Apa yang dimaksud dengan Penokohan dalam drama ?

drama

( Aurora Ridha Zetana) #1

Penokohan dalam drama

Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton (audience)

Apa yang dimaksud dengan Penokohan dalam drama ?


(Bima Satria) #2

Apabila plot adalah apa yang terjadi, penokohan merupakan jawaban terhadap ‘mengapa terjadi sebuah peristiwa’. Motivasi adalah dasar dari aksi. Tokoh adalah sumber utama terjadinya plot. Suatu kejadian muncul dan berkembang karena sikap dan ucapan tokoh, serta dari sikap berlawanan antartokoh.

Penokohan adalah penggambaran watak tokoh.

Penokohan merupakan pendramaan pikiran dalam bentuk orang-orang. Setiap watak tokoh mempunyai pribadi yang khas, sehingga setiap motivasi tokoh itu akan menimbulkan konflik. Secara keseluruhan konflik tersebut menggerakkan cerita menuju puncak masalah dan penyelesaiannya. Adapun yang dimaksud dengan penokohan dalam struktur drama adalah penampilan tokoh yang memerankan watak atau karakter tertentu.

Penokohan dalam drama ialah orang-orang yang hidup dalam arti watak dan karakternya terungkap melalui penampilan fisik, tindakan, ucapan, perasaan, dan kehendak diri sendiri maupun kehendak orang lain.

Tokoh dalam drama adalah tokoh hidup; yang menandakan tokoh itu hidup adalah ciri-ciri tiga dimensi yang melekat pada tokoh tersebut. Adapun ciri-ciri tiga dimensi tokoh itu adalah sebagai berikut:

  • Dimensi fisiologis, yaitu ciri-ciri fisik yang berhubungan dengan pekerjaan dan sistem sosial tempat tokoh itu hidup;

  • Dimensi sosiologis, yaitu ciri-ciri yang berhubungan dengan pekerjaan tokoh dan sistem sosial tempat tokoh itu hidup;

  • Dimensi psikologis, yakni ciri-ciri kejiwaan tokoh.

Ada beberapa jenis penokohan, yaitu tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh pembantu.

  • Tokoh protagonis ialah tokoh utama yang merupakan pusat cerita. Tokoh utama ini merupakan corong pengarang untuk mengemukakan gagasannya dan pandangan hidupnya. Tokoh utama memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan keinginan atau cita-cita yang biasanya dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Oleh sebab itu, tokoh utama harus menanggung resiko, menyingkirkan berbagai rintangan yang menghadang di hadapannya dalam perjalanan mencapai cita-citanya itu.

  • Tokoh antagonis adalah tokoh lawan protagonis. Tokoh antagonis menjadi perintang tokoh protagonis dalam mewujudkan cita-citanya. Pertikaian antara tokoh protagonis dengan antagonis menimbulkan konflik yang menggerakkan cerita. Dalam menjalankan perannya sebagai perintang (obstacles), tokoh antagonis menggunakan berbagai taktik dan siasat.

  • Tokoh pembantu adalah para tokoh yang tidak terlibat langsung dalam konflik utama, tetapi mereka dibutuhkan untuk menambah intensitas konflik utama dan menghadirkan dinamika pergerakan cerita. Selain itu, masih ada sejenis tokoh yang dinamakan tokoh bulat atau around-character, yakni tokoh yang mengalami perkembangan atau perubahan.

Saat ini, watak datar sudah kurang disukai orang. Sebaliknya, watak yang bulat, yakni watak tokoh yang dapat mengalami perkembangan lebih disukai orang, karena lebih hidup dan menarik. Daya tarik itu dapat terjadi disebabkan cerita drama itu dirasakan lebih realistis sesuai dengan jiwa manusia yang pada umumnya memang tidak tetap.