Apa yang dimaksud dengan teknik SWIFT analysis dalam analisis risiko kualitatif?

Mengelola berbagai jenis risiko ini tentunya membutuhkan kerja sama antar anggota tim dalam sebuah proyek. Metode atau teknik yang digunakan dalam analisis risiko kualitatif dapat bervariasi, tergantung pada jenis proyek yang sedang dijalankan dan sumber daya manajemen risiko yang tersedia untuk proyek. Salah satu teknik yang ada saat melakukan analisis risiko kualitatif adalah teknik SWIFT analysis.

Apa yang dimaksud dengan teknik SWIFT analysis dalam analisis risiko kualitatif?

Structured What If Technique (SWIFT) adalah metode analisis risiko yang menggunakan kegiatan brainstorming terstruktur menggunakan kata-kata panduan untuk mengidentifikasi risiko. Metode ini lebih cepat untuk dilakukan daripada metode yang lebih intensif seperti Failure mode and effects analysis (FMEA). Dan diantara metode-metode untuk melakukan analsis risiko kualitatif, metode SWIFT merupakan metode yang paling terstruktur.

Metode SWIFT menerapkan pendekatan sistematis yang berbasis tim, dimana tim tersebut menyelidiki bagaimana perubahan-perubahan dari desain atau rencana yang telah disetujui memberikan dampak pada proyek melalui serangkaian pertimbangan “What-if”. Teknik ini khususnya sangat berguna untuk mengevaluasi viabilitas opportunity risk.

Sumber:

  1. https://www.project-risk-manager.com/blog/qualitative-risk-techniques/
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Structured_What_If_Technique
  3. https://repositorio.ufba.br/ri/bitstream/ri/21919/1/An%20Approach%20to%20Assess%20Risks%20of%20Carbon%20Geological%20Storage%20Technology.pdf

Structured What-If Technique (SWIFT) adalah teknik analisis risiko tingkat tinggi yang fleksibel dan digunakan untuk suatu dasar yang dapat berdiri sendiri, atau merupakan bagian pendekatan bertahap dalam mengaplikasikan metode yang mendetil seperti FMEA agar lebih efisien.

Keberhasilan dalam penggunaan metode SWIFT sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pengguna atas sistem dan proses yang dianalisis (Alan J. Card, et. al., 2012).

Prosedur Penggunaan Metode SWIFT

SWIFT adalah tehnik untuk mengidentifikasi ancaman (seperti dalam bertanya “Bagaimana bisa…”), dan identifikasi risiko (seperti dalam bertanya “Bagaimana jika…”). Namun pada praktiknya sangat didukung oleh analisis risiko (mengkarakteristikan dan mengestimasi risiko), evaluasi risiko (seperti menentukan apakah risiko tersebut dapat diterima atau membutuhkan tindak lanjut tertentu), dan perencanaan penanganan risiko (seperti membentuk dan menganalisis perencanaan dalam mengontrol risiko).

Berikut ini merupakan tahap-tahap untuk menjalankan proses analisis risiko menggunakan metode SWIFT:

  1. Prepare the Guidewords
    Fasilitator menentukan kumpulan kata-kata acuan yang dapat digunakan untuk mengarahkan tim dalam SWIFT.

  2. Assemble the Team
    Memilih anggota tim untuk menjalankan SWIFT berdasarkan pengetahuan mereka atas sistem / proses yang sedang dianalisis.

  3. Background
    Menjelaskan mengenai “pemicu” atas diadakannya SWIFT (seperti perubahan regulasi, evaluasi kondisi dan sebagainya).

  4. Articulate the Purpose
    Menjelaskan dengan jelas tujuan atas hasil yang ingin dicapai dengan diadakannya SWIFT (seperti meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan).

  5. Define the Requirements
    Menjelaskan mengenai kriteria akan keberhasilan yang diperoleh (seperti tidak adanya pendapatan yang hilang untuk jangka waktu 5 tahun kedepan atas kompensasi karena kurangnya kepuasan pelanggan).

  6. Describe the System
    Menjelaskan dengan tingkat tinggi seperti menggunakan tulisan dan gambar atas sistem atau proses yang ingin dianalisis risikonya tanpa harus secara detil / spesifik.

  7. Identify the Risks / Hazards
    Disinilah penggunaan SWIFT mulai diaplikasikan. Dengan menggunakan kata acuan (Guidewords) untuk setiap sistem, subsistem, atau proses. Setiap partisipan diharapkan untuk melakukan pengandaian dengan membuat frase menggunakan kata-kata seperti “Bagaimana jika…” atau “Bagaimana bisa…” untuk menemukan risiko yang potensial terkait kata acuan yang dipakai.

  8. Assess the Risks
    Menggunakan tehnik analisis risiko untuk mengestimasikan risiko terkait ancaman yang teridentifikasi. Untuk pengendalian yang sudah berjalan dengan melakukan analisis terhadap keterjadian gangguan yang ditemukan dan tingkat dampak atas gangguan tersebut. Kemudian evaluasikan tingkat penerimaan dengan melihat tingkat risiko dan identifikasi aspek apapun dari sistem yang mungkin membutuhkan identifikasi dan analisis risiko yang lebih mendetil.

  9. Propose Actions
    Berikan solusi perencanaan pengendalian risiko untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh risiko yang teridentifikasi ke tingkat yang dapat diterima.

  10. Review the Process
    Menentukan apakah SWIFT sudah sesuai dengan tujuan, atau apabila sebuah analisis risiko yang mendetil dibutuhkan untuk suatu bagian dalam sistem.

  11. Overview
    Menghasilkan dokumen tinjauan hasil dari pelaksanaan SWIFT untuk dikomunikasikan.

  12. Additional Risk Assessment
    Menjalankan analisi risiko lebih lanjut dengan lebih detil atau menggunakan tehnik kuantitatif apabila dibutuhkan.