statik di dasar laut dengan struktur dinamik dari Floating Production System (FPS) di permukaan laut.

Secara garis besar, riser dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu rigid riser dan flexible riser . Yang membedakan antara ke dua jenis riser tersebut adalah material (bahan) yang digunakan. Rigid riser menggunakan baja karbon sehingga untuk menggabungkan atar pipa digunakan pengelasan ( welding ). Sedangkan flexible riser menggunakan material yang relatif lentur tetapi mempunyai kekuatan yang sama dengan carbon steel, sehingga pipanya dapat digulung dalam sebuah gulungan ( carousel ). Disamping itu, dikenal juga apa yang disebut sebagai Hybrid Riser Tower yaitu kombinasi dari ke-2 jenis riser di atas ( rigid and flexible ).

Material Riser

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, bahwa ada 2 jenis material yang digunakan sebagai material riser , yaitu: pipa baja biasa ( carbon steel pipe ) dan flexible pipe.

image

  • Sambungan Riser ( Riser Joint)
    Panjang setiap pipa yang dihasilkan oleh industri pipa pada umunya adalah 12 m, oleh karena itu dibutuhkan penyambungan untuk mendapatkan panjang pipa yang diinginkan. Pipa jenis baja umumnya disambung dengan menggunakan pengelasan ( welding ).

  • Sambungan Fleksibel ( Flexible joint )
    Flexible joint ini adalah sambungan yang menghubungkan antara ujung riser bagian atas dengan floater . Dengan adanya sambungan ini, memungkinkan riser berotasi akibat pergerakan floater sehingga meminimumkan bending yang terjadi. Tentunya flexible joint ini memiliki keterbatasan sehingga rotasi yang terjadi harus dijaga agar tidak melampaui nilai sudut maksimum yang diijinkan.

KATEGORI DAN JENIS RISER

Menurut jenis wellhed

Ada 2 tipe sumur ( wellhead ) dalam industri Perminyakan, yaitu dry wellhead dan wet wellhead . Dry wellhead yaitu sumur berada di permukaan air seperti pada Anjungan Lepas Pantai, FPSO, dll. Sedangkan wet wellhead adalah sumur yang terletak di dasar laut. Riser yang umum digunakan untuk Dry Wellhead adalah: top tension riser . Sedangkan riser yang umum digunakan untuk wet wellhead adalah: Steel Catenary Riser , Flexible Riser dan Hybrid Riser .

Hal yang mendasari pemilihan Dry Wellhead ataupun Wet Wellhead dan jenis Riser yang digunakan adalah:

  • Kedalaman Laut

  • Tekanan yang terdapat dalam pipa ataupun yang terdapat pada wellhead .

  • Suhu Tinggi

  • Pengaturan Panas yang timbul dalam kegiatan eksplorasi

  • Jenis gas yang dihasilkan.
    Ada 2 kategori gas yang dihasilkan, yaitu: sour service (mengandung H2S) dan sweet service (mengadung CO2).

  • Kemampuan Floater ( Host )

Berdasarkan Fungsi Riser

Riser dapat pula dikelompokkkan berdasarkan fungsi atau kegunaannya. Berdasarkan fungsinya, maka riser di kelompokkan sebagai berikut:

  • Production Riser , yaitu riser yang mengalirkan fluida yang dihasilkan ( oil , gas, air atau kombinasi fluida tersebut) dari sumur di dasar laut ( christmas tree ) atau manifold ke FPS (API RP 2 RD, 2006)

  • Injection Service Riser , yaitu riser yang berfungsi untuk mengalirkan air dengan tekanan tinggi ataupun gas tekanan tinggi dari FPS ke subsea wellhead untuk memelihara tekanan atau untuk pengaturan sistem produksi. (API RP 2RD, 2006)

  • Drilling Riser , yaitu riser yang terdapat pada MODU (Mobile Offshore Drilling Unit) yang bertujuan sebagai alat transportasi fluida dari maupun ke dalam well (sumur) selama kegiatan eksplorasi.

  • Eksport Riser , yaitu: riser yang fungsinya adalah untuk mengalirkan fluida yang dihasilkan ( oil , gas ataupun kombinasinya) dari anjungan produksi ke fasilitas lainnya seperti kapal penyimpanan atau shuttle tanker . (API RP 2RD, 2006)

Berdasarkan Jenis Floater ( Host )

Floater adalah tempat dimana Riser melekat dan menjadi bagian dari keseluruhan sistem eksplorasi minyak dan gas bumi di laut. Pemilihan jenis floater bagi perusahaan perminyakan (operator) sangat tergantung dari bagaimana operator tersebut akan mengelola ladang mereka, biaya dan kondisi lingkungan yang ada.

Karakteristik respon dari floater terhadap lingkungannya seperti: gelombang dan kuat arus juga berbeda-beda, sehingga pemilihan floater akan mempengaruhi jenis riser yang akan digunakan.

Adapun jenis floater yang umum digunakan dalam industri perminyakan di lepas pantai, khususnya laut dalam yaitu:

• Spar adalah floater unit yang berbentuk silindris dan vertikal (kolom tunggal) dimana kolom tersebut digunakan untuk tempat penyimpanan minyak ataupun gas walau dalam jumlah yang sedikit. Untuk floater jenis spar, dapat digunakan riser jenis steel catenary riser , flexible riser ataupun hybrid riser tower.

• FPSO ( Floating, Production, Storage and Offloading ) adalah floater yang berfungsi sebagai tempat penerimaan, pemerosesan, penyimpanan dan ekspor minyak atau gas. Biasanya FPSO adalah kapal yang dimodifikasi untuk mampu melakukan fungsi diatas dan ditempatkan di lokasi yang dekat dengan lokasi eksplorasi. Pada FPSO dapat dipasangkan lebih dari 1 jenis riser . Riser yang melekat pada FPSO bisa SCR, Flexible Riser dan Hybrid Riser Tower.

• TLP ( Tension Leg Platform ) adalah floating platform yang diankut ke dasar laut secara vertikal dengan tendon angkur. Jenis riser yang digunakan umumnya adalah Top Tension Riser .

• Semi submersible adalah floater dimana geladak ( deck ) didukung oleh kolom yang memungkinkan untuk dilalui gelombang laut dan memberikan respon yang baik terhadap gerakan akibat gelombang ataupun arus. Jenis riser yang umum digunakan adalah: Catenary Riser , Top Tension Riser maupun Hybrid Riser Tower .

KONFIGURASI STEEL RISER

Ada 3 jenis konfigurasi yang dapat dibuat dengan menggunakan Riser dari carbon steel. Konfigurasi umum adalah Conventional Catenary . Konfigurasi lain yang dapat di bentuk dari Steel Riser adalah:

Lazy Wave SCR

Pada umumnya, material yang digunakan untuk membentuk konfigurasi lazy wave riser adalah pipa flexible , akan tetapi dapat pula diapalikasikan pada riser dengan material carbon steel. Dinamakan ” Lazy ” karena bagian bawah dari riser berada di dasar laut, sedangkan

” wave ” karena konfigurasinya seperti gelombang akibat pengaruh bouyancy yang dipasang di tengah-tengah riser tersebut.

• Steep Wave SCR

Sama halnya dengan Lazy Wave SCR, Steep Wave umumnya menggunakan pipa flexible , akan tetapi dapat diaplikasikan pada steel riser dengan memasang buoyancy . Dinamakan ” steep ” karena ujung bawah dari riser tersebut hampir tegak lurus terhadap dasar laut, sedangkan ” wave ” adalah karena konfigurasinya yang bergelombang sebagai akibat penggunaan buoyancy .

Source

API RP 2SK, 2001. Recommended Practise for Design and Analysis of Stationkeeping System for Floating Structures , American Petroleum Institute.

Bai, Y. 2001. Pipeline and Riser Design , Oxford : Elsevier Ocean Engineering Book Series, Vol.5

1 Like