Apa yang dimaksud Inovasi Produk?

Apa yang dimaksud Inovasi Produk?

Menurut Buchari (2004) inovasi produk berarti mengamati konsumen untuk menemukan dan memuaskan konsumennya dengan memberikan produk yang baru.

Lebih lanjut lagi, apa yang dimaksud inovasi produk?

Inovasi produk adalah produk atau jasa yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai produk atau jasa baru. Namun Kotler (2004) menambahkan bahwa inovasi produk tidak hanya terbatas pada pengembangan produk-produk atau jasa-jasa baru. Inovasi juga termasuk pada pemikiran bisnis baru dan proses baru.

Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi produk sangat penting karena terdapat alasan berikut:

  1. Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses.

  2. Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek.

  3. Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga

  4. Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat.

  5. Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan menciptakan posisi korporat yang lebih baik.

Indikator Inovasi Produk

Inovasi produk seharusnya mampu memberikan nilai tambah dibanding produk sejenis (keunggulan produk) sehingga dapat menjadikan perusahaan memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesaingnya. Lukas dan Ferrell (2000: 240) menjelaskan adanya beberapa indikator dari invosi produk, yaitu:

  1. Perluasan lini ( line extensions ) yaitu produk yang dihasilkan perusahaan tidaklah benar-benar baru tetapi relative baru untuk sebuah pasar.

  2. Produk baru ( me too – product ) yaitu produk baru bagi perusahaan tetapi tidak baru bagi pasar.

  3. Produk benar-benar baru ( new – to – the – world – product ) adalah produk yang termasuk baru baik bagi perusahaan maupun pasar.

Ciri-ciri Inovasi Produk

Inovasi Produk mempunyai 4 (empat) ciri yaitu :

  1. Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.

  2. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar orisinalitas dan kebaruan.

  3. Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-gesa, namun ke-inovasian dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.

  4. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

Atribut Inovasi Produk

Menurut Rogers dalam LAN (2007) mengatakan bahwa inovasi produk mempunyai atribut sebagai berikut:

  1. Keuntungan Relatif

Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam inovasi yang menjadi ciri yang membedakannya dengan yang lain.

  1. Kesesuaian

Inovasi juga sebaiknya mempunyai sifat kompatibel atau kesesuain dengan inovasi yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak sertamerta dibuang begitu saja, selain karena alasan faktor biaya yang sedikit, namun juga inovasi yang lama menjadi bagian dari proses transisi ke inovasi terbaru. Selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi dan proses pembelajaran terhadap inovasi itu secara lebih cepat.

  1. Kerumitan

Dengan sifatnya yang baru, maka inovasi mempunyai tingkat kerumitan yang boleh jadi lebih tinggi dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Namun demikian, karena sebuah inovasi menawarkan cara yang lebih baru dan lebih baik, maka tingkat kerumitan ini pada umumnya tidak menjadi masalah penting.

  1. Kemungkinan Dicoba

Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan terbukti mempunyai keuntungan atau nilai dibandingkan dengan inovasi yang lama. Sehingga sebuah produk inovasi harus melewati fase “uji publik”, dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk menguji kualitas dari sebuah inovasi.

  1. Kemudahan diamati

Sebuah inovasi harus juga dapat diamati, dari segi bagaimana sebuah inovasi bekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Menurut Hubeis (2012) inovasi produk merupakan pengetahuan produk baru, yang seringkali dikombinasikan dengan hal baru untuk membentuk metode produksi yang tidak diketahui. Sehingga inovasi produk terbagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Inovasi Produk Baru yaitu produk radikal

  2. Inovasi Pengembangan Produk yaitu produk bertahap Chandy and Yellis (1998) dalam Jamil Bojei and Wong Chee Hoo: “On the other hand, innovation is to produce something new to the market. Innovation can be incremental where the newness doesn’t generally destroy the product, while radical innovation supersedes the existing invention”.

Uraian tersebut menjelaskan bahwa di sisi lain, inovasi adalah untuk menghasilkan sesuatu yang baru ke pasar. Inovasi bisa bertahap dimana hal yang baru tersebut umumnya tidak merusak produk, sedangkan inovasi radikal menggantikan penemuan yang ada.

Inovasi yang sukses adalah sederhana dan terfokus. Ia harus terarah secara spesifik, jelas, dan memiliki desain yang dapat diterapkan. Dalam prosesnya, ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. Dalam buku Lupiyoadi (2004) terdapat jenis – jenis inovasi berdasarkan para ahli: Menurut Schumpter inovasi yang dapat dilakukan wirausaha adalah:

  1. Pengenalan suatu barang baru, atau perbaikan dari barang yang sudah ada

  2. Pengenalan metode produksi baru

  3. Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor pada daerah baru

  4. Penciptaan atau pengadaan persediaan bahan mentah atau setengah jadi baru

  5. Penciptaan suatu bentuk organisasi industri baru

Wirausaha yang dapat menciptakan jenis barang baru akan memberi keuntungan bagi pasar hingga banyak terdapat pilihan konsumsi. Kemudian pengenalan metode produksi dan bentuk organisasi industri baru juga menciptakan efisiensi yang dapat menguntungkan perusahaan. Efisiensi juga dapat dicapai dengan ditemukannya persediaan (supply) baru untuk bahan produksi.

Terakhir terbukanya baru dapat terjadi karena terciptanya produk baru untuk dikonsumsi, sementara pasar eksport baru dapat menghasilkan devisa bagi perekonomian suatu negara.
Sedangkan menurut Kuratko terdapat 4 jenis inovasi yaitu:

  1. Invensi (penemuan)

  2. Ekstensi (pengembangan)

  3. Duplikasi (penggandaan)

  4. Sintesis

Definisi mengenai inovasi produk menurut Myers dan Marquis dalam Kotler (2007) menyatakan bahwa inovasi produk adalah gabungan dari berbagai macam proses yang saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Jadi inovasi bukanlah konsep dari suatu ide baru, penemuan baru atau juga bukan merupakan suatu perkembangan dari suatu pasar yang baru saja, tetapi inovasi merupakan gambaran dari semua proses - proses tersebut.

Charles, et al. (2002) menyatakan bahwa inovasi merupakan bagian dari kerangka kerja yang menghubungkan aspek budaya perusahaan dengan kemampuan berinovasi serta meningkatkan kinerja perusahaan melalui keputusan membeli konsumen.

Kotabe dalam Tamamudin (2012) yang menunjukkan bahwa semakin tinggi inovasi produk yang dilakukan perusahaan maka akan meningkatkan kinerja perusahaan melalui peningkatan keputusan membeli. Dalam persaingan global, perusahaan harus dapat memodifikasi produknya untuk menambah nilai dari produk yang dihasilkannya dan harus dapat memenuhi kebutuhan dan selera yang pas dengan konsumen.

Tujuan dari strategi inovasi produk adalah memastikan keunggulan kompetitif bagi produk bersangkutan. Strategi produk berhubungan dengan pemilihan, penjabaran, dan desain produk yang akan disampaikan kepada konsumen. Keberhasilan pengembangan suatu produk sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor penting seperti kemampuan manajerial, keterampilan teknologi, sumber dana financial dan sumber daya manusia yang tersedia. beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menghasilkan produk yang inovatif menurut Kotler (1987) yaitu dengan :

  1. Mengembakan atribut produk baru
  • Adaptasi (gagasan lain atau pengembangan produk)
  • Modifikasi (mengubah warna, gerakan, suara, bau, bentuk dan rupa)
  • Memperbesar (lebih kuat, lebih panjang, lebih besar).
  • Memperkecil (lebih ramping, lebih ringan, lebih kecil).
  • Substitusi (bahan lain, proses, sumber tenaga)
  • Penataan kembali (pola lain, tata letak lain, kompenen).
  • Membalik (luar menjadi dalam)
  • Kombinasi (mencampur, meramu, asortasi, rakitan, unit gabungan, kegunaan, daya pikat, dan gagasan).
  1. Mengembangkan beragam tingkat mutu
  2. Mengembangkan model dan ukuran produk (profilerasi produk)