© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan struktur modal?

struktur modal

Struktur modal merupakan gabungan dari sumber hutang jangka panjang yang meliputi hutang, saham biasa, dan saham umum, yang diapakai perusahaan untuk membiayai kegiatan operasionalnya.

Struktur modal adalah perimbangan jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Menurut Margaretha, “struktur modal sebuah perusahaan adalah kombinasi spesifik ekuitas dan utang jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk mendanai operasinya”. Sedangkan menurut Subramanyam dan Wild, ”struktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan yang sering dihitung berdasarkan besaran relatif berbagai sumber pendanaan”.

Struktur Modal Optimal


Menurut Brigham dan Houston, “struktur modal optimal (optimal capital structure) suatu perusahaan didefinisikan sebagai struktur yang akan memaksimalkan harga saham perusahaan tersebut”. Sedangkan menurut Margaretha, “struktur modal optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risk dan return sehingga memaksimalkan harga saham”.

Kebijakan struktur modal melibatkan adanya suatu pertukaran antara risiko dan pengembalian yaitu penggunaan lebih banyak utang akan meningkatkan risiko yang ditanggung oleh para pemegang saham. Namun penggunaan utang yang lebih besar biasanya akan menyebabkan terjadinya ekspektasi tingkat pengembalian atas ekuitas yang lebih tinggi. Karena itu, struktur modal yang optimal harus mencapai suatu keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga dapat memaksimalkan harga saham perusahaan.

Perusahaan pada umumnya mempelajari situasi, mengambil kesimpulan tentang struktur modal yang optimal dan menentukan suatu sasaran struktur modal (target capital structure). Jika rasio utang dibawah tingkat sasaran, perusahaan akan menghimpun modal dengan menerbitkan utang, sementara jika rasio utang di atas sasaran, maka yang akan digunakan adalah ekuitas. Sasaran dapat berubah dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan kondisi, manajamen biasanya memiliki satu struktur spesifik yang menjadi acuan.

Penentuan struktur modal akan melibatkan pertukaran antara risiko dan pengembalian yaitu menggunakan utang dalam jumlah yang lebih besar akan meningkatkan risiko yang ditanggung oleh pemegang saham. Namun, menggunakan lebih banyak utang pada umumnya akan meningkatkan perkiraan pengembalian atas ekuitas.

Komponen Struktur Modal


Menurut Warsono (2002), struktur modal secara umum terdiri dari tiga komponen yaitu sebagai berikut:

  • Utang jangka panjang (long term debt), yaitu utang yang masa jatuh tempo pelunasannya lebih dari satu tahun. Komponen modal jangka panjang yang berasal dari utang biasanya terdiri dari utang hipotek, obligasi, dan bentuk utang jangka panjang lainnya, seperti pinjaman jangka panjang dari bank.

  • Saham preferen (preferred strock), yaitu bentuk komponen modal jangka panjang yang merupakan kombinasi antara modal sendiri (saham biasa) dengan utang jangka panjang. Dengan karakterisitik inilah saham preferen sering disebut dengan sekuritas hibrida (hybrid security).

  • Ekuitas saham biasa (common stock equity), yaitu bentuk komponen modal jangka panjang yang ditanamkan oleh para investor yang pemegangnya memiliki klaim residual atas laba dan kekayaan perusahaan.

Selain itu, sumber utama dari modal yang dapat dipakai untuk melaksanakan kegiatan perusahaan antara lain :

  • Dari dalam perusahaan (sumber dana internal)
    Dana yang berasal dari dalam perusahaan adalah dana atau funds yang berbentuk atau dihasilkan di dalam perusahaan. Dana yang berasal dari dalam perusahaan terdiri dari berbagai jenis antara lain

    • Keuntungan yang ditahan
    • Penyusutan
    • Saham pemilik
    • dan lain – lain
  • Dana dari luar perusahaan (sumber dana eksternal)
    Dana yang berasal dari luar perusahaan terdiri dari 2 golongan, yaitu :

  • Sumber Dana Jangka Pendek
    Sumber Dana jangka pendek ini diperoleh anatra lain dari kredit dagang, kredit bank, surat-surat berharga, dan lain-lain.

  • Sumber Dana Jangka Panjang
    Sumber dana jangka panjang dapat diperoleh dari berbgai sumber anatara lain

  • Pinjaman Obligasi
    Pinjaman obligasi adalah pinjaman jangka waktu yang panjang. Jadi, debitor mengeluarkan surat pengakuan hutang yang mempunyai nilai nominal tertentu.

  • Pinjaman Hipotek
    Pinjaman hipotek adalah pinjaman jangka panjang. Disini, kreditor diberi hak hipotek terhadap suatu barang tidak bergerak dan apabila debitor tidak memenuhi kewajibannya maka barang tersebut dapat dijual dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk menutup tagihannya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Struktur Modal


Menurut Brigham dan Houston (2011), faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal adalah sebagai berikut:

  1. Risiko Usaha, atau tingkat risiko yang inheren dalam operasi perusahaan jika perusahaan tidak menggunakan utang. Makin besar risiko usaha perusahaan, makin rendah rasio utang optimalnya.

  2. Posisi Pajak Perusahaan. Salah satu alasan utama digunakannya utang adalah karena bunga merupakan pengurang pajak, selanjutnya menurunkan biaya utang efektif. Akan tetapi, jika sebagian besar laba suatu perusahaan telah dilindungi dari pajak oleh perlindungan pajak yang berasal dari penyusutan, maka bunga atas utang yang saat ini belum dilunasi, atau kerugian pajak yang dibawa ke periode berikutnya, akan menghasilkan tarif pajak yang rendah.

  3. Fleksibilitas Keuangan, atau kemampuan untuk menghimpun modal dengan persyaratan yang wajar dalam kondisi yang buruk. Bendahara perusahaan tahu bahwa pasokan modal yang lancar dibutuhkan oleh operasi yang stabil, selanjutnya memiliki arti yang sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang.

  4. Konservatisme atau Keagresifan Manajerial. Beberapa manajer lebih agresif dibandingkan manajer yang lain, sehingga mereka lebih bersedia untuk menggunakan utang sebagai usaha untuk meningkatkan laba. Faktor ini tidak mempengaruhi struktur modal optimal yang sebenarnya, atau struktur modal yang memaksimalkan nilai tetapi akan mempengaruhi sasaran struktur modal perusahaan.

Oleh karena itu, struktur modal setiap perusahaan berbeda satu sama lain. Komposisi dari modal kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Sifat kegiatan perusahaan
  2. Faktor-faktor ekonomi
  3. Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan pengendalian kredit
  4. Suku bunga yang berlaku
  5. Jumlah uang yang beredar
  6. Tersedianya bahan-bahan di pasar.
  7. Kebijaksanaan di dalam perusahaan.

Sedangkan menurut Riyanto (2001) ada beberapa faktor yang mempengaruhi struktur modal yaitu :

  1. Tingkat bunga
    Tingkat bunga yang berlaku saat manajemen akan menentukan struktur modal akan mempengaruhi jenis modal yang akan digunakan apakah memakai saham atau obligasi

  2. Stabilitas pendapatan (earning)
    Stabilitas dan besarnya earning yang diperoleh perusahaan akan menentukan apakah perusahaan dibenarkan menggunakan utang tetap atau tidak

  3. Susunan aktiva
    Pada kebanyakan industri atau manufaktur di mana sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap akan cenderung menggunakan modal sendiri dibandingkan dengan modal asing atau hutang hanya sebagai pelengkap.

  4. Risiko aktiva
    Risiko yang melekat kepada setiap aktiva belum tentu sama. Semakin panjang jangka waktu penggunaannya maka risiko semakin besar.

  5. Jumlah modal yang dibutuhkan
    Jumlah modal yang diperlukan atau dibutuhkan akan mempengaruhi struktur modal. Jika modal yang dibutuhkan adalah besar maka dirasakan perlu bagi perusahaan untuk menggunakan sekuritas secara bersamaan.

  6. Keadaan pasar modal
    Kondisi pasar modal sering mengalami perubahan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu dalam rangka memperoleh dana melalui penjualan sekuritas perusahaan harus memperhatikan kondisi pasar modal

  7. Sifat manajemen
    Bagi manajemen yang optimis akan masa depan perusahaan akan berani menanggung risiko besar sehingga akan lebih menggunakan hutang untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan.

  8. Besarnya perusahaan
    Suatu perusahaan besar dimana sahamnya tersebar sangat luas, penambahan saham untuk memenuhi kebutuhan dana tidak banyak mempengaruhi kekuasaan atau pengendalian pemegang saham mayoritas. Perusahaan besar pada umumnya lebih menyukai penerbitan saham baru dalam memenuhi kebutuhan dananya.