© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Motivasi Belajar ?

Motivasi

Motif merupakan daya penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiap-siagaan). Motivasi adalah daya penggerak (motif) yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan.

Apa yang dimaksud dengan Motivasi Belajar ?

1 Like

Motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan perasaan tidak suka itu.

Motivasi dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu sendiri sebenarnya tumbuh dari dalam diri seseorang, dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikahendaki oleh subjek belajar tersebut dapat tercapai.

Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non intelektual. Perananya yang khas dalam hal penumpahan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar, siswa yang mempunyai motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Seorang siswa yang mempunyai intelegensi cukup tinggi adakalnya menjadi gagal karena kekurangan motivasi. Hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat.

Motivasi secara garis besar terbagai dalam dua jenis utama, yaitu :

  • Motivasi Intrinsik

    Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif yang berfungsi dan menjadi aktifnya motifasi tersebut tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada orang yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukanya ( misal kegiatan belajar), maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan belajar itu sendiri. Sebagai contoh konkret, seorang siswa itu melakukan kegiatan belajar, karena betul betul ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya, tidak karena tujuan-tujuan yang lain.

  • Motivasi Ekstrisik

    Motivasi ekstrisik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seorang itu belajar, karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan akan mendapatkan nilai yang baik, sehingga akan dipuji oleh pacarnya, atau temanya, jadi yang penting belajar bukan karena ingin mengetahui sesuatu, tapi karena ingin mendapatkan nilai yang baik atau ingin mendapat hadiah.

    Dalam kegiatan belajar mengajar tetap penting. Sebab kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis, berubah-rubah, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar ada yang kurang menarik bagi siswa, sehingga diperlukan motivasi ekstrisik

Referensi : Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: CV Rajawali, 1986).

Menurut kamus psikologi, motivasi belajar secara harafiah berarti ”perlengkapan psikologik” yang membangkitkan organisme untuk bertindak kearah tujuan yang diinginkan; alasan untuk bertindak yang mana memberi arah dan tujuan pada tingkah laku. Jadi dari kedua arti tersebut, menjadi jelas bahwa motivasi merupakan vektor, mengandung bobot dan arah.

Jadi motivasi belajar, tentunya perlengkapan psikologik yang membangkitkan seseorang untuk belajar agar mencapai tujuan. Dengan perkataan lain, apabila kita tidak jelas dengan tujuan yang hendak kita capai, maka sulit untuk menemukan motivasi belajar.

Hakekatnya belajar adalah panggilan hidup. Jadi bagi orang beriman, setidaknya sudah jelas satu tujuan mempertanggungjawabkan kehidupan di hadapan Yang Maha Kuasa. Hal itu berarti, sebisanya kita perlu belajar menjadi orang sebagaimana kita dimaksudkan Sang Pencipta.

Demikian pula kondisi otak kita bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kuantitas dan kulitas asupan. Semakin banyak kita belajar, semakin berkembang fungsi otak kita, sema- kin lebih termotivasi lagi untuk mencari tahu- belajar. Jadi bisa disimpulkan bahwa sudah hakikinya manusia memiliki motivasi belajar.

Tersirat pengertian tidak ada orang yang tidak mempunyai motivasi belajar. Tinggal persoalannya adalah berapa kekuatannya dan ke mana arah belajarnya. Apabila pada sejumlah orang tidak nampak termotivasi, berarti mereka sudah belajar lewat satu dan lain kondisi, menjadi orang yang tidak termotivasi untuk belajar, atau mereka tidak memiliki kejelasan tentang tujuan hidupnya. Andaikan mereka berupaya memperjelas tujuan hidupnya, dan menghapus hasil belajar (de- learning) yang keliru, maka motivasinya akan nampak.

Meskipun tiap orang memiliki motivasi belajar, ada orang yang termotivasi dari dalam dirinya (intrinsic), ada juga yang termotivasi dari luar (extrinsic). Mereka yang motivasi belajarnya bersifat intrinsik biasanya berorientasi ’inner locus of control’. Mereka secara teratur mempertanyakan ke dirinya : “Apa yang sudah saya pelajari ? Apa yang bisa saya lakukan untuk menambah dan memperbaikinya, mengembangkannya? Apakah saya sudah cukup berupaya?, Masih bisa ditingkatkankah upaya saya?” dst. Yang pada hekekatnya, melakukan monitoring diri, sejauh mana kemajuan perkembangannya belajar menjadi sesuatu yang ia kehendaki.

Sedangkan orang-orang yang termotivasi belajar oleh hal di luar dirinya, cenderung meletakkan locus of control di luar dirinya. Mereka memotivasi diri dalam belajar dengan mempertanyakan pertanyaan seperti : “Apa yang saya bisa peroleh apabila saya lakukan hal ini, apabila saya mempelajari hal ini ? Kalau saya dapat nilai baik, apa yang akan saya peroleh?” dst.

Pada umumnya, motivasi ekstrinsik diperoleh sebagai hasil belajar dengan lingkungannya, terutama lingkungan keluarganya di rumah. Artinya mereka dibesarkan dengan cara seperti itu. Tidak banyak peluang mereka dapatkan untuk membuat pilihan- pilihan, segala sesuatunya telah di set-up tergantung kepada orang lain, tergantung apa kata orang lain, dst.

Dari keduanya, tentunya tidak ada yang 100 % murni intrinsik maupun ekstrinsik. Orang termotivasi intrinsik, berarti terbanyaknya ia didorong oleh hal-hal dari dalam kalbunya. Sedangkan orang-orang yang termotivasi ekstrinsic, kebanyakkan berdasar kepuasan yang datangnya atau berada di luar dirinya. Semakin besar kekuatan motivasi intrinsicnya, semakin besar juga kecenderungan yang bersangkutan bisa belajar secara mandiri.