© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Society 5.0

Di abad ke 21 ini kita telah melewati masa-masa penting dalam perkembangan teknologi informasi, dimana teknologi dapat membantu segala aktivitas manusia. Penciptaan robot dan internet of things menjadi titik awal era Revolusi Industri 4.0. Di lain sisi, Jepang sebagai negara produksi teknologi dan mapan dalam hal ekonomi telah menatap Era Society 5.0. Lantas, apa yang dimaksud dengan Era Society 5.0?

Society 5.0 atau supersmart society digagas oleh pemerintahan Jepang pada tanggal 21 Januari 2019

Society 5.0 merupakan tatanan masyarakat yang berpusat pada manusia ( humancentered) dan berbasis teknologi ( technology based ). Society 5.0 didahului dengan era berburu ( Society 1.0), pertanian ( Society 2.0), industri ( Society 3.0), dan teknologi informasi ( Society 4.0).

Perjalanan Society 5.0
Gambar Perjalanan Society 5.0

Melalui Society 5.0 , kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan. Tentu saja diharapkan, akan menjadi suatu kearifan baru dalam tatanan bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri, transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dalam Society 5.0, juga ditekankan perlunya keseimbangan pencapaian ekonomi dengan penyelesaian problem sosial.

Society 5.0
Gambar Society 5.0

Big Data yang dikumpulkan oleh Internet of Thing (IoT) akan dikonversi menjadi tipe intelijen baru oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI) dan akan menjangkau setiap sudut masyarakat. Ketika kita pindah ke Society 5.0, semua kehidupan manusia akan menjadi lebih nyaman dan berkelanjutan karena manusia hanya diberi produk dan layanan dalam jumlah dan waktu yang diperlukan.

Dalam Industri 4.0, dikenal adanya cyberphysical system (CPS) yang merupakan integrasi antara physical system, komputasi dan juga network /komunikasi. Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari CPS menjadi cyberphysicalhuman systems . Dimana human (manusia) tidak hanya dijadikan obyek (passive element), tetapi berperan aktif sebagai subyek (active player) yang bekerja bersama physical system dalam mencapai tujuan (goal). Jadi interaksi antara mesin (physical system) dan manusia masih tetap diperlukan.

Society 5.0 sejatinya hanya diperuntukkan untuk masyarakat dan industri di Jepang. Berikut beberapa aplikasi yang diterapkan dalam Society 5.0 :

Kesehatan

Jepang menghadapi masyarakat yang menua dibanding negara-negara lain. Jepang mempunyai masyarakat dengan usia lanjut yang paling banyak di dunia. Negara jeang menderita karena sdngan banyaknya orang tua membuat meningkatnya biaya keamanan medis dan sosial serta tuntutan untuk merawat orang tua.

Solusi yang ditawarkan :

  • Hubungkan dan bagikan informasi antara pengguna data medis, termasuk catatan pemeriksaan medis, serta catatan perawatan dan perawatan.

  • Mempraktikkan layanan perawatan medis jarak jauh.

  • Gunakan kecerdasan buatan (AI) dan robot di fasilitas perawatan untuk mendukung kemandirian orang.

Society 5.0

Dengan menghubungkan dan berbagi data medis yang saat ini tersebar di berbagai rumah sakit, maka perawatan medis dapat dilakukan secara lebih efektif berdasarkan data yang diberikan.

Perawatan medis jarak jauh memungkinkan orang lanjut usia tidak perlu lagi sering mengunjungi rumah sakit. Selain itu, masyarakat Jepang dapat mengukur dan mengelola data kesehatan seperti detak jantung saat di rumah, sehingga memungkinkan untuk memperpanjang harapan hidup orang sehat.

Mobilitas Penduduk

Penurunan populasi menyebabkan daerah pedesaan yang kurang penduduknya sehingga tidak memiliki akses ke transportasi umum. Segmen e-commerce yang tumbuh cepat telah melihat kekurangan tersebut.

Solusi yang ditawarkan :

Mempromosikan penggunaan taksi dan bus otonom (tanpa sopir) untuk transportasi umum agar transportasi pedesaan menjadi tersedia dengan lebih mudah .
Tingkatkan efisiensi distribusi dan logistik dengan memperkenalkan inovasi seperti truk kargo yang menggunakan sistem kendaraan tanpa awak dan dengan menggunakan drone

Society 5.0

Orang-orang di daerah yang kekurangan penduduk merasa kesulitan untuk berbelanja dan mengunjungi rumah sakit karena kurangnya transportasi umum. Namun, kendaraan otonom akan memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan dengan lebih mudah sementara drone pengiriman akan memungkinkan untuk menerima apa pun yang dibutuhkan seseorang. Kekurangan tenaga distribusi tidak akan menjadi masalah yang mengkhawatirkan lagi.

Infrastruktur

Memburuknya infrastruktur publik yang dikembangkan selama periode pertumbuhan ekonomi Jepang yang cepat telah menciptakan kekurangan tenaga kerja terampil dan peningkatan beban keuangan untuk melakukan inspeksi dan pemeliharaan infrastruktur.

Solusi yang ditawarkan :

  • Sensor, AI, dan robot akan di gunakan untuk memeriksa dan memelihara jalan, jembatan, terowongan, dan bendungan

Society 5.0

Dengan menggunakan teknologi baru termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), robot, sensor untuk sistem inspeksi dan pemeliharaan yang memerlukan keterampilan khusus, deteksi tempat yang perlu diperbaiki dapat dilakukan pada tahap awal. Dengan demikian, akan meminimalkan kecelakaan yang tidak terduga dan waktu yang dihabiskan dalam pekerjaan konstruksi akan berkurang, sementara pada saat yang sama keselamatan dan produktivitas akan meningkat.

Teknologi Keuangan

Sebagian besar transaksi uang di Jepang masih dilakukan secara tunai. Prosedur bank juga masih rumit. Penggunaan TI di perusahaan terbatas dan pemasangan teknologi pembayaran tanpa uang tunai dan layanan keuangan yang mudah masih berjalan dengan lambat.

Solusi yang ditawarkan :

  • Gunakan teknologi blockchain untuk transfer uang
  • Memperkenalkan antarmuka pemrograman aplikasi terbuka (API) ke bank dan perusahaan FinTech.
  • Promosikan pembayaran tanpa uang tunai.

Society 5.0

Pengiriman uang ke luar negeri masih dirasa memberatkan karena Anda harus menghabiskan waktu dan membayar biaya bank. Teknologi Blockchain akan mengurangi waktu dan biaya sambil memastikan keamanan dalam transaksi bisnis global.

Sumber : https://www.japan.go.jp