Apa yang dimaksud Place Attachment?

Apa yang dimaksud Place Attachment?

Apa yang dimaksud Place Attachment?

Taylor menyatakan place attachment adalah ikatan emosional yang bersifat positif antara individu dengan tempat. Waideman dan Anderson menyatakan ikatan emosional tersebut bukan hanya bersifat positif, namun juga bersifat negatif. Namun kemudian banyak peneliti lain seperti Hummon dan Low menyatakan kelekatan terhadap tempat sebagai sebuah ikatan kognisi dan emosional yang melibatkan tempat dan kebanyakan bersifat positif.

Place attachment merupakan kelekatan kepada suatu tempat. Place attachment melibatkan ikatan pengalaman secara positif, terkadang terjadi tanpa kesadaran, yang tumbuh sepanjang waktu dari ikatan perilaku, afektif, dan kognitif antara seseorang dan/atau kelompok dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisiknya" (Brown & Perkins, 1992).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Place attachment

Menurut Manor dan Mesch (2002) kondisi seperti ini banyak sekali dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :

  1. Faktor ekonomi
    Dimana faktor tersebut banyak mempengaruhi keputusan seseorang untuk tetap memilih tinggal di suatu tempat dan begitu juga untuk memutuskan pindah dari suatu tempat menuju ke tempat tertentu

  2. Faktor sosial
    Membuat rasa keterikatan antara manusia dengan suatu tempat menjadi lebih kuat serta setiap manusia ataupun sekelompok manusia memiliki suatu kecenderungan untuk tinggal pada suatu kondisi tersebut (Dahl, 2009).

Menurut Taylor (1983) place attachment dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Kesesuaian antara needs dengan goals

  2. Individu dengan setting fisiknya

  3. Pilihan untuk tetap tinggal atau pergi

  4. Mobilitas rendah

  5. Jaringan sosial

  6. Jangka waktu bertempat tinggal di suatu tempat (Taylor, 1983).

Konsep Place attachment

Altman dan Low (1992) memiliki pendapat sendiri tentang place, dan menjadi satu diantara peneliti yang menggunakan ― place attachment ‖ sebagai konsep yang saling berintegrasi, mereka merangkum bahwa place attachment mencangkup beberapa hal, diantaranya adalah :

  1. Attachment (meliputi pengaruh : emosi, perasaan, pemikiran, pengetahuan, kepercayaan, pengamatan, praktek, tindakan dan tingkah laku.

  2. Place atau tempat yang berbeda dalam skala, jenis dan ukurannya

  3. Aktor yang berbeda seperti individu, kelompok atau budaya

  4. Hubungan sosial yang berbeda

  5. Aspek-aspek sementara (berulang atau lurus) ().

Adapun tingkatan level place attachment , inntensitas attachment to place menurut Rubinstein (1984) (dalam Altman dan low, 1992)

  1. Level 1, manusia hanya tahu tentang suatu tempat dan memikirkannya tanpa mengalami perasaan atau memori pribadi yang kuat.

  2. Level 2, “personalized attachment”, bila manusia mempunyai memori tentang suatu tempat yang tidak dipisahkan dari pengalaman pribadinya.

  3. Level 3, “extention", bila suatu tempat memberikan memori emosional secara psikologi melibatkan individu dengan berbagai cara.

  4. Level 4, “ embodiment ”, bila batas antara diri ( the self ) dengan lingkungan menjadi kabur bahkan bagi beberapa individu identitas pribadi & identitas tempat menjadi satu.

Dalam buku Place Attachment karya Irwin Altman (1992), berikut adalah beberapa pengertian dari konseptualisasi place attachment :

  1. Topophilia (Tuan, 1974). Sebuah ikatan afeksi antara manusia dan tempat yang menekankan pada pengalaman-pengalaman sensorik, memori, integrasi kognitif, pertimbangan afeksi dan berbagai aktivitas yang dilakukan dalam mendukung keterikatan tersebut.

  2. Place Dependence (Stokols, 1981) atau ketergantungan pada tempat, merupakan sebuah asosiasi yang dirasakan antara manusia dan lingkungannya. Ketergantungan muncul ketika pengguna tempat merasa bahwa ruang yang tersedia mampu memenuhi kebutuhannya dibandingkan dengan ruang-ruang alternatif lainnya.

  3. Place Identity (Proshansky, Fabian, & Kaminoff, 1983) atau identitas sebuah tempat yang berupa sub-struktur dari identitas diri. Identitas tempat ini berisi memori, ide, gagasan, perasaan, sikap, nilai, preferensi, makna dan konsep perilaku serta pengalaman yang berkaitan dengan keragaman serta kompleksitas setting fisik, yang menentukan eksistensi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini menekankan pada peran tempat dalam organisasi memori dan stimulus bagi ekspresi manusia.

Place attachment diartikan sebagai keterkaitan emosi yang positif terhadap tempat yang dapat diindikasikasikan oleh individu dengan perasaan senang, perasaan betah, perasaan puas, perasaan ketergantungan dan perasaan memiliki atau menjadikan tempat tersebut sebagai bagian dari identitas dirinya.