Apa yang disebut dengan MVP Mindset?

MVP atau Minimum Viable Product sering disebut sebagai sebuah mindset. Lalu apa yang dimaksud dengan MVP Mindset?

1 Like

Istilah “Minimum Viable Product atau MVP” telah populer di komunitas startup untuk beberapa waktu. Namun, terdapat pemahaman yang berbeda-beda tergantung siapa yang sedang diajak bicara atau diskusi. Hal tersebut juga memiliki implikasi yang berbeda pula. Sebagai contoh, Eric Ries didalam bukunya (The Lean Startup) mengatakan bahwa: “The big question of our time is not Can it be built? but Should it be built?

Jadi bagaimana kita tahu jika sesuatu harus dibangun (dikembangkan) atau tidak. Konsep seperti MVP dari Lean Startup menawarkan pendekatan ilmiah untuk menjawab pertanyaan ini. Menurut Eric, "Minimum Viable Product (MVP) adalah versi dari produk baru yang memungkinkan tim untuk mengumpulkan jumlah maksimum pembelajaran yang divalidasi tentang customer dengan usaha paling sedikit (minimum).”

Eric mempopulerkan istilah MVP (dengan Steve Blank) dan melihatnya sebagai cara untuk memvalidasi pembelajaran tim dengan cepat. Kata “minimum” tersebut adalah relatif. Apa yang minimum dalam satu konteks mungkin tidak minimum di konteks yang lain. Roman Pichler, menjelaskan bahwa, “MVP disebut minimum, karena Anda harus menghabiskan sedikit waktu dan upaya untuk membuatnya. Tetapi ini tidak berarti harus cepat dan kotor (dirty —asal-asalan). Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat MVP dan bagaimana rich-featured itu seharusnya —adalah tergantung pada produk dan pasar Anda. Tetapi cobalah untuk menerapkan satu set fitur sekecil mungkin untuk mempercepat pembelajaran, dan untuk menghindari membuang-buang waktu dan uang”.

Frank Robinson yang awalnya menciptakan istilah MVP, mengatakan bahwa: “MVP adalah pola pikir dari manajemen dan tim pengembangan.” Ia juga mengatakan bahwa: “Too large or too small a product are big problems. The MVP is the difficult-to-determine sweet spot between them. Teams flounder tactically in trying to determine the MVP.”. MVP tidak terbatas pada keputusan bisnis atau untuk startup saja, hal tersebut benar-benar merupakan sebuah pola pikir yang dimana setelah Anda pelajari Anda dapat menerapkannya dalam memecahkan masalah apa pun, tidak peduli seberapa terbatasnya sumber daya.

MVP harus selalu dimulai dengan pelanggan, atau paling tidak early adopters Anda. Terdapat ungkapan bahwa, “Jika Anda membangunnya (produk), mereka akan datang.” Sayangnya, itu tidak benar di dunia produk. Untuk memastikan bahwa Anda ingin membangun sesuatu yang benar-benar diinginkan pelanggan, maka perlu mencari pelanggan potensial Anda dan menguji ide produk Anda dengan mereka. Sebuah MVP menempatkan ide Anda di tangan pelanggan untuk mencari tahu apakah mereka benar-benar menginginkannya dan untuk memahami di mana kesenjangan itu berada.

Sumber: https://medium.com/@selleithy/the-minimum-viable-product-mvp-as-a-way-of-thinking-3a91b11c97b8
https://medium.com/@ramonvictor/mpv-is-a-mindset-and-it-goes-beyond-work-24cc3bbff6d3
https://medium.com/@aidanjcasey/minimum-viable-product-is-not-a-product-but-a-mindset-2fb739096443