© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Reflected Appraisals dalam Pengenalan Diri?

image

Reflected appraisal process adalah proses menyimpulkan bahwa orang-orang mulai memikirkan diri mereka sendiri seperti cara orang lain memikirkannya.

Apa yang dimaksud dengan Reflected Appraisals dalam pengenalan diri?

Sulivan (dalam Fitts,1971) menggunakan istilah reflected appraisals yang nantinya akan membentuk konsep diri seseorang. Melalui reflected appraisals , seseorang akan menilai dan memandang dirinya sendiri melalui penilaian ataupun perlakuan orang lain terhadap dirinya.

Weber kemudian mengomponenkan konsep diri, yaitu self-esteem dan social evaluation. Self-esteem (harga diri) adalah mengenai evaluasi seseorang tentang dirinya sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri ini merupakan penilaian, baik positif atau negatif, mengenai dirinya sendiri. Seseorang dengan self-esteem yang tinggi menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki nilai, kemampuan, dan kepercayaan yang tinggi pula. Sedangkan seseorang dengan self-esteem yang rendah menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa dirinya memiliki penilaian yang buruk akan pengalaman masa lalunya serta memiliki harapan yang rendah akan pencapaian di masa depan. Seseorang dengan self-esteem yang tinggi dipercaya memiliki sikap yang positif terhadap dirinya sendiri. Hal ini akan membuat orang yang memiliki self-esteem yang tinggi tersebut menjadi puas akan dirinya sendiri dan meyakini bahwa dirinya memiliki kualitas-kualitas yang baik, yang patut dibanggakan. Self-esteem menjadi alat ukur sosial (sociometer) untuk melihat sejauh mana seseorang merasa diterima dan menyatu dengan lingkungan sosialnya.

Sedangkan social evaluation (penilaian sosial) adalah mengenai apa yang kita yakini tentang bagaimana orang lain memandang diri kita, dan hal tersebut akan mempengaruhi perilaku kita apakah kita akan memutuskan untuk merubah diri kita atau tidak.

Social evaluation dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Reflected appraisal (pantulan penilaian) diartikan bahwa pendapat kita tentang diri sendiri merupakan cermin atau refleksi/pantulan dari penilaian secara nyata dari orang lain terhadap diri kita.
  • Direct feedback adalah umpan balik langsung menganai pendapat seseorang terhadap diri kita.

Social evaluation dapat digambarkan dengan seseorang berpikir bahwa orang lain menilai dirinya sebagai wanita yang tidak menarik. Dan self-esteem dapat digambarkan sebagai sikap dari individu dari social evaluation tersebut. Jika self-esteem yang dimiliki tinggi, wanita tersebut akan merasa tidak masalah dengan social evaluation tersebut dan tetap percaya diri dengan dirinya sendiri. Sedangkan jika self-esteem yang dimiliki rendah, maka wanita tersebut akan merasa rendah diri dan tidak percaya diri jika bertemu dengan orang lain, dan dirinya dapat memutuskan untuk merubah dirinya menjadi lebih baik atau tidak.