Apa yang dimaksud dengan Struktur Tanah ?

tanah

(Billy Putra) #1

Struktur tanah adalah susunan dari fraksi-fraksi pasir, liat dan debu yang terbentuk secara alami. Juga dibatasi oleh bidang-bidang dan berbeda pada setiap ukuran dan bentuknya. Fraksi-fraksi ini tersusun dan membentuk struktur tanah yang kemudian dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah.

Apa yang dimaksud dengan Struktur Tanah ?


(Annisa Maulida Zahro) #2

Menurut Utomo (1985), struktur tanah adalah susunan partikel-partikel dalam tanah yang membentuk agregat-agregat serta agregat satu dengan yang lainnya dibatasi oleh bidang alami yang lemah. Struktur tanah sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, aktivitas biologi, dan proses pengolahan tanah dan sangat pekat terhadap gaya-gaya perusak mekanis dan fisika-kimia.

Syarief (1989) berpendapat bahwa struktur tanah merupakan suatu sifat fisik yang penting, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, memengaruhi sifat dan keadaan tanah seperti: gerakan air dan aerasi, tata air, pernafasan akar tanaman serta penetrasi akar tanaman ditentukan oleh struktur tanah. Tanah yang berstruktur baik akan mampu membantu berfungsinya faktor-faktor pertumbuhan tanaman secara optimal, sedangkan tanah yang bertekstur tidak baik menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman.

Notohadiprawiro (1999) mengemukakan bahwa struktur tanah merupakan susunan keruangan yang membentuk pola keruangan. Menurut Hillel (1980), struktur tanah merupakan penyusunan dan organisasi partikel dalam tanah. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam struktur, yaitu : partikel tanah, ruang pori, dan bahan penyemen.

Buol dkk., (1980) menyatakan bahwa struktur tanah memiliki sembilan bentuk, yaitu :

  • bentuk tunggal (loose),
  • pejal (massive),
  • lempeng (platy),
  • prisma (prismatic),
  • tiang (columnar),
  • gumpal bersudut (angular blocky),
  • gumpal (sub angular blocky),
  • granular (granular),
  • remah (crumb).

Sedangkan Hillel (1980) membagi struktur tanah menjadi tiga bentuk, yaitu:

  • butir tunggal jika partikel tanah tidak saling terikat atau lepas;
  • masif jika partikel tanah terikat kuat pada suatu massa tanah kohesif yang besar;
  • agregat (ped) jika partikel tanah terikat tidak terlalu kuat satu sama lain.

Struktur agregat merupakan struktur terbaik untuk tanah-tanah pertanian. Pengolahan tanah dilakukan untuk mendapatkan kondisi struktur tanah dengan tipe agregat.

Struktur tanah berpengaruh terhadap kapasitas menahan air, lalu lintas air dan udara di dalam tanah, serta erosi. Struktur tanah yang mantap dengan agregat yang stabil dapat menciptakan aerasi tanah yang baik, mempermudah air meresap, meningkatkan kapasitas infiltrasi, perkolasi, dan menurunkan aliran permukaan sehingga dapat menurunkan nilai erodibilitas tanah (Sinukaban dan Rahman, 1983)

Tanah-tanah yang memiliki struktur yang mantap tidak mudah hancur oleh pukulan-pukulan air hujan sehingga tahan terhadap erosi. Sebaliknya struktur tanah yang tidak mantap sangat mudah hancur oleh pukulan air hujan menjadi buturan-butiran halus sehingga menutupi pori-pori tanah dan menyebabkan infiltrasi terhambat. Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang dipengaruhi oleh tekstur, bahan organik, dan zat kimia seperti karbonat di dalam tanah.