Apa yang dimaksud dengan Panteisme?

stars

Teisme didefiniskan sebagai kepercayaan terhadap keberadaan Tuhan atau dewa-dewi. Teisme adalah kepercayaan manusia terhadap adanya kekuatan yang lebih besar diatas manusia. Lawan dari teisme adalah ateisme, yang meyakini bahwa tidak ada Tuhan atau dewa-dewi, maupun kekuatan besar diatas manusia.

Teisme sendiri terbagi dalam beberapa jenis, seperti monoteisme, politeisme, panteisme, deisme, dan autoteisme. Lantas, apakah yang dimaksud dengan panteisme?

Definisi Panteisme

Panteisme berasal dari bahasa Yunani (pantheos, pan= semua, dan theos= Tuhan). Pantheos secara harafiah berarti “Tuhan adalah Semuanya” dan “Semua adalah Tuhan”. Ini merupakan sebuah pendapat bahwa segala benda merupakan Tuhan abstrak imanen yang mencakup semuanya; atau bahwa Alam Semesta, atau alam, dan Tuhan adalah sama (Edwards, 1967). Kepercayaan panteisme tidak mengakui Tuhan dalam satu bentuk pribadi tertentu maupun Tuhan yang antropomorfik (menyerupai manusia).

Panteisme adalah pandangan bahwa segala sesuatu adalah bagian dari Tuhan yang immanen dan mencakup segalanya. Semua bentuk realitas kemudian dapat dianggap sebagai perwujudan /identik dengan Tuhan. Beberapa berpendapat bahwa panteisme adalah posisi filosofis yang non-religius. Bagi mereka, panteisme adalah pandangan bahwa Alam Semesta (dalam arti totalitas semua keberadaan) dan Tuhan adalah identik (menyiratkan pengingkaran terhadap kepribadian dan transendensi Tuhan).

Sejarah Panteisme

Istilah Panteis pertama kali digunakan secara langsung oleh penulis Irlandia John Toland dalam karyanya yang berasal dari tahun 1705, Socinianism Truly Stated. Dalam karyanya itu juga, Toland menyatakan dirinya sebagai seorang Panteis. Walaupun begitu, konsep ini telah dibicarakan jauh sebelumnya pada jaman Hindu kuno pada kitab Upanishad, juga zaman filsuf Yunani Kuno, oleh Thales, Parmenides dan Heraklitus.

Istilah panteisme pertama kali digunakan dalam bahasa Latin (“pantheismus”) pada 1697 oleh matematikawan Inggris Joseph Raphson dalam karyanya De Spatio Reali seu Ente Infinito. Di dunia Barat, Panteisme menjadi cabang teologi dan filsafat tersendiri pada abad ke-17, yang berlandaskan pada karya-karya filsuf Baruch Spinoza.

Pada tahun 1785, ada sebuah pertentangan besar yang muncul antara Friedrich Jacobi dan Moses Mendelssohn mengenai panteisme. Jacobi mengklaim bahwa pantheisme Lessing bersifat materialistik. Maksudnya ialah bahwa seluruh Alam dan Tuhan sebagai sebuah substansi yang luas. Jacobi berpendapat bahwa panteisme ini adalah dampak dari Zaman Pencerahan (Renaisans) untuk mencari logika, yang pada akhirnya dapat berakhir pada ateisme. Mendelssohn tidak setuju dengan menyatakan bahwa panteisme adalah sama dengan teisme. Panteisme mengakui keberadaan Tuhan, hanya saja dalam wujud Semesta Raya dan segala hal.

Di awal abad ke-19, Panteisme mempengaruhi beberapa penulis dan filsafat terkemuka, seperti William Wordsworth, Samuel Coleridge, Johann Gottlieb Fichte, Georg Hegel, dan lain-lain. Karena dianggap sebagai ancaman, pada 1864 Paus Pius IX secara resmi mengutuk kepercayaan ini dalam dokumen gereja Syllabus Errorum.

Cabang-Cabang Panteisme

Panteisme secara umum dapat dibagi menjadi beberapa cabang/ doktrin:

  • Panteisme Klasik:
    Ini adalah bentuk panteisme yang menyamakan keberadaan dengan Tuhan tanpa berusaha mendefinisikan ulang atau meminimalkan salah satu istilah tersebut. Ia percaya pada Tuhan yang pribadi, sadar dan mahatahu, dan melihat Tuhan ini menyatukan semua agama yang benar. Dalam banyak hal, panteisme klasik mirip dengan Monisme, yang memandang segala sesuatu, dari energi, materi, pemikiran, hingga waktu, sebagai aspek dari dewa pribadi yang merangkul segalanya. Hal ini dibedakan terutama karena kesederhanaan dan kompatibilitas dan sikap inklusif terhadap agama dunia lain. Panteisme Klasik diwakili oleh banyak tradisi keagamaan termasuk Hinduisme dan Yudaisme Kabbalistik.

  • Panteisme Biblis:
    Bentuk panteisme ini (ditentang keras oleh Kekristenan tradisional) berpendapat bahwa beberapa aspek panteistik diungkapkan dalam tulisan-tulisan Alkitab. Persamaan alkitabiah tentang Tuhan dengan tindakan alam, dan definisi Tuhan dalam Perjanjian Baru itu sendiri, semuanya memberikan dasar daya tarik bagi sistem kepercayaan ini.

  • Panteisme Naturalistik:
    Ini adalah bentuk panteisme yang menyatakan bahwa alam semesta, meskipun tidak sadar dan tidak bernyawa secara keseluruhan, namun merupakan fokus yang berarti untuk pemenuhan mistik. Jadi Alam dilihat sebagai Tuhan hanya dalam pengertian non-tradisional, impersonal. Kritikus menuduh bahwa ini merupakan penyalahgunaan terminologi yang disengaja, dan upaya untuk membenarkan Ateisme (atau semacam naturalisme spiritual) dengan salah melabelinya sebagai panteisme. Panteisme naturalistik didasarkan pada pandangan yang relatif baru dari Baruch Spinoza (yang mungkin telah dipengaruhi oleh Panteisme Alkitab) dan John Toland, serta pengaruh kontemporer.

  • Kosmoteisme:
    Dimulai pada akhir abad ke-18 untuk mengungkapkan perasaan bahwa Tuhan adalah sesuatu yang diciptakan oleh manusia dan tidak ada sebelum manusia, dan bahkan mungkin merupakan keadaan akhir dari evolusi manusia, melalui perencanaan sosial, eugenika, dan bentuk rekayasa genetika lainnya.

  • Pandeisme:
    Ini adalah semacam panteisme naturalistik, yang berpendapat bahwa alam semesta adalah Tuhan yang tidak sadar dan tidak hidup, tetapi juga bahwa Tuhan sebelumnya adalah kekuatan atau entitas yang sadar dan hidup yang merancang dan menciptakan alam semesta. Jadi, menurut pandeisme, Tuhan hanya menjadi Tuhan yang tidak sadar dan tidak hidup dengan menjadi alam semesta. Ini adalah semacam sintesis antara panteisme dan Deisme.

  • Panenteisme:
    Keyakinan ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan panteisme, seperti gagasan bahwa alam semesta adalah bagian dari Tuhan, meskipun Panentheisme berpendapat bahwa Tuhan lebih besar dari alam saja dan alam semesta fisik hanyalah bagian dari sifat-Nya.

Referensi

Admin. Pantheism - By Branch / Doctrine. Philosophy Basics. Diambil dari Pantheism - By Branch / Doctrine - The Basics of Philosophy

Dio. (2020). Panteisme : Pengertian, Paradigma, Aliran, dan Filsafat. Feelsafat. Diambil dari Panteisme : Pengertian, Paradigma, Aliran, dan Filsafat – Feelsafat

Kontributor Wikipedia. Panteisme. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diambil dari Panteisme - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kontributor Wikipedia. Pantheism. Wikipedia Bahasa Inggris. Diambil dari Pantheism - Wikipedia

Savarino, J. W. (2018). Menelisik Aliran Panteisme. Opini.id. Diambil dari Menelisik Aliran Panteisme | Opini.id

1 Like