Apa yang dimaksud dengan Peramalan (Forecasting)?

Peramalan

Peramalan (Forecasting) adalah suatu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif untuk memperkirakan kejadian dimasa depan dengan menggunakan referensi data-data dimasa lalu.

Apa yang dimaksud dengan Peramalan (Forecasting) ?

Peramalan atau forecasting adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang melalui pengujian keadaan di masa lalu. Handoko (2003)

Peramalan adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa masa depan. Peramalan memerlukan pengambilan data historis dan memproyeksikanya ke masa depan dengan beberapa bentuk model sistematis. Heizer dan Render (2009)

Dari pendapat-pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa peramalan adalah proses memperkirakan jumlah permintaan di masa mendatang berdasarkan pengujian kondisi di masa sebelumnya.

Peramalan tidak terlalu dibutuhkan dalam kondisi permintaan pasar yang stabil, karena perubahan permintaannya relatif kecil. Tetapi peramalan akan sangat dibutuhkan jika kondisi permintaan pasar bersifat komplek dan dinamis.

Dalam kondisi pasar bebas, permintaan pasar lebih banyak bersifat komplek, dan dinamis karena permintaan tersebut tergantung dari keadaan sosial, ekonomi, politik, teknologi, produk pesaing, dan produk substitusi. Oleh karena itu, peramalan yang akurat merupakan informasi yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Peramalan dan Horison Waktu


Dalam hubungannya dengan horison waktu peramalan, menurut Heizer dan Render (2009) peramalan dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu :

  1. Peramalan Jangka Panjang, umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan ini digunakan untuk perencanaan produk dan perencanaan sumber daya.

  2. Peramalan Jangka Menengah, umumnya mencakup hitungan bulan hingga 3 tahun. Peramalan ini lebih mengkhusus dibandingkan peramalan jangka panjang, biasanya digunakan untuk merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi serta menganalisis bermacam rencana operasi.

  3. Peramalan Jangka Pendek. Peramalan ini meliputi jangka waktu hingga satu tahun, tetapi umumnya kurang dari tiga bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja, penugasan kerja, dan tingkat produksi.

Jenis-Jenis Peramalan


Menurut Heizer dan Render (2009), pada umumnya berbagai organisasi menggunakan tiga jenis peramalan dalam perencanaan operasi di masa depan, yaitu :

  1. Peramalan Ekonomi (Economic Forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan dengan memprediksikan tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan, dan indikator perencanaan lainnya.

  2. Peramalan Teknologi (Technological Forecast) memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.

  3. Peramalan Permintaan (Demand Forecast) adalah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini disebut peramalan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.

Djauhari (1986), peramalan adalah menduga atau memprediksi peristiwa yang akan datang atau terjadi di masa depan dan bertujuan untuk memperkecil resiko yang akan mungkin terjadi akibat keputusan yang kita ambil, dengan tidak menghilangkan secara penuh faktor-faktor ketidakpastian yang secara eksplisit diperhitungkan dalam perhitungan.

Jadi, inti dari pengertian peramalan adalah suatu usaha atau kegiatan untuk menduga, memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, serta bertujuan untuk memperkecil resiko atau kesalahan yang mungkin terjadi terhadap keputusan yang akan kita ambil.

Hubungan antara keputusan yang diambil, ramalan, dan galat digambarkan sebagai berikut:

image

Dari hubungan gambar diatas dapat terlihat bahwa keputusan yang kita ambil itu selalu berhubungan atau memperhitungkan galat atau error. Jadi pengkajian dari galat ramalan sama pentingnya dengan cara peramalan yang kita ambil. Dalam merumuskan masalah peramalan langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengkaji masalah pengambilan keputusan. Hal ini dimaksudkan agar dapat menuntun kita dalam menentukan apa yang akan kita ramal bentuk ramalan dan bagaimana tingkat keakuratan hasil keputusan yang kita inginkan.
Langkah selanjutnya adalah mempelajari faktor-faktor yang sifatnya lebih teknis yaitu:

  • Ketersediaan data. Apakah data-data yang kita perlukan dalam melakukan peramalan tersedia dan dapat kita gunakan.

  • Pola data. Penanganan data yang berubah menurut waktu dengan tingkat perubahan yang lemah akan sangat brbeda dengan pola data yang tidak teratur.

  • Komputasi. Jumlah variabel yang kecil serta frekuensi peramalan yang rendah daat ditangani dengan prosedur analisis yang mendalam. Lain halnya dengan jumlah veriabel yang besar dan frekuensi peramalan yang tinggi

Peramalan (Forecasting) adalah teknik yang menggunakan data historis sebagai input untuk membuat estimasi yang informatif yang bersifat prediksi dalam menentukan arah tren masa depan.

Bisnis menggunakan peramalan untuk menentukan bagaimana mengalokasikan anggaran mereka atau merencanakan pengeluaran yang diantisipasi untuk periode waktu mendatang. Ini biasanya didasarkan pada permintaan yang diproyeksikan untuk barang dan jasa yang ditawarkan.

Cara Peramalan Bekerja

Investor menggunakan peramalan untuk menentukan apakah peristiwa yang mempengaruhi perusahaan, seperti ekspektasi penjualan, akan meningkatkan atau menurunkan harga saham di perusahaan itu. Peramalan juga memberikan tolok ukur penting bagi perusahaan, yang membutuhkan perspektif operasi jangka panjang.

Analis saham menggunakan perkiraan untuk memperkirakan bagaimana tren, seperti PDB atau pengangguran, akan berubah pada kuartal atau tahun mendatang. Semakin jauh perkiraan, semakin tinggi kemungkinan estimasi tersebut tidak akurat. Akhirnya, ahli statistik menggunakan peramalan dalam situasi apa pun yang mengharuskan penggunaan peramalan. Misalnya, data dapat dikumpulkan mengenai dampak kepuasan pelanggan dengan mengubah jam kerja atau produktivitas karyawan saat mengubah kondisi kerja tertentu.

Peramalan mengatasi masalah atau sekumpulan data. Ekonom membuat asumsi mengenai situasi yang dianalisis yang harus ditetapkan sebelum variabel peramalan ditentukan. Berdasarkan item yang ditentukan, satu set data yang sesuai dipilih dan digunakan dalam manipulasi informasi. Data dianalisis, dan ramalan ditentukan. Akhirnya, periode verifikasi terjadi ketika prakiraan dibandingkan dengan hasil aktual untuk membentuk model yang lebih akurat untuk peramalan di masa mendatang.

Metode Peramalan

Analis saham menggunakan berbagai metode perkiraan untuk menentukan bagaimana harga saham akan bergerak di masa depan. Mereka mungkin melihat pendapatan dan membandingkannya dengan indikator ekonomi. Perubahan data keuangan atau statistik diamati untuk menentukan hubungan antara beberapa variabel. Hubungan ini mungkin didasarkan pada berlalunya waktu atau terjadinya peristiwa tertentu. Misalnya, perkiraan penjualan mungkin didasarkan pada periode tertentu (berlalunya 12 bulan ke depan) atau terjadinya suatu peristiwa (pembelian bisnis pesaing).

Model peramalan kualitatif berguna dalam mengembangkan prakiraan dengan ruang lingkup terbatas. Model-model ini sangat bergantung pada pendapat para ahli dan paling bermanfaat dalam jangka pendek. Contoh model peramalan kualitatif termasuk penelitian pasar, jajak pendapat, dan survei yang menerapkan metode Delphi. Metode peramalan kuantitatif mengecualikan pendapat ahli dan menggunakan data statistik berdasarkan informasi kuantitatif. Model peramalan kuantitatif mencakup metode deret waktu, diskon, analisis indikator terkemuka atau tertinggal, dan pemodelan ekonometrik.